Rabu, 01 November 2023

Melejitkan Literasi Halal Lifestyle melalui Industri Kreatif Digital (Animasi) Bernafaskan Nilai Islam dan Syariah

Indonesia patut berbangga, di tengah gempuran budaya pop yang mempengaruhi anak muda serta beragam tayangan televisi dan media sosial yang mengikis akidah, beberapa animasi lokal hadir dengan islamic value yang kuat dan kisah-kisah yang mendukung kebaikan universal. Kita sebut saja beberapa di antaranya yakni animasi Nussa dan Rara, Hafiz dan Hafizah, Ricko The Series, Omar dan Hana. Menariknya, banyak keluarga muslim kekinian yang menjadikan animasi dengan islamic value ini sebagai tayangan yang wajib ditonton anak-anaknya di akhir pekan.

Nussa dan Rara misalnya, sejak pertama kali kemunculannya di kanal Youtube pada November 2018, animasi ini telah memikat hati ratusan ribu penggemarnya dan memiliki captive market yang cukup besar! Terutama di kalangan keluarga muslim yang mengadopsi islamic parenting style. 

Anak-anak bisa belajar akidah, syariah, dan kebaikan universal dari tayangan animasi yang diproduksi developer The Little Giantz ini. Tak heran jumlah subscribernya di Youtube @NussaOfficialSeries terus meroket sejak rilis pertamanya, hingga kini sudah mencapai 9,08 juta subscriber. Cukup fantastis, bukan? Tak hanya bertengger di kanal Youtube saja, stasiun televisi juga tertarik menayangkannya.

Berangkat dari kegelisahan akan minimnya literasi dan tayangan yang mengedukasi anak-anak muslim, hadirnya animasi semacam ini bak angin segar di kemarau panjang.  Respon masyarakat terhadap Nussa dan Rara sangat positif. Dukungan alim ulama seperti ustaz Felix Siauw, ustaz Derry Sulaiman, dan ustaz Abdul Somad serta influencer tanah air terus mengalir. 

“Pendidikan paling utama di keluarga adalah pendidikan karakter dan itu didapat dari referensi yang masuk ke mata dan telinga anak-anak kita,”  tegas ustaz Felix Siauw terkait bagaimana memilah tontonan yang menjadi tuntunan. 

Poster animasi Nussa dan Rara

Aditya Triantoro, kreator Nussa dan Rara mengemas edukasi nilai-nilai islam secara ringan, berbobot, sekaligus mudah dimengerti anak-anak dalam balutan visual 3D dan grafis yang ciamik. Maka dari itu, karakter kakak adik Nussa dan Rara dikembangkan dengan menebarkan semangat dakwah dan pesan moral yang sangat dalam. Nussa, anak laki-laki dengan disabilitas yang cerdas dan bercita-cita menjadi hafiz Quran. Rara, seorang anak berusia 5 tahun yang ceria dan penuh rasa ingin tahu.

Pada suatu episode yang berjudul “Pilihan Halalku,” Nussa dan Rara dipanggil bundanya untuk bersiap mengaji. Sang bunda menyuruh mereka berdua untuk segera mandi, tak lupa menggunakan produk shampoo anak-anak berlabel halal. Sang bunda menjelaskan bahwa produk shampoo tersebut dipastikan dibuat dari bahan berkualitas, aman, higienis, halal, dan jauh dari najis. Tak lupa prosesnya juga telah memenuhi kaidah kehalalan sehingga lolos uji sertifikasi halal.

Berbeda dengan Nussa dan Rara, Hafiz dan Hafizah sebelum dikembangkan menjadi animasi merupakan produk boneka karakter “Hafiz & Hafizah Talking Doll.” Boneka berteknologi tinggi dengan sensor suara ini mampu menemani anak-anak belajar mengaji karena di dalamnya memuat konten islami seperti doa-doa, Asmaul Husna, hingga Murottal 30 Juzz. Karena animo keluarga muslim terhadap boneka ini cukup tinggi, maka dibuatlah versi animasi sebagai sarana edukasi islami. Nilai-nilai islam seperti kejujuran ketakwaan, keadilan, dan semacamnya menjadi sesuatu yang ditonjolkan. 

Poster animasi Hafiz dan Hafizah

Serial ini bisa menanamkan kemuliaan akhlak, mempelajari syariah islam, menjadikan anak-anak kita saleh salehah,” tutur almarhum Syeikh Ali Jaber, bangga dengan hadirnya serial animasi Hafiz dan Hafizah. 

Hafiz (laki-laki) dan Hafizah (perempuan) merupakan karakter kakak beradik kembar beda gender berusia 9 tahun yang memiliki ayah seorang ustaz. Sehari-hari Hafiz dan Hafizah bermain dan mengaji ditemani sahabat karib; Niko, Ina, Kubil, dan Humaira.

Animasi ini digarap dengan serius, memuat dan mendukung literasi serta gaya hidup halal pada pada beberapa episodenya. Seperti misalnya pada episode Bazzar untuk Kebaikan,” Hafiz, Hafizah, dan sahabat ngajinya mengadakan bazzar dengan barang kesayangan dan uang yang berhasil dikumpulkan digunakan untuk bersedekah. Pada episode “Kubil Si Pebisnis Kecil” mengisahkan bagaimana karakter Kubil menjadikan mainan yang dipinjamkan ke teman-temannya sebagai ladang cuan. Di episode ini pula dijelaskan bagaimana kehalalan dan hukum meminjamkan barang (sewa-menyewa) berdasarkan akad dengan bahasa kanak-kanak yang menggelitik.

Tak hanya berkutat di tayangan serial berepisode, Hafiz dan Hafizah juga dikemas dalam bentuk film. Digandrungi banyak orang dan menyuguhkan storyline yang asyik untuk anak, film Hafiz dan Hafizah garapan studio animasi Al Qolam Pictures mendapat sejumlah penghargaan internasional dan berhasil ditayangkan di 17 negara.

