Minggu, 01 Desember 2019

Berkiprah Untuk Negeri, Begini Semarak Milad 25 Tahun BMT Beringharjo

Pelataran Monumen Serangan Umum Satu Maret pada tanggal 21 November penuh sesak, padat oleh pengunjung. Demikian pula titik Nol Kilometer Jogja. Tua, muda, laki-laki, perempuan, hadir di depan panggung yang menghadirkan lantunan musik tradisional, Gamelan Kiai Kanjeng dan sejumlah performer keren lainnya. Gamelan Kiai Kanjeng turut menyemarakkan perhelatan 25 Tahun BMT Beringharjo "Bersama Besarkan Manfaat." Helatan bersama Kiai Kanjeng ini dikemas dengan cara asyik sembari memperkenalkan BMT Beringharjo kepada masyarakat Jogja. Sebenarnya pada helatan tersebut turut mengundang Emha Ainun Nadjib atau kerap disapa Cak Nun. Tak lengkap Gamelan Kiai Kanjeng tanpa Cak Nun. Namun, Cak Nun berhalangan hadir dikarenakan sakit. Kita doakan semoga kondisi beliau cepat membaik.
Kelompok Musik Gamelan Kiai Kanjeng. Dokumentasi Pribadi
Kembali ke BMT Beringharjo. Barangkali ada yang belum tahu BMT Beringharjo? Saya sudah pernah mengulasnya di artikel berjudul "Koperasi Syariah Zaman Now BMT Beringharjo : Berkontribusi Membangun Negeri, Bertransformasi di Era Digital."  Dapat dikatakan BMT Beringharjo merupakan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS). Koperasi ini didirikan pada tahun 1994. Inisiator sekaligus pendirinya adalah Mursida Rambe, perempuan kelahiran Sumatera Utara 52 tahun silam. Sedikit cerita, selepas menyelesaikan diklat ekonomi syariah, Mursida Rambe mendapatkan pendanaan 1 juta rupiah dari Dompet Dhuafa untuk mendirikan sebuah entitas bisnis berbasis syariah bernama Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Beringharjo. Saat itu jumlah entitas bisnis berbasis syariah masih sedikit dan bisa dihitung dengan jari, tidak seperti di zaman sekarang. Berkat kerja keras Mursida bersama rekan serta berbagai pihak lain yang berkontribusi, BMT Beringharjo tumbuh menjadi Koperasi dengan aset di tahun 2019 mencapai 175 miliar rupiah dengan 18 kantor pelayanan (1 kantor pusat dan 17 kantor cabang), serta belasan ribu anggota.
25 Tahun BMT Beringharjo Berkiprah Untuk Negeri. Dokumentasi Pribadi
Sejumlah Mitra pemberdayaan BMT Beringharjo tampil di Atas Panggung. Dokumentasi Pribadi
Pada malam puncak Milad ke-25, BMT Beringharjo memberikan penghargaan Pelopor BMT 2019. Sejumlah mitra pemberdayaan sosial seperti Bering Tirta, Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM), Simbah Harjo, Kompak Harjo, Buruh Gendong Mengaji mendapatkan kesempatan untuk tampil di atas panggung. Ini sebagai wujud kiprah 25 tahun BMT Beringharjo untuk negeri.

1. Ikrar BINAR (Bina Mitra) BMT Beringharjo
Ikrar BINAR BMT Beringharjo. Dokumentasi pribadi.
Bagi kamu yang tertarik mengembangkan wirausaha/bisnis tapi terkendala permodalan, bolehlah bergabung di program BINAR CLUB BMT Beringharjo. Melalui program BINAR, kamu akan mendapatkan pembekalan ilmu dan pelatihan di dunia wirausaha mulai dari manajemen keuangan hingga accounting, penerapan TI dalam bisnis, spiritual training, serta sertifikasi dan kesempatan menjadi duta BMT Beringharjo seperti gambar di atas. Setiap tahun mitra binar yang menjadi duta diberi kesempatan untuk tampil di atas panggung seraya berikrar bersama.
Bina Mitra BMT Beringharjo. Dokumentasi pribadi
Binar, sebagai sebuah program yang mendampingi anggota dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas sesuai prinsip syariah ini memiliki tujuan mulia. Pertama, membentuk pengusaha berkarakter syariah. Kedua, meingkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai wirausaha berbasis prinsip-prinsip syariah. Ketiga, profesionalisme adalah poin penting dalam mengembangkan sebuah bisnis. Keempat, memperluas jaringan sekaligus meningkatkan omset.

