Rabu, 30 November 2022

Mbok Gendong Rubiyah: Teladan Perempuan Perkasa dari Kaum Akar Rumput

Dengan sangat berhati-hati perempuan bertubuh mungil itu memindahkan dan menata berkarung-karung kentang ke dalam mobil pickup berwarna hitam yang terparkir tak jauh dari pasar. Satu karung kentang beratnya tidak dalam ukuran kilogram, tetapi kuintal, ya satu kuintal. Peluh menetes dari dahinya, perempuan bertubuh mungil itu menyeka keringat dengan kain jarik yang warnanya sudah memudar dimakan waktu.  

Tinggal beberapa karung lagi, habis ini istirahat, batin perempuan bertubuh mungil itu. Tubuhnya sebenarnya sudah sangat lelah, kaki kirinya cenut-cenut, punggungnya terasa nyeri. Akan tetapi fisiknya tetap dipaksa menahan beban berkuintal-kuintal kentang. Tidak seperti biasanya, hari itu entah kenapa dirinya sangatlah lelah. Perempuan bertubuh mungil itu lantas menyeruput teh yang sudah tidak lagi hangat. Beberapa teguk teh manis setidaknya mampu memompa tenaganya yang telah terkuras habis.  
Perempuan bertubuh mungil itu lantas teringat putri sulungnya Ambar yang menunggak uang SPPnya  selama 4 bulan. Ambar yang duduk di bangku SMA terancam dikeluarkan jika tak segera melunasi uang SPPnya.  Ada sedikit rasa sesak di ulu hati. Tangisnya hampir pecah tetapi berusaha ditahannya. Perempuan bertubuh mungil segera beranjak, sigap mengambil sisa karung yang ada sebelum ekor mata sang juragan meliriknya. Ia tak ingin terkena omelan yang tak mengenakkan hati dari sang juragan akibat lamunan sesaat tentang SPP Ambar. 
Perempuan bertubuh mungil itu bernama Rubiyah. Dalam keseharian Rubiyah bekerja sebagai buruh gendong. Orang-orang di Pasar Giwangan Yogyakarta kerap menyebut perempuan yang membantu mengangkut barang-barang digendong dengan istilah “Mbok Gendong.” Mbok gendong, pekerjaan berat pun beban yang dipanggulnya setara tenaga laki-laki. 
Bukan hanya kentang-kentang dalam karung-karung yang diangkut, tetapi juga ratusan kilo bawang, tomat, semangka, wortel, dan aneka sayur serta buah lainnya. Tak ada pula jaminan dan perlindungan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja. Celotehan kasar dari juragan menjadi makanan harian. Tak cuma itu, menjadi pekerja perempuan di antara banyaknya laki-laki menjadikan kekerasan seksual menjadi momok yang mengintai dan sangat menakutkan bagi para mbok gendong, termasuk Rubiyah. 

Kondisi ekonomi yang menghimpit memaksa Rubiyah menjadi mbok gendong di tahun 2004. Suami Rubiyah bekerja sebagai tukang becak, pulangnya setiap 3 atau 4 hari, penghasilannya pun tak tentu. Adapun 2 anaknya masih usia sekolah kala itu dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Asap dapur tak mengepul jika Rubiyah terdiam berpangku tangan. Menjadi mbok gendong adalah satu-satunya pilihan yang bisa ia ambil kala itu. Rubiyah menjalankan peran ganda, menjadi ibu rumah tangga sekaligus pekerja di sektor informal. 

“Berat rasanya, kalau hanya mengandalkan penghasilan Bapak, Ambar tidak bisa melunasi SPP-nya.” Tutur Rubiyah kepada saya. Ada semburat kesedihan ketika membicarakan masa lalu. 

Meskipun Rubiyah hanya mengenyam pendidikan di level sekolah dasar, ia tak ingin anak-anaknya berhenti sekolah di tengah jalan. Adapun anak Rubiyah yang satunya masuk SMPLB (Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa) karena ia tergolong anak dengan special needs sehingga membutuhkan perlakuan istimewa. Pastinya juga membutuhkan biaya yang tak sedikit. Dua anak Rubiyah yang lain masihlah kecil-kecil. Dengan 4 mulut yang mesti dinafkahi, Rubiyah memutuskan bekerja, mengumpulkan pundi-pundi rejeki bersama sang suami. 

Rubiyah bekerja dari jam sebelas siang hingga jam sembilan malam. Tak ada libur bagi Rubiyah karena pasar Induk Giwangan berdenyut 24 jam nonstop setiap hari. Rubiyah libur bekerja hanya dikala sakit. 

