Rabu, 17 Februari 2021

Milenial Ngobrolin Green Car, Teknologi Ramah Lingkungan, dan Impian Bekerja di Sektor Green Jobs untuk Indonesia Lebih Bersih

Milenial Ngobrolin Green Car dan Teknologi Ramah Lingkungan

Di sela-sela kesibukannya mengerjakan tugas studinya, Bli Wayan menyempatkan diri bertemu dengan saya, mengobrol mengenai workshop technopreneurship yang dipersiapkan oleh UKM Rekayasa Teknologi (Restek) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Workshop tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara kompetisi inovasi teknologi tingkat nasional (UNITECH-UNY Innovation Technology) yang diselenggarakan setiap tahun dengan total hadiah yang...ehem cukup menggiurkan bagi kantong mahasiswa. 

Jalanan yang saya lalui tampak lengang. Tidak banyak aktivitas mahasiswa pada akhir pekan di lingkungan kampus. Bertempat di bengkel mobil listrik (moblis) yang berlokasi di Fakultas Teknik UNY, Bli Wayan mengajak saya bertatap muka. Ternyata, kami tidak berdua saat itu, di sisi pojok bengkel tampak beberapa anak teknik mengutak-atik body mobil. Meskipun keliatan santuy, mereka sebenarnya fokus pada detail untuk mendapatkan hasil terbaik.

"Kok sendiri, Rin. Gak ngajak-ngajak teman." Bli Wayan mempersilakan saya masuk ke bengkel. 

Sejenak menguar aroma keringat yang sangat....ah sudahlah. Buset, nih anak-anak di bengkel apa gak mandi ya? 

Seperti membaca isi pikiran saya, Bli Wayan berkata." Sorry ya Rin. Udah berhari-hari di bengkel. Jarang pulang kosan. Maklum kami dikejar deadline soalnya. Makanya anak-anak banyak ngelembur di sini. Maafkan aroma-aroma ini, ehek." Ungkap Bli Wayan dengan dialek Bali yang kental.

Bli Wayan memperkenalkan satu per satu nama mahasiswa yang ada di bengkel, tentu saja diiringi suit-suit tajam dan lirikan-lirikan mata dari mereka. Eheum. Ngeselin.

Saya memandang rangka mobil yang belum diisi dengan mesin dan material-material lainnya. Juga komponen-komponen elektrik dan automotive spare part yang saya sendiri tidak tahu fungsinya buat apa.

"Ini toh yang bakal diikutkan di international green car?" Tanya saya penasaran.

"Bukan yang ini, Rin. Ini cuma prototype. Buat uji coba."

Bli Wayan sedikit banyak bercerita tentang inovasi mobil listrik dan hybrid yang diciptakan mahasiswa UNY. Saya yang semula ingin berdiskusi perihal persiapan workshop technopreneurship, akhirnya terhanyut pada obrolan seputar teknologi dan transportasi ramah lingkungan yang diciptakan teman-teman dari kampus kami. 

Semenjak tahun 2009, Universitas Negeri Yogyakarta telah berpartisipasi secara aktif dalam riset, produksi, dan inovasi green car atau mobil ramah lingkungan. Jenis green car tidak hanya mobil listrik lho, termasuk juga mobil hybrid. Wah apa lagi itu? Mobil hybrid merupakan mobil yang menggabungkan mesin berbahan bakar minyak dan motor berdaya listrik. Setelah ditelisik lebih lanjut, teknologi pada mobil hybrid yang dikembangkan mahasiswa UNY untuk ajang International Student Green Car Competition menjadi yang pertama di Indonesia untuk jenis mobil balap formula. Penggunaan teknologi hybrid memungkinkan penghematan bahan bakar fosil yang merupakan sumber energi tak tak terbarukan dan tentunya lebih rendah emisi. Bahkan nol emisi untuk kategori mobil listrik. Inovasi hybrid green car di masa mendatang bisa jadi bersumber dari bahan bakar ramah lingkungan, energi bersih, dan terbarukan. 

Garuda UNY Team (GUT) adalah nama tim yang dibentuk secara khusus terkait riset dan inovasi green car. Satu tim beranggotakan bermacam spesialis yang berasal dari berbagai jurusan dan memiliki keahlian yang berbeda. Terdapat keterlibatan banyak divisi untuk menciptakan satu unit green car. Divisi yang terlibat meliputi divisi powerplan, electrical, driver, kemudi & rem, suspensi, autobody, autodesign, chasis & machining. Ada juga divisi administrasi dan komunikasi publik yang biasanya beranggotakan mahasiswa nonteknik (akuntansi, adminstrasi perkantoran, ilmu komunikasi, biologi, pendidikan kimia, sastra inggris, dan sebagainya).

Pada tahun 2013, untuk pertama kali UNY mengirimkan delegasinya ke tingkat internasional dalam ajang International Student Green Car Competition di Seoul, Korea Selatan. Zainal Arifin, dosen pembimbing utama tim GUT pernah menyatakan kekesalannya karena tidak ada satu pun wakil Indonesia di ajang kompetisi green car tingkat internasional. Di tingkat nasional, sudah berkali-kali green car UNY mengikuti KMLI (Kompetisi Mobil Listrik Indonesia) dan KMHE (Kompetisi Mobil Hemat Energi). Maka dari itu, pada tahun 2013 dengan persiapan yang matang dibentuklah tim Garuda UNY sebagai tim delegasi internasional untuk kompetisi mobil listrik dan mobil hybrid. Pada mobil listrik UNY EVO13, tim Garuda mengaplikasikan 3 teknologi  yang tidak dimiliki tim lain, yakni electric differential, LCD on Steering Wheel, dan quick release steering wheel sehingga tim Garuda berhak meraih penghargaan kategori creative technology. Saat itu tim green car UNY menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia. 

Mobil yang memiliki desain menyerupai mobil balap formula 1 tersebut mengundang decak kagum dari tim negara lain dan penyelenggara. Mereka mempertanyakan desain, teknologi, dan material yang digunakan. Pasalnya sebagai rookie (pendatang baru) pada tahun itu, mobil listrik UNY memiliki teknologi yang tidak digunakan tim-tim dari negara kompetitor dan hal tersebut memantik apresiasi. Berbahan karbon fiber ringan, dengan berat body (tanpa baterai) mencapai 160 kilogram, ukuran panjang x lebar  x tinggi (230 cm x 140 cm x 85 cm), berdaya listrik 6000 watt, mobil listrik tersebut memiliki top speed 75 km per jam (butuh waktu 17 detik untuk menempuh jarak 0-200 meter). UNY EVO13 dipersenjatai 4 buah baterai 12 volt 80 AH dan dua buah motor listrik BLDC ukuran 3000 watt. 

Electric differential, menjadi salah satu dari 3 keunggulan teknologi yang ada pada UNY EVO13. Jika dua motor listrik aktif pada mode Electric differential, maka jumlah putaran roda belakang bisa berbeda dengan roda lain saat berbelok atau menikung. Hal ini berfungsi untuk mencegah ban selip atau hilang kendali saat berada di tikungan tajam atau belokan terjal sedangkan mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Sistem suspensinya sendiri diciptakan menyerupai teknologi pada mobil balap formula 1. Dengan demikian, ketika mobil melesat dalam kecepatan maksimum pada belokan atau tikungan, roda belakang tak mudah terangkat ke atas sehingga meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan saat ngebut.

Tim GUT di International Student Green Car Competition 2013 Korea Selatan. Dokumentasi : Garuda UNY
Tim GUT berlaga di Japan Student Formula 2015 yang berlokasi di Jepang. Dokumentasi : Garuda UNY
Tim GUT berlaga di Shell Eco Marathon Asia 2019 di Malaysia. Dokumentasi : Garuda UNY
Saya dan Bli Wayan berkecimpung di organisasi kampus yang sama, satu divisi pula, divisi Teknologi Tepat Guna (TTG). Organisasi kampus tempat kami bernaung, UKM Rekayasa Teknologi (Restek) membawahi 5 divisi utama. Kelima divisi tersebut yakni, IT, Teknologi Tepat Guna (TTG), rancang bangun, mobil (listrik dan hybrid), terakhir robotika. 

Mobil listrik ataupun hybrid merupakan sekian dari banyak inovasi dan aplikasi teknologi yang ramah lingkungan (green technology). Apa sih teknologi ramah lingkungan atau green technology itu Arinta? Green technology memiliki konsep bagaimana menerapkan teknologi untuk kehidupan yang lebih humanis, berwawasan lingkungan, rendah karbon dan energi kotor, serta tidak merusak sumber daya alam. Contoh lain teknologi ramah lingkungan yakni teknologi pengelolaan dan daur ulang limbah supaya limbah tersebut menjadi produk berdaya guna atau bernilai ekonomis, minimal tidak mencemari lingkungan ketika dialirkan ke tempat pembuangan. 

