Minggu, 01 Desember 2019

Berkiprah Untuk Negeri, Begini Semarak Milad 25 Tahun BMT Beringharjo

Pelataran Monumen Serangan Umum Satu Maret pada tanggal 21 November penuh sesak, padat oleh pengunjung. Demikian pula titik Nol Kilometer Jogja. Tua, muda, laki-laki, perempuan, hadir di depan panggung yang menghadirkan lantunan musik tradisional, Gamelan Kiai Kanjeng dan sejumlah performer keren lainnya. Gamelan Kiai Kanjeng turut menyemarakkan perhelatan 25 Tahun BMT Beringharjo "Bersama Besarkan Manfaat." Helatan bersama Kiai Kanjeng ini dikemas dengan cara asyik sembari memperkenalkan BMT Beringharjo kepada masyarakat Jogja. Sebenarnya pada helatan tersebut turut mengundang Emha Ainun Nadjib atau kerap disapa Cak Nun. Tak lengkap Gamelan Kiai Kanjeng tanpa Cak Nun. Namun, Cak Nun berhalangan hadir dikarenakan sakit. Kita doakan semoga kondisi beliau cepat membaik.
Kelompok Musik Gamelan Kiai Kanjeng. Dokumentasi Pribadi
Kembali ke BMT Beringharjo. Barangkali ada yang belum tahu BMT Beringharjo? Saya sudah pernah mengulasnya di artikel berjudul "Koperasi Syariah Zaman Now BMT Beringharjo : Berkontribusi Membangun Negeri, Bertransformasi di Era Digital."  Dapat dikatakan BMT Beringharjo merupakan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS). Koperasi ini didirikan pada tahun 1994. Inisiator sekaligus pendirinya adalah Mursida Rambe, perempuan kelahiran Sumatera Utara 52 tahun silam. Sedikit cerita, selepas menyelesaikan diklat ekonomi syariah, Mursida Rambe mendapatkan pendanaan 1 juta rupiah dari Dompet Dhuafa untuk mendirikan sebuah entitas bisnis berbasis syariah bernama Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Beringharjo. Saat itu jumlah entitas bisnis berbasis syariah masih sedikit dan bisa dihitung dengan jari, tidak seperti di zaman sekarang. Berkat kerja keras Mursida bersama rekan serta berbagai pihak lain yang berkontribusi, BMT Beringharjo tumbuh menjadi Koperasi dengan aset di tahun 2019 mencapai 175 miliar rupiah dengan 18 kantor pelayanan (1 kantor pusat dan 17 kantor cabang), serta belasan ribu anggota.
25 Tahun BMT Beringharjo Berkiprah Untuk Negeri. Dokumentasi Pribadi
Sejumlah Mitra pemberdayaan BMT Beringharjo tampil di Atas Panggung. Dokumentasi Pribadi
Pada malam puncak Milad ke-25, BMT Beringharjo memberikan penghargaan Pelopor BMT 2019. Sejumlah mitra pemberdayaan sosial seperti Bering Tirta, Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM), Simbah Harjo, Kompak Harjo, Buruh Gendong Mengaji mendapatkan kesempatan untuk tampil di atas panggung. Ini sebagai wujud kiprah 25 tahun BMT Beringharjo untuk negeri.

1. Ikrar BINAR (Bina Mitra) BMT Beringharjo
Ikrar BINAR BMT Beringharjo. Dokumentasi pribadi.
Bagi kamu yang tertarik mengembangkan wirausaha/bisnis tapi terkendala permodalan, bolehlah bergabung di program BINAR CLUB BMT Beringharjo. Melalui program BINAR, kamu akan mendapatkan pembekalan ilmu dan pelatihan di dunia wirausaha mulai dari manajemen keuangan hingga accounting, penerapan TI dalam bisnis, spiritual training, serta sertifikasi dan kesempatan menjadi duta BMT Beringharjo seperti gambar di atas. Setiap tahun mitra binar yang menjadi duta diberi kesempatan untuk tampil di atas panggung seraya berikrar bersama.
Bina Mitra BMT Beringharjo. Dokumentasi pribadi
Binar, sebagai sebuah program yang mendampingi anggota dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas sesuai prinsip syariah ini memiliki tujuan mulia. Pertama, membentuk pengusaha berkarakter syariah. Kedua, meingkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai wirausaha berbasis prinsip-prinsip syariah. Ketiga, profesionalisme adalah poin penting dalam mengembangkan sebuah bisnis. Keempat, memperluas jaringan sekaligus meningkatkan omset.

Hingga saat ini, Program Binar sudah memiliki 136 alumni dari 8 angkatan. Mantap jiwa! Apakah kamu tertarik untuk bergabung di Binar Club?
Program Binar (Bina Mitra) BMT Beringharjo). Dokumentasi BMT Beringharjo.
2. Bering Tirta 
Perwakilan Penerima Manfaat Bering Tirta. Dokumentasi Pribadi
Program Bering Tirta bergerak untuk membantu kawasan/daerah yang mengalami krisis air bersih. Caranya yakni dengan membangun instalasi air bersih melalui pengeboran, pembuatan sistem daya tampung air, water meter untuk mengontrol penggunaan air, sistem distribusi air hingga sampai ke rumah warga. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari masyarakat setempat, akademisi/peneliti, sejumlah relawan, hingga donatur.
Bering Tirta. Dokumentasi BMT Beringharjo
Bering Tirta diresmikan pada tanggal 7 September 2019 oleh Bupati Gunungkidul. Tepatnya di Dusun Ngelorejo, Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Adapun kedalaman sumur bor yang berhasil dibuat yakni sedalam 110 meter yang airnya siap didistribusikan kepada 77 kepala keluarga.

3. Komunitas KOMPAK HARJO
3 Perwakilan Komunitas Kompak Harjo (berbaju cokelat). Dokumentasi Pribadi
Tahukah kamu, ternyata di Jogja ada paguyuban-paguyuban tukang becak lho. Mereka memiliki komunitasnya sendiri-sendiri. Nah, Kompak Harjo merupakan komunitas binaan BMT Beringharjo yang terdiri gabungan beberapa paguyuban tukang becak di jalan Pabringan Beringharjo. Paguyuban-paguyuban yang tergabung di Kompak Harjo di antaranya : Eka Karya Boga, Handayani, PERKIPAS, Sedyo Rukun, Sekar Abadi, PEPADI, ARUM, PP3R, Tri Karya, Tri Manunggal, Pojok Pasar Timur. Awal terbentuknya komunitas ini bermula pada saat bapak-bapak becak anggota melakukan silaturahmi ke kantor BMT Beringharjo dan meminta BMT untuk memfasilitasi acara pengajian Oh ya, komunitas ini sudah terbangun selama 9 tahun lho, terhitung sejak 14 Mei 2011.
Kompak Harjo. Dokumentasi BMT Beringjaro
Kegiatan-kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh komunitas ini yakni pengajian umum sebulan sekali pada pekan pertama di Hari Jumat, belajar mengaji Iqro Kibar di Aula Masjid Muttaqien Beringharjo (3 pekan sekali setiap bulan), kegiatan bersih masjid selepas Hari Raya Idul Adha, dan kegiatan outbond untuk mengikat tali silaturahmi yang diselenggarakan setahun sekali. Adapun jumlah anggota yang turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas ini mencapai 60 orang.

4. Program Simbah Harjo.
Angkringan Simbah Harjo. Dokumentasi BMT Beringharjo
Pak Heru, Pemilik Angkringan Simbah Harjo, Mr Heru. Dokumentasi Pribadi
Kalau kamu berkunjung atau bahkan tinggal di Jogja, pasti tak asing dengan yang namanya angkringan bukan? Ingat Jogja, pasti juga ingat angkringan dong. Usaha minimalis dengan lampu temaram yang biasanya menjajakan aneka nasi kucing dengan aneka lauk pauk dan minuman yang harganya dijamin murah meriah. Nah, BMT Beringharjo mempunya program pemberdayaan dhuafa agar mampu berdikari secara ekonomi melalui Angkringan Simbah Harjo. Kini, usaha Angkringan Simbah Harjo sudah ada mencapai 200 unit yang tersebar tidak hanya di Jogja, tetapi juga ada di beberapa kota besar lainnya.