Animasi merupakan produk industri kreatif berbasis digital. Geliat animasi lokal berkualitas seperti Nussa dan Rara serta Hafiz dan Hafizah menjadi embun penyejuk di tengah maraknya beragam konten negatif media sosial. Selain itu, narasi kedua animasi ini berhasil melejitkan literasi halal lifesty dengan tutur yang renyah sekaligus membumi.

Apa itu halal lifestyle? Dikutip dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), halal lifestle merupakan seni seseorang menjalani hidup; mulai dari prinsip, tingkah laku, kebiasaan, hingga minat berlandasan pada prinsip-prinsip syariah, konsep halal, serta nilai kebaikan.

Pengarusutamaan literasi halal lifestyle dan kesadaran menggunakan produk-produk halal di keseharian menjadi sebuah keniscayaan. Apalagi Indonesia menjadi negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Harapannya, Indonesia mampu menjadi pemimpin pasar sekaligus inovator produk halal global di masa depan.

Berdasarkan The Global Islamic economy 2022, indonesia menempati posisi keempat (setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emiret Arab) berdasarkan 6 indikator; islamic finance, halal food, muslim friendly travel, modest fashion, pharma & cosmetics, media & recreation. 

Infografis dikembangkan KNEKS

Bermimpi menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia, pada pembukaan Indonesia Sharia Eonomic Festival (ISEF) Oktober lalu, Indonesia meluncurkan Master Plan Industri Halal Indonesia (MPIHI) 2023-2029 dengan 4 strategi utama; peningkatan produktivitas dan daya saing, penguatan kebijakan dan regulasi, penguatan keuangan dan infrastruktur, terakhir penguatan halal brand awareness. Adapun industri halal yang dimaksud terbagi menjadi 2 kelompok; industri halal inti (makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, jasa terkait) dan industri halal berkembang (modest fashion, pariwisata ramah muslim, ekonomi kreatif syariah).

Industri halal akan semakin maju seiring berkembangnya ekosistem halal. Agar industri halal dan ekosistemnya saling mendukung, diperlukan literasi halal lifestyle yang dikampanyekan secara masif di masyarakat Salah satunya melalui animasi bernafaskan nilai islam/berbasis syariah sejak dini. Sebab anak-anak dengan gampang menyerap tontonan menjadi tuntunan, lalu menjelma sebagai gaya hidup. 

Terlihat sederhana memang, tapi justru tontonan semasa kecil seperti ini sangat melekat bahkan saat beranjak dewasa. Ketika bertambah usia, seorang muslim menjadi sangat selektif. Memastikan produk yang dibeli berlabel halal, upaya/proses memperolehnya bernafaskan nilai islami dan hukum-hukum syariah.

Survey pentingnya label halal oleh IHATEC

Animasi yang memuat nilai-nilai islam, menjadi bagian dari ekonomi kreatif syariah (kelompok industri halal berkembang). Kita wajib support developer lokal untuk terus berkarya di era digital, mengingat biaya produksi per episode bisa puluhan juta rupiah. Dibutuhkan investasi yang tidak sedikit untuk bisa masuk di sektor ini.

Bersama-sama kita dukung, lejitkan literasi halal lifestyle melalui industri digital (animasi) bernafaskan nilai islam dan syariah. Pasti bisa!

Referensi        

  • https://www.google.com/amp/s/m.bisnis.com/amp/read/20201017/254/1306384/menjadikan-animasi-sebagai-tontonan-dan-tuntunan-lewat-nussa
  • https://www.liputan6.com/showbiz/read/4834561/bangga-animasi-lokal-hafiz-amp-hafizah-segera-tayang-di-belasan-negara
  • https://www.inews.id/amp/lifestyle/muslim/kolaborasi-isef-dan-hei-2023-perkuat-akselerasi-industri-halal-indonesia-di-pasar-global/2
  • https://kneks.go.id/berita/605/peluncuran-master-plan-industri-halal-indonesia-2023-2029

Jumat, 20 Oktober 2023

Orang Muda Menjaga Bumi

Orang Muda Menjaga Bumi

Saya salut sama social & environment movement yang digawangi oleh 5 anak muda dari Bandung bernama Pandawara Group. Pandawara Group kerapkali menjadi perbincangan netizen di beberapa platform media sosial seperti Facebook, Tiktok, Twitter/X, dan Instagram. Yups aksi heroiknya dalam membersihkan sampah banyak menuai pujian dari masyarakat. Gaung pun bergema, bahkan berkat aksi nyata tersebut, tak sedikit masyarakat yang akhirnya terketuk hatinya untuk bersama-masa membersihkan sampah di area yang cukup luas seperti pantai, bantaran sungai, dan sebagainya.
Pandawara Group. Sumber: instagram Pandawara Group
Pandawara Group berisikan 5 anak muda, mereka adalah Ikhsan, Rifqi, Pasya, Agung, dan Gilang. Kata Pandawara berasal dari Pandawa dan Wara. Pandawa sendiri merupakan sebutan untuk 5 bersaudara pada tokoh pewayangan dalam kisah Mahabarata. Adapun Wara dalam bahasa Sunda artinya kabar baik.

Contoh aksi heroik yang dilakukan Pandawara baru-baru ini dan sempat viral di Tiktok adalah saat membersihkan Pantai Loji yang terletak di Kabupaten Sukabumi. Dikabarkan aksi tersebut mendapat penolakan dari pemerintah setempat, eh ternyata setelah dikonfirmasi ke perangkat desa ternyata itu adalah miskomunikasi. Pada akhirnya tak hanya masyarakat saja yang dilibatkan dalam kegiatan yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 Oktober 2023, tetapi juga aparat militer seperti TNI & Polri, LSM, pemda setempat, dan lain-lain.

Pandawara Group merupakan satu dari sekian gerakan yang diinisiasi oleh anak muda terkait isu lingkungan dan sosial. Jika ditelisik lebih jauh ada banyak gerakan di bidang lingkungan yang digawangi oleh anak muda tetapi memiliki fokus pada isu yang berbeda. Misal yang yang memfokuskan diri pada isu energi terbarukan, sustainable food, inovasi produk & UMKM yang ramah lingkungan, dan masih banyak lagi.