Jika saat ini kendaraan konvensional dan industri manufaktur masih menggunakan energi kotor dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara untuk aktivitas operasionalnya, beberapa tahun ke depan akan ada terobosan-terobosan terkait energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Teknologi fuel cell misalnya, bisa dijadikan sebagai energi alternatif pengganti BBM. Teknologi fuel cell memanfaatkan hidrogen sebagai bahan bakar untuk menghasilkan proton, netron, panas, dan air. Fuel cell tidak mengeluarkan bising dan tentunya nol emisi karbon.

Saya sendiri cukup familiar dengan teknologi ramah lingkungan, sebab semenjak masuk di divisi Teknologi Tepat Guna (TTG), saya belajar dan mendapatkan knowledge mengenai penerapan teknologi yang humanis, bermanfaat (memiliki nilai guna), berbiaya rendah, serta efektif dan efisien. Padahal studi S1 saya adalah di bidang akuntansi. Divisi Teknologi Tepat Guna (TTG) kerapkali mengadakan seminar dan workshop bertema ecopreneurship. Salah satu yang berkesan ketika mengundang narasumber seorang green engineer yang membuat inovasi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) untuk daerah-daerah perdesaan yang terpencil, terpelosok, dan tertinggal, beliau adalah Tri Mumpuni. Bagi kamu yang berkecimpung di sektor hijau dan energi terbarukan pasti tak asing dengan beliau. Saat itu, saya dan Bli Wayan terlibat sebagai panitia atau penyelenggara di ecopreneurship event yang dihadiri hampir 200 orang mahasiswa. Saya pribadi mendapatkan banyak insight positif dari penuturan beliau yang bersama suaminya bergerak dari nol membangun alternatif energi terbarukan tersebut. 
Tri Mumpuni mengajak para milenial untuk lebih peduli pada upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup, berperan aktif di sektor hijau, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE). Beliau berharap banyak anak muda memiliki kesadaran akan pentingnya kedaulatan energi untuk Indonesia yang lebih bersih. Hingga 2020, perempuan listrik satu ini bertutur bahwa ada 433 dari 75 ribu desa yang belum dialiri listrik. Desa-desa tersebut terpencar di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat. 

Sektor EBTKE bisa menjadi solusi krisis energi dan kelistrikan di Indonesia. Saat ini Indonesia masih 95% tergantung pada penggunaan bahan bakar fosil berupa miyak bumi (48%), batubara (30%), dan gas bumi (18%), adapun konsumsi energi terbarukan baru 5% saja. Dalam cetak biru Kebijakan Energi Nasional, pemerintah melalui Kementerian ESDM berupaya menaikkan sektor EBTKE minimal 23% di tahun 2025, naik lagi menjadi 32% di tahun 2050. Menteri ESDM, Arifin Tasrif kepada awak media berujar bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi (23 GW), bayu atau angin (60,6 GW), hidro atau air (75 GW), surya (207,8 GW) dan samudera (18 GW). Namun, semuanya belum dikelola secara optimal. Maka dari itu, dibutuhkan sinergi berbagai pihak, terutama peran generasi muda untuk mengembangkan potensi energi tersebut agar lebih berdaya guna di masa mendatang.

"Sampai di mana tadi kita, Rin? Maaf, aku tadi kurang fokus." Tanya Bli Wayan kepada saya sembari mengotak-atik komponen elektrik yang ada di dekat kami. Bli Wayan, milenial kelahiran Bali yang tumbuh besar di Denpasar mengambil studi S1 pendidikan elekronika di UNY. Selain aktif di perkuliahan dan organisasi kampus, Bli Wayan bergabung di bawah bendera Garuda UNY sebagai electric car engineer

"Sebenarnya kedatanganku ke sini mau ngomongin persiapan workshop technopreneurship, Bli. Proposalnya aku taruh di sini ya, nanti bisa kamu baca." Jeda sejenak. Kemudian saya meletakkan satu bendel proposal di meja yang ada di sudut ruangan. "Ngomong-ngomong, keren ya inovasi green car yang dibuat anak-anak. Sudah sampai sejauh itu lho ternyata."

"Ini juga masih dalam pengembangan terus-menerus, Rin. Setiap tahun akan ada perbaikan-perbaikan sehingga semakin teruji di sirkuit balap dan medan yang berbeda."

"Anyway, Bli, setelah lulus kuliah apa rencana kamu ke depan? Kamu memiliki skill di bidang electric car engineering, masih mau mengembangkan bidang ini? Tanya saya kemudian.

Sesaat Bli Wayan terdiam. Pertanyaan ini membuatnya berpikir barang beberapa detik. Matanya menerawang.

Green Jobs dan Impian Bekerja di Sektor Hijau untuk Indonesia Lebih Bersih

Bagaimana peluang kerja di sektor hijau (green jobs) untuk orang yang memiliki keahlian sebagai electric car engineer seperti Bli Wayan? Karena di masa depan, keahlian orang-orang seperti ini pastilah sangat dibutuhkan kemampuannya. Apa sih definisi Green jobs yang kamu maksud Arinta? Jadi, Green jobs merupakan istilah yang diberikan ILO untuk jenis pekerjaan yang terkait dengan agenda pembangunan berkelanjutan, rendah emisi, dan mendukung perubahan iklim.

Pemulihan hijau menjadi  rekomendasi Climate Transparency Report 2020 agar penurunan emisi CO2 dapat berkelanjutan. Pemulihan hijau mendukung pekerjaan orang-orang yang berkecimpung di sektor green jobs seperti yang sudah dilakukan Bli Wayan, Tri Mumpuni, dan milenial yang terpilih menjadi kader listrik untuk desa.

Pekerjaan di sektor hijau (green jobs) semakin menjanjikan di abad 21. Green jobs merupakan jenis pekerjaan terbilang cerdas, keren, kreatif, dan memiliki daya dukung positif terhadap lingkungan. Apalagi saat ini Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26% hingga 41% melalui program Business As Usual. Maka dari itu, fokus yang diutamakan dalam dunia kerja di sektor green jobs selain faktor kesejahteraan, adalah memperhitungkan bagaimana agar aktivitas bisnis tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Secara global, potensi pasar untuk produksi barang dan jasa di sektor ini mencapai mencapai US$ 1.370 miliar per tahun (sumber : ILO).  Semakin banyak wirausahawan yang terjun di bisnis green business dan green economy, semakin besar pula peluang kerja di sektor green jobs
Sebuah perusahaan di Jakarta yang peduli akan lingkungan meluncurkan waste management system
dan aplikasi E-Recycle. Green business menciptakan green jobs. Dokumentasi : KR Jogja
Di forum internasional, ASEAN Labor Minister Meeting (ALMM) 2018, Indonesia mendukung pekerjaan di sektor hijau untuk hari ini dan masa yang akan datang. Dalam hal ini, dukungan pemerintah dilakukan melalui akselerasi pelatihan vokasi untuk meningkatkan keahlian, kualitas SDM, serta kompetensi pekerja yang di dalamnya mengandung elemen green skill dan green productivity. 

Industri seperti apa sih yang bergerak di sektor green jobs, Arinta? Wah banyak ya, jumlahnya kian bertambah setiap tahun seiring banyaknya inovasi di seputar green business dan aplikasi teknologi hijau. Secara umum ada 6 sektor industri yang bisa kamu pilih jika kelak kamu ingin berkecimpung di dunia kerja yang ramah lingkungan. Keenamnya meliputi : sistem manajemen limbah/sampah beserta daur ulangnya, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), pertanian dan kehutanan, kontruksi hijau, efisiensi energi, dan kendaraan ramah lingkungan. Adapun jenis-jenis pekerjaan yang masuk dalam kategori green jobs meliputi : energy startuper, ecopreneur, teknisi mobil listrik, teknisi panel surya, petani hidroponik, petani organik, auditor lingkungan, green accountant di NGO/LSM, konsultan waste management, guru/dosen/peneliti di bidang lingkungan hidup, dan masih banyak lagi.

Tulisan saya nyelipin cerita green car, teknologi ramah lingkungan, energi terbarukan dan green jobs. Eh saya mau ngomongin energi terbarukan nih, kalau dipikir-pikir, seperti apa  ya potensi energi terbarukan dalam penyerapan lapangan kerja? Jadi penasaran saya tuh. Mari kita simak infografis berikut.
Koaksi Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berlokasi di Jakarta yang berfokus pada ide-ide inovatif dan program-program berkelanjutan menyoroti bahwa pekerjaan di sektor green jobs membuka peluang yang lebih baik untuk anak muda. Berkolaborasi dengan Uni Eropa dalam "Climate Diplomacy Week," Koaksi Indonesia mengadakan talkshop bertajuk "Green Jobs: Ini Baru Peluang Kerjanya Anak Muda untuk Indonesia yang Lebih Bersih." Dari sekian narasumber, salah satu topik yang diangkat dalam talkshop tersebut adalah energi terbarukan. Energi...energi...energi. Ada apa dengan sektor energi? Sektor energi hingga saat ini masih dianggap sebagai sektor yang mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di era pandemi Covid-19. Namun, cadangan energi fosil Indonesia dan dunia semakin tergerus akibat konsumsi terus-menerus. Maka dari itu, riset-riset dan pencarian energi altenatif atau sektor EBTKE terus digalakkan baik di universitas maupun lembaga-lembaga penelitian. 