5. Program Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM)
SIM atau Sahabat Ikhtiar Mandiri adalah program pemberdayaan ekonomi produktif untuk kaum dhuafa yang sudah memiliki usaha tetapi kekurangan modal. Adapun akad Qord (Akad Kebajikan) adalah akad yang dijadikan kesepakan antara BMT Beringharjo dan para penerima manfaat (modal). Hingga saat ini ada 174 penerima manfaat dari Akad Qord ini.
Bering Farm, Bagian dari Program Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM). Dokumentasi BMT Beringharjo
Contoh kegiatan SIM yang sudah dilaksanakan yakni pemberdayaan petani dan peternak di Dusun Duren Sawit, Kulonprogo dengan pemberian hewan ternak untuk dikembangbiakkan. Melalui hal ini warga di dusun tersebut mampu menghasilkan uang tambahan dari usaha beternak.

6. Buruh Gendong Mengaji

Program ini dikhususkan perempuan yang bekerja sebagai buruh jasa gendong di Pasar Beringharjo dengan pendampingan secara spiritual yakni mengaji Iqro Kibar setiap Hari Jumat. Pada awalnya komunitas ini memiliki anggota berjumlah 20 orang, kini jumlahnya bertambah menjadi 60 orang.
Buruh Gendong Mengaji. Dokumentasi BMT Beringharjo
Buruh Gendong Mengaji. Dokumentasi BMT Beringharjo
7. Penghargaan Pelopor BMT 2019
Mursida Rambe (Tengah) dan 5 Penerima Penghargaan Pelopor BMT. Dokumentasi Pribadi
Penghargaan Pelopor BMT Beringharjo kali ini diberikan kepada 5 orang dengan 5 kategori. Penghargaan ini langsung diberikan oleh ketua BMT Beringharjo, Mursida Rambe. Lima kategori Penghargaan Pelopor BMT Beringharjo yaitu : Insan Pelopor Syariah, Insan Pelopor Spiritual, Insan Pelopor Sosial, Insan Pelopor Loyalti, dan Insan Pelopor Pemberdayaan.
Rahayu Ningsih, Penerima Insan Pelopor Syariah. Dokumentasi Pribadi
Rahayu Ningsih, perempuan asal Caruban yang memiliki bisnis konveksi di atas mendapatkan penghargaan sebagai Insan Pelopor Syariah. Selain berkomitmen terhadap keuangan syariah, perempuan yang mengenakan jilbab merah muda tersebut berkontribusi aktif dalam merekomendasikan BMT Beringharjo kepada orang-orang di sekitarnya untuk bergabung.

Selain Rahayu Ningsih, ada juga pengayuh becak bernama Darsono yang mendapatkan penghargaan sebagai Insan Pelopor Spiritual. Di sela-sela kesibukannya sebagai pengayuh becak, beliau menyempatkan diri menghafal Quran dan berharap hafal hingga Juz 30. Adapun Insan Pelopor Sosial diraih oleh Sri Maryati karena kontribusi positif beliau pada program-program pemberdayaan sosial yang bersinergi dengan BMT Beringharjo. Adapun wujud semangat sosial tersebut Sri Maryati buktikan dengan memberikan  dua unit mobil untuk kebutuhan panti asuhan dan pesantren. Hingga kini, Sri Maryati selalu aktif dan mendukung program-program sosial dan pemberdayaan BMT Beringharjo.

Berikutnya penerima penghargaan Pelopor Insan Pemberdayaan diraih oleh Hj. Marutin. Hajah Marutin, pengusaha asal Jawa Timur ini pada awal usahanya menjajakan kerupuk dari kampung ke kampung dan juga berjualan minyak tanah. Kini, Hajah Marutin sudah mampu memberdayakan para ibu rumah tangga dan pemuda di lingkungannya agar mampu mendapatkan pundi-pundi penghasilan. Hajah Marutin juga memberikan space khusus di salah satu sudut rumahnya untuk mendirikan usaha Angkringan Simbah Harjo tanpa biaya sewa. Berkat pemberdayaan di sektor ekonomi inilah Hajah Marutin diganjar penghargaan Pelopor Insan Pemberdayaan oleh BMT Beringharjo. Selamat ya Hajah Marutin!

Terakhir, Penghargaan Insan Pelopor Loyalti diraih oleh pengusaha batik di Malioboro, Hj. Tentrem. Hajah Tentrem adalah figur yang selalu mendukung BMT Beringharjo. Bahkan saat awal pendiriannya kantor cabang Malioboro, beliau menyambut dengan baik, bergabung menjadi anggota, serta berkomitmen dan loyal kepada BMT Beringharjo (tidak berpindah ke lembaga keuangan lain). Komitmen dan loyalitas ini pun menurun hingga ke anaknya. Baik Hajah tentrem maupun anaknya telah memanfaatkan fasilitas (simpanan dan pembiayaan) dari BMT Beringharjo.

Penghargaan khusus. Selain 5 penghargaan di atas, BMT Beringharjo memberikan penghargaan untuk anggota Binar terbaik 2019. Penerima penghargaan khusus ini yakni Rahmi Wijayanti. Rahmi memiliki memori khusus dengan kacang bawang, sebab usaha kacang bawang yang dirintis orangtuanya telah mengantarkan Rahmi dan 4 orang saudaranya menyelesaikan studi hingga perguruan tinggi. Usaha kacang bawang itu masih berjalan hingga sekarang. Selain kacang bawang, Rahmi berbisnis camilan ringan untuk sekolah, konveksi, serta ental mobil.

Demikian semarak milad 25 tahun BMT Beringharjo serta bagaimana BMT merangkul dan memberikan apresiasi kepada mitra, anggota, dan komunitas yang diberdayakannya. Semoga bermanfaat ya.

Sampai jumpa!

Jumat, 15 November 2019

Ini yang Saya Lakukan Agar Tubuh Sehat dan Fit Selama Musim Penghujan

Beberapa waktu yang lalu hujan mulai mengguyur Kota Pelajar, Yogyakarta. Tidak intens sih, Kadang deras banget malam-malam. Kadang cuma rintik sekejap. Kadang terlihat mendung dari kejauhan, tapi tak ada guyuran jarum langit yang menetes ke bumi. Itu tandanya kita sudah mendekati musim penghujan. 

Di musim penghujan tubuh mudah sekali terkena penyakit. Biasanya flu atau masuk angin. Flu atau influenza, flu ini disebabkan oleh virus. Ciri-ciri kamu terkena flu adalah demam tinggi (Bahasa Jawa : meriang), hidung tersumbat atau pilek, dan kepala terasa pening. Kan enggak enak tuh kerjaan kantor atau tugas kuliah numpuk, eh tapi badan enggak fit karena terkena flu. Selain flu, juga sering terkena masuk angin. Apalagi kalau hujan terus menerus dan cuaca sedang dingin-dinginya. Sudah hanya bisa terkapar di balik selimut. 

Kenapa sih penyakit cepat banget menyerang di musim penghujan gaes? Perlu kamu tahu bahwasanya pada saat cuaca buruk atau suhu dingin, penyakit yang disebabkan oleh virus mudah sekali menyebar. Apalagi kalau imunitas tubuhmu rendah. Yo wes bablas

Maka dari itu gaes, penting banget bagi kita untuk tetap sehat dan fit menjelang musim penghujan. Supaya tetap aktif dan produktif. Kata pepatah, lebih baik mencegah kan daripada mengobati. Langkah-langkah berikut barangkali bisa kamu terapkan dalam keseharian menjelang atau selama musim penghujan.