“Pandemi ini pasar sepi sekali. Sebelum pandemi pasar ramai, banyak pembeli. Sekarang jumlah pembeli menurun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.” Keadaan demikian membuat pendapatan Rubiyah menurun drastis semenjak pandemi Covid-19. Orang-orang memilih beraktivitas di rumah dan membeli barang dan kebutuhan rumah tangga secara online. 

Dari pagi buta di mana banyak mata masih terlelap dalam mimpi, denyut nadi di Pasar Induk Giwangan justru baru dimulai. Truk-truk pengangkut buah serta sayur menurunkan muatannya. Pasar yang memiliki luas mencapai 24.000 meter persegi ini memasok aneka buah dan sayur segar dari petani lokal juga produk impor dari beberapa negara, yang kemudian sayur dan buah tersebut diedarkan lagi ke pasar-pasar kecil di area DIY dan sebagian Jawa Tengah. 
Pasar Induk Giwangan mulai beroperasi semenjak tahun 2004, di tahun itu pulalah Rubiyah bekerja dan beraktivitas sebagai mbok gendong di sana. “Sebelum di Giwangan saya bekerja di Shopping Pasar Beringharjo. Upah yang saya terima pertama kali tujuh belas ribu rupiah, rasanya senang sekali. Terus lama-lama dua puluh ribu. Bapak mbecak, pulangnya bisa tiga atau empat hari dan bawa pulang uang kisaran enam hingga tujuh ribu saja. Berkat nggendong, Rubiyah berhasil membayar uang tunggakan putri sulungnya.  

Ada beberapa hal yang menyebabkan perempuan memilih bekerja sebagai mbok gendong. Pertama, adanya keterdesakan atas pemenuhan kebutuhan ekonomi (bisa jadi dalam hal ini perempuan membantu menyokong ekonomi keluarga). Kedua, tingkat keterampilan dan pendidikan yang kurang memadai sehingga mau tidak mau pekerjaan itu akhirnya digeluti. Ketiga, ketersediaan lapangan pekerjaan untuk unskilled women terhitung sangat rendah. 

Biaya angkut yang dibebankan sekali jalan di tahun 2004 di kisaran seribu rupiah. Lambat laun naik jadi dua ribu hingga tiga ribu. Kini sudah empat ribu. Tak peduli jarak angkut jauh atau dekat dari pasar ke lokasi tujuan, upah yang diterima Rubiyah per sekali angkut tetaplah empat ribu rupiah. Adapun beban angkutnya per karung sayur atau buah mulai dari ukuran 80 kilogram hingga 120 kilogram. Jika ramai pelanggan/pembeli, Rubiyah bisa mengangkut sebanyak 20 kali dalam sehari dan upah yang diterima di kisaran  angka delapan puluh ribuan. Jika kondisinya sepi seperti saat pandemi, maka jumlah upah yang diterima Rubiyah mengalami penurunan lebih dari 40%. 

Rubiyah bertutur, awalnya saat memutuskan bekerja sebagai mbok gendong di pasar ia tidak mendapat izin dari suaminya. Apa pasal? Di pasar kerapkali terjadi pelecehan yang dilakukan oleh kuli laki-laki terhadap mbok gendong. Baik secara verbal (catcalling) maupun fisik (meraba atau mencolek bagian tubuh tertentu). Tentunya hal ini bisa menjadi pengalaman traumatis tersendiri jika terjadi. Meskipun demikian, Rubiyah berkukuh pada pendiriannya, ia memutuskan bekerja demi bisa melunasi SPP anaknya. 

Pernah di suatu waktu, Rubiyah marah-marah dan kesal karena perlakuan tidak pantas seorang kuli laki terhadap perempuan muda yang bekerja di Pasar Giwangan. Perempuan muda itu menangis sesenggukan, hati Rubiyah ikut menangis dan terluka. Kegeraman Rubiyah hanya dipendam dalam hati. Dulu, ia belum berani bersuara lantang dan frontal seperti sekarangini. Posisinya sebagai mbok gendong sangatlah lemah. Pun jika bersuara, suaranya bakalan tersapu angin, nyaris tak terdengar, hilang ditelan bumi. 