"Energi terbarukan itu membuka akses. Kita tidak bilang energi terbarukan itu the only one solution. Tapi energi terbarukan membuka akses air bersih, sanitasi, informasi, pendidikan, ekonomi lokal, mobilitas dan transportasi, ketahanan pangan, hingga mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih  bersih." Demikian opening speech dari Direktur Program Koaksi Indonesia, Verena Puspawardani.

Pandemi Covid 19 adalah awal, selanjutnya masih ada pekerjaan rumah di depan mata yang menanti kita untuk bergerak dan membuat perubahan. Apalagi kalau bukan ancaman perubahan iklim. Anak-anak muda kudu memiliki keunggulan kompetitif untuk menghadapi ancaman perubahan iklim, salah satunya adalah menciptakan usaha yang ramah lingkungan (green business) atau terjun langsung di sektor hijau "green jobs." 

Verena menambahkan, ke depan sektor energi terbarukan membutuhkan banyak kerlibatan anak muda. Akan ada peluang-peluang green jobs di masa mendatang. Misalnya saja di bidang politik, indonesia butuh peran anak muda dalam hal regulasi atau kebijakan terkait energi terbarukan, transportasi rendah emisi, pertanian berkelanjutan, dan lain sebagainya. Di bidang pendidikan dan penelitian, Indonesia butuh anak muda yang tidak hanya memahami, tetapi juga mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat mengenai kesadaran akan energi bersih, juga riset-riset alternatif energi terbarukan (misalkan fuel cell dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) seperti yang sudah saya jelaskan di awal). Di bidang ekonomi, Indonesia butuh anak muda yang tidak hanya cerdas secara ekonomi, tetapi juga solutif dalam mencari alternatif-alternatif pembiayaan proyek-proyek berwawasan lingkungan melalui skema non-APBN, misalnya green financing (pembiayaan berorientasi lingkungan) dan penerbitan obligasi atau sukuk hijau. Siapa tahun kan ya, riset dan inovasi mobil listrik Garuda UNY kelak dikembangkan dan didanai melalui skema green financing. Siapa tahu lho ya. Anak muda kan boleh bermimpi.
Menristek Dikti, Mohamad Nasir beserta jajaran birokrasi Universitas Negeri Yogyakarta
meninjau progress mobil listrik. Dokumentasi : @mobillistrikuny
"Rencana ke depan? Cita-citaku dari dulu ingin menjadi engineer, ya kalau tidak minimal dosenlah. Aku juga masih ingin mengembangkan mobil listrik supaya lebih baik lagi." Bli Wayan menjawab pertanyaan saya. 

Setelah menyelesaikan studi S1 di UNY, I Wayan Adiyasa atau kerap disapa Bli Wayan mengambil S2 bidang elektro di UGM. Bli Wayan bercerita kalau dirinya studi sembari mengajar di pendidikan teknik otomotif UNY, membagikan pengetahuan dan pengalamannya seputar dunia otomotif dan mobil listrik. Di portofolionya tertulis keahlian Bli Wayan, automotive electrical dan renewable energy. Awwwwwwwww... sektor green jobs nih! 
Bli Wayan (berkacamata dan berbaju biru dongker) bersama tim Garuda UNY. Dokumentasi : Yusuf Mulyadi
Pekerjaan di bidang green jobs menjadi sebuah diskursus untuk dielaborasi dan namanya cukup seksi di kalangan anak muda. Perubahan iklim, polusi melebihi ambang batas, pencemaran lingkungan, penggunaan energi kotor menjadi ancaman serius bagi umat manusia. Kita butuh duduk bersama, mencari solusi, mengurai benang kusut atas masalah yang kita hadapi. 

Kita berharap banyak anak muda tertarik terjun di sektor hijau ini, demikian pula bermunculan inovasi dan gagasan-gagasan yang mendukung "Indonesia bersih" melalui pengembangan green car, teknologi hijau, energi terbarukan, obligasi berwawasan lingkungan, dan masih banyak lagi. Ke depan, green jobs kian berkembang. Kian dibutuhkan. Kian diminati. Green jobs menjadi pekerjaan impian generasi muda. Tantangannya adalah bagaimana menciptakan iklim kerja di sektor hijau agar lebih kondusif sekaligus inklusif sehingga mampu menciptakan kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan ekonomi. 

Kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan, terutama dari pemerintah sebagai regulator dan penentu arah kebijakan. Bayangkan kalau pemerintah membangun infrastruktur untuk transportasi rendah emisi (bahkan nol emisi) seperti mobil hybrid dan listrik. Riset dan inovasi green car dari kampus-kampus semakin menggema, menjadi topik yang asik untuk dibicarakan. Bayangkan peneliti-peneliti junior yang duduk di bangku SMA yang meriset teknologi ramah lingkungan dan energi terbarukan mendapatkan dana sekaligus beasiswa untuk mengembangkan riset tersebut di perkuliahan. Bayangkan setelah lulus kuliah tawaran pekerjaan di sektor hijau bertebaran dan menjadi impian para freshgrad. Bayangkan. Bayangkan aja dulu.

Saya optimis Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan energi di masa depan. Saya optimis generasi muda mampu menjawab tantangan zaman serta berkontribusi pada isu perubahan iklim dan lingkungan. Dan yang paling utama, saya optimis bahwa "Indonesia bersih" bukan mimpi belaka, selama tangan dan kaki kita mau bergerak melarungkan harapan-harapan.

Gengs, gimana? Siap bergabung di dunia green jobs? Siap mendukung energi bersih untuk Indonesia bersih? Ya siaplah!

Sumber Referensi

1. Media sosial dan website Koaksi Indonesia di Coaction.id.

2. Secercah Harapan Untuk Energi Terbarukan Indonesia yang Makin Mantap, www.goodnewsfromindonesia.com. 

3. Potensi Energi Terbarukan di Masa Kini dan Masa Depan, Universitas Islam Indonesia, www.uii.ac.id.

4. Bahas Ekonomi Ramah Lingkungan, Koaksi Indonesia Ajak Anak Muda Jadikan Green Jobs Pilihan Utama, www.tribunews.com.

5. Green Jobs dan Impian Bekerja di Sektor yang Ramah Lingkungan, www.klikhijau.com.

6. Mengenal Teknologi Ramah Lingkungan, www.kelaspintar.com.

7. Indonesia Targetkan Produksi Mobil Listrik dalam Kurun 5 Tahun, www.voaindonesia.com.

8. Mobil Listrik UNY Melaju 80 KM/jam, www.republika.co.id.

9. Garuda UNY Didirikan Karena Kampus Lain Tak Ada yang Mau Ikut Lomba, www.krjogja.com.

10. Pembuatan Mobil Listrik Garuda UNY, Mahasiswa Baru Dilibatkan, www.otomotif.tempo.co.

11. Green Jobs menjadi Jawaban Bangkitnya Ekonomi Pasca Pandemi Covid 19, www.iesr.id.

12. Green Jobs, Peluang, dan Tantangan, www.kompasiana.com.

13. Tri Mumpuni : Indonesia Butuh Peran Milenial untuk Energi Terbarukan, www.idntimes.com.

14. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Jadi Solusi Membangun Desa Terpencil, www.news.detik.com.

15. Fuel Cell, Energi Masa Depan, www.ebtke.esdm.go.id.

16. Mengenal Fuel Cell, Teknologi Pembangkit Listrik Tanpa Limbah, www.medium.com.

Selasa, 09 Februari 2021

Yuk Mengenal Lebih Dekat Asisten Virtual Tanya Veronika dari Telkomsel

Saat saya KKN, saya sedikit cemas menunggu pengumuman di daerah mana saya akan ditempatkan. Apakah masih di Yogyakarta dan sekitarnya atay justru di luar wilayah itu. Syukurnya saya ditempatkan masih di wilayah DIY, tepatnya di Gunungkidul. Lalu kecemasan berikutnya sedikit menghantui saya. Bagaimana sinyal internet di sana? Buruk tidak? Kebetulan lokasi KKN saya berada di Dukuh Blimbing, Kecamatan Ponjong, Wonosari, Gunungkidul. Saya takut gak bisa berkomunikasi dengan teman atau keluarga karena akses jaringan internet yang buruk. Menurut rekomendasi teman, mendingan saya pakai provider si merah, apalagi kalau bukan SIMPATI. Yups, itu awal mula perjumpaan saya dengan Simpati, proider dari Telkomsel. Saya sangat puas dengan jaringan Simpati milik Telkomsel tersebut. Komunikasi menjadi tak terhambat dan saya bisa melaksanakan KKN dengan baik.