1. Jaga Kesehatan Tubuh Melalui Pola Makan yang Baik.

Ini penting banget gaes. Tubuhmu berhak mendapatkan asupan gizi melalui makanan dan pola makan yang baik. Pemenuhan gizi yang bagus membuat imunitas tubuh menjadi lebih baik. Lebih fit dan berenergi tentunya. Tapi...tapi kadang kalau hujan turun deras banget jadi males keluar beli makanan. Apalagi anak kos seperti saya. Kalau itu 10 tahun yang lalu, kala dingin dan kelaparan, aku cukup ambil mie instan. Selesai. Beres. Itu dulu jaman old. Sekarang kita bisa memesan makanan sehat dan bergizi baik melalui layanan pesan makanan berbasis aplikasi. Pengen makan tapi hujan deras bukan menjadi masalah. Intinya, seperti apapun kondisinya tetap jaga pola makan dan pemenuhan gizi seimbang ya gaes. 
Ilustrasi menu makanan sehat. Dokumentasi pribadi
2. Jaga Kebersihan Kamar.

Ini nih kadang menjadi PR anak kos seperti saya. Saya selalu punya 1000 alasan malas membersihkan kamar, dan memilih mendekap di balik selimut. Di luar hujan deras, cuaca dingin, baju kotor numpuk, piring dan gelas belum dicuci, DUARRR! Pengennya kekepin selimut terus. Kebiasaan buruk kayak gini nih yang sering bikin penyakit. Padahal di musim penghujan kebersihan ruangan atau tempat kita tinggal emang kudu dijaga. Ruangan bersih, sirkulasi udara bagus, membuat tubuh nyaman dan rileks. Kondisi ini berpengaruh pada kondisi psikologis dan imunitas. Maka dari itu penting banget menjaga kebersihan kamar selama musim penghujan agar terbebas dari penyakit. 

3. Istirahat yang Cukup

Di kala tubuhmu sudah lelah dan tidak sanggup melakukan aktivitas, ya jangan dipaksakan. Rehat dulu barang sejenak. Gaes, istirahat yang cukup perlu banget lho untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat dan produktif. Kalau capek, rehat, kalau ngantuk ya tidur. Jangan biasakan lembur atau melakukan aktivitas yang tidak perlu, mantengin medsos misalnya. Luangkan waktu tidur kurang lebih 7-9 jam dalam sehari, biar pertahanan tubuhmu menjadi baik.

4. Memakai Masker Ketika Keluar Rumah.

Meskipun kondisi tubuh kamu dalam keadaan fit, ada baiknya kamu memakai masker jika keluar ruangan. Udara di musim penghujan menjadi lembab dan virus mudah sekali menyebar. Ini untuk antisipasi saja sih supaya kamu tidak tertular virus. Kalau tidak mau pakai masker ya tidak apa-apa. Memakai masker hukumnya wajib, kala kamu sedang deman dan terserang flu. Apalagi ketika kamu berada di area publik dan berinteraksi dengan sesama. Paling enggak kamu berusaha untuk mencegah agar virus ini tidak menular ke temanmu. Sementara temanmu menjadi mafhum bahwa kamu sedang dalam kondisi tidak sehat. 

5. Menjaga Kesehatan Tubuh dengan Mengonsumsi Cairan yang Cukup

Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas cairan. Cairan tersebut tersimpan dalam massa otot atau daging, juga tulang. Kandungan air dalam tubuh manusia sekitar 60-70%. Maka dari itu mengonsumsi air sekitar 8 gelas atau 1,5 liter per hari sangat dianjurkan.

Ketika musim penghujan tiba, saya tak hanya butuh konsumsi air saja, tetapi wedang yang yang menghangatkan badan. Apalagi pas terkena demam. Sedikit cerita, waktu saya kecil, kala saya demam, saya diberi wedang jahe supaya tubuh tetap hangat. Selain wedang jahe, saya itu doyan banget jahe susu dan wedang ronde. Tiga minuman hangat itu rasanya nampol banget kala cuaca dingin atau sedang musim penghujan. Namun sekarang ini saya jarang banget menemui penjual wedang ronde atau jahe susu keliling. Mungkin di desa-desa masih ada, tetapi jumlahnya sedikit. Kala saya demam, yang saya rindukan pasti kehangatan jahe. Saya musti cari di mana? Kalaupun ada tempatnya jauh, pesen via aplikasi digital dateng-dateng udah dingin. Yah malesss.

Pernah saat hujan turun dengan derasnya, dan suara petir menggelegar, tiba-tiba menguar aroma jahe. Kuat sekali dan harum. Ternyata teman kosan sedang bikin wedang jahe. Saat saya minta, teman saya menawarkan Herbadrink. Wah baru tahu Herbadrink punya varian jahe. Setahu saya cuma ada varian kunyit asam, temulawak, dan kencur. Saya pun mencoba menyeduh Herbadrink jahe yang diberi teman saya. Ternyata rasanya enak dan menghangatkan tenggorokan. Teman saya bilang bahwa Herbadrink enggak hanya rasa kunyit asam, temulawak, dan kencur. Tetapi ada juga rasa Herbadrink kunyit asam sirih, wedang uwuh, dan chrysantemum. Saya manggut-manggut mendengar penjelasan teman saya. 

Herbadrink merupakan minuman herbal alami yang dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia dan diproses melalui teknologi modern, gaes. Kenapa sih ada varian jahe? Jahe, rempah satu ini banyak kita temui di makanan dan minuman khas Indonesia. Khasiatnya apalagi kalau bukan menghangatkan tubuh di kala terpapar masuk angin, demam, atau flu. Jahe juga memiliki manfaat seperti menurunkan tekanan darah, mencegah mual, membuat lambung berasa nyaman, mengobati rematik dan segudang manfaat lainnya. 
Komposisi Herbadrink Jahe. Dokumentasi pribadi
Kebaikan alami jahe kini dikemas dalam ramuan herbal Herbadrink yang praktis dan tinggal seduh dengan air panas. Satu sachet Herbadrink Jahe mengandung ekstrak jahe 9,5 gram, gula, dan bahan-bahan lainnya sebesar 22 gram. Cara membuatnya gampang banget. Kamu sediakan gelas, masukkan satu sachet Herbadrink Jahe ke dalam gelas tersebut, seduh dengan air panas. Herbadrink pun siap untuk dikonsumsi. 
Herbadrink Sari Jahe dalam botol air minum. Dokumentasi pribadi
Minuman Herbadrink jahe bisa dibawa beraktivitas di mana pun dan kapanpun. Cukup tuangkan ke dalam botol minum yang biasa kamu bawa. Tubuh sehat dan fit setiap hari dengan Herbadrink jahe. Gimana gaes, dicoba yuks!
Herbadrink Sari Jahe. Dokumentasi pribadi
Segelas Herbadrink Sari Jahe. Dokumentasi pribadi
Saya mau menambahkan sedikit, FYI Herbadrink ini memiliki beberapa varian sugar free seperti lidah buaya sugar free, sari jahe sugar free, temulawak sugar free, dan crysanthemum sugar free. Keempat varian ini sangat cocok bagi kamu yang sedang diet menjauhi konsumsi gula berlebih. Emang varian Herbadrink ini cukup banyak ya kalau dipikir-pikir. Tinggal kamu pilih aja yang paling sesuai untukmu. Btw kalau saya sih, Herbadrink Sari Jahe ini. Kalau kamu?

Demikian cara saya agar tetap sehat dan fit  menjelang atau bahkan selama musim penghujan. Share dong pengalaman kamu mengenai bagaimana  cara kamu menjaga tubuh agar sehat dan fit di kolom komentar :)

Selamat beraktivitas!

Kamis, 31 Oktober 2019

QulQas Edisi Yogyakarta : Memberdayakan UMKM dan Memberi Peluang Ekonomi yang Sama Melalui Teknologi Digital

Sewaktu saya masih duduk di bangku SMA, saya sering mampir ke warung tetangga buat beli peralatan tulis atau kebutuhan pokok. Warungnya tidak jauh dari rumah saya. Sang pemilik warung, Mbak Mun, mencatat apa yang saya beli di buku kecilnya. Saat itu pencatatan barang masuk dan barang keluar masih dilakukan secara manual. Untuk ukuran warung kelontong yang kecil memang sedikit ribet. Apalagi untuk mencatat hutang dan piutang, bukunya lain lagi. Itu 9 tahun lalu ya pemirsa, sebelum digitalisasi mengubah segalanya.