Hingga saat ini, Program Binar sudah memiliki 136 alumni dari 8 angkatan. Mantap jiwa! Apakah kamu tertarik untuk bergabung di Binar Club?
Program Binar (Bina Mitra) BMT Beringharjo). Dokumentasi BMT Beringharjo.
2. Bering Tirta 
Perwakilan Penerima Manfaat Bering Tirta. Dokumentasi Pribadi
Program Bering Tirta bergerak untuk membantu kawasan/daerah yang mengalami krisis air bersih. Caranya yakni dengan membangun instalasi air bersih melalui pengeboran, pembuatan sistem daya tampung air, water meter untuk mengontrol penggunaan air, sistem distribusi air hingga sampai ke rumah warga. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari masyarakat setempat, akademisi/peneliti, sejumlah relawan, hingga donatur.
Bering Tirta. Dokumentasi BMT Beringharjo
Bering Tirta diresmikan pada tanggal 7 September 2019 oleh Bupati Gunungkidul. Tepatnya di Dusun Ngelorejo, Desa Natah, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Adapun kedalaman sumur bor yang berhasil dibuat yakni sedalam 110 meter yang airnya siap didistribusikan kepada 77 kepala keluarga.

3. Komunitas KOMPAK HARJO
3 Perwakilan Komunitas Kompak Harjo (berbaju cokelat). Dokumentasi Pribadi
Tahukah kamu, ternyata di Jogja ada paguyuban-paguyuban tukang becak lho. Mereka memiliki komunitasnya sendiri-sendiri. Nah, Kompak Harjo merupakan komunitas binaan BMT Beringharjo yang terdiri gabungan beberapa paguyuban tukang becak di jalan Pabringan Beringharjo. Paguyuban-paguyuban yang tergabung di Kompak Harjo di antaranya : Eka Karya Boga, Handayani, PERKIPAS, Sedyo Rukun, Sekar Abadi, PEPADI, ARUM, PP3R, Tri Karya, Tri Manunggal, Pojok Pasar Timur. Awal terbentuknya komunitas ini bermula pada saat bapak-bapak becak anggota melakukan silaturahmi ke kantor BMT Beringharjo dan meminta BMT untuk memfasilitasi acara pengajian Oh ya, komunitas ini sudah terbangun selama 9 tahun lho, terhitung sejak 14 Mei 2011.
Kompak Harjo. Dokumentasi BMT Beringjaro
Kegiatan-kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh komunitas ini yakni pengajian umum sebulan sekali pada pekan pertama di Hari Jumat, belajar mengaji Iqro Kibar di Aula Masjid Muttaqien Beringharjo (3 pekan sekali setiap bulan), kegiatan bersih masjid selepas Hari Raya Idul Adha, dan kegiatan outbond untuk mengikat tali silaturahmi yang diselenggarakan setahun sekali. Adapun jumlah anggota yang turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas ini mencapai 60 orang.

4. Program Simbah Harjo.
Angkringan Simbah Harjo. Dokumentasi BMT Beringharjo
Pak Heru, Pemilik Angkringan Simbah Harjo, Mr Heru. Dokumentasi Pribadi
Kalau kamu berkunjung atau bahkan tinggal di Jogja, pasti tak asing dengan yang namanya angkringan bukan? Ingat Jogja, pasti juga ingat angkringan dong. Usaha minimalis dengan lampu temaram yang biasanya menjajakan aneka nasi kucing dengan aneka lauk pauk dan minuman yang harganya dijamin murah meriah. Nah, BMT Beringharjo mempunya program pemberdayaan dhuafa agar mampu berdikari secara ekonomi melalui Angkringan Simbah Harjo. Kini, usaha Angkringan Simbah Harjo sudah ada mencapai 200 unit yang tersebar tidak hanya di Jogja, tetapi juga ada di beberapa kota besar lainnya.

5. Program Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM)
SIM atau Sahabat Ikhtiar Mandiri adalah program pemberdayaan ekonomi produktif untuk kaum dhuafa yang sudah memiliki usaha tetapi kekurangan modal. Adapun akad Qord (Akad Kebajikan) adalah akad yang dijadikan kesepakan antara BMT Beringharjo dan para penerima manfaat (modal). Hingga saat ini ada 174 penerima manfaat dari Akad Qord