Saya mau sedikit bercerita sejarah singkat Telkomsel. Telkomsel merupakan perusahaan seluler pertama di Indonesia hasil pantungan dari dua BUMN saat itu. Dibentuk pada tahun 26 Mei 1995 dengan modal dasar 650 miliar, kini perusahaan telekomunikasi ini sudah mampu menjangkau lebih dari 170 juta pelanggan di penjuru nusantara dengan lebih dari 233 ribu BTS. Mantap kan? Telkomsel pun dinyatakan sebagai operator seluler peringkat 6 dalam hal jumlah pelanggan terbanyak di dunia.

Produk-produk dari Telkomsel selain Simpati, ada juga KartuHalo, Flexi, Kartu AS, Loop, dan By.U. Seiring berjalannya waktu Telkomsel membuat aplikasi My Telkomsel dan Asisten Virtual "Tanya Veronika" untuk memudahkan pelanggan. Telkomsel juga memiliki pusat layanan pelanggan yang bernama GraPARI yang merupakan akronim dari Graha Pari Sraya. Istilah Graha Pari Sraya aslinya nih berasal dari Bahasa Sansekerta lho guis. Istilah ini diperkenalkan kepada publik oleh Sultan Hamengku Buwono X sebagai tanda penghargaan atas diresmikannya kantor pelayanan Telkomsel di Yogyakarta.

Saya pribadi sebagai pelanggan Simpati memanfaatkan aplikasi My Telkomsel untuk membeli kuota internet. Biasanya saya membeli paket Combo Sakti Unlimited 13 GB atau kalau gak yang 25 GB. Soalnya meski kuota habis masih bisa buka aplikasi kayak instagram, twitter, facebook, youtube dan juga whatsapp. Dengan aplikasi My Telkomsel saya tak perlu repot-repot pergi ke konter hanya untuk memberi pulsa atau kuota internet.

Selain aplikasi My Telkomsel, Telkomsel meluncurkan aplikasi asisten virtual "Tanya Veronika" yang diluncurkan pada tahun 2017. Tanya Veronika merupakan layanan digital berbasis chat yang memberi kemudahan bagi para pelanggan Telkomsel. Layanan digital ini bisa diakses melalui aplikasi My Telkomsel, sistus web Telkomsel, whatsapp, facebook messenger, telegram, dan Line. Bagaimana cara mengaksesnya, sebelum bertanya apa kebutuhan atau keperluanmu kepada asisten Veronika ini, kamu kudu terhubung pada salah satu dari 6 aplikasi pesan instan yang saya sebutkan sebelumnya. Misal nih kalau saya pakai aplikasi My Telkomsel, saya bisa bertanya ke Veronika berapa sisa kuota internet saya atau apa promo terbaru dari Simpati. Misal kamu lebih nyaman berinteraksi dengan telegram, kamu bisa terhubung dengan Veronika dengan ID @telkomsel_official_bot. Kamu lebih suka chat pakai Whatsapp, kamu bisa mengakses Veronika di nomor +6281 1111 1111. 

Kamu bisa memulai percakapan dengan Veronika dengan sapaan "Hai" atau "Hallo." Untuk mengakhiri percakapan kamu bisa mengakhirinya dengan "batal" atau "cancel."

Veronika ini merupakan layanan pelanggan yang menggabungkan antara teknologi artificial intelligence, customer analytics sekaligus interaksi manusia untuk membantu pelanggan mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari layanan yang diberikan oleh Telkomsel. Sebagai sebuah layanan pelanggan, Anda bisa mendapatkan berbagai informasi layanan apa saja yang disediakan dan melakukan berbagai transaksi hanya dengan melalui tanya Veronika asisten virtual ini.

Fitur dan fungsi yang ada pada chatbot Veronika asisten virtual Telkomsel

1. Informasi mengenai produk Telkomsel yang kamu gunakan.

Ini poin paling penting, Veronika membantu pengguna produk-produk dari Telkomsel yang kamu gunakan. Nah, melalui Veronika Telkomsel kamu bisa memperoleh informasi mengenai masa aktif kartu kamu, sisa pulsa/kuota internet, poin Telkomsel, promo-promo terbaru, dan lain sebagainya.

2. Tukar Poin Telkomsel

Jumlah poin Telkomsel saya saat ini 165 poin. Nah dari poin-poin ini jika dikumpulkan bisa ditukarkan dengan hadiah-hadiah menarik atau undian fantastis. Melalui Veronika Telkomsel kamu bisa menukarkan poin-pointersebut secara langsung untuk mendapatkan kesempatan memperoleh hadiah atau undian lucky draw, 1 poin bisa ditukar dengan 1 reward motor Yamaha N-Max atau Samsung Note 20 Ultra jika kamu beruntung. 

3. Mengetahui lokasi GraPARI terdekat.

Saya iseng bertanya mengenai lokasi GraPARI terdekat di Pekalongan. Veronika langsung memberikan lokasi terdekat yang saya maksud. Untuk bertanya mengenai lokasi jangan lupa aktifkan fitur share location d ponsel kamu ya. 

4. Membeli kuota internet dan pulsa.

Saya lagi mager nih, males ke konter buat beli pulsa. Nah, kamu bisa membeli pulsa via Veronika. Lebih praktis, hemat energi, dan waktu. Namun tentunya sebelum membeli pulsa atau kuota internet saldo di dompet digitalmu mencukupi ya. Kalau nol ya sama aja boong, hehehe. Semua mah sekarang serbadigital. Apa-apa tinggal klik-klik, tap-tap. Apa enggak dimanjakan kamunya?

Seandainya asisten Veronika dan aplikasi My Telkomsel sudah ada pas jaman saya KKN, akankah membahagiakannya. Saya tak perlu turun jauh-jauh ke Wonosari buat mencari konter hanya untuk beli pulsa atau kuota internet. Cukup memiliki saldo di dompet digital lalu beli pulsa dengan bertanya ke asisten Telkomsel yang namanya sangat cantik ini, Veronika!

Begitu kisanak kira-kira penjelasan mengenai asisten virtual Veronika. Kura-kura makan daun selasih, cukup sekian dan terima kasih.

Rabu, 20 Januari 2021

#BangkitBersamaSahabat : Kolaborasi dan Sinergi Adira Finance Via Festival Pasar Rakyat Guna Memberdayakan Sektor Mikro di Era Digital

Bule mencicipi jamu yang disajikan di salah satu stan di dekat Pasar Beringharjo. Dokumentasi pribadi

“What is this?” Salah satu dari dua turis asal Eropa menanyakan apa nama minuman yang dipamerkan di salah satu stan festival kuliner yang berlokasi di Malioboro, Yogyakarta.

“This is jamu, Sir, our local beverage. Please try this.” Kata sang penjual seraya menyodorkan tester jamu. 

“Hmmm… the taste is very delicious. I want to buy this. How much it cost?” Ujar sang bule.

“It is free, Sir. Bring these bottles for you and your partner.” Balas sang penjual jamu. Sang penjual juga bertutur bagaimana cara meracik jamu tersebut dengan rempah-rempah yang ada hingga menjadi minuman herbal nan menyehatkan. Setelah puas bertanya-tanya, sepasang bule tersebut meninggalkan keramaian seraya mengucapkan terima kasih atas 2 botol jamu gratisnya. 

Semakin siang pengunjung memadati area Pasar Beringharjo yang terletak di Malioboro tempat festival berlangsung. Festival tersebut memperkenalkan jamu dan kuliner lokal kepada wisatawan yang berkunjung di kawasan Malioboro. Jejamuan dan aneka kuliner yang  ditawarkan di festival ini ada yang gratis, ada pula yang berbayar. Festival tersebut diadakan menjelang akhir tahun 2019, sebelum pandemi Covid19 merebak.

Di stan lain saya menemui Biyung Yayuk. Biyung Yayuk bercerita kepada saya bahwa beliau memproduksi jamu secara harian. Biyung Yayuk menjelaskan bahwa sekarang ini beliau mempromosikan jamunya via kanal digital dan media sosial seperti instagram. Biyung Yayuk menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak turut membantu memperkenalkan bisnisnya ini kepada khalayak luas.

Di era pandemi seperti sekarang ini, banyak bisnis tradisional dan UMKM telak terpukul. Menaati protokol kesehatan, orang-orang lebih memilih membeli sesuatu secara daring. Mau tidak mau bisnis tradisional dan UMKM harus bergerak dan berbenah, terutama dengan strategi marketingnya. Digital itu kenyataan, beralih ke platform digital tentu menjadi sebuah keniscayaan. Sinergi atau kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan kunci sektor mikro untuk terus bertahan, berdaya, dan berkembang di era serbadigital.