Sekarang kita sudah memasuki industri 4.0, mau tidak mau semua kudu mengikuti perkembangan zaman. Termasuk pula UMKM. Menurut Kementerian Perindustrian, pendapatan UMKM naik 7 kali lipat berkat transaksi online. Kemudahan berbisnis online membuat pelaku usaha bermain di kanal digital. Selain itu, banyak pelaku usaha memanfaatkan media sosial, youtube, website, dan sebagainya untuk memasarkan produknya. See, digital semakin memudahkan para pelaku usaha dalam berbisnis  dan mendapatkan cuan.
Di era digital seperti sekarang ini, pemilik toko kelontong seperti Mbak Mun sudah selayaknya mendapatkan kemudahan dalam mencatat printilan transaksi, stok barang, laporan keuangan dan lain sebagainya. Nah, aplikasi QASIR hadir untuk membantu mencatat pembelian, penjualan, persediaan barang, hingga laporan transaksi, semua bisa dilakukan secara online maupun offline sehingga membantu banyak pelaku usaha. QASIR memiliki visi tidak hanya menciptakan sistem tetapi juga ekosistem terintegrasi secara digital sehingga mampu memberdayakan UMKM sekaligus memberi peluang ekonomi yang sama dalam mengembangkan bisnis. Untuk jenis usaha bertipe Fast Moving Consumer Goods (FMCG) seperti milik Mbak Mun, QASIR memudahkan pelaku usaha memesan barang grosir tanpa dikenakan ongkos kirim ke alamat pemesan. Ada sejumlah agen yang telah bekerjasama dengan QASIR dalam menyediakan kebutuhan pelanggan dan memelihara ekosistem bisnis agar terus berkelanjutan.

Pasti ada yang bertanya-tanya. Apakah aplikasi ini berbayar dan disediakan free trial 30 hari? Tidak. Aplikasi ini GRATIS gaes untuk pelaku wirausaha/UMKM. Aplikasi QASIR tersedia versi web dan mobile apps. Nah versi mobile apps bisa diunduh di Play Store. Untuk memudahkan transaksi QASIR mendukung penggunaan smartphone berbasis android, bluetooth printer, dan bluetooth barcode scanner. Aplikasi ini bisa tetap berjalan meskipun kondisi sedang offline. Ketika sudah terhubung dengan jaringan internet, maka rekap transaksi dan laporan keuangan sudah bisa dilakukan. Untuk mendukung cashless society, QASIR membangun kerjasama dengan penyedia sistem pembayaran digital seperti GOPAY, OVO, LINKAJA, DANA, dan sejenis itu.

Awalnya nama aplikasi ini bukanlah QASIR, tetapi ETALASTIC (tahun 2016). Akan tetapi nama etalastic begitu sulit dicerna karena terlalu panjang. Oleh karena itu, butuh nama yang ringkas sekaligus mudah diingat semua orang. Maka terciptalah nama QASIR. Jumlah karyawan QASIR pada tahun 2017 adalah 8 orang, lalu bertambah menjadi 15 orang. Pada tahun 2019 QASIR membuka jaringan/kantor cabng di 5 kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Denpasar. Adapun jumlah karyawan saat ini sudah mencapai 180 orang.

CEO QASIR, Michael Williem mengatakan, "Kami melihat dorongan masyarakat untuk berwirausaha semakin besar dan dampak yang dihasilkan sangat luas. Maka kami ingin berkontribusi memperkuat UKM di Indonesia dengan memberikan solusi yang signifikan bagi keseharian usaha hingga berdampak positif secara jangka panjang. Dengan aplikasi Point of Sales yang kami beri nama Qasir, kami menekankan proses transaksi, pembayaran dan supply chain automation dengan mendigitalisasi data pilihan produk dagangan dan mengintegrasikannya langsung dengan pencatatan akuntansi sehingga mempercepat proses perhitungan akhir. Proses ini akan menjadi data untuk mengetahui merchant mana yang membutuhkan suntikan dana. Mengingat 90% pengguna kasir tidak memiliki akun rekening bank.”

Pada QULQAS (Qumpul QASIR) Edisi Yogyakarta, QASIR mengadakan workshop bertajuk “Empowering Equal Economic Opportunities for SMEs through Technology” (memberdayakan peluang ekonomi yang sama untuk UMKM melalui teknologi) pada tanggal 26 Oktober 2019 bertempat di Jogja Paradise. Workshop ini sangat cocok untuk pelaku wirausaha/UMKM juga mahasisw yang berminat mengembangkan usaha. Pada kesempatan ini, QASIR mengundang beberapa pembicara kece dari startup seperti Tokopedia dan TaniHub, serta perusahaan game, Gameloft.
Kanan, Putra Dia (Country HR Manager, Gameloft Indonesia). Dokumentsi pribadi
Pada sesi pertama, QASIR menghadirkan Putra Dia (Country HR Manager, Gameloft Indonesia). Putra Dia berbagi pengalaman mengenai Talent War di industri IT seperti apa. Putra Dia berkisah bahwasanya par milenial pada awal-awal membangun karir kerapkali keluar masuk di suatu industri dan mudah sekali resign. Padahal terkadang pengalaman masih belum seberapa. Apalagi para digital talent dengan skill yang mumpuni di industrinya kerap diperebutkan oleh perusahaan-perusahan top sehingga timbul talent war. Ini terkadang menyebabkan sebuah industri kekurangan SDM  berlatenta. Oleh karena itu, sudah selayaknya manajemen perusahaan mengelola SDM/talent dengan menerapkan ilmu parenting, ngemongi istilah jawanya, sehingga orang-orang berkualitas ini menjadi betah dan produktif di perusahaan.
Narasumber dari Tokopedia. Dokumentasi pribadi
Sesi selanjutnya, QASIR menghadirkan 2 pembicara dari Tokopedia. Pembicara pertama yakni Bayu Santoso selaku Lead Product Manager dan Raymod F. Sabandar sebagai engineering Manager Tokopedia. Pada sesi ini, Raymod mengulas "Marketing Funner, Bagaimana Teknologi memberikan solusi." Apalagi sejalan dengan misi Tokopedia yang hadir untuk memberikan pemerataan ekonomi melalui teknologi digital. Di sini Bayu menjelaskan bagaimana bisnis dalam memgembangkan produk hingga memcari kanal pemasaran yang tepat dalam bentuk marketplace. Dulu orang takut berbelanja online karena tidak menjamin barang yang dipesan akan datang sesuai pesanan. Kini markletplace seperti tokopedia hadir dan memberikan solusi melalui rekening bersama. Trust, itulah yang diberikan Tokopedia selaku marketplace yang menghubungkan pembeli dan pelapak digital. 

Jika Bayu mengulas marketing funnel, Raymod berbicara mengenai CRM. Apa itu CRM? CRM singkatan dari Customer Relationship Management, sebuah strategi bisnis untuk mengelola interaksi dengan pelanggan sehingga memungkinkan bisnis tetap berkelanjutan. Di sini, Tokopedia menerapkan Customer Lifetime Value sebagai bentuk investasi jangka panjang di bidang relationship. Hal-hal yang dilakukan yakni dengan melakukan kalkulasi dan pendataan mengenai health relationship dengan pelanggan. 
Kanan, Agatha Elita (Offline Commerce Manager, East Region). Dokumentasi pribadi.
Sesi yang terakhir ini, QASIR menghadirkan narasumber dari TaniHub, aplikasi e-commerce yang menghungkan petani dengan pembeli. Agatha Elita selaku Offline Commerce Manager menjelaskan apa itu TaniHub dan apa mimpi TaniHub untuk masa depan pertanian Indonesia. Misi TaniHub sangat sederhana, yakni Memberdayakan petani lokal dengan menyediakan akses pasar dan akses keuangan. Melalui TaniHub, para petani lokal dapat menjual hasil panen mereka kepada para individu maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah. TaniHub berawal dari sebuah mimpi bahwa suatu hari, para petani di Indonesia dapat menikmati hasil yang adil untuk segala kerja keras mereka di ladang, sementara setiap rumah tangga dapat menikmati produk pertanian lokal dengan harga terjangkau. Kurang lebih seperti itu. 