Selain riskan terhadap tindakan yang tidak pantas dari pekerja laki-laki, terdapat pula diskriminasi dan perlakuan tidak adil dalam sistem pengupahan antara mbok gendong dan kuli angkut laki-laki. Contohnya, mbok gendong mendapat bayaran seribu rupiah per sekali angkut 1 kuintal bawang merah, adapun kuli laki upah yang didapat dua kali lipat ebih besar dari mbok gendong. Intinya, telah terjadi ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender dalam memperoleh pendapatan untuk beban kerja yang sama. 

Menurut ILO pada survey Gender Pay Gaps yang dilakukan di Indonesia tahun 2020, selama bertahun-tahun mayoritas perempuan mendapatkan gaji 23% lebih rendah daripada laki-laki. Berdasarkan statistik The Global Gender Gap Index 2020, untuk ketimpangan gender Indonesia menempati urutan 85 dari 153 negara. Di bidang ekonomi, ketimpangan gender ini terlihat dari ketidaksetaraan dalam hal pendapatan. Di bidang kepemimpinan dan partisipasi berpolitik, perempuan yang lantang bersuara dan berorganisasi jumlahnya tidak sebanding dengan kepemimpinan kaum adam.  

Di Indonesia sudah ada beberapa LSM yang mewadahi perempuan dari golongan akar rumput untuk terus bertransformasi, berdaya, bernalar kritis, berkesadaran sosial, serta berkomitmen untuk melakukan perubahan. Salah satunya adalah Institut Kapal Perempuan. Organisasi ini berfokus memberikan edukasi dan pelatihan agar perempuan dan anak terbebas dari kekerasan seksual. Institut Kapal Perempuan memiliki sejumlah capaian di antaranya berhasil mendorong 146 kebijakan di tingkat desa dan kabupaten untuk isu perkawinan anak, KDRT, dan perlindungan sosial.  

Di Yogyakarta sendiri ada Yasanti atau Yayasan Annisa Swasti yang memberikan advokasi, pelatihan, dan penguatan komunitas akar rumput agar anggota komunitas tersebut mampu berdaya secara ekonomi. Annisa artinya perempuan, Swasti artinya mandiri. Fokus Yasanti adalah memperkuat advokasi, kepemimpinan, kemandirian, dan perlindungan jaringan perempuan pekerja rumahan dan perempuan yang bekerja di sektor informal seperti para mbok gendong hingga ke level regulasi (misal Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur).  
Rubiyah berharap ada perubahan untuk kaum akar rumput seperti mbok gendong. Ia ingin suaranya lebih didengar, bukan sekadar angin lalu yang kemudian hilang ditelan bumi. Rubiyah menginginkan tidak ada lagi kasus kekerasan seksual untuk perempuan yang bekerja sebagai buruh gendong. Tidak ada lagi ketimpangan gender dalam hal pengupahan. Tidak ada lagi relasi kuasa antara juragan terhadap pekerja yang cenderung diskriminatif.  

Di Pasar Giwangan ada sekitar 150 mbok gendong, tapi yang aktif jumlahnya 135 orang. Tahun 2007 dibentuklah komunitas kecil atau paguyuban yang mewadahi mbok gendong Pasar Induk Giwangan. Paguyuban ini bermula dari usaha simpan pinjam untuk membantu ekonomi mbok gendong yang kondisinya carut-marut akibat gempa yang melanda Yogyakarta di tahun 2006. Demi memperkuat solidaritas, kemudian masing-masing komunitas dari pasar besar yang ada di Yogyakarta seperti Pasar Gamping, Kranggan, Beringharjo, dan Giwangan bersatu di bawah satu naungan paguyuban yang bernama Sayuk Rukun.  

Memasuki tahun 2008, Rubiyah mulai mengikuti aktivitas yang diadakan oleh Yasanti. Yasanti memberikan pelatihan dan edukasi yang cukup rutin dengan topik yang berbeda-beda mulai dari kesetaraan gender, KDRT, dan perlindungan perempuan terhadap kekerasan seksual,  pemberdayaan perempuan, advokasi sekaligus audiensi dengan dengan regulator, dan masih banyak lagi. 

Rubiyah sedikit demi sedikit mulai belajar dan memahami istilah-istilah yang sebelumnya tak pernah didengarnya, semisal advokasi, kesetaraan gender, audiensi, dan sebagainya. Meskipun Rubiyah tak mengenyam pendidikan tinggi, tetapi semangat juangnya untuk terus belajar patut diacungi dua jempol.  