Memahami pentingnya ekosistem dalam memperkuat sektor mikro baik secara daring meupun luring, Adira Finance yang merupakan perusahaan pembiayaan kendaraan, elektronik, dan kredit multiguna menghadirkan Festival Pasar Rakyat (FPR) 2020 dengan tajuk “Bangkit Bersama Sahabat.” Adira Finance menganggap entitas bisnis tradisional dan UMKM adalah sahabat. Sebagai sahabat, Adira Finance mengajak sektor mikro untuk terus bertumbuh, berdaya, sekaligus berkembang di era digital. Festival Pasar Rakyat Adira Finance ini mendorong ruang publik yang kreatif. Adira Finance meyakini bahwasanya pasar rakyat menjadi etalase kekayaan sebuah daerah, serta kamus hidup kuliner Indonesia, sehingga memberikan karakter pada sebuah kota, dan menjadi destinasi wisata yang unik. Kita bisa lihat serunya Festival Pasar Rakyat (FPR) Adira Finance chapter Yogyakarta di Pasar Beringharjo, Kranggan, Prawirotaman, Karang Waru, dan Pasar Demangan. 
Tagar #BangkitBersamaSahabat terus digemakan. Ada misi besar yang diemban Adira Finance yakni bagaimana meningkatkan literasi digital sekaligus mengedukasi pedagang mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui penerapan protokol kesehatan di lingkungan pasar. Bagi-bagi masker gratis pun sudah dijalankan. Total 50 ribu masker di 30 pasar yang tersebar di 6 kota besar : Jakarta, Tangerang Selatan, Cirebon, Yogyakarta, Aceh, dan Makassar. Dengan pedagang memakai masker, membuat pengunjung merasa aman berbelanja.
FPR. Dokumentasi Adira Finance
Meskipun keseharian berkelindan di Pasar, melalui Festival Pasar Rakyat ini Adira Finance mengajak para pedagang untuk berdaptasi dengan teknologi dan memanfaatkan platform digital guna meningkatkan volume penjualan, memperluas jangkauan pembeli dan bertahan di era pandemi. 

Digitalisasi di pasar diberikan melalui program edukasi, pelatihan dan pendampingan, contohnya webinar “Ayo Berdagang Secara Online” Kan enak ya kalau serbadaring, pembeli tak perlu jauh-jauh datang ke pasar. Melalui platform digital pembeli bisa memesan aneka kebutuhan langsung via aplikasi chat, media sosial, ataupun website. Pembeli tenang, pedagang senang. 
FPR. Dokumentasi Adira Finance
Digitalisasi bisnis mampu menjangkau hingga lintas daerah, lintas benua lho. Siapa sangka nantinya produk kreatif  dari Festival Pasar Rakyat diminati orang asing.

"I'm interested in this leather puppet souvenirs, would you sent those souvenirs to Australia next month?"

“The herbal drink which you call as jamu tastes good, would you send it to Germany?”

 Siapa tahu kan?

Jumat, 15 Januari 2021

Ngomongin Hutan dan Perubahan Iklim Via I Love Indonesia Blogger Gathering

Beberapa waktu lalu saya mendapat kesempatan mengikuti I Love Indonesia Blogger Gathering, sebuah webinar sekaligus diskusi mengenai hutan, lingkungan, dan perubahan iklim yang diselenggarakan oleh Golongan Hutan bersinergi dengan Blogger Perempuan. 

Bagi yang belum tahu, Blogger Perempuan merupakan komunitas blogging sekaligus digital platform yang memberdayakan narablog atau digital content creator perempuan melalui penulisan konten daring. Komunitas ini berdiri sejak 2015 dan menjadi komunitas blogger terbesar di  Indonesia. Aihhhh, tahun 2015 saya masih berjuang menyelesaikan studi dan tahun 2015 pula saya pertama kali belajar blogging. Jadi usia Blogger Perempuan sudah menjejak 5 tahun lebih. 

Adapun Golongan Hutan Golongan hutan merupakan gerakan yang diinisiasi dan dibesarkan oleh organisasi masyarakat sipil dan komunitas sejak Januari 2019. Organisasi masyarakat sipil dan komunitas tersebut adalah Kemitraan/Partnership, Yayasan Madani Berkelanjutan, Yayasan Econusa, Yayasan Auriga, Greenpeace Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Change.org, Yayasan Koaksi, Jaringan Pantau Gambut, Kaoem Telapak, Mongabay, Hutan Itu Indonesia, Katadata, Samdhana, AMAN, HuMA, LTKL dan lain-lain. 

Golongan Hutan hadir untuk mengajak pemuda pemudi Indonesia agar ikut bangga terhadap hutan dan segala potensinya. Golongan hutan berfokus untuk membesarkan isu lingkungan hidup, termasuk hutan di Indonesia. Golongan Hutan hadir untuk menyebarkan semangat dalam menjaga sumber daya alam agar dapat dinikmati oleh anak cucu bangsa.

Nah gathering kali ini menghadirkan pembicara kece yang akan ngomongin perihal hutan, perlindungan hutan, lingkungan hidup, dan tentunya perubahan iklim. Siapakah mereka? Narasumber pertama yakni Edo Rakhman sebagai koordinator Golongan Hutan. Narasumber kedua yakni Syaharani mahasiswi pegiat aksi Jeda Untuk Iklim. Narasumber terakhir yakni Anindya Kusuma puteri, aktris sekaligus influencer di bidang sport & tourism.

Acara ini dibuka dengan games yang sangat fun pastinya. Kemudian dilanjut dengan paparan Bang Edo dari Koalisi Golongan Hutan mengenai bagaimana peran kepemimpinan anak muda untuk masa depan yang lebih, terutama jika dikaitkan dengan topik perlindungan hutan dan perubahan iklim. Bang Edo menyentil aksi anak muda agar diberikan ruang yang lebih besar dalam hal pengambilan kebijakan dan keputusan, pengelolaan sumber daya alam, bagaimana menjaga lingkungan dan sebagainya. 

"Ada 3 hasil survei yang ingin saya berikan. Pertama, Jejak Pendapat : Harapan dan Persepsi Anak Muda dan Pilkada, berikutnya Laporan Survei Krisis Iklim di Mata Anak Muda, terakhir Kejahatan Kororasi dan Ekosida. Dalam survei tersebut usia potensial 17-30 tahun sebanyak 82%. Dari hasil survei yang didominasi anak muda tersebut, ternyata mereka memiliki kepedulian di seputar isu ekonomi, kesejahteraan, infrastruktur, penegakan hukum, dan sebagainya. Di survei kedua, 89 anak muda sangat khawatir pada dampak-dampak krisis iklim yang terjadi ada hari ini. Teman-teman astinya tahu bagaimana krisis iklim berpengaruh pada kehidupan di Indonesia. Curah hujan sudah tidak menentu, musim kemarau sudah tidak jelas, bencana banjir, longsor, dan seterusnya. Ini semua damak dari perubahan iklim sehingga kita semua berada pada krisis iklim. Nah, anak-anak muda ini peduli pada kondisi ini dan saya kira ini sebuah tanda yang harus diperhatikan oleh para pengambil kebijakan bahwa jangan mengabaikan suara-suara anak muda pada hari ini."

Anak muda hari ini jangan dianggap apatis, mereka harus didengarkan. Ketika berbicara mengenai pemimpin alangkah baiknya suara anak-anak muda ini diakomodir. Anak muda bisa melakukan aksi dan kampanye kepedulian terkait lingkungan hidup. 

"Kampanye Golongan Hutan kenapa selalu bersentuhan dengan hutan, selalu bersentuhan dengan bagaimana melindungi lingkungan, dan yang paling penting adalah bagaimana mengkampanyekan agar anak-anak muda mengetahui bahwa mereka berhak atas lingkungan yaag sehat dan lebih baik. Saya kira itu pengantar dari saya." Demikian Bang Edo menambahkan. 

Ya, bukan hanya anak-anak muda, kita semua berhak untuk mendapakan lingkungan hidu yang sehat lagi baik. Saya sedih dengan apa yang terjadi pada hari ini, hari di mana artikel ini ditulis. Bencana banjir melanda Kalimantan Selatan. Saya cukup kaget, pasalnya jarang banget terjadi banjir di Kalimantan bukan? Dan banjir kali ini cakupan wilayahnya cukup luas. Deforestasi yang berlangsung bertahun-tahun, memakan ratusan ribu hektare lahan dan hutan di Kalimantan Selatan, tak memungkiri apa yang terjadi pada hari ini. Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk Kalimantan Selatan...

Bagaimana tanggapan Anindya Kusuma Puteri mengenai hutan dan lingkungan hidup? Bagaimana kontribusi Anindya dalam menyebarkan keindahan dan potensi alam Indonesia? Anin sendiri pernah masuk 15 besar Miss Universe 2015. Mulai dari kurun waktu itu pula, Anin, sapaan akrab Anindya mulai mengkampanyekan keindahan alam Indonesia kepada teman-temannya yang berasal dari berbagai negara.

"Kalau dari aku sendiri, aku mengenal hutan dari jaman SMA ya, lagi suka diajak jalan-jalan. Juga ada komunitas pecinta alam, sering diajakin teman-teman. Aku mulai naik gunung yang easy buat beginner. Tapi dari situlah aku belajar tentang mengeksplor alam dan juga hutan. Banyak ilmu yang aku dapat dari alam itu sendiri karena namanya berada di tengah hutan kita survival. Makan dan minum bawa seadanya." Anin menjelaskan bagaimana dia mencoba bertahan dengan terbatasnya persediaan yang dia bawa, semisal air minumnya tinggal sedikit. Anin berusaha mencari cara untuk mendapatkan air bersih dari sumber-sumber air yang ada. 