Demikian ulasan singkat dari workshop bertajuk “Empowering Equal Economic Opportunities for SMEs through Technology” yang diadakan oleh QASIR. Maju terus dunia wirausaha Indonesia, bertumbuhlah, teruslah berdaya sehingga mampu menciptakan kesempatan ekonomi yang sama dalam mengembangkan bisnis di era digital.

Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

Minggu, 20 Oktober 2019

Koperasi Syariah Zaman Now BMT Beringharjo : Berkontribusi Membangun Negeri, Bertransformasi di Era Digital

Lelaki berusia 49 tahun itu termenung sesaat, menarik napas dalam-dalam sebelum memberikan pidato menyambut Hari Koperasi yang mengudara di radio pada Bulan Juni 1951. Indonesia butuh gerakan dan organisasi ekonomi yang memberdayakan masyarakat di tengah pusaran arus kapitalisme Hindia Belanda. Tatkala itu Indonesia baru merdeka beberapa tahun, Indonesia butuh berdaulat secara ekonomi. Hatinya semakin berdesir. Visi ini yang membuatnya selalu membara ketika menyampaikan gagasan dan pandangan mengenai gerakan ekonomi kerakyatan bernama koperasi. Di berbagai kesempatan, di kampus-kampus kala itu, di mana pun ia berada, gaung suaranya terus menggema. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 17 juli 1953, Kongres Koperasi Indonesia kedua di Bandung mendaulat lelaki berusia lebih dari separuh abad tersebut sebagai Bapak Koperasi Indonesia. lelaki itu adalah Mohammad Hatta.

Syahdan, jauh sebelum itu, gagasan mengenai koperasi sudah berkumandang. Adalah Raden Aria Wiraatmadja, seorang patih dari bumi Purwokerto yang pada tanggal 16 Desember 1895 mendirikan Hulp en Spaarbank-sejenis lembaga pemberi pinjaman (kredit) kepada yang membutuhkan. Kala itu, pegawai negeri yang bekerja pada pemerintah Hindia Belanda tercekik bunga tinggi akibat meminjam uang lintah darat. Tak hanya pegawai pemerintah, petani mengalami nasib yang sama, mendapat tekanan akibat praktik ijon yang menggurita. Selain Hulp en Spaarbank, Wiraatmadja menginisiasi Koperasi Kredit Padi dengan cara menjadikan lumbung-lumbung padi yang ada di pedesaan sebagai gudang penyimpan hasil panen sekaligus pemberi pinjaman padi ketika musim paceklik menyerang, dan tentu saja sebagai solusi atas praktik ijon.

Puluhan tahun setelah Kongres di Bandung tersebut, gerakan berbasis ekonomi kerakyatan bernama koperasi kian berkembang. Koperasi, model bisnis satu ini sudah seharusnya pro perubahan, selalu berinovasi, adaptif terhadap tren untuk menjawab tantangan zaman kini dan nanti. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, di mana informasi kian terbuka dan mudah terbaca oleh generasi milenial di mesin pencari.
Dalam rentang tahun 2014 hingga 2018, koperasi mulai menunjukkan performanya. Hal tersebut bisa ditilik dari meningkatnya PDB koperasi terhadap PDB nasional. Persentasenya menanjak dari 1,71%  (2014) menjadi 5,1% (2018). Kini, terdapat kurang lebih 126.000 koperasi berorientasi pada kualitas. Rata-rata koperasi terebut sudah menerapkan online system.

Koperasi zaman now kian berbenah, semakin dinamis, semakin terdigitalisasi dengan mengadopsi Teknologi Informasi (TI) baik untuk sistem, manajemen, maupun pelayanan para anggotanya. Di awal perkembangannya dengan jumlah anggota yang sedikit, masih memungkinkan koperasi menggunakan cara kerja manual, misal pencatatan pinjaman dengan buku dan kertas. Di era industri 4.0, cara kerja tradisional semakin ditinggalkan. Apalagi jika anggota koperasi sudah mencapai puluhan ribu dan tersebar di berbagai daerah di tanah air.

Arus digitalisasi membuat koperasi kian bergerak seiring seirama dengan perkembangan Internet of Things (IoT), Artificial Intellegence (AI), FinTech (Financial Technology), dan sejenisnya. Dengan kata lain, reposisi koperasi di era digital menjadi sebuah keniscayaan. Reposisi ini membuat koperasi bertransformasi menanggalkan tradisi-tradisi masa lalu dan cara kerja lama yang sudah old fashioned, berubah menjadi koperasi berformat digital dan berbasis ekonomi kolaboratif. Yang dibutuhkan tidak hanya kerjasama, tetapi juga kolaborasi. Sinergi antara koperasi, para anggotanya, UMKM ataupun pihak-pihak lain yang berkontribusi.

Menjawab tantangan zaman, Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Beringharjo tumbuh menjadi koperasi yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Koperasi syariah zaman now ini memiliki program sosial dan pemberdayaan usaha mikro seperti Angkringan Simbah Harjo. Selain itu, BMT Beringharjo telah mengembangkan aplikasi digital berbasis android yang bisa diunduh di Google Play. Mantap betul! Adakah inspirasi yang bisa kita petik dari koperasi satu ini?
KSPPS BMT Beringharjo. Dokumentasi pribadi.
Masih terngiang dengan jelas di benak perempuan kelahiran Sumatera Utara, Mursida Rambe, bagaimana rentenir menjerat dan menyita rumah milik teman pengajian ibunya, Bik Senin. Kala itu Bik Senin meminjam uang untuk modal usaha senilai seratus ribu rupiah, tetapi berujung eksekusi rumah. Model bunga majemuk (compound interest) dengan rentang 10%-30% inilah yang menjerat Bik Senin. Bik Senin hanyalah pedagang kecil di suatu pasar tradisional yang sehari-hari berjualan ubi kayu, daun pisang, gori, dan sejenisnya. Bik Senin tak mampu membayar bunga itu, rumah pun disita.

Ada rasa ngilu yang menyeruak menyaksikan eksekusi rumah tersebut. Memori masa kecil inilah yang membuat Mursida Rambe semakin peka terhadap nasib kaum pinggiran. Memori ini pula yang kelak menggerakkan Mursida Rambe mendirikan lembaga yang memberdayakan kaum dhuafa agar lepas dari riba dan jerat rentenir. Memori pilu itu membuat perempuan berusia  52 tahun tersebut menjadi social entrepreneur dan menggawangi entitas bisnis berupa koperasi (syariah) dengan aset mencapai 175 miliar rupiah, BMT Beringharjo.
Yups, mimpi kecil Mursida adalah agar kaum dhuafa, pedagang cilik, buruh gendong, dan sejenisnya terbebas dari riba serta berdaya secara ekonomi. Di tahun 1994, selepas menyelesaikan diklat ekonomi syariah, Mursida mendapat modal dana sebesar 1 juta dari Dompet Dhuafa guna mengembangkan BMT Beringharjo. Beringharjo sendiri diambil dari nama tempat jejualan yang berlokasi di daerah Malioboro, Pasar Beringharjo. Mursida meyakini bahwa prinsip-prinsip syariah mampu menawarkan solusi atas praktik rente yang menjerat kaum ekonomi menengah ke bawah serta merangkul segmen mikro/UMKM.
Menyapa pedagang pasar yang menjadi anggota BMT Beringharjo. Dokumentasi BMT Beringharjo
BMT Beringharjo membina UMKM Lebih dari Seratus Angkringan Simbah Harjo. Dokumentasi BMT Beringharjo
Angkringan Simbah Harjo Mr. Heru. Dokumentasi pribadi
Hingga saat ini usaha Angkringan Simbah Harjo masihlah produktif. Selain memberdayakan lebih dari seratus angkringan, BMT Beringharjo juga mempunyai sejumlah program pemberdayaan lain. Beberapa di antaranya yakni Bering Sehat, Bering Tirta, pemberdayaan dhuafa melalui SIM (Sahabat Ikhtiar Mandiri), Parsel Dhuafa, pendampingan komunitas becak Beringharjo (Kompak Harjo), hingga pendampingan spiritual (mengaji) untuk buruh gendong.
Terhitung hingga kini, sudah 25 tahun BMT Beringharjo berkiprah dan berkontribusi untuk negeri. Lebih dari itu, BMT Beringharjo terus berbenah. Semakin inovatif dan bertransformasi di era digital. Apalagi jumlah anggota BMT Beringharjo sudah mencapai 12 ribu orang yang tersebar di 17 kantor cabang berbeda. Di usianya yang sudah seperempat abad, BMT Beringharjo dinilai perlu mengembangkan platform yang mendukung kemudahan transaksi nontunai para anggotanya. Selain menyediakan website yang informatif, BMT Beringharjo di Bulan November ini akan meluncurkan aplikasi berbasis android bernama KOCEQU.
Aplikasi KOCEQU. Dokumentasi pribadi
Wah mantap! Koperasi zaman now berkembang luar biasa hebat. Bung Hatta dan Aria Wiryaatmadja pasti bangga. Koperasi menunjukkan kinerja yang bagus serta adaptif terhadap perubahan. Berkontribusi membangun negeri, bertransformasi di era digital. Semoga Menginspirasi!