Di tahun 2013 Rubiyah dipilih menjadi ketua Paguyuban Sayuk Rukun. Hingga 2022 pun jabatan ketua masih dipegang oleh Rubiyah. Selain menjadi ketua Sayuk Rukun, Rubiyah juga tergabung dalam Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (JAMPI). Perjalanan Rubiyah dari yang awalnya ibu rumah tangga hingga menjadi mbok gendong sekaligus aktivis kaum akar rumput telah menorehkan berbagai warna, berbagai cerita.  

Tidak seperti di awal Rubiyah bekerja sebagai mbok gendong, kasus kekerasan seksual terhadap pekerja perempuan di pasar masihlah marak.  Kini sudah mengalami penurunan. Di era media sosial seperti sekarang ini, apa-apa mudah diviralkan. Jika ada yang berani macam-macam terhadap mbok gendong, viralkan saja supaya jera hingga pelaku terjerat hukum! 

Dalam sistem pengupahan pun kini sudah setara. Baik kuli angkut laki-laki dan mbok gendong mendapatkan upah yang sama tiap kali gendong karung buah atau sayur. Selain itu, di Pasar Giwangan saat ini sudah tersedia fasilitas berupa ruang rapat atau pertemuan yang fungsinya juga bisa sebagai ruang ganti. Adanya fasilitas ini memudahkan para mbok gendong ketika bertukar pikiran berdiskusi hal yang urgen. 

Salah satu hal yang paling berkesan selama menjadi aktivis perempuan kaum akar rumput adalah ketika Rubiyah mendapat undangan bertemu orang nomor satu di republik ini; Presiden Joko Widodo. Tempat pertemuannya di Gedung Agung Yogyakarta (2015). Yang bikin senang kala itu yakni Rubiyah bisa bertutur langsung dengan sang presiden dan menyampaikan uneg-unegnya. Sebelum acara berakhir, Rubiyah sempat berfoto bersama Presiden Joko Widodo. Biar jadi kenang-kenangan, pungkasnya perempuan bertubuh mungil itu. Bangga. 

Di tahun 2020, Rubiyah bersama JAMPI dan Yasanti melakukan audiensi di gedung DPRD DIY. Tujuan audiensi bersama wakil rakyat tersebut adalah melakukan follow-up, menindaklanjuti kajian terkait perlindungan serta pengakuan ketenagakerjaan pekerja informal sebagai dasar penyusunan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah). Pihak DPRD menyatakan bahwa kajian tersebut akan diusahakan masuk ke dalam Propemperda (Program Pembentukan Peraturan Daerah) di tahun selanjutnya.  

Semuanya memang butuh proses. Segalanya tidaklah instan. Rubiyah berharap kesabaran, keteguhan, dan komitmen dalam memperjuangkan perlindungan dan hak-hak pekerja informal kelak bakal berbuah manis. 
Pekerjaan Rubiyah tak terbilang ringan. Garis-garis serta kerut halus di pelipisnya menjadi pertanda garis waktu. Tangan yang mengapal, otot yang meregang, punggung yang sedikit bungkuk, serta kesigapannya mengangkut beban berkuintal-kuintal membuktikan bahwa Rubiyah adalah sosok perempuan perkasa yang tangguh ditempa zaman. 

Rubiyah, perempuan bertubuh mungil itu merupakan seorang ibu dengan 4 orang anak. Liku terjal dilakoni supaya anak-anaknya tidak putus sekolah di tengah jalan.  

Sebagai ibu sekaligus perempuan pekerja, Rubiyah memiliki kepekaan sosial yang cukup tinggi. Apalagi ketika menyaksikan sesama mbok gendong mendapat perlakuan yang tidak pantas nan traumatis. Di tempat Rubiyah bekerja Ia tak ingin ada lagi tindakan diskriminatif dan ketidaksetaraan gender dalam pemberian upah. 
Lantas Rubiyah pun lantang bersuara. Awalnya suaranya sebatas bergema, kemudian  lenyap ditelan bumi. Kini suara tersebut menjelma menjadi kekuatan yang menggerakkan. Tidak hanya di pasar-pasar, suaranya bahkan sudah menembus dinding wakil rakyat hingga telinga orang nomor satu di negeri ini.  

Melalui Rubiyah kita bisa memetik inspirasi sekaligus teladan perjuangan perempuan kaum akar rumput.  