Baru-baru ini saya Menghadiri online gathering @ecobloggersquad bertajuk "Semangat Orang Muda Menjaga Indonesia" dengan mengundang 3 narasumber keren yang concern terhadap isu lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Mereka bertiga merupakan orang muda dari organisasi/komunitas yang berbeda. Menarik bukan?

1. Cherli Febri Ramadhani dari Sentra Kreatif Lestari Siak (Skelas)

2. Jaqualine Wijaya dari  Eathink

3. Amalya Reza dari Trend Asia

Baiklah saya akan kulik beberapa insight dari ketiga narasumber tersebut. Cherli Febri Ramadhani merupakan aktivis dari Komunitas Kreatif Lestari Siak atau yang biasa disingkat Skelas. Berdasarkan website Skelas dot org, SKELAS merupakan pusat inovasi yang diinisiasi kaum muda Kabupaten Siak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lewat solusi kreatif berbasis ekonomi lestari dan pelestarian budaya lokal.
Pengurus Komunitas Skelas
Produk berikut merupakan inovasi UMKM yang dikembangkan bersama Skelas. Ada minuman nanas Puan Pina yang sekarang memiliki packaging yang lebih cantullls alias cantik betullls. Menariknya produksi minuman ini melibatkan kelompok wanita tani yang ada di kawasan lahan gambut.
Minuman lokal Puan Pina
Sekilas tentang Skelas

Skelas memiliki program inkubasi bernama KUBISA
Skelas juga memiliki program inkubasi bisnis bernama Kubisa. Inkubasi ini dijadikan sebagai wadah akselarator dan agregator untuk UMKM lokal. Selain itu Skelas juga memiliki data dalam melakukan riset pasar, wadah berdiskusi melalui seminar dan lokakarya, katalog produk, dan sejumlah aktivitas yang mendukung UMKM Siak agar terus berkembang.

Nah, narasumber berikutnya, Jaqualine Wijaya (CEO & co-founder Eathink Movement) yang berfokus pada food, lifestyle, & sustainable living. Nah, Eathink Movement membantu para urban milenial untuk menjadi konsumen cerdas dan kritis dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Dari instagramnya @eathink.movement kita bisa tahu bahwa gerakan ini mengedukasi gaya hidup sehat secara digital melalui platform media sosialnya. Jika kamu tertarik pada topik diet plant based, mindfull eating, sustainable habits, supaya makanan tidak menjadi food waste/loss, kamu bisa kepoin akun instagramnya!
Konten-konten dari Eathink Movement
Edukasi hidup sehat lagi eco-friendly
Narasumber terakhir Amalya Reza dari Trend Asia. Trend Asia didirikan tahun 2018. Salah satu capaian Trend Asia yakni menjalankan advokasi dan kampanye terkait transformasi energi. Kita tahu bahwasanya sumber energi tak terbarukan seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara berasal dari fosil yang lambat laun karena konsumsi akan habis juga. Inilah mengapa kampanye terkait transformasi energi lebih digencarkan. Agar kita bisa menemukan sumber-sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Sekilas tentang Trend Asia
Bisa dikatakan Trend Asia merupakan organisasi independen yang bergerak sebagai akselarator energi dan pembangunan berkelanjutan di Asia. Melalui media sosial Instagram @trend_asia, Trend Asia melakukan edukasi, kampanye, serta diskusi terbuka terkait isu-isu yang relevan. #ecobloggersquad

Sabtu, 02 September 2023

Lewat Media Sosial, Yuk Gaungkan Kampanye Peduli dan Sayangi Hutan

Sebagian terlahap si jago merah (sumber kompas.com)

"Indonesia akan mengalami anomali iklim yang menyebabkan curah hujan menipis sehingga cuaca menjadi panas," ucap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sebuah konferensi pers Rapat Koodinasi Khusus Penanggulangan Karhutla di awal tahun 2023. Bahkan menurut Beliau, pantauan titik panas di sejumlah wilayah meningkat 29% dibandingkan tahun 2022 di periode yang sama. Menurut Badan Metereorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di tahun 2023 berada di kategori normal, tetapi intensitasnya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi terpantau La Nina menghampiri Indonesia.

Saya merasa tahun ini beda dengan tahun sebelumnya. Bahkan sumur tetangga yang biasa full air kini tampak menyurut jika dibandingkan dengan tahun 2022. Saya amati juga cuaca lebih panas, tidak ingin kulit gosong terpanggang sinar matahari, wajib melindungi kulit dengan sunscreen dengan broad spectrum yang mampu melindungi dari UVA dan UVB, serta SPF di atas 30. Biar makin tidak kehilangan dehidrasinya, cari sunscreen yang memberi efek kelembaban.

Eh,ternyata ngomongin cuaca makin lebar ke mana-mana. Tapi emang nyambung sih, soalnya panas di tahun ini memang cukup menyengat kulit.

Enggak di ibukota, tapi juga di kabupaten atau kota, banyak orang mengeluhkan cuaca panas yang cukup ekstrim ini. 

Di beberapa negara Asia seperti China dan India, terjadi fenomena heatwave atau gelombang panas yang menyebabkan serangan cuaca ekstrim. Hal itu ditandai dengan peningkatan suhu udara dalam kurun 5 hari bahkan lebih. Adapun di Indonesia menurut BMKG, fenomena cuaca panas di beberapa wilayah disebabkan oleh gerak semu matahari yang ditandai dengan tingginya intensitas radiasi matahari karena ketiadaan awan menghalangi. Fenomena La Nina disinyalir mempengaruhi cuaca panas ini sebab La Nina mengurangi potensi pertumbuhan  awan di Samudra Pasifik, termasuk berkurangnya pasokan hujan di tahun ini.

Akibat musim kemarau berkepanjangan ini menyebabkan beberapa titik api penyebab karhutla di sejumlah kawasan mengalami peningkatan. Bikin sedih, huhu.