Rabu, 25 September 2019

Mengabdi Cegah Korupsi : Begini Aksi Milenial Mendukung KPK Cegah Perilaku Koruptif

Saya sangat mengaguminya, di masa beliau menjabat, para atlet diapresiasi dan dibayar mahal atas prestasinya. Demikian pula atlet-atlet penyandang disabilitas yang berlaga di ajang bergengsi Asian Para Games. Peraih medali emas Asian Games saja mendapat bonus sebesar 1,5 miliar rupiah, ditransfer langsung ke rekening tabungan pribadi. Belum atlet-atlet di ajang kejuaraan olahraga lainnya. Inilah bentuk kepedulian pemerintah terhadap para atlet. Selain itu, kebijakan tersebut dilakukan untuk menghindari pungutan liar sejumlah oknum yang kerapkali "memeras" para atlet yang telah berjuang keras. Dalihnya, potongan uang pembinaan atlet. Praktik pemotongan insentif yang diberikan kepada atlet berprestasi bukanlah hal yang baru. Praktik ini sudah sekian lama terjadi di dunia olahraga kita. 

Saya salut. Bagaimana mungkin saya tidak mengaguminya?

Tetiba, kabar itu datang begitu cepat. Saya dibuat kaget. Linimasa media sosial mencuitkan orang yang saya kagumi di lembaga yang membidangi pemuda dan olahraga tersebut tertangkap KPK terkait dugaan suap proposal dana hibah KONI bernilai miliaran rupiah. Sejumlah staf pun terlibat di dalamnya. Saya patah hati. Saya masih tak percaya dengan apa yang saya baca, apa yang saya dengar. Ini pasti hoaks! Meski bagaimanapun juga, semesta tak tidur. Themis telah mengayunkan pedangnya. Kali ini, mata pedang Sang Dewi Keadilan mengarah kepada para mafia anggaran.

Korupsi adalah penyakit. Korupsi merupakan benalu yang menggerogoti kehidupan moral sosial masyarakat. Praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme juga mampu menghancurkan sendi perekonomian suatu negara. Sebab secara material, uang yang dikeruk para koruptor bisa mencapai miliaran hingga triliunan rupiah. Bayangkan uang sebesar itu bisa digunakan untuk membangun infrastruktur di daerah tertinggal, daerah terkena dampak bencana, pemberian beasiswa prestasi, dan masih banyak lagi. Namun uang tersebut lenyap di tangan para mafia anggaran dan mereka yang menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. 

Seperti halnya terorisme dan penyalahgunaan narkotika, korupsi masuk ke dalam ranah extraordinary crime, tindak kejahatan luar biasa. Sebab dampaknya yang sangat luas dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Menurut Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), sejumlah besar kasus korupsi di Indonesia berbentuk praktik suap, sisanya berupa jual beli jabatan, gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan lain sebagainya. Tak sedikit pula pelaku tindak pidana ini melakukan praktik cuci uang dengan membawa lari uang negara ke luar negeri.

Sekali lagi kudu di-bold, Kasus korupsi diidentifikasikan sebagai kasus kejahatan luar biasa. Perlu penanganan yang tepat untuk menghajarnya, bahkan sampai ke akar-akarnya. Ini adalah perang. Perang kita bersama. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menangani kasus-kasus korupsi. Secara garis besar ada 3 upaya untuk memberantas korupsi. Pertama, penindakan. Kedua, pengawasan. Ketiga, pencegahan. Penindakan sudah dilakukan tegas oleh KPK, aparat hukum, dan pihak-pihak yang terkait. Adapun pengawasan dan pemantauan kerap dilakukan oleh awak media atau jurnalis yang secara khusus membuat ulasan indepth/investigation reporting atas kasus korupsi (misal Tirto dan Tempo), yang kemudian disebarkan ke khalayak luas. Selain media, peran LSM/NGO seperti ICW (Indonesian Corruption Watch) juga berperan signifikan. Sebab semenjak berdiri, ICW memiliki komitmen untuk  menjadi garda depan pendukung peraturan perundangan pemberantasan korupsi (misal UU Tindak Pidana Pencucian Uang) serta mengawal dan mengungkap kasus-kasus korupsi yang dilakukan pejabat publik.

Upaya terakhir yakni aksi pencegahan/preventif. Langkah pencegahan dapat dilakukan oleh masyarakat, akademisi, dan tokoh-tokoh lain yang dianggap sebagai role model dalam aksi pemberantasan korupsi (misal tokoh agama). Keluarga sebagai kelompok sosial kecil dalam masyarakat memiliki peranan dalam menanamkan  keteladanan, pendidikan karakter,  serta nilai-nilai antikorupsi seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, berani, mandiri, sederhana, adil, patuh, semangat bekerja keras terhadap anak-anak. Sebagai akademisi, pewaris peradaban, sekaligus agent of change, mahasiswa bisa berperan aktif dan terlibat dalam membangun budaya antikorupsi di tengah masyarakat. Ah bagaimana mungkin? Kok bisa? Nggak percaya? Lima Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang digawangi oleh Afrianti Dwi Yunitasari, Achmad Sidiq Assad, Elly Nur Rahmawati, Muhammad Abdul Azis, dan Azwan berhasil membuktikannya. Mereka berlima menciptakan Antikorupsi Pop Up Book (AKSI POB), yakni media pembelajaran antikorupsi berbasis kearifan lokal dengan konten visual yang memikat hati anak-anak. Wah!

Siapa yang bakal memimpin Indonesia 20, 30, atau 50 tahun mendatang? Ya anak-anak itu kelak! Program pengabdian ini merupakan langkah kecil untuk menyelamatkan masa depan 'calon pemimpin' Indonesia dari budaya dan perilaku koruptif.
Afrianti Dwi Yunitasari bersama anak-anak Prenggan. Dokumentasi AKSIPOB
Gadis itu masih belia. Tawanya renyah. Pembawaannya santai, sesekali serius. Suka berceloteh, terkadang sesekali terdiam memilah kata. Definisi cerdas sekaligus rendah hati. Prestasi? Jangan ditanya. Tahun 2018 silam dia berhasil meraih juara 1 Kompetisi Peneliti Muda (YORECO) yang diadakan oleh PPIPM Fair Universitas Negeri Padang. Tak hanya itu, di tahun yang sama dia menggondol juara 1 kompetisi esai yang diadakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Milenial kelahiran Ngawi  22 tahun silam ini aktif di organisasi kampus berbasis riset dan penalaran, UKM Penelitian UNY. Dialah Afrianti Dwi Yunitasari, kita panggil saja tokoh utama ini Afri.

Tri Dharma Perguruan Tinggi bertitik tumpu pada 3 pilar yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Afri sudah mengamalkan ketiga-tiganya. Apalagi poin terakhir, pengabdian. Lulusan ilmu sejarah ini pernah berkontribusi di bidang pengabdian masyarakat dalam penguatan branding lokal dengan mengusung program Rumah Setapak (Sejarah Tentara Pelajar Yogyakarta) di Desa Wisata Kampoeng Sedjarah, Kelor, Yogyakarta. Program pengabdian Afri yang lain yakni Mengabdi Cegah Korupsi, bersama Antikorupsi Pop Up Book (AKSI POB) di Desa Prenggan, Kotagede, Yogyakarta. Dikonsep di tahun 2017, dieksekusi mulai tahun 2018, dan mendapatkan dukungan pendanaan dari Ristekdikti di tahun 2019 untuk melakukan program pengabdian selama kurang lebih 4 bulan di Prenggan, Yogyakarta.

Mengabdi, cegah korupsi. Saat Afri dan rekannya melakukan observasi (riset) terhadap beberapa anak usia SD di Prenggan untuk pertama kalinya, mereka mendapati bahwa anak-anak tersebut tidak memahami apa itu korupsi.

"Korupsi itu yang mabuk-mabukan itu ya Kak, yang pakai obat-obatan?"

"Korupsi itu jomblo. Masnya jomblo ya?" Demikian jawaban ngasal anak-anak yang tentunya mengundang ledekan sekaligus ledakan tawa.

Anak-anak rata-rata belum memiliki definisi yang tepat mengenai apa itu korupsi dan bagaimana bahaya korupsi bagi negara. Beberapa dari anak-anak tersebut mendefinisikan korupsi serupa dengan narkoba. Demikian Afri mengenang masa-masa itu.

Saat saya tanya siapa yang menginisiasi program mengabdi cegah korupsi ini, Afri menjawab bahwa sebenarnya ini gagasannya yang kemudian dikembangkan lebih matang setelah berdiskusi dengan 4 rekannya yang lain. Adapun Assad pada saat itu ditunjuk sebagai ketua pelaksana.

Kenapa memilih Prenggan bukan yang lain?

Perlu diketahui permirsa, Prenggan merupakan daerah pertama di Indonesia sekaligus pilot project (proyek percontohan) KPK dalam melaksanakan program Pembangunan Budaya Antikorupsi Berbasis keluarga (PBAK) pada tahun 2014. Komunitas yang diberdayakan pada saat itu bernama KIRAB, Komunitas Relawan Bahagia dengan ibu-ibu rumah tangga sebagai motot penggeraknya. Program ini berjalan dengan baik, tapi belum sepenuhnya optimal. Setelah ditelusuri dengan serangkai observasi dan wawacara ditemukan kendala-kendala yang dihadapi oleh KIRAB seperti kesulitan menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada anak (metode ceramah sangat tidak cocok untuk anak-anak). Kedua, rendahnya partisipasi pemuda dalam mendukung program KIRAB antikorupsi. Ketiga, diperlukan media edukasi yang menyenangkan (fun), memiliki konten visual yang menarik yang mampu membangkitka imaji positif anak mengenai sikap atau nilai-nilai antikorupsi. Demikianlah ide Aksipob bermula. 
Ini bukan posko KKN. Apalagi KKN di Desa Penari. Ini Posko Antikorupsi AKSIPOB X KIRAB. Dokumentasi AKSIPOB
Desain Jaket Lapangan Mengabdi Cegah Korupsi, AKSIPOB 2019.
Tidak salah KPK memilih Prenggan sebagai proyek percontohan. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masih dijunjung kuat di sini. Masyarakat Prenggan masih memegang teguh falsafah Jawa Mo Limo, Moh Madon (tidak bermain perempuan), Moh Madat (tidak memakai obat-obatan terlarang), Moh Mabuk (tidak boleh mabuk-mabukan), Moh Main (tidak berjudi), dan Moh Maling (tidak mengambil yang bukan haknya. Prinsip Moh Maling sangat lekat dengan salah satu sikap antikorupsi yakni nilai kejujuran. Selain masyarakatnya sangat religius, falsafah hidup lain yang masih dipegang yakni Nerimo Ing Pandhum (sederhana dan menerima apapun dengan penuh rasa syukur). Lagi-lagi, sikap hidup sederhana merupakan satu dari 9 sikap utama antikorupsi.

Bagi kamu yang masih penasaran seperti apa konten visual yang ditampilkan dalam pop up book tersebut, lihat foto-foto berikut.

1. Tampilan Visual Ciamik Antikorupsi Pop Up Book, AKSIPOB.
Cover depan Pop Up Book Antikorupsi. Dokumentasi pribadi
Ketika halaman pertama dibuka, muncul gambar Sultan Hamengku Buwono IX dan gedung KPK. Dokumentasi pribadi
Indonesia adalah negara kaya, korupsi membuat Indonesia menjadi miskin dan ber-SDM rendah. Dokumentasi pribadi
Diagram yang menunjukkan bahwa jumlah kasus korupsi meningkat setiap tahun. Dokumentasi pribadi
Kearifan lokal yang mampu memuat sikap dan nilai-nilai antikorupsi. Dokumentasi pribadi
Contoh perilaku antikorupsi ketika karawitan atau memainkan gamelan. Dokumentasi pribadi
Inspirasi drama Tahta Untuk Rakyat bersumber dari Sultan Hamengku Buwono IX. Dokumentasi pribadi
Sultan Hamengku Buwono IX dipilih sebagai role model dalam buku AKSIPOB dan Drama Tahta Untuk Rakyat bukan tanpa sebab. Sikap yang bisa diteladani dari beliau adalah kepribadiannya yang bersahaja dan dekat dengan rakyat. Pernah suatu ketika beliau memberikan tumpangan mobil kepada Mbok pedagang di Pasar Kranggan, Si Mbok tidak tahu kalau yang memberikan tumpangan adalah penguasa Yogyakarta pada saat itu. Egaliter dan ora mingkuh (tidak mengharap balas budi), adalah karakter yang beliau pegang teguh. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Angkara, sebuah petuah Sang Sultan yang memiliki makna memberikan keselamatan dan kesejahteraan serta membebaskan diri dari angkara murka dan keserakahan. 

Dulu, ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya, Sultan Hamengku Buwono IX menyatakan diri bersumpah setia kepada pemerintah Republik Indonesia. Selain mendukung perjuangan bersenjata, sultan juga mendukung dengan memberikan support finansial kepada para pejuang kemerdekaan. Saking geramnya, Belanda pernah menawarkan kepada sultan tanah yang luas (meliputi kawasan Yogyakarta, Surakarta, Kedu, Madiun, Banyumas) serta iming-iming sejumlah besar saham di perusahaan kereta api dan pelayaran agar sultan membelot. Namun sultan tetap teguh pada pendiriannya. Sultan tidak mau berkhianat, apalagi menerima suap dari Belanda. 
Sengguh dan Greged. Nilai-nilai antikorupsi dalam tari Jawa klasik. Dokumentasi pribadi
Nilai-nilai antikorupsi yang terdapat dalam Tari Jawa Klasik gaya Yogyakarta yakni Sawiji, Greged, Sengguh, dan Ora Mingkuh.  

Sawiji merupakan ekspresi bentuk kehati-hatian dan konsentrasi. Relevansinya dengan nilai antikorupsi yaitu penjiwaan total dan integritas. Orang yang nyawiji cenderung hati-hati, tidak gegabah dan terlena jika ditawari harta atau kekuasaan dengan cara yang tidak patut.

Greged adalah bentuk ekspresi semangat, kerja keras, dan pantang menyerah. Jika sudah greged bekerja, maka orang tak akan terlena dengan rasa malas yang lekat dengan hal-hal serba instans. Orang yang malas bekerja tapi ingin kaya dadakan mudah untuk disuap dan melakukan hal-hal yang negatif bukan?

Sengguh bisa dikatakan sebagai bentuk ekspresi rasa percaya diri. Percaya dan yakin seseorang bisa berhasil mendapatkan apa yang diinginkan tanpa melekat dengan hal-hal yang sifatnya koruptif. 

Ora mingkuh maksudnya bertanggung jawab, mandiri, dan tidak pamrih seperti karakter Sultan Hamengku Buwono IX yang sudah saya jelaskan di atas. Seseorang yang memiliki jiwa ora mingkuh akan menolak tegas tawaran-tawaran yang sekiranya memberikan dampak negatif di kemudian hari.
Yuk evaluasi, mulai dari diri kita sendiri. Dokumentasi pribadi
Berani jujur Hebat! Cover belakang Pop Up Book Antikorupsi. Dokumentasi pribadi

2. Edukasi dan Literasi Antikorupsi Melalui BACA , MIBASO, BESANTI, dan BESMANIKO

Untuk mengedukasi dan mengenalkan literasi antikorupsi kepada anak-anak dibentuklah beberapa program kerja/kegiatan selama 16 minggu, mulai Bulan April hingga Juli 2019. Prosesnya melalui diskusi dan permainan edukatif.

BACA, Be Anti Corruption Agent. Kegiatan pertama ini berbentuk life motivation yakni memberikan semangat menjaga kearifan lokal, serta sosialisasi hidup bersih tanpa korupsi. Di Prenggan banyak sekali falsafah hidup yang sejalan dengan nilai-nilai antikorupsi, anak-anak pun diajak berdiskusi mengenai hal ini. 
Be Anti Corruption Agent. Dokumentasi AKSIPOB
MIBASO, Minggu Bahagia bersama AKSIPOB. Pada pertemuan ini anak-anak Prenggan diajak untuk mengeksplorasi dan memahami media Pop Up Book AKSIPOB. melalui mini outbound. Dalam nini outbond tersebut dibentuk pos-pos khusus, seperti misalnya  pos pendidikan antikorupsi. Target kualitatif yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah mereka mengerti bagaimana sikap yang mencerminkan antikorupsi untuk menunjang hidup bersih tanpa korupsi.
Belajar mengenai pendidikan dan literasi antikorupsi bersama AKSIPOB. Dokumentasi AKSIPOB
BESANTI, Belajar Seni Tari Antikorupsi. Besanti memfokuskan pada kegiatan tari Nawung Sekar dan kuda-kuda yang sudah disisipkan dengan nilai-nilai atau penanaman hidup bersih tanpa korupsi. Tim solid Aksipob turut membentuk Sanggar Tari Mini guna memudahkan anak-anak praktik menari. Setelah beberapa kali latihan, anak-anak Prenggan mulai hafal gerakan-gerakannya. Azwan, salah satu tim AKSIPOB sesekali melempar pertanyaan terkait mana gerakan tari yang mengandung nilai-nilai antikorupsi pada Tari Nawung Sekar. Anak-anak terlihat antusias dan menjawab dengan lantang. Meski tak semua jawaban-jawaban itu benar, kadang masih saja salah. Namun itu tak menjadi soal, sebab mereka sudah mampu membedakan mana baik, mana buruk. Mana benar, mana salah. Ini adalah kemajuan!
Para penari cilik Prenggan. Dokumentasi AKSIPOB
BESMANIKO, Belajar Seni Drama Antikorupsi. Di sini drama yang dimaksud adalah Tahta untuk Rakyat. Pada sesi ini, anak-anak diajari drama tari serta bagaimana mengolah vokal dan bahasa tubuh oleh tim AKSIPOB. Sesi ini juga dipersiapkan menjelang Festival Kebudayaan Aksi Antikorupsi dan pemilihan Duta Cilik Antikorupsi 2019.

3. Festival Kebudayaan Aksi Antikorupsi dan Pemilihan Duta Antikorupsi 2019
Wawancara dengan Mata Media. Dokumentasi AKSIPOB
Festival Budaya Aksi Antikorupsi merupakan kegiatan puncak yang diselenggarakan oleh tim AKSIPOB UNY. Pada acara puncak ini, anak-anak yang menjadi yang telah digembleng selama 4 bulan berani unjuk kemampuan di hadapan audiens. Anak-anak kini sudah hafal ritme dan gerakan Tari Nawung Sekar. Gerakannya lebih halus dan ritmis. Festival ini tak sekadar menampilkan kreativitas anak-anak, tetapi juga berbagai performa lain yang tak kalah asyik. 

Festival ini diawali dengan Senam Si Kumbi di pagi hari. Kemudian menjelang siang acara dilanjut dengan sambutan hangat dari ketua tim AKSIPOB, Achmad Sidiq Asad dan ketua KIRAB, Ari Sutrantiyati.

"Dengan adanya Program AKSIPOB Mengabdi Cegah Korupsi ini saya mengucapkan terima kasih karena telah memecahkan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh komunitas kami. Kami menjadi memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui AKSIPOB. Selain itu komunitas kami juga menjadi aktif kembali dengan adanya kegiatan-kegiatan baru dan antusias anak-anak dalam mengikuti semua kegiatan serta dukungan para wali." Ujar Ari Sutranti menanggapi dan memberikan pernyataan terkait kegiatan yang dilakukan tim AKSIPOB.

Sesi berikutnya yakni pembacaan puisi antikorupsi, suguhan Tari Nawung Sekar dan Tari Kreasi AKSIPOB, penganugerahan Duta Cilik Antikorupsi 2019, hand painting, sekaligus pembacaan deklarasi antikorupsi
Tari Nawung Sekar di Festival Aksi Antikorupsi 2019. Dokumentasi AKSIPOB
Tari kreasi baru AKSIPOB. Dokumentasi AKSIPOB
Tim AKSIPOB lengkap hadir saat Festival Aksi Antikorupsi. Dokumentasi AKSIPOB.
Hand painting satukan tekad dalam deklarasi antikorupsi. Dokumentai AKSIPOB.
Tsabita Olivia Putri mendapat peringkat teratas alias menempati urutan pertama Duta Cilik Antikorupsi 2019. Posisi runner up diraih oleh Runa'a Qiyyara Pienasti. Duta cilik Antikorupsi terbaik ketiga diraih oleh Farah Frida Lathifa. Adapun juara favorit dirauh oleh Athna Shafina Zafirah. Para orangtua yang menemani puteri mereka berlaga di ajang Duta Cilik Antikorupsi 2019 tentunya patut berbangga. Duta-duta cilik ini dianggap mumpuni dan menjadi role model untuk tutor sebaya.

"Adanya kegiatan AKSIPOB ini dapat membantu anak-anak dalam belajar mengenai sikap-sikap antikorupsi. Setelah mengikuti kegiatan ini, anak saya menjadi berani tampil di depan umum. Saya juga mengetahui tentang sikap-sikap antikorupsi yang mungkin selama belum anak saya ketahui. Terima kasih AKSIPOB semoga kegiatan ini dapat terus berjalan." Tutur Ibunda Tsabita Olivia Putri.
Para bunda dan Duta Cilik Antikorupsi 2019. Dokumentasi AKSIPOB
Selama mengikuti kegiatan yang diselenggarakan AKSIPOB, anak-anak menunjukkan tingkat kepemahaman yang lebih baik mengenai apa itu korupsi, bahayanya, serta nilai-nilai apa yang sangat relevan dengan sikap antikorupsi. Internalisasi nilai dan sikap ini yang penting (mereka hafal 9 sikap antikorupsi). Rata-rata anak-anak sudah mampu menjelaskan apa itu suap dan mencuri uang negara. Ketika ditanya kearifan lokal seperti apa yang berkaitan dengan sikap antikorupsi, anak-anak menjawab : sawiji, greged, sengguh, ora mingkuh. Bahkan ada perubahan sikap signifikan dari peserta, misal anak yang tadinya selalu diantar orangtua ketika berangkat ke AKSIPOB, kini berani berangkat sendiri. Anak lain menjadi disiplin dan tidak terlambat ke sekolah. Mencontek saat ujian merupakan tindakan yang tidak patut dan lekat dengan sikap korupsi. Dan masih banyak lagi perubahan yang di alami anak-anak AKSIPOB yang tidak bisa tulis satu per satu. 

Semoga AKSIPOB menjadi role model kegiatan asyik menanamkan nilai dan sikap-sikap antikorupsi tidak hanya di Jogja, tetapi di berbagai daerah di Indonesia. 

Mengabdi cegah korupsi, inilah aksi milenial mendukung KPK cegah perilaku koruptif sejak dini melalui literasi dan edukasi. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Afrianti dan milenial AKSIPOB yang telah menuturkan pengabdian luar biasa selama 4 bulan di Prenggan ini. Sampai berjumpa di lain kesempatan ya!