"Pertama kali minum sumber air bersih di gunung, wow! Rasanya amazing banget." Anin antusias sekali ketika pertama kali meminum air langsung dari sumber mata air. Anin menambahkan bahwasanya dia pernah kesal saat pendakian di Gunung Rinjani. Ada beberapa sot di Gunung Rinjani di mana para pendaki membuang sampah sembarangan dan hal tersebut membuat Anin berang.

"Saat traveling, baik traveling yang proper atau adventure, bertualang di tengah hutan, aku belajar memahami bahwa masyarakat kita di Indonesia perlu diedukasi mengenai kebersihan lingkungan. Alasan kenapa aku suka traveling adalah dari situ aku bisa menyaksikan secara langsung masalah apa yang terjadi di lingkungan kita seperti apa. Ketika kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di lungkungan kita, kita bisa bersuara langsung  network yang aku punya."

Demikian sedikit materi dari Anindya terkait hutan dan isu lingkungan hidup. Sekarang kita beranjak ke pembicara selanjutnya yakni Syaharani. Syaharani merupakan mahasiswi hukum Universitas Indonesia yang juga fokus pada isu dan aksi-aksi terkait perubahan iklim. Jabatan yang diegang Syaharani saat ini adalah Steering Committee Jeda Untuk Iklim serta Coordinator of Direct Action, Extinction Rebellion Indonesia. 

"Jadi secara singkat perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan perubahan musim/cuaca adalah 3 hal yang berbeda. Aku masih menemukan orang yang menyamakan penipisan lapisan ozon dan perubahan iklim. Perubahan iklim itu apa sih? Perubahan iklim adalah perubahan iklim kita yang terjadi dalam skala waktu yang tidak sebentar dan dia menyebabkan perubahan komposisi atmosfer gitu. Di atmosfer kita ada lapisan yang berisi gas yang secara alamiah memantulkan kembali sinar matahari yang sampai di bumi, namanya gas rumah kaca. Fungsinya memerangkap sinar matahari yang terpantul tadi sehingga menjaga suhu bumi tetap hangat dan bisa ditinggali oleh manusia. Kalau suhu bumi kita terlalu dingin, tentunya kita tidak bisa tinggal di bumi. Sayangnya setelah manusia mengeksploitasi bumi bahkan merusaknya, terjadi peningkatan gas rumah kaca. Jumlahnya gak normal dan dia malah memerangkap panas sehingga suhu bumi meningkat. " Demikian penjelasan singkat Anin mengenai perubahan iklim dan efek gas rumah kaca. Suhu rata-rata bumi pun meningkat.

Demikian ulasan singkat mengenai hutan dan perubahan iklim. Adapun lebih lengkapnya kamu bisa saksikan di video berdurasi 2 jam dari channel Golongan Hutan berikut ini. 

Jumat, 08 Januari 2021

Menghidupkan Dongeng dan Menghadirkan Bacaan Berkualitas untuk Anak Lewat Aplikasi Let's Read

Saya sedang asyik scrolling twitter, seketika mutual twit saya @adriandanarw membuat twit yang cukup menggelitik dan membuat saya berpikir beberapa jenak. Bunyi twitnya berikut saya kutip, "beberapa buku bagus yang saya baca, halaman paling depannya mengucapkan terima kasih kepada ibu yang membawa sang penulis ke perpustakaan sewaktu kecil. Sungguh beruntung mereka yang terlahir dari orang tua dan di negara yang memfasilitasi perpustakaan bagus untuk generasi mudanya." Barangkali Mas Adrian sedang membuka-buka buku dan pada halaman depan buku tersebut tertuang ucapan terima kasih sang penulis kepada ibunya. Saya sangat sepakat dengan kalimat kedua, betapa beruntung anak-anak yang terlahir dari rahim orang tua yang menghadirkan bacaan berkualitas pemantik imajinasi dan critical thinking. Sungguh beruntung anak-anak yang terlahir di negara yang memfasilitasi perpustakaan dengan buku-buku bagus yang melimpah untuk generasi penerus bangsa.

Seketika saya teringat diri ketika masih bocil. Saya berasal dari keluarga sederhana. Pada masa kanak-kanak, buku menjadi hal yang sangat mahal bagi keluarga saya. Namun, ayah saya mengusahakan membeli buku cerita anak bergambar dan majalah anak bekas yang harganya tentu jauh lebih murah dari versi barunya. Dari buku cerita anak bergambar dan majalah tersebut saya jadi suka menggambar dan menulis. Meskipun gambar dan tulisan saya untuk anak kelas 1 SD ya gak bagus-bagus amat. Masa kecil saya sangat bahagia berkat dongeng-dongeng yang ada pada majalah atau buku cerita anak bergambar. Pernah suatu ketika saya menulis surat pembaca dan mengirimnya ke suatu majalah anak, eh tulisan saya ternyata tembus di majalah tersebut. Sebagai apresiasi saya mendapat buku diary yang sangat lucu. 

Bagi bocah seperti saya, hal tersebut menjadi salah satu kenangan paling membahagiakan. Selain menulis, kreativitas saya di bidang menggambar juga ikut terasah. Saya ingat betul ketika kelas 3 SD saya ditunjuk sekolah untuk mengikuti kompetisi melukis tingkat kabupaten. Saya memang suka mencoret-coret halaman buku tulis. Buku tulis saya penuh dengan gambar-gambar. Gambar apa saja, bisa puteri duyung, pohon-pohon, orang, dan sebagainya. Tadaaaaa, ternyata wali kelas saya menyadari kalau saya memiliki bakat menggambar. Saya ikut seleksi lomba menggambar tingkat kecamatan dan menjadi juara 1. Saya kemudian mewakili kecamatan di tingkat kabupaten. Yaaaaa… meski di tingkat kabupaten tak menggondol trofi juara, saya tetap bangga. Masa kecil saya bahagia berkat buku-buku cerita bergambar dan majalah-majalah anak. Dari 2 hal tersebut, saya memiliki kemampuan menulis dan menggambar yang lumayanlah hehehe.

Ayah saya juga jago mendongeng. Dongeng masa kecil yang saya masih ingat hingga kini adalah cerita tukang kayu dan kapak tuanya. Pernah dengar cerita ini sebelumnya? Baiklah izinkan saya bercerita sedikit.
Ada seorang tukang kayu tua yang tinggal di gubuk yang reot bersama anak-anaknya. Mereka adalah keluarga paling miskin di antara keluarga-keluarga lain di desa itu. Biasanya, pada pagi buta si tukang kayu pergi ke hutan untuk berburu kayu dan menjualnya ke pasar. Namun naas, di suatu pagi si tukang kayu teledor ketika memotong tumpukan kayu. Alhasil kapaknya jatuh ke sungai. 

Si tukang kayu kalut tentunya. Ia bersusah payah mencari kapaknya hingga menyelam ke dasar sungai yang sebenarnya tidak terlalu dalam itu. Namun hasilnya sia-sia. Kapak tuanya tak jua ditemukan. Tiba-tiba ada yang menyembul dari permukaan sungai. Si tukang kayu kaget tentunya.

“Hei, Pak Tua. Apa yang sedang kaucari di sungai sebenarnya.” Kata seseorang yang ternyata adalah jelmaan dewa. 

“Saya sedang mencari kapak saya yang hanyut ke sungai ini.” Jawab si tukang kayu dengan wajah sendu. Kapak tua harta paling berharga yang membantunya bekerja kini telah lenyap.

“Apakah ini kapakmu, Pak Tua?” Kata dewa penunggu sungai tersebut.

“Bukan. Kapak saya bukan terbuat dari perunggu.” Ujar si tukang kayu.

“Apakah ini kapakmu, Wahai Pak Tua?”

“Bukan…bukan. Kapak saya tidak mungkin terbuat dari perak.” Sekali lagi jawab si tukang kayu.

“Hmmm…bisa jadi ini kapakmu, Pak Tua?”

“Bukan. Bukan, Kisanak. Kapak saya adalah kapak tua yang sudah aus. Bukan kapak yang terbuat dari emas.” Kata si tukang kayu.

“Bisa jadi ini kapak yang Kaucari, Pak Tua.” 

Betapa senangnya hati si tukang kayu manakala menemukan kapak tuanya. Berkat kejujuran hati si tukang kayu, dewa penunggu sungai tersebut menghadiahkan kapak emas dan kapak perak miliknya untuk diberikan kepada si tukang kayu. 

“Ambillah ini, Pak Tua. Juallah jika diperlukan.” Kata dewa penunggu sungai sembari menyerahkan kapak emas dan perak untuk si tukang kayu. Beberapa saat kemudian, dewa penunggu sungai lenyap. Meninggalkan rasa kaget si tukang kayu. 