Catatan: Artikel ini ditulis melalui wawancara langsung penulis dengan Bu Rubiyah. Semua dokumentasi milik Arinta Setia Sari, kecuali pada foto bertuliskan DPRD DIY


Sumber Referensi

1. Kumparan.com. Masih Ada Diskriminasi, Gaji Pekerja Perempuan Lebih Rendah dari Laki-Laki. Diakses 28 November 2022. Tersedia di Masih Ada Diskriminasi, Gaji Pekerja Perempuan Lebih Rendah dari Laki-Laki | kumparan.com
2. Dprd-diy.go.id. LSM Yasanti Dampingi Kelompok Jampi Audiensi dengan DPRD DIY. Diakses 28 November 2022. Tersedia di LSM Yasanti Dampingi Kelompok Jampi Audiensi dengan DPRD DIY - e-Parlemen DPRD DIY (dprd-diy.go.id)
3. Mampu.bappenas.go.id. Yayasan Annisa Swasti (Yasanti). Diakses 28 November 2022. Tersedia di Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) - MAMPU (bappenas.go.id)
4. Ilo.org. Statistics: Gender pay gaps in Indonesia. Diakses 28 November 2022. Tersedia di Statistics: Gender pay gaps in Indonesia (ilo.org)
5. Konde.co. Buruh Gendong, Perjuangan Perempuan dalam Kehidupan Kota. Diakses pada 29 November 2022. Tersedia di Buruh Gendong, Perjuangan Perempuan dalam Kehidupan Kota - Konde.co
6. Hukumtenagakerja.com. Perlindungan Hukum terhadap Pekerja Anak dan Perempuan. Diakses pada 29 November 2022. Tersedia di Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Anak dan Perempuan (hukumtenagakerja.com)
7. Suara.com. Rubiyah: Kisah Buruh Gendong Yogyakarta dan Ancaman Kekerasan Seksual. Diakses pada 30 November 2022. Tersedia di Rubiyah: Kisah Buruh Gendong Yogyakarta dan Ancaman Kekerasan Seksual - Bagian 2 (suara.com)
8. Databoks.Katadata.com. Perempuan Indonesia Paling Banyak Bekerja Sebagai Tenaga Usaha Penjualan. Diakses pada 30 November 2022. Tersedia di Perempuan Indonesia Paling Banyak Bekerja Sebagai Tenaga Usaha Penjualan (katadata.co.id)

Senin, 21 November 2022

Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Climate Justice atau Keadilan Iklim

Transisi produksi menggunakan alat berteknologi yang terjadi di Inggris di tahun pada tahun 1760 merupakan tonggak awal munculnya revolusi industri. Menurut Encyclopaedia Britanica, revolusi industri merupakan proses perubahan dari ekonomi tradisional (agraris dan kerajinan) menuju ke ra manufaktur mesin. Semua serbaautomasi, tenaga manusia digantikan dengan mesin.

Di satu sisi munculnya revolusi industri membuka kemudahan serta skala ekonomi dan produksi yang besar lagi masif. Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat dan jumlah populasi yang kian bertambah, maka pembukaan lahan baru dan hutan-hutan mau tak mau menjadi jalan pintas.  

Di sisi yang lain, polusi udara akibat industrialisasi selama ratusan tahun tersebut berefek pada meningkatnya aktivitas gas rumah kaca di atmosfer yang berujung pada kenaikan suhu bumi. Kondisi inilah yang dikhawatirkan para ahli yang dikenal dengan istilah perubahan iklim.

Terjadinya cuaca ekstrem yang sebelumnya tidak pernah terjadi sebelumnya, bisa jadi merupakan pertanda terjadinya perubahan iklim. Berdasarkan analisis hasil pengukuran suhu permukaan dari 92 Stasiun BMKG dalam 40 tahun terakhir, menunjukkan kenaikan suhu permukaan lebih nyata terjadi di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. Dimana, Pulau Sumatera bagian timur, Pulau Jawa bagian utara, Kalimantan dan Sulawesi bagian utara mengalami trend kenaikan > 0,3°C per dekade.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Wordwide Journal of Enviromental Analysis and Public Well Being 2018, efek perubahan iklim yang mengakibatkan terjadinya bencana alam bakal berakibat pada meningkatnya krisis kemanusiaan.

Mesin-mesin industri negara-negara barat dan sebagian besar Asia Timur menjadi penyumbang polusi dan meningkatnya aktivitas gas rumah kaca. Yang berdampak perubahan iklim tidak hanya kawasan yang saya sebutkan itu, tetapi juga negara-negara lain, negara dunia ketiga, negara miskin, dan juga negara berkembang seperti Indonesia. 

Pascabanjir di Jeddah. Sumber: CNBC

Jeddah misalnya, kawasan di Arab Saudi yang memiliki iklim gurun dan jarang terkena banjir beberapa waktu lalu diamuk banjir bandang yang menelan korban jiwa dan kerusakan di sana-sini (fasilitas umum dan puluhan rumah terendam). Banjir parah tersebut terjadi setelah curah hujan 179mm selama 6 jam tanpa henti.

Negara-negara produsen emisi yang sebagian besar merupakan negara maju menyumbang sekitar 80% produksi emisi tahunan. Negara-negara ini juga sudah lebih sigap dalam hal pendanaan, teknologi, serta regulasi ketika menghadapi ancaman perubahan iklim dan bencana. Akan tetapi, tidak demikian dengan negara-negara lain yang minim proteksi. Sebab semua bakal terkena dampaknya. 

Keadaan seperti ini yang menuntut adanya KEADILAN IKLIM atau CLIMATE JUSTICE. Anyway, apa itu keadilan iklim? Istilah keadilan iklim masih cukup asing di Indonesia. Isu keadilan iklim menjadi isu hot seiring mengemukanya isu perubahan iklim. Semakin mendunia semenjak Konferensi Tingkat Tinggi Bumi yang diadakan pertama kalinya di Rio De Janeiro.

Keadilan iklim atau Climate justice menilik bagaimana kita memandang isu krisis iklim dari lensa keadilan. Kita melihat berbagai ketimpangan dan fenomena yang terjadi dan berusaha mencari titik temu atau titik terang dengan berprinsip pada keadilan (misal keadilan ekonomi).

Minggu, 20 November 2022

Review Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer yang Ramah untuk Kulit Kering dan Sensitif

Tinggal di negara tropis seperti Indonesia, membuat kulit lebih banyak terpapar matahari dibandingkan dengan negara-negara subtropis seperti di Eropa. Apalagi jika memasuki pancaroba atau peralihan musim dengan cuaca yang tidak menentu, kulit kita bisa mengalami dehidrasi dan berkurang kelembabannya. 

Ngomongin soal kelembaban ini, saya dulu tak terlalu peduli betapa berartinya kelembaban pada kulit. Apalagi pas zaman SMA ketika penetrasi internet belum seperti sekarang ini dan edukasi mengenai skincare tidak semasif itu. Produk-produk perawatan kulit yang ada masihlah sangat terbatas. Brand-brand skincare lokal pun bisa dihitung jari eksistensinya.  

Bahkan untuk saat ini, sudah banyak brand lokal yang menciptakan produk perawatan kulit yang didesain khusus untuk pria dan brandingnya sangatlah manly. Perawatan kulit sebenarnya tidak memandang gender. Tapi masih ada stereotip atau stigma negafif ketika seorang pria menggunakan skincare, disebut cowok kemayulah, banci, dan lain sebagainya. Stigma-stigma macam ini perlu kita lawan. Caranya dengan apa, EDUKASI.  

Dulu, cowok skincare-an masih dianggap tabu. Gak maskulin dan menye-menye. Seiring perkembangan zaman, tren perawatan kulit tidak hanya untuk kaum hawa saja. Bahkan inovasi produk perawatan kulit bisa untuk siapa saja, baik pria maupun wanita. Semua orang ingin berpenampilan menarik, memiliki wajah yang terawat, bersih, yang tentu saja bakal menunjang performanya dalam interaksi sosial. 

Kembali ke topik di awal, kulit lembab itu penting, baik pria ataupun wanita Apalagi seiring bertambahnya usia, kulit menjadi mudah mengendur dan berkurang elastisitasnya, pun dengan kekuatan skin barrier semakin menipis jika tidak terproteksi dengan baik. Kulit yang lembab mampu memperlambat tanda-tanda penuaan. Itulah kenapa kulit yang kurang terjaga kelembabannya menjadi mudah kering, sensitif, bahkan muncul kerutan-kerutan halus. 

Saya mau bercerita sedikit, beberapa bulan yang lalu saya sakit. Dokter menyarankan saya untuk lebih banyak beristirahat, mengonsumsi makan sehat dan banyak serat, serta minum obat teratur. Nah selama saya sakit itu saya tidak memakai skincare dengan bahan aktif. Entah kenapa kulit saya jadi agak sensitif gitu dengan bahan aktif seperti retinol, vitamin c, salicylic acid, dan sebagainya. Akibatnya wajah saya jadi terlihat kusam, sayu, kering, muncul jerawat di pipi kanan dan dahi. Untungnya saat itu kulit saya masih tertolong dengan gentle face cleanser dan hydrating toner. 

Setelah pulih dan sembuh, saya kembali memfokuskan diri pada basic skincare; double cleansing, serum, toner, moisturizer, dan sunscreen untuk siang hari. Oh ya, tipe kulit saya ini adalah dry skin. Karena kulit saya masih dalam proses penyesuaian, saya membutuhkan produk perawatan kulit yang ramah untuk kulit kering lagi sensitif. Terutama dalam hal ini adalah moisturizer. Saya cukup picky orangnya. Takut kalau-kalau saya salah pilih produk, kulit saya yang terkena imbasnya. 

Saya kemudian kenalan sama salah satu brand kecantikan lokal yang mana inovasi produk mereka sangat ramah untuk kulit acne prone hingga sensitif sekalipun. Brand tersebut adalah Teratu Beauty yang digawangi oleh Kak Alifah Ratu. 

Produk Teratu Beauty yang pertama kali saya coba dan gunakan adalah moisturizernya; DAILY CALM & SOOTHE SKIN MOISTURIZER. Kebetulan saya memang sedang butuh ini dan memfokuskan diri pada perawatan skin barrier untuk kulit kering.  

Sedikit overview tentang Teratu Beauty. Brand lokal ini berdiri di awal tahun 2020 dengan mengusung tema “Beauty For Everyone.” Inovasinya tidak hanya pada skincare, tetapi ada juga produk makeup, bodycare, dan haircare. Kak Alifah Ratu sebagai founder brand ini dulu mengawali karirnya di bidang beauty vlogger (Youtube) yang kemudian mencoba merintis karir sebagai beautypreneur. 

Saya sudah cukup banyak membaca ulasan positif mengenai produk-produk dari Teratu Beauty. Produk-produk yang menjadi andalan hingga saat ini di antaranya yakni Rose Glow Spray, Skin Barrier Serum, Miracle Deo Series, dan Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer. Saya cek di Teratu Beauty Official di Shopee, produk-produk tersebut telah terjual dari lebih dari 10.000 pcs, belum lagi di resellernya. Ini mengindikasikan produk Teratu Beauty disukai banyak orang. 

Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer by Teratu Beauty 

Semua produk dari Teratu Beauty pastinya sudah tersertifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), tak terkecuali produk pelembabnya: Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer (BPOM NA 18210107587).  Moisturizer ini klaimnya aman buat segala jenis kulit, bahkan kulit sensitif sekalipun. 

THE PACKAGING

Pertama kali mendarat, saya terkesan dengan box-nya yang sangat cantik dengan motif ornamen batik. Tertulis Teratu Beauty, gentle skincare for acne prone and sensitive skin. Box cantik ini bisa juga dijadiin kado buat sahabat, pasangan, ataupun crush yang selama ini jadi inceran kamu hehe. 

Box Batik Teratu Beauty
Isi Box Batik Teratu Beauty
Buble wrapnya bukan dari plastik melainkan kertas dan tentunya sangat eco friendly. 

Untuk box packaging juga tak kalah menarik. Jika disentuh, pada tulisan Daily Calm & Soothe Moisturizer ini sebenarnya embossed. Font-nya berwarna silver metalik yang berkilau jika tertimpa cahaya. Terdapat ilustrasi tangan yang sedang memegang canting untuk membatik. 
Box Packaging Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer
Ilustrasi Batik & Cantiing Box Packaging Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer
But, hey! ini kan produk skincare tapi ada kenapa ada ilustrasi batik di kemasan box? Eh, tapi kok pas di balik ada ilustrasi batiknya? Ini kan produk skincare? Batik merupakan wastra (kain) nusantara hasil olah cipta leluhur bangsa yang senantiasa harus kita jaga & rawat agar senantiasa lestari. Sama halnya saat kita menjaga & merawat kulit kita pakai skincare dengan inovasi terbaik. 
Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer dalam Pouch
Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer
Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer dikemas dalam tube fliptop dengan 2 ukuran yaitu 100ml dan 30ml. Yang ukuran 30ml dibanderol dengan harga Rp50.000, adapun ukuran 100ml harganya Rp 125.000. Kalau saya disuruh milih, pasti akan mengambil ukuran yang 100ml. Isi lebih banyak dan menurut saya harganya lebih affordable. Namun, jika kamu ingin mencoba untuk pertama kali, bisalah dicoba ukuran 30ml yang sangat travel friendly. 

KEY INGREDIENTS 

Let me talk about the key ingredients of Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer:  

🌻Brightenyl (sebagai agen pencerah kulit, membantu mengatasi masalah kulit seperti hiperpigmentasi. Formula ini dipercaya sebagai agen pencerah yang lebih efektif daripada Kojic Acid dan Vitamin C) 

🌻Hyaluronic Acid (membantu merawat kelembaban kulit. Hyaluronic Acid ini sifatnya humectant, mampu menghidrasi dan membuat kulit terlihat kenyal. Ah masa sih? Jadi kepoooo) 

🌻Ceramide (menjaga skin barrier. Asal kamu kamu tahu ya, kulit kita ini sebenarnga memproduksi Ceramide yang fungsinya untuk menjaga skin barrier, tapi seiring bertambahnya usia produksi Ceramide dalam kulit semakin menurun. Makanya adanya Ceramide dalam skincare samgaf membantu kulit agar senantisa terjaga kelembabannya. Kulit yang sehat, lelmbab, teehidrasi dengan baik mampu memperlambat tanda-tanda penuaan) 

🌻Centella asiatica Extract (membantu menyejukkan kulit dan membantu mengatasi masalah jerawat) 

Ingredients selengkapnya 
Ingredients dari Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer
THE TEXTURE &THE SCENT 

Now, the texture & the scent. Teksturnya menurut aku kayak lotion (gak kental) berwarna putih dan gentle di kulit aku. Ini bisa dijadiin sebagai face care dan body care. No fragrance dan no alcohol sehingga tak ada wangi khusus. Aroma muncul dari ingredients dan tak mengganggu. Malah kesannya kalem menurut saya. 
Tekstur Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer

MY PERSONAL EXPERIENCE 

Pas saya aplikasiin 𝑻𝒆𝒓𝒂𝒕𝒖 π‘«π’‚π’Šπ’π’š π‘ͺπ’‚π’π’Ž & 𝑺𝒐𝒐𝒕𝒉𝒆 π‘Ίπ’Œπ’Šπ’ π‘΄π’π’Šπ’”π’•π’–π’“π’Šπ’›π’†π’“ ada sensasi calming dan dingin di kulit. Dia gak bikin sticky dan greasy after 5 menit pemakaian. Menurut saya teksturnya blendable dan gampang menyerap. 

Saya layering pake cleanser dengan main ingredient BHA, toner yang mengandung Glycerin, Serum ber-Ceramide, dan physical sunscreen masih aman kok di kulit. Gak menimbulkan iritas dan reaksi negatif lainnya.  

After finishnya, kulitku jadi bouncy & plumpy, cerahan. Paling utama sih terhidrasi & lembab. Begini ya after pemakaian rutin Teratu Daily Calm & Soothe Skin Moisturizer selama kurang lebih 1 bulan. FYI, ini gak dilayer sama skincare lain 

No filter. Edit sebatas watermark saja 
THE CONCLUSION

Kalau aku kasih nilai nih, rate untuk 𝑻𝒆𝒓𝒂𝒕𝒖 π‘«π’‚π’Šπ’π’š π‘ͺπ’‚π’π’Ž & 𝑺𝒐𝒐𝒕𝒉𝒆 π‘Ίπ’Œπ’Šπ’ π‘΄π’π’Šπ’”π’•π’–π’“π’Šπ’›π’†π’“ adalah ⭐️4,9/5 alias bagus banget dan sangat worth it dari berbagai segi (harga, kemasan, performa, dan after finish-nya). Terlihat kan kulit saya jadi plumpy, bluncy, dan cerah. 

Cowok skinkeran pakai 𝑻𝒆𝒓𝒂𝒕𝒖 π‘«π’‚π’Šπ’π’š π‘ͺπ’‚π’π’Ž & 𝑺𝒐𝒐𝒕𝒉𝒆 π‘Ίπ’Œπ’Šπ’ π‘΄π’π’Šπ’”π’•π’–π’“π’Šπ’›π’†π’“? Boleh banget! 

WHERE TO BUY? 

𝑻𝒆𝒓𝒂𝒕𝒖 π‘«π’‚π’Šπ’π’š π‘ͺπ’‚π’π’Ž & 𝑺𝒐𝒐𝒕𝒉𝒆 π‘Ίπ’Œπ’Šπ’ π‘΄π’π’Šπ’”π’•π’–π’“π’Šπ’›π’†π’“ bisa dibeli di berbagai marketplace seperti shopee misalnya. 


Bisa kepoin produk Teratu Beauty lainnya di sini yagesya shopee.co.id/teratubeauty