Jumat, 26 November 2021

Self Love, Self Care, dan Self Reward dengan Menghadiahi Produk Perawatan Kulit Terbaik Scarlett Whitening Perfect Coffee Edition

Gak berasa ya sudah menjelang akhir tahun, Beauties. Sudah dua tahun ini kita terdampak pandemi Covid-19. Yang semula sekolah atau kuliah tatap muka, mendadak mengikuti pembelajaran daring. Yang semula bekerja kantoran, kini terbiasa bekerja dari rumah (Work From Home) atau dengan menjadi remote worker (jika jarak kantor dan rumah cukup jauh).

Saya awalnya gak membayangkan yang semula kerja kantoran kudu stay at home dan mengerjakan segala sesuatu dari rumah. Juga yang semula haha hihi cekikikan di kantin pas jam istirahat sekaligus bisa guyonan bareng teman, sekarang kudu mantengin laptop mendengarkan dosen atau guru ngasih materi via Zoom atau Google Meet. Remote worker dan pembelajar daring menjadi tren tersendiri di era pandemi.

Dipikir di rumah terus bakalan enjoy dan have fun gitu? Ternyata kadang bisa bosan dan jenuh juga. Ya gimana gak boring sih? Akses ke tempat wisata benar-benar dibatasi, bahkan banyak yang ditutup demi menghindari kerumunan dan penularan virus Covid-19. Hiburan saya di rumah ya palingan baca ebook di Ipusnas, memasak, nonton Youtube atau Netflix, dan dengerin musik di Spotify. Yah setidaknya saya terselamatkan dari depresi, cemas, dan stress berkat adanya internet. Kalian gitu juga gak sih?

Survey mengenai kesehatan jiwa di masa pandemi yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyatakan bahwa terdapat 3 masalah gangguan psikologis yang dialami responden, yakni cemas, depresi, dan trauma psikologis. Sebanyak 68% responden mudah cemas, 67% mengalami depresi, dan 77% trauma psikologis. Saya kutip dari Kemenkes, pandemi Covid-19 menyebabkan angka kasus gangguan jiwa dan depresi di Indonesia naik sebesar 6,5%. Penyebabnya di antaranya, keterbatasan sosial karena terlalu lama tinggal di rumah dan kehilangan pekerjaan.

Gejala cemas akan masa depan yang tak pasti membuat munculnya rasa khawatir berlebih yang mengakibatkan gejala susah tidur, kehilangan motivasi, mudah baper, galau, kadang jengkel sendiri, lunturnya rasa percaya diri, dan lain sebagainya. Saya sendiri mengalaminya. Saya menjadi insomnia, tidak rileks, kehilangan minat akan sesuatu. Sebelum pandemi saya terbiasa hang out bareng teman-teman, ikut event blogger, ngopi di kafe (saya pecinta kopi anyway), bikin artikel di coworking space, ngunjungi spot wisata. Sekarang? Ya belum memungkinkan melakukan hal itu. Saking ruwetnya pikiran saya dan muncul gejala anxiety yang berlebihan, saya hiatus dulu dari ngeblog buat sementara (ini tentunya berbeda dengan kondisi saya di tahun 2019). Saya rehat sejenak. Sesekali saya posting artikel.

Saya perlu berbenah. Saya perlu membangkitkan moodbooster. Saya perlu mencharge jiwa saya agar energi damai dan bahagia kembali penuh. Saya perlu lebih banyak melakukan self care, self love, dan self reward untuk diri saya sendiri. 

Self love dan self care adalah dua hal yang berbeda. Self love menggambarkan bagaimana upaya kamu untuk lebih peduli pada kesehatan fisik dan mentalmu, misalnya dengan melakukan perawatan pada wajah (skincare), tubuh (bodycare), dan rambut (haircare). Self care untuk kesehatan jiwa bisa dilakukan dengan meditasi dan komtemplasi diiringi musik yang bikin rileks atau dengan berolahraga.
Adapun self love memiliki definisi bagaimana cara kita untuk menerima dan mencintai diri sendiri. Self love bisa ditunjukkan dengan bersikap lembut kepada diri sendiri, tegas menjauhi orang-orang toksik, menjalin dan menjalani hubungan yang sehat serta produktif, percaya diri untuk meraih impian, dan sebagainya. 

Memberi penghargaan atau apresiasi atas kerja keras yang kita capai adalah wujud dari self reward. Sesekali kita diri ini patut mendapatkan gift sebagai bentuk self love sekaligus self care. Mungkin kita lelah setelah seharian beraktivitas. Mungkin kita ingin sedikit berbahagia dan bebas dari kesedihan atau tekanan yang memicu kecemasan berlebih. Maka, belilah hadiah untuk diri sendiri sebagai self reward.
Sebagai apresiasi untuk diri, saya memberikan paket perawatan terbaik dari Scarlett. Siapa sih yang gak kenal Scarlett? Brand kecantikan lokal ini cukup menghentak karena berhasil menggaet aktor Song Jong Ki sebagai Star Ambassadornya. Kini, Scarlett mendapuk girlband Twice sebagai star ambassador terbaru. 

Scarlett Perfect Coffee Edition menjadi pilihan saya. Kenapa? Ada dua alasan. Pertama, saya bucin kopi. Kopi menemani saya dari mulai mengerjakan tugas kuliah, skripsi, bikin artikel, dan sebagainya. Kedua, saya cukup teracuni dengan review positif mengenai Scarlett Perfect Coffee Edition ini. Waduh bakalan seperti apa? Apakah bikin saya bucin seperti halnya bucin saya pada secangkir kopi? Mari kita coba…

Scarlett Whitening Body Scrub Coffee Edition
Ketika pertama kali segelnya kubuka, tercium harum kopi yang menggoda. Kok pengen diseduh, tapi ya gak mungkinlah ya. Canda kok. Jadi aroma kopinya terasa kuat. Bukan yang menyengat gitu. Kuat sekaligus lembut aromanya. Sekilas kayak es krim rasa kopi atau tiramisu gitu. Ngerti gak sih maksudnya. 

Aku tuh suka warna dan desain packagingnya. Warnanya cokelat. Gemes gitu. Dia kokoh. Bentuknya bundar. Memiliki netto 250 ml. Ketika dibuka ada segelnya. Gak usah kuatir isinya bakalan meluber, pasti aman kok. Nah di kemasan terdapat barcode yang nantinya kamu bisa tahu kode serial produk, juga menunjukkan bahwa produk yang saya miliki adalah original. 
Tekstur scrubnya sendiri menurut aku butirannya besar-besar, tapi lembut di kulit. Sangat membantu untuk proses exfoliasi. Dipakainya jangan sering-sering ya. Cukup seminggu dua atau tiga kali scrub. Cara memakainya sangatlah mudah. Tinggal balurkan scrub pada area tubuh yang kita inginkan, misal tangan atau kaki. Usap dengan lembut. Diamkan sekitar 2-3 menit supaya kandungan vitamin E-nya meresap dalam kulit. Terakhir tinggal bilas.

Scarlett Whitening Body Scrub Coffee ini Glutathione dan Vitamin E yang mampu menjaga kesehatan kulit kita. Produk ini memiliki beberapa manfaat di antaranya, mengangkat sel-sel kulit yang rusak, mengembalikan kelembaban tubuh, mencerahkan kulit, aroma kopinya bikin rileks, dan meningkatkan kadar hidrasi pada kulit.
Impresi saya saat saya pertama kali saya menggunakan Scarlett Whitening Body Scrub, SAYA LANGSUNG JATUH CINTA. Mendadak bucin gitu, baik sama kandungan, manfaat, tekstur, serta aroma kopinya. Kulit aku jadi cerahan dikit setelah pemakaian 4 minggu. Gak sia-sia deh self care dan self love menggunakan Scarlett Whitening Body Scrub ini. 

Scarlett Whitening Shower Scrub Coffee Edition
Jika tadi kita menemukan scrub yang butirannya agar besar untuk Scarlett Whitening Body Scrub Coffee Edition, pada produk Scarlett Whitening Shower Scrub Coffee, butirannya jauh lebih halus dan tentunya lembut di kulit.

Scarlett Whitening Shower Scrub Coffee Edition diperkaya dengan kandungan Vitamin E, Glutathione, Beads, dan Collagen. Menggunakan Scarlett Whitening Shower Scrub Coffee Edition setiap hari sangat bagus untuk merawat permukaan kulit kita. Butir-butir pada body scrub nantinya tersapu bersih setelah menggunakan shower scrub ini.  Jika kalian penasaran seperti apa teksturnya bisa diliat pada foto berikut ini.
Scarlett Whitening Shower Scrub Coffee Edition memiliki beberapa manfaat, beberapa di antaranya: 

1. Membersihkan scrub dan kotoran yang menempel di tubuh
2. Butiran scrubnya sangat bagus untuk mengeksfoliasi sel-sel kulit yang sudah mati. 
3. Memberikan sensasi halus dan lembut pada kulit
4. Mencerahkan kulit tubuh
5. Memberikan dan menjaga kelembaban kulit

Impresi saya setelah menggunakan Scarlett Whitening Shower Scrub Coffee Edition selama 4 minggu, kulit saya lebih halus dan lembut, serta tingkat kecerahan kulit saya naik satu tone. Aroma kopinya tentu saya suka dan masih menempel di kulit meski sudah dibilas. 
Scarlett Whitening Body Lotion Jolly
Setelah melakukan body scrub, kemudian dibilas dengan body shower, kurang afdhol rasanya kalau tidak pakai lotion. Masih di serial Coffee Edition, body lotion yang aku pakai bernama Scarlett Whitening Body Lotion Joly. Body lotion berwarna peach ini memiliki dupe dari YSL Black Opium. Aroma ini sekilas mirip dengan wangi parfum mewah Yves Saint Laurent Black Opium. 

Kemasannya berupa botol dengan pump sehingga mempermudah saat ingin menuangkan ke tangan atau bagian tubuh lainnya. Terdapat penjepit di bagian pumpnya sehingga lotion tidak meluber kemana-mana. Satu botol ukurannya 300 ml, dikemas dengan plastik transaran sehingga kita bisa melihat isi di dalamnya. 

Saya cukup menggunakan beberapa olesan di kulit dan itu cukup jika digunakan secara merata. Sekali lagi aromanya unik. Saya belum pernah merasakan sensasi dan aroma ini sebelumnya, jadi ketika pertama kali saya menuang lotion ke tangan, saya dibikin jatuh cinta sama aromanya. 
Scarlett Body Lotion Jolly memiliki kandungan Glutathione yang bermanfaat menangkal radikal bebas dan meregerasi kulit. Jika digunakan secara teratur setiap hari, kulit berasa menjadi lebih lembut, cerah, dan lembab. Niaciamide dan Kojic Acid membantu menutrisi sekaligus mencerahkan kulit. Wanginya bagi nampol dan nempel cukup lama di kulit.

Impresi saya setelah memakai Scarlett Body Lotion Jolly selama 3 minggu, kulit jadi terasa segar, kenyal, fresh, dan tentu saja semerbak wangi sepanjang hari. Wanginya bikin rileks kalau di saya. Secara tekstur terbilang lembut, gak lengket, dan cepat meresap di kulit.

Untuk mendapatkan 3 varian dari Series Scarlett Perfect Coffee Edition kamu bisa kunjungi Official Store Scarlett di Shopee dan berikut ini:


Boleh juga intip official instagram di @scarlett_whitening.

Salah satu self reward terbaik bagi diri saya sendiri adalah memberikan produk perawatan kulit terbaik dan pilihan saya jatuh pada Scarlett. Kamu bisa juga menghadiahi diri sendiri dengan produk apapun sebagai bentuk self care dan self love. Yuk bisikan cara kamu melakukan self love dan self care. Self reward seperti apa yang ingin kamu hadiahi ke diri sendiri. 

Kamis, 18 November 2021

Biofuel Sebagai Bahan Bakar Nabati untuk Masa Depan

Saya pernah berada di suatu masa ketika di kosan kehabisan gas, saya dan teman kos memutari daerah sekitar Depok (Sleman) hanya untuk mencari gas. Ternyata kami tidak sendiri, tetangga kosan juga mengalami hal yang sama. Hasilnya, kami pulang ke kosan dengan tangan kosong karena stok gas di mana-mana sudah habis. Kami harus menunggu kira-kira seminggu lagi untuk mendapatkan pasokan tabung gas baru. Untuk beberapa hari ke depan, kami tidak memasak di kosan, tetapi ngulineran di Burjo atau warung makan sekitar. 

Kita ini sangat bergantung bahkan ketergantungan pada energi fosil yang tentunya persediaannya semakin lama semakin menipis. Eksplorasi sumur minyak baru masihlah terus digalakkan, pertanyaannya, apakah nantinya bakal mencukupi kebutuhan untuk sektor rumah tangga dan industri, sedangkan permintaannya sangat tinggi, tapi persediaan kian hari kian berkurang. 

Maka dari itu diperlukan penelitian dan eksplorasi lebih lanjut mengenai alternatif energi baru dan terbarukan untuk masa depan. Sebenarnya ada banyak sumber alternatif untuk energi terbarukan, semisal energi panas bumi, energi bayu, energi mikrohidro, dan lain sebagainya. Selain itu ada juga yang namanya bio energy yang berasal dari tumbuhan atau lebih dikenal dengan istilah biofuel. Biofuel ini bisa digunakan sebagai alternatif Bahan Bakar Nabati (BBN) yang ramah lingkungan.

Pada kesempatan kali ini saya berkesempatan belajar dan diskusi mengenai BIOFUEL yang bisa menjadi alternatif energi baru dan terbarukan pada "Online Gathering Mengenal Lebih Jauh Tentang Biofuel" yang diselenggarakan berkat kerjasama Blogger Perempuan x Madani Berkelanjutan x Traction Energy Asia.

Dalam online gathering tersebut, turut mengundang Ricky Amukti selaku Engagement Manager Traction Energy Asia dan juga Kukuh Sembodho selaku Program Assistan Biofuel Yayasan Madani Berkelanjutan.

Sebenarnya apa sih Biofuel itu? Secara sederhana biofuel diartikan sebagai bahan bakar yang komponennya berasal dari tumbuhan (bahan nabati). Nah, ada beberapa jenis dari biofuel yakni bioetanol, biogas, dan biodiesel.

Mari saya jelaskan satu per satu: 

A) Bioetanol merupakan sumber energi alternatif dari tanaman berpati, misal gandum dan jagung.

B) Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari fermentasi kotoran hewan

C) Biodiesel dapat dikatakan sebagai bahan bakar pengganti BBM yang tentunya berasal minyak nabati.

Ketergantungan pada energi fosil yang cepat habis tanpa mencari alternatif pengganti bisa berakibat fatal, risikonya akan terjadi krisis energi. Krisis energi tengah dihadapi China. Dikuti dari CNBC pada Oktober 2021 setidaknya ada 20 propinsi yang mengalami kekurangan pasokan listrik. Karena tiadanya listrik ini, para pekerja pabrik diminta naik tangga jika sebelumnya menggunakan elevator. Selain itu, terjadi pemadaman listrik selama berhari-hari. Perlu diketahui bahwasanya di sektor energi, China masih menggunakan batubara sebagai energi untuk menjalankan PLTA. Batu bara menyumbang 70% ketersediaan listrik di China. 

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia pun sama. Masih ketergantungan dengan bahan bakar dari energi kotor (batubara) untuk menghasilkan listrik di pelosok negeri. Maka dari itu, untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi, diperlukan sumber energi alternatif seperti biofuel di atas.

Saat ini sawit layak dijadikan sebagai bahan bakar nabati pengganti BBM. Disamping karena produksinya yang melimpah dan ketersediaan lahan yang luas untuk sawit. Adapun pengembangan dan eksplorasi sawit (CPO) sebagai biofuel menjadi prioritas pemerintah melalui program Mandatory Biodiesel 20% atau B20. Selain B20, ada juga B30, dan seterusnya. 

Indonesia sudah memulai kebijakan Bahan Bakar Nabati Nasional dimulai di tahun 2006 yang kemudian dibuat roadmapnya pada tahun 2008. Tahun 2016 dibuatlah dokumen NDC (Nationally Determined Contribution) pertama di Indonesia. Dokumen NDC ini menjelaskan komitmen dan aksi iklim sebuah negara yang dikomunikasikan kepada dunia melalui UNCFF (United Nations Framework Convention on Climate Change).

Selain sawit, ada alternatif bahan bakar nabati lainnya yang bisa dikembangkan di Indonesia seperti jarak, kelapa, bunga matahari, dan sebagainya. 

Satu hal lagi, ternyata MINYAK JELANTAH, alias minyak bekas pakai buat menggoreng yang warnanya sudah hitam tak keruan itu bisa lho dimanfaatkan sebagai bahan biodiesel. Minyak jelantah memiliki potensi dan tantangan tersendiri untuk dijadikan sebagai bahan bakar nabati. Daripada terbuang sia-sia, minyak jelantah ini jika diolah bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. 

Biodiesel dari limbah jelantah adalah produk yang dapat digunakan untuk mengurangi porsi solar dalam bahan bakar mesin diesel, baik dalam sektor industri maupun sektor transportasi. Dalam studi yang dilakukan International Council on Clean Transportation (ICCT) bersama Koaksi Indonesia bulan September 2018 menyebutkan bahwa potensi produksi biodiesel dari limbah jelantah dapat mencapai 2.36 juta KL atau sekitar 84 persen dari produksi biodiesel nasional saat ini. Sayangnya, angka ini masih menjadi potensi dan belum dieksplorasi karena belum adanya kebijakan pendukung yang memadai (sumber: Coaction Indonesia).

Minyak jelantah. Sumber : kompas.com

Berdasarkan infografis yang saya dapat dari online gathering, minyak jelantah jika dikumpulkan dari sektor rumah tangga memiliki kapasitas sebanyak 1,6 juta kiloliter. Tantangan yang dihadapi dalam upaya mencari sumber bahan bakar nabati yang berasal dari minyak jelantah ini yakni ketersediaan bahan baku. teknologi pengolahan, biaya, dan juga investasi. 

Kesimpulan, saya pikir ada banyak sekali potensi bahan bakar nabati di sekitar kita, entah dari sawit, minyak jelantah, jarak, dan sebagainya. Tinggal bagaimana kita mampu memanfaatkan peluang sekaligus mengatasi tantangan/hambatan dalam berinovasi menemukan bahan bakar nabati untuk masa depan Indonesia.