Beberapa hari kemudian, si tukang kayu menjual 2 kapak pemberian dewa penunggu sungai. Si tukang kayu menjadi orang terkaya di desa tersebut. Tak lupa si tukang kayu berbagi rejekinya kepada sesama. Setelah menjadi kaya raya, hati si tukang kayu masihlah mulia. Tamat.
Well, bisa dipetik hikmat cerita di atas? Dongeng memantik imajinasi. Dongeng menginspirasi. Lewat dongeng anak-anak bisa belajar tentang kebajikan. 

Memperoleh pendidikan dan pengasuhan yang baik merupakan hak anak. Demikian pula ketika mendapatkan sumber bacaan, dongeng, atau konten yang berkualitas. 

Beda dulu. Beda pula sekarang. Meskipun buku-buku dan majalah anak masih tetaplah ada. Di jaman now seperti sekarang ini kita bisa memperoleh konten berkualitas secara digital. Melalui aplikasi tentunya. Salah satu aplikasi yang saya gunakan karena berisi bacaan-bacaan anak berkualitas ya Let’s Read.

Apa itu Let’s Read? Aplikasi Let’s Read dirancang untuk menumbuhkan minat membaca anak. Let’s Read menyediakan aneka bahan bacaan berkualitas dari berbagai negara. Judul cerita beragam, terdapat pula beraneka warna bahasa seperti Bahasa Indonesia, Thailand, Bali, Sunda, Jawa, India, Melayu, dan masih banyak lagi. Ibaratnya, Let’s Read merupakan perpustakaan digitalnya anak-anak. Seru gak tuh?
Tampilan aplikasi Let's Read. Dokumentasi Pribadi
Dongeng/Cerita. Mencari Pulau Naga. Dokumentasi Pribadi
Halaman Pertama "Mencari Pulau Naga. Dokumentasi pribadi
Jika kamu tertarik dan penasaran dengan Let’s Read, kamu bisa mengunduhnya aplikasi Let’s Read di Play Store. Hal pertama yang dilakukan setelah mengunduh Let’s Read adalah setting bahasa. Bahan bacaan atau dongeng dalam bahasa yang kita inginkan akan muncul setelah kita pilih menu bahasa. Misal ketika kita memilih Bahasa Jawa, maka bahan bacaan yang muncul tentunya berbahasa Jawa. Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat pada infografis yang sudah saya buat berikut ini.
Aplikasi Let’s Read sangat mudah dipelajari anak-anak. Kita tentunya berharap bisa memberikan bahan bacaan berkualitas untuk anak-anak kita. Siapa tahu kelak ketika dewasa dan sang anak berprofesi sebagai penulis, dalam halaman persembahan dia menulis, “Terucap terima kasih yang sangat besar untuk Ayah dan Ibuku yang telah memberikan bacaan berkualitas dan sumber informasi melimpah ketika aku masih kecil. Aku menjadi aku yang saat ini berkat kontribusi ayah dan ibuku.” Hiks, jadi terharu. Melalui tulisan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ayah telah memberikan bacaan berkualitas dan dongeng pengantar tidur ketika saya masih bocil.

Mari menghidupkan dongeng dan menghadirkan bacaan berkualitas untuk anak lewat aplikasi Let's Read!

Minggu, 03 Januari 2021

Sekelumit Proses Pembuatan Film Animasi dan Hal-hal yang Perlu Kamu Tahu

Dua hari lalu lagi selow dan gabut, saya buka youtube dan dapat rekomendasi short animation movie, "Spring." Film animasi garapan Blender Animation Studio ini berdurasi 7 menitan, tapi jangan kira proses kreatifnya sesingkat hasil akhirnya.

Tidak Nona Esmeralda. 

Proses pembuatan film animasi nyatanya sangat kompleks, rumit, dan membutuhkan banyak tim kreatif yang memiliki spesialisasi di bidangnya masing-masing. Misal nih ya dalam film animasi Spring, ada bagian khusus untuk modelling and shading, sound design, lighting, rigging, character design, animating, dan lain sebagainya. Karena Spring tergolong film animasi pendek, maka keterlibatan tim kreatif di dalamnya tak begitu banyak. Bandingkan film animasi berdurasi lebih dari satu jam garapan Disney atau Pixar.

Film animasi pendek tanpa dialog ini berkisah tentang gadis gembala dan anjingnya yang masuk ke tengah hutan dan bertemu roh kuno yang menjaga siklus kehidupan, sebuah film tentang alam lebih tepatnya sih. Roh-roh hutan tersebut bentuknya mirip serangga dan berkaki empat (kakinya menyerupai pohon-pohon raksasa). Film Spring disutradarai oleh Andy Goralczyk yang terinspirasi pada masa kecilnya di pegunungan Jerman. 

Spring sendiri diproduksi oleh Studio Blender Institute di Amsterdam, Belanda. Coba tebak berapa waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi film berdurasi 7 menitan ini gaes? Ternyata 12 bulan lho. Sungguh waktu yang tidak singkat untuk sebuah film berdurasi singkat. Untuk keseluruhan produksinya tim Spring menggunakan pengembangan perangkat lunak Blender versi 2.8. Film dan semua aset yang dibutuhkan untuk membuatnya telah dirilis sebagai creative commons di Blender Cloud, kamu bisa klik di https://cloud.blender.org/ (maaf gak kasih link hidup). Gambar berikut merupakan salah satu contoh aset yang tersedia di Blender Cloud.
Ingat kata blender pasti yang muncul di kepala adalah alat elektronik yang biasanya digunakan untuk bikin jus buah hahaha. Namun, Blender yang satu ini merupakan software animasi 3D yang bersifat open source dan tentunya gratis. Bisa diunduh siapa saja. Keuntungan menggunakan Blender yakni animator, artist, content creator, game maker, atau siapapun bisa menggunakan software tanpa biaya ini, baik untuk kepentingan komersil maupun nonkomersil. Karena sifatnya yang open source, source code Blender tersedia untuk siapa pun orang di seluruh dunia yang bisa membaca, mengubah, dan memodifikasi kode-kodenya. Asalkan tidak melanggar General Public License dari Blender itu sendiri.

Software animasi 3D ini diciptakan oleh Blender Foundation, sebuah perusahaan publik milik Belanda. Blender dibuat untuk mendukung dan memfasilitasi proyek-proyek animasi atau apapun yang berlatar 3 dimensi. Blender ini perangkat lunak multiplatform ya, jadi bisa dipakai di Mac, Windows, atau Linux. Selain membuat animasi, perangkat lunak satu ini juga bisa dimanfaatkan untuk membuat game berikut asetnya, salah satu fitur luar biasa dari Blender ya Blender Game Engine (BGE).

Ngomongin soal Blender, jadi ingat pengalaman saya ketika menginjak semester 5, tepatnya di tahun ketiga kuliah. 

"Arinta, kamu punya kenalan anak animasi gak? Tanya Prasna pada saya suatu ketika di Student Center lantai 3, dekat basecamp UKM Rekayasa Teknologi.

"Kenapa e Pras?" 

"Ini divisi aku mau ngadain workshop animasi, tapi ternyata tarif narasumbernya terlalu mahal." Lalu Prasna menyebut seorang animator profesional yang sudah punya nama. Yah wajar sih mahal, apalagi udah profesional. Bikin animasi gak gampang cuy. Belajarnya juga gak sebulan dua bulan. 

"Rin, klo kamu ada kenalan kasih tau aku ya. Channelmu kan banyak tuh, Rin." (((channelmu kan banyak tuh, Rin))). Gak segitunya ya Pak Prasna. Prasna yang bertanggungjawab untuk acara ini. Dia jadi ketua pelaksana.

Tetiba saya jadi teringat seorang kenalan yang juga seorang animator. Dia punya studio animasi dan tim kecil. Masih muda, masih kuliah. Usianya gak jauh-jauhlah sama saya dan Prasna. Portfolionya juga bagus. Namanya Fandhi Nugroho Lutfi. Dia anak politeknik Seni Rupa Yogyakarta. Di facebooknya tertulis dia mengambil jurusan game technology. Kebetulan pada saat itu Fandhi dan timnya baru saja memenangkan kompetisi short animation movie di ajang Increfest (Industry Creative Festival) yang diadakan salah satu kementerian.

Jadi bisalah ya kalau Fandhi saya kontak buat jadi pembicara nanti. 

Awalnya saya gak kenal Fandhi. Fandhi ini temannya temanku, Faisal. Faisal juga seorang animator. Fandhi mendirikan studio animasi di Semarang, namanya Graftmotion Studio (kayaknya sekarang Graftmotion udah bubar dan Fandhi bikin studio baru lagi). Fandhi dan Faisal satu tim di Graftmotion. Fandhi pernah jadi narasumber untuk suatu acara yang diadakan Jogjanimation Komunitasnya Joedo Hanitianto. Anak animasi Jogja biasanya familiar dengan Pak Joedo. Fandhi pun direkomendasikan temanku, Faisal.

"Mas Fandhi aja, public seakingnya bagus." Kata Faisal kepada saya ketika mengonfirmasi hal ini. Sebenarnya saya ingin mengundang Faisal untuk menjadi pembicara, sebab karya-karya Faisal juga bagus dan patut diperhitungkan. Namun, Faisal menyatakan tidak bisa pada waktu itu. Maka, Faisal merekomendasikan si Fandhi. Faisal sendiri satu angkatan kelulusan SMA dengan saya. Saat itu, Faisal tinggal di Semarang dan ambil D1 bidang DKV. Sekarang Faisal sudah menikah dan tinggal di Bandung.

Berikut saya kasih animasi garapan Faisal, Fandhi dan tim Graftmotion yang pernah dikompetisikan di ajang Incresfest 2013 dan kemudian menang. Ini channel youtubenya Faisal, khusus berbagai tips, tutorial, karya-karya animasi 3D. Perangkat lunak yang digunakan tentu saja Blender ya.

Di tahun 2020, Tujuh tahun kemudian, karya Faisal sudah semengerikan (baca : sekeren) ini! Faisal ini fans berat transformer. Gak heran sebagian karyanya terinpsirasi dari Transformer dan mengandung elemen robotika.


Kembali ke laptop.

Akhirnya saya bilang ke Prasna, "Pras, aku punya kenalan anak animasi Jogja yang punya portofolio bagus. Kalau mau nanti aku kasih kontaknya." 

Menemukan solusi, Prasna senang sekali. 

Sebenarnya workshop animasi ini diadakan oleh divisi IT UKM Rekayasa Teknologi (organisasi kemahasiswaan bidang rekayasa dan inovasi teknologi) khusus untuk anak-anak divisi IT saja. Gratis tentunya. 

"Aku kasih kontaknya dengan syarat, aku boleh ikut workshopmu, Pras." Saya rasa ini barter yang adil. Saya juga tertarik belajar animasi. Saya yang nondivisi IT (saya dari divisi Teknologi Tepat Guna/TTG) pengen ikutan juga dongs. Kapan lagi anak akuntansi seperti saya bisa ikutan workshop animasi kayak gini hehehe.

Prasna pun menyetujui. Saya bisa ikut workshop ini dengan syarat, saya menjadi bagian dari panitia. Wow! Senang sekali. Prasna kemudian menunjuk saya menjadi humas. Tugas saya adalah mengontak narasumber, deal harga, dan juga memastikan dia bisa hadir pas event berlangsung. Selain workshop animasi, Prasna pun mengajak saya meramaikan event "IT Meet Up" yang diselenggarakan oleh divisi IT. Secara singkat, IT Meet Up merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan oleh divisi IT UKM Rekayasa Teknologi yang mempertemukan praktisi bidang IT dan mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Yogyakarta. Bukan hanya anak IT, siapapun boleh kok berpartisipasi. Adapun workshop animasi merupakan bagian dari serangkaian acara IT Meet Up.

Singkat cerita, sampailah pada hari H, hari di mana workshop animasi tersebut berlangsung. Software yang digunakan untuk workshop ini Blender ya karena Fandhi adalah pengguna Blender. Peserta workshop diminta membuat bentuk-bentuk seperti bola, kotak, dan sebagainya sesuai instruksi yang diberikan Fandhi. Bentuk-bentuk semacam ini adalah model dasar sebelum membuat desain karakter 3D yang rumit. Ini baru desain karakter saja ya, belum proses yang lain seperti modelling, rigging, shading, compositing, animating, dan sebagainya.

Berikut saya beri penjelasan singkat mengenai hal-hal yang perlu kamu tahu dalam membuat animasi berikut istilah-istilahnya,

1. Modelling. Membuat objek 3 dimensi (misal manusia, hewan, tumbuhan, mobil, rumah, robot, dan sebagainya). Pada tahap modelling, objek apapun yang akan dibentuk dibuat detail, sesuai ukuran, dan skala biar nampak realistis dan proporsional.

2. Texturing. Pada tahap ini, bagian permukaan objek 3D diberi tekstur dan material sehingga terkesan lebih hidup dan real, termasuk pula pantulan cahaya, jenis warna, dan sebagainya. Tekstur permukaannya bagaimana? Apakah kasar, halus, bopeng, berserat dan sebagainya. Texturing objek berbentuk batu bata berwarna merah terkena tetesan air hujan tentunya berbeda dengan batu koral berwarna-warni yang mengkilap jika tertimpa sinar matahari, bukan? 

3. Rigging. Bagi pemula, bagian ini cukup complicated, apalagi untuk objek yang rumit, misal monster kaki seribu. Tapi untuk animator profesional, rigging adalah proses yang mudah. Rigging (penulangan) merupakan proses pemberian tulang pada objek 3 dimensi. Untuk lebih jelasnya saya beri contoh tutorial rigging yang saya ambil dari channel youtube CG Geek. 

4. Lain-lain. Ada tahap lain-lain yang perlu kamu tahu seperti lighting (pencahayaan), compositing (mengkombinasikan beberapa footage yang berbeda hingga nampak sebagai satu kesatuan), animating (menggerakkan objek), hingga rendering. Rendering merupakan tahap akhir dari proses keseluruhan menjadi satu berkas adegan. 

Nah itu aja dulu. Materi yang diajarkan Fandhi merupakan basic knowledge sebelum membuat sebuah gambar bergerak/animasi. Saya tidak mendalami bidang ini terlalu dalam karena ini bukan bidang saya, saya cukup penasaran untuk mengetahui bagaimana proses kreatif di balik sebuah animasi. Itu saja. Bagi kamu yang tertarik mengembangkan skill di bidang ini ada baiknya konsisten dalam mempelajari hal tersebut, bisa melalui tutorial-tutoral di internet atau belajar langsung dari ahlinya.

Untuk workshop animasi ini saya kudu berterima kasih kepada kawan saya Prasna dan Fandhi. Saya bisa simpulkan bahwa membuat animasi yang menjadi bakal film ataupun game ternyata gak mudah. 

Bicara soal animasi, khususnya film animasi pastinya gak bakalan habis. Saya ingat pertama kali saya nonton film animasi adalah film The Lion King klasik. Masih bocil saya tentunya dan nontonnya bareng orang tua. Duh so sweet sekali kala itu. Malah The Lion King (2019) saya belum sempat nonton. 

Banyak sekali film animasi yang tentunya memiliki moral value yang bagus dan bisa dijadikan teladan (film keluarga). Fim-film animasi favorit saya ya kebanyakan dari Pixar dan Disney. Sampai detik ini saya masih jatuh cinta pada Cars, Coco, Inside Out, Up, Wall-E, Finding Nemo, Big Hero 6, Monster inc, dan masih banyak lagi.

Pembuatan film animasi memang sangat kompleks. Bahkan risetnya bisa berbulan-bulan lamanya dan pembuatannya bisa memakan waktu lebih dari satu tahun. Bujetnya juga gak main-main cuy! Melibatkan tidak hanya profesional kreatif (tim teknis) tetapi juga orang-orang yang memiliki spesialisasi di bidang lain. Film Inside Out misalnya. 
Dalam proses pembuatan Inside Out tentunya melibatkan peran ahli psikologi. Sang sutradara, Pete Docter, menginginkan Inside Out memiliki unsur psikologi yang kuat, yang menjelaskan bahwa manusia memiliki emosi-emosi yang mendasar di dalam dirinya. Inside Out menampilkan sosok bocil bernama Riley dengan karakter-karakter emosi yang selalu membersamainya (gembira, sedih, marah, jijik, dan takut). 

Saya kutip dari temankita.com, "riset yang mereka lakukan membawa Inside Out ke dalam petualangan Paul Ekman, yang terkenal karena berhasil mengidentifikasi emosi-emosi universal manusia dari raut wajah. Hasil penelitian yang ditulisnya dalam buku Emotion in Human Face: Guidelines for Research and an Integration of Findings menunjukkan bahwa terdapat enam emosi dasar yang dimiliki manusia, yakni kelima karakter Inside Out, ditambah emosi terkejut (surprise). Karena sang sutradara merasa bahwa emosi terkejut mirip dengan rasa takut, akhirnya diputuskanlah bahwa lima emosi sajalah yang akan bermain sebagai pemeran utama dalam ‘menggerakkan’ sikap dan perilaku Riley."

Sedikit ulasan mengenai Inside Out. Semoga nanti saya bisa mereview film Inside Out di artikel saya yang lain.

Sekali lagi, produksi animasi ternyata cukup kompleks bukan? Yang saya ulas di artikel ini adalah tahapannya. Belum lagi risetnya, produksinya, bujetingnya, pemasarannya dan lain sebagainya. Kamu perlu tahu bahwa film animasi yang berdurasi singkat nyatanya tidaklah sesingkat proses pembuatannya. Ada kerja-kerja keras dan kerja cerdas di balik semua itu. Ada sekelumit proses yang mendasarinya.