Kebakaran hutan. Sumber: kompas.com)

Kebakaran hutan dan lahan atau yang biasa disingkat dengan istilah karhutla bisa terjadi karena faktor alam (bencana ekologis) dan juga faktor kesengajaan (perbuatan manusia). Yang menyebabkan kenapa karhutla membabat habis hutan dan melahap satu kawasan adalah pembakaran yang masif dan tidak terkontrol sehingga api menjalar ke mana-mana. Kondisi ini diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang di musim kemarau. 

Untuk data luas area indikatif karhutla di Indonesia sepanjang 2023 bisa disajikan di data yang diolah oleh KataData berikut ini

Data indikatif karhutla sepanjang Januari-Agustus 2023. Katadata

Mengingat sudah memasuki musim kemarau, di sepanjang Januari hingga Agustus 2023 telah terjadi 499 peristiwa karhutla. Menurut BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), jumlah kasus karhutla tahun ini meningkat lebih cepat dibandingkan 3 tahun sebelumnya. Selama periode tersebut (terhitung Januari hingga Agustus 2023) karhutla membabat 500 hektare lahan di Jawa Timur.

Bagaimana dengan fenomena karhutla di luar Jawa? Terpantau pada minggu pertama di bulan Agustus, karhutla menghanguskan 20 hektare lahan gambut Kabupaten Ogan Komering Ilir. Di Ketapang, Kalimantan Barat membuat kabut tebal yang menghalangi jarak pandang sejauh 5 hingga 7 meter. Bahkan petugas kesulitan melakukan pemadaman karena terbatasnya sumber air di kawasan tersebut. Diperkirakan 2000 hektare lahan lenyap dilahap si jago merah.

Selain menyebabkan hutan gundul dan penyakit saluran pernapasan, adanya karhutla asap dan sejumlah emisi gas berbahaya melangit ke atmosfer. Hal ini menyebabkan polusi udara serta meningkatnya pemanasan global.

Nah, generasi muda bisa terlibat aktif dan berkontribusi positif dalam agenda mitigasi terhadap perubahan iklim. Cara yang dilakukan dengan berbagai cara, misal ikut aksi penanaman pohon, bergabung menjadi relawan di organisasi lingkungan hidup dan lain sebagainya. Intinya kita sebagai generasi muda bisa menjadi garda terdepan penyelamat lingkungan, peduli, dan lindungi hutan.

Bagaimana dengan saya? Cara sederhana yang bisa saya lakukan adalah melakukan kampanye peduli, sayangi hutan, juga lingkungan lewat media sosial (Instagram dan Twitter/X).

Kampanye lingkungan melalui media sosial pribadi
Sebenarnya ada kok cara lain yang gampang? Saya pun sudah melakukannya. Melalui website teamupforimpact.org kita bisa berdonasi pohon dengan menyelesaikan tantangan. Akumulasi dari challenge harian yang kita lakukan pada poin tertentu bisa menjadi amal kita berupa donasi pohon.
Tampilan challenges di website teamupforimpact.org
Apakah kamu tertantang untuk melakukan kampanye lingkungan peduli dan sayangi hutan? Atau ingin mencoba challenges yang ada di website teamupforimpact.org?  Belum kata terlambat untuk lebih peduli terhadap bumi kita. Yuk! #ecobloggersquad

Senin, 14 Agustus 2023

Mengharap Indonesia Merdeka dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Dokumentasi di atas merupakan bagian dari forest journey yang saya dapatkan untuk ketiga kalinya. Saat itu sebelum pandemi, saya berkesempatan mengunjungi kawasan gambut yang ada di Kalimantan Tengah. Pemandangan di kawasan hutan tersebut sangatlah asri, namun sangat disayangkan saya mendapati beberapa titik bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pernah ada indikasi pembalakan liar.

Hutan di Indonesia tidak bisa dikatakan aman, apalagi dengan adanya deforestasi secara terencana (misal pembukaan hutan dan lahan untuk perkebunan sawit). Saya pikir pandemi mampu mengerem ambisi manusia untuk tidak melakukan deforestasi secara membabi buta. Pasca pandemi, kegiatan deforestasi sudah kelihatan taringnya. 
Kabar baiknya, pada kali ini saya berkesempatan mengikuti online gathering dengan tajuk "Bergerak Berdaya, Indonesia Merdeka dari Kebakaran Hutan dan Lahan #ecobloggersquad. Konten atau materinya memfokuskan pada isu gambut dan kebakaran hutan. Ada beberapa poin yang saya catat dan akan saya bagikan melalui tulisan ini.

Mengapa gambut? Perlu diketahui pembaca sekalian, Indonesia memiliki lahan gambut terluas setelah Kongo dan Brazil. Gambut berperan penting dalam hal menampung jumlah karbon, air, mencegah perubahan iklim, menunjang ekosistem di sekitarnya, mencegah dari terjadinya bencana alam, dan lain-lain. 

Gambut merupakan ekosistem berupa lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik (misal bangkai hewan atau pelapukan tanaman hutan yang membusuk) dan berproses selama ribuan tahun. Kedalaman gambut bisa mencapai 10 hingga 15 meter. Kaki saya pernah amblas sedalam 40 cm di lahan gambut, membuat celana yang saya gunakan basah dan kotor. Gambut banyak tumbuh di wilayah hutan hujan tropis seperti Indonesia dan Brazil.  Di Indonesia sendiri gambut banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Seperti sudah saya tulis di atas, salah satu manfaat lahan gambut adalah menjaga kadar karbon di atmosfer. Diperkirakan gambut mampu menyerap 30% jumlah karbon yang ada di udara. Maka dari itu, jika ekosistem ini terganggu, maka gas-gas seperti karbon dioksida, metana, dam sebagainya akan terlepas di udara dan ini berpengaruh terhadap perubahan iklim.

Ancaman terbesar ekosistem gambut adalah terjadinya karhutla, baik secara disengaja maupun karena faktor alam. Selain karhutla juga deforestasi untuk memenuhi kebutuhan industri. 

Beberapa kasus kebakaran terbesar yang menganncam ekosistem gambut di Indonesia;

1. Kebakaran hutan di tahun 1982. Kebakaran ini terjadi di wilayah Kalimantan Timur dan terjadi akibat fenomena El Nino. Tak tanggung-tanggung, kebakaran tersebut memakan luas wilayah mencapai 3,2 juta hektare. Sangat besar ini lho. Dengan area yang hangus seluas ini, bagaimana nasib ekosistem gambut yang berada di sekitarnya, tentunya sudah pasti rusak. Bahkan secara ekonomi, kerugiannya mencapai 9 miliar USD! Kejadian ini juga membuat negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura terkena dampaknya (berupa asap yang menganggu pernapasan).

2. Kebakaran hutan 1997 dan 1998. Termasuk kebakaran hutan terparah, selain menghanguskan 9,7 juta hektare lahan, kejadian ini mengakibatkan pula indeks polusi udara ke level berbahaya. Kerugian yang ditanggung diperkirakan mencapai 4,4 miliar USD.

3. Kebakaran hutan di tahun 2015. Membakar sekitar 2,6 juta hektare lahan. Pada kebakaran ini, ekosistem gambutbdi beberapa kawasan di Kalimantan tengah rusak. Diperkirakan kerugian secara ekonomi mencapai 16,1 miliar USD.

4. Kebakaran hutan di tahun 2019. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, area hutan yang terbakar di tahun itu mencapai 1,6 juta hektare. Ingat banget pada tahun ini, banyak sekolahbyang berlokasi tak jauh dari tempat kejadian akhirnya diliburkan.

Bagaimana dengan 2023? Pantau Gambut menemukan 5030 titik panas di beberapa lokasi selama bulan Januari hingga Mei 2023. Kota Dumai dan Bengkalis menjadi kawasan yang paling rentan terhadap bencana ini di sepanjang Januari-Mei 2023. 

Nah, seperti apa upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla, terutama yang dapat mengancam ekosistem gambut. Ada beberapa fase. Di fase pencegahan cara yang dilakukan dengan sosialisasi terhadap masyarakat, merevisi pemberian ijin pembukaan lahan di area gambut, pengamatan titik rawan kebakaran yang intensif. Tindakan pascakebakaran bisa dilakukan dengan pembuatan kebijakan tentang restorasi gambut, melakukan monitoring program restorasi gambut

Saya berharap melalui tulisan ini kesadaran masyarakat sekitar terhadap karhutla yang terjadi hampir sepanjang tahun kian meningkat. Partisipasi restorasi gambut tidak hanya melibatkan sektor pemerintah dan LSM/NGO, masyarakat, tetapi juga media dalam memberikan informasi yang kredibel dan transparan. Sebagai pungkasan, saya berdoa dan berharap semoga di tahun-tahun mendatang Indonesia merdeka dari Karhutka. Apakah mungkin? Semoga.



Kamis, 01 Juni 2023

Bergerak Berdaya bersama Perempuan Ambu Halimun

Mungkin beberapa dari kalian masih kurang familiar dengan istilah ecoprint. Sama, saya juga kok. Pertama kali dengar istilah ecoprint saat duduk di bangku kuliah beberapa tahun silam. Itupun saya hanya mendengar dari seorang kawan yang mengambil studi pendidikan tata busana. Saya belum pernah menyaksikan dan mempraktikkan langsung teknik ecoprint.

Apa itu ecoprint? Ecoprint dapat dikatakan sebagai teknik mencetak pada kain dengan menggunakan pewarna alami, motif yang muncul didapat dari dedaunan, bebungaan, ranting, dan akar yang ditempel pada kain sehingga menghasilkan corak warna. Mengapa ecoprint? Ecoprint dinilai aman karena menggunakan bahan-bahan alami tanpa memberikan efek negatif pada lingkungan. 

Nah, di Jawa Barat, tepatnya di Kampung Citalahab Central terdapat kelompok perempuan yang bersama bergerak berdaya mendirikan Ecoprint Ambu Halimun. Ini bukan tanpa alasan, sebab sebagai kawasan destinasi wisata, Kampung Citalahab menghasilkan produk atau kriya yang memiliki nilai komersial. Sayang kan jika tidak dikembangkan. 

Ambu sendiri dalam bahasa Sunda artinya ibu. Halimun merupakan nama kelompok perempuan yang bersama menngembangkan teknik ecoprint di Kampung Citalahab. Kamu bisa tengok di akun instagram @ambuhalimun jika tertarik dan ingin mengulik lebih dalam mengenai kreasi ecoprint Ambu Halimun. Tertulis di bio akun instagram @ambuhalimun "Perempuan Berdaya. Keluarga Sejahtera, Alam Terjaga, aselik keren dan positive vibe banget!

Adanya Ambu Halimun tak lepas dari dukungan dan pendampingan dari Yayasan Konservasi Ekosistem Alam Nusantara (KIARA). Yayasan ini juga memberikan sejumlah pelatihan kepada perempuan Ambu Halimun seperti misalnya literasi keuangan.
Hasil kriya Ecoprint Ambu Halimun ini berupa sarung bantal, scarf, baju, taplak meja, pashmina, dan masih banyak lagi. Motif yang timbul sangat cantik, unik, dan otentik. Satu kain dengan kain lainnya bakalan menghasilkan motif yang tidak sama karena ukuran lebar jenis daun/bunga yang digunakan juga berbeda.

Para ambu tentunya sangat terbuka dan bersuka cita jika ada yang ingin belajar mengenai ecoprint di workshopnya. Bahkan ada visitor dari San Diego State University yang penasaran dan mempraktikan langsung teknik ecoprint ini.

Menarik bukan kisah para perempuan Ambu Halimun? Memanfaatkan potensi alam yang ada, para ambu senantiasa memperhatikan aspek lingkungan agar senantiasa terjaga dan lestari.

Eh tapi kita bisa juga lho berkontribusi menjaga bumi dan alam seperti yang dilakukan para perempuan Ambu Halimun. Melalui langkah-langkah sederhana yang tentunya mudah kita lakukan!

Kalau saya biar lebih mudah mencatat aksi kecil apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan dan menjaga lingkungan, saya ikut panduan dan menyelesaikan misi yang ada di teamupforimpact.org. Tantangan yang ada banyak banget, mudah dilakukan, gak ribet pokoknya. Misalnya kita bisa belajar bisnis dan investasi hijau serta follow UMKM yang peduli lingkungan. Mission accomplished karena saya sudah follow @ambuhalimun hehe.
Terima kasih sudah mampir di artikel blog ini sampai akhir. Sebagai pungkasan saya mau nginfoin giveaway dengan total hadiah sebesar 4 juta rupiah buat kamu yang suka bikin konten (reels) bertema lingkungan. Wah, siapa nih yang mau ikutan hihi.

Caranya gampang banget! Cukup posting 1 x Instagram Reels video aksi kecil #BersamaBergerakBerdaya demi mencegah perubahan iklim yang semakin buruk. Videonya bebas kok sekreatif kamu, misal nih video bersepeda atau menggunakan kendaraan umum alih-alih menggunakan kendaraan pribadi atau video bawa bekal sendiri supaya meminimalisasi penggunaan sampah plastik kemasan. 

Nah, setelah diposting kamu wajib tag instagram @teamupforimpact as collaborator dan tambahkan tagar #UntukmuBumiku #TeamUpForImpact #Tantangan EBS. Ditunggu sampai tanggal 15 Juni ya. See ya!

Rabu, 19 April 2023

Sedikit Lebih Dekat dengan Desa Nusantara Menuju Desa Ekologis

Desa Nusantara menuju Desa Ekologis

Saya belum pernah berkunjung ke Sumatera Selatan. Sudah sejak lama saya mengidamkan mengunjungi tempat ini, sebuah propinsi yang dulu dikenal sebagai Bumi Sriwijaya. Apalagi saat seorang teman menceritakan keindahan desanya serta keseruan membuat  tekwan dan pindang patin, uhhhh sedapnya. Tapi, tahukah kamu bahwa di salah satu sudut wilayah di Sumatera Selatan, ssaat sebuah desa tengah berbenah. Kabarnya saat ini desanya sedang berprogress menuju desa ekologis. Desa itu bernama Desa Nusantara. Di sini saya akan sedikit membuat ulasan tentang desa itu.

Sebelumnya saya sempat searching Google mengenai Desa Nusantara, tapi tak banyak informasi yang ditampilkan. Desa Nusantara terletak di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan KOmering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Desa Nusantara memiliki luas wilayah mencapai 239.000 hektar. Dulunya Desa Nusantara menjadi tempat para transmigrans (era orde baru tahun 1981) mencari pundi-pundi rejeki dengan mengolahan lahan belukar yang ada menjadi ladang jagung, sukun, dan singkong. 

Dinamakan Desa Nusantara karena pada awalnya terdapat perusahaan yang bernama PT Nusantara yang menaungi para transmigran tersebut. PT Nusantara menyediakan rumah panggung dan lahan seluas 2 hektar per keluarga

kala itu, sekitar tahun 1981 ada 700 keluarga transmigrans yang ditempatkan di Jalur 27 Ogan Komering Ilir. Keluarga ini berasal dari berbagai daerah dari tanah Jawa seperti Madiun, Tulungagung, Nganjuk, Mokokerto, Pandeglang, dan sebagainya. Karena pada waktu itu lahan masih berupa hutan belukar,  maka jenis tanaman yang bisa ditanam masihlah sebatas singkong. Apalagi kawasan itu masihlah berupa lahan gambut sehingga butuh treatment khusus agar tanah bisa diolah menjadi ladang yang bisa ditanami. 

Tantangan yang dihadapi para transmigran berupa hewan-hewan iar seperti kera, babi, gajah, dan sebagainya. Tantangan berikutnya berupa wabah kolera. Tak ada akses listrik, tak ada fasilitas kesehatan. Jika ada anggota warga sakit, maka warga tersebut mengonsumsi ramuan tradisional seadanya. Terkadang hal itu tidak membuat sembuh, malah makin menjadi-jadi, apalagi ini kolera. Bahkan beberapa warga yang mengidap kolera meninggal dunia. Bagaimana tidak, jarak puskemas terdekat kurang lebih 2 kilometer, itupun mereka yang mengidap kolera harus diangkut menggunakan perahu. Belum sampai puskemas, korban sudah meninggal dalam perahu.

Wabah kolera ini berlangsung selama 3 bulan. Yang terparah adalah korban meninggal hingga 5 orang dalam sehari. Bala bantuan kemudian datang dari Jakarta menggunakan helikopter. Dengan penanganan serius, mereka yang sakit berangsur sembuh. Tak lupa petugas medis memberikan sosialisasi cara hidup sehat dan bersih serta membagikan oralit

Lambat laun, kawasan yang awalnya hutan belukar dan ditanami singkong, sukun, dan jagung mulai merambah menjadi lahan pertanian padi. Dari sini kita sudah tahu bahwa rata-rata mata pencaharian warga Desa Nusantara adalah petani/penggarap lahan. Pada tahun 2010, para petani ini bersepakat mendirikan Forum Petani Nusantara Bersatu (FPNB). 

Pada tahun 2022 FPNB direkomendasikan WALHI Sumatera Selatan mengakses Dana Nusantara untuk membiayai pemetaan partisipatif Desa Nusantara. Pemetaan dipilih sebagai metode pengambilan informasi langsung dari lapangan, khususnya yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat fisik, sejalan dengan itu pemetaan juga bisa mencakup aspek-aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Masyarakat yang hidup dan bekerja di wilayahnya memiliki pengetahuan yang baik mengenai penggunaan lahan, jenis tumbuhan, siklus tanam dan panen sampai kecenderungan iklim dan musim yang berubah. 

Perlu diketahui bahwasanya Dana Nusantara ini tak ada hubungannya dengan proyek IKN ya. 
Selanjutnya, pihak Walhi dan Desa Nusantara melakukan pemetaan partisipatif guna menyusun tata guna lahan secara berkelanjutan. Pemetaan partisipatif ini juga untuk mengetahui tingkat tingkat keberagaman seperti jenis tumbuhan, siklus tanam dan panen, kecenderungan musim/iklim, dan sebagainya. Selanjutnya hasil pemetaan tersebut dijadikan pertimbangan untuk mengelola desa agar menjadi desa mandiri pangan dan secara ekologis berkenjutan.

Implementasi dari Dana Nusantara serta pengembangan Desa Nusantara bisa dilihat:

1. Komunitas lokal yang mendapat sokongan dari Dana Nusantara memeperoleh kesempatan untuk mengelola potensi atau sumber daya alamnya secara berkelanjutan

2. Komunitas lokal yang berpartisipasi diajak mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi atas pengelolaan sumber daya alam yang ada dengan lebih bertanggungjawab. Dari sini terbentuk kesadaran menjaga lingkungan hidup.

3. Menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak negatif lingkungan. Dengan sistem pengelolaan desa secara berkelanjutan, hasil yang diharapkan bisa mengurangi dampak negatif tersebut misalnya dengan menjadikan limbah makanan menjadi pupuk kompos untuk tanaman.

4. Meningkatkan kesejahteraan dan dukungan dari berbagai pihak. Walhi bekerja untuk memastikan tingkat kesejahteraan komunitas, hal ini dilakukan dengan melibatkan komunitas lokal dalam pengembangan ekonomi dan sumber daya. Implmentasi Dana Nusantara di Desa Nusantara diharapkan bakal meningkatkan pula tingkat partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak seperti masyarakat, swasta, dan pemerintah

Senin, 27 Maret 2023

Bijak Kelola Sampah Makanan Tanda Kita Peduli pada Lingkungan

Dulu sewaktu aku masih kanak-kanak, ibukku selalu mewanti-wanti aku agar menghabiskan nasi di mangkok. Katanya kalau tidak habis nanti nasinya bakalan nangis. Eh di tempat kamu juga kayak gitu gak sih? Namanya juga bocil, kadang kalau sudah kenyang makanan di piring atau mangkok masih tersisa alias gak habis sepenuhnya. Apalagi dulu waktu TK aku gak terlalu suka sayuran, alhasil potongan wortel, kobis, atau kentang aku sisihkan di pinggiran piring.

Memasuki sekolah dasar, wali kelasku meminta kami untuk mewarnai sayur dan buah di piring. Wali kelasku juga menjelaskan tentang konsep Empat Sehat Lima Sempurna dan pentingnya menghabiskan sayur yang ada di piring. Juga manfaat sayur dan buah di negara tropis. Dari situ aku mulai menyukai sayur-sayuran dan tidak menyisakan makanan.

Berbeda dengan wali kelasku yang menjelaskan kenapa kita kudu menyukai sayur dan menghabiskan makanan di piring, ibu temanku malah menakut-nakuti kalau makanan di piring tidak habis, nanti dihabisin sama setan. Alhasil, temanku mau tidak mau, suka tidak suka akhirnya menghabisin makanan yang ada. Daripada endingnya digebuk sapu, kan? Wkwkw canda sapu.

Adapun ibuku sendiri kemudian menjelaskan alasan kenapa aku harus menghabiskan makanan. Agar aku lebih banyak bersyukur. Di luar sana ada keluarga yang ekonominya pas-pasnya dan untuk membeli beras serta bahan pokok aja sulitnya bukan main. Mana harga-harga pada mahal setelah krisis moneter 1998 kala itu. Kalian juga pernah mengalami kesulitan membeli bahan karena harga-harga yang tidak stabil gak sih?

Setelah dewasa, ada benarnya juga ya apa yang diwejangkan ibuku dulu soal jangan menyisakan makanan. Bahwa makanan itu sangat berharga jangan disia-siakan. Apalagi untuk ukuran anak kos ye kan. Pokoknya gak mau menyisakan makanan dan bikin sampah makanan. Palingan tulang-tulang dan duri ikan aja yang dibuang.

Pernah berandai-andai kalau 10 gram nasi terbuang percuma dikalikan 100 juta penduduk Indonesia sudah berapa tuh? Gak sedikit kan ya. Jumlah segede itu bisa berguna untuk satu kota ketika menghadapi krisis pangan. Ini hanya perumpamaan saja ya.

Ilustrasi makanan mubazir. Sumber: unsplash

Ada baiknya kebiasaan menghabiskan makanan diajarkan sekaligus diterapkan kepada anak sejak usia dini. Supaya di kemudian hari si anak tidak memiliki kebiasaan atau perilaku menyisakan makanan. 

Mengambil makanan secukupnya saja, jangan berlebihan. Biar gak mubazir kalau ternyata gak habis. 

Aku pernah menghadiri kondangan di mana ada tamu undangan yang kalap mengambil banyak nasi dan lauk, tetapi ternyata dia tak menghabiskan makanan yang diambilnya itu. Sungguh mubazir. Di sudut yang lain, aku mengetahui ada tamu undangan yang kehabisan menu ayam bakar, sayur sop, dan udang balado. Dia celingak-celinguk, kemudian memilih menu soto di pojokan. Untung sotonya belum habis.

Masih ingat tayangan viral di televisi Januari lalu yang menceritakan tentang  sejumlah petani membuang tomat ke jurang imbas harga anjlok hingga Rp600/800kilogram. Padahal standarnya Rp4000/kilogram. Kejadian di Lampung Barat, ratusan tomat pascapanen dibuang begitu saja ke jurang. Sedih sih, pasalnya tomat-tomat terbuang sia-sia dan bakalan membusuk menjadi sampah makanan. Sangat mubazir pokoknya.

Tomat yang terbuang. Sumber: portal MNC

Lanjut.

Ada satu cerita yang membuat hatiku sangat ngilu tatkala pada tahun 2021 beras BULOG senilai 400.000 ton yang didapat dari berbagai pengadaan stok beras mengalami pembusukan. Sangat pilu karena stok beras sebanyak itu sudah pasti mampu menyuplai kebutuhan ratusan ribu kepala keluarga. Beras yang sudah membusuk ini tentunya sudah tidak layak lagi buat dikonsumsi, endingnya tentu saja dibuang sebagai food waste. Mubazir kuadrat.

Ilustrasi beras BULOG dalam kondisi bagus. Sumber: BULOG

Di sisi yang lain, salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah mengenai stunting dan gizi buruk. Akibat abai terhadap faktor gizi dalam jangka panjang, banyak anak terganggu pertumbuhan fisiknya. Bisa dilihat dari tinggi badan anak yang lebih pendek dari teman sebayanya. Ini bukan karena faktor genetika, tetapi karena sejak dalam kandungan hingga usia golden age si anak tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai.

Bayangkan jika terdapat satu keluarga miskin yang tertunda mendapatkan beras BULOG akibat tragedi beras busuk di atas. Padahal keluarga tersebut memiliki 2 anak kecil, satu balita dan satu usia anak SD. Dalam kondisi ekonomi tidak stabil, tentu saja kondisi pangan tak terkecukupi menghampiri keluarga tersebut. Dalam jangka panjang bahaya stunting pun mengintai.

Setelah dewasa aku menyadari penting banget untuk tidak menyia-nyiakan makanan dan selalu mengupayakan menghabiskan makanan yang aku santap setiap hari. Sebisa mungkin jangan sampai menyisakan sampah makanan.  Di usia yang sudah matang, kita jadi lebih memahami betapa struggle-nya mendapatkan sesuap nasi apabila kondisi ekonomi belum mencukupi.

Kembali ke wacana sampah makanan.

Indonesia darurat sampah makanan, benarkah? Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional pada tahun 2021, sampah dari sisa makanan di Indonesia mencapai 46,35 juta. Lebih dari itu ternyata komponen sampah makanan ini jumlahnya lebih besar daripada sampah plastik lho yang mana berada di kisaran 26,27 ton. Adapun di tahun 2020, sampah makanan mencapai 40% dari total sampah yang dihasilkan masyarakat di 199 kabupaten/kota. Menurut Economist Intelligence Unit (2017) Indonesia  berada di peringkat kedua penghasil sampah makanan terbesar setelah Arab Saudi.

Kebiasaan menyisakan makanan hingga berujung ke tempat pembuangan sampah membuat limbah pangan semakin menumpuk. Gas metana semakin meningkat. Gas Metana lebih berbahaya daripada Karbon Dioksida. Gas metana ini menjadi alasan kenapa emisi karbon di atmosfer meningkat. Dalam jangka panjang emisi karbon berpengaruh terhadap perubahan iklim.

Apa bahayanya perubahan iklim?Sebenarnya banyak. Di beberapa belahan dunia sudah mengalami tanda-tanda perubahan iklim dimaksud. Dengan kondisi cuaca yang berubah buruk sepanjang waktu, sektor pertanian yang menjadi pemasok bahan pangan pastinya bakalan terdampak, efeknya hasil panen tidak optimal dan tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

Bijak kelola sampah makanan tanda kita peduli pada lingkungan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa kita terapkan dalam keseharian terkait manajemen pribadi sampah makanan:

1. Tentu saja sebisa mungkin jangan menyisakan sampah makanan. Makanlah secukupnya, ambil nasi dan lauk pauk sebatas kemampuan kita biar makanan tidak mubazir terbuang jika tidak habis. Menghabiskan makanan tanpa sisa tanda kita menjadi pribadi yang lebih bertanggungjawab.

2. Buat list menu mingguan (food preparation). Membuat list food preparation menjadi semakin mudah jika kita memiliki lemari pendingin. Bahan pangan seperti sayur, buah, ikan, dan daging menjadi lebih tahan lama jika disimpan di kulkas dibandingkan disimpan di suhu ruangan. Jika tidak punya lemari pendingin belilah bahan makanan yang sekiranya bakalan awet dalam seminggu, misal telur, kentang, tepung, ikan kering, dan sebagainya. Setelah membuat list menu seminggu, selalu cek persediaan sisa yang masih ada di dapur atau lemari pendingin.

Ilustrasi membuat food preparation. Sumber: unsplash

3. Belanja cermat. Setelah menyiapkan list menu mingguan, kita lantas melakukan belanja cermat. Belanja cermat artinya kita membeli sesuai dengan kebutuhan dan dana yang tersedia. Dengan berbelanja cermat kita belajar mengontrol pola konsumsi sekaligus memetakan seberapa banyak sampah makanan yang dihabiskan dalam satu periode belanja bahan pangan.

Ilsutrasi memilih belanja dan memilih bahan pangan. Sumber: Unsplash

4. Manajemen sampah makanan. Kita makan bukan berarti tak menyisakan sama sekali. Karena terkadang ada duri ikan atau tulang yang tentunya tidak bisa kita konsumsi atau brokoli kering yang tidak bisa kita makan. Nah sisa makanan seperti ini bisa kita potong tipis-tipis/dihaluskan yang kemudian dijadikan pakan ternak. Teknik yang lain adalah mengelola tulang-tulang untuk dijadikan kaldu tulang, kemudian dibekukan di freezer. Ketika dibutuhkan kaldu beku tersebut bisa diolah menjadi kuah sop. Potongan kulit sayur dan buah jika dikumpulkan bisa menjadi pupuk kompos. Nah ini nih pintar-pintar kita dalam mengelola sampah makanan.

Sampah makanan buat pupuk. Sumber: unsplash

5. Bawa bekal makan dan minum sendiri. Bawa bekal buat makan siang disamping lebih hemat tentunya mengurangi konsumsi makanan/minuman kemasan. Misal dengan membawa botol minuman pribadi kita jadi tidak membeli air mineral botol yang menjadi sumber sampah plastik. 

Oh ya, kita bisa melakukan challenge seru dengan tema sampah dan makanan di www.teamupforimpact.org. Gak hanya tema sampah dan makanan saja, ada tema-tema lain yang tak kalah seru seperti energi, digital, bisnis hijau, dan aktivisme. Nantinya setiap challenge yang kita lakukan akan mendapat poin. Poin tersebut dikumpulkan, setiap 1400 poin akan ada 1 pohon atas nama kita yang tertanam di hutan. Jika kita berpartisipasi penuh dalam challenge ini maka kita turut berkontribusi menyelamatkan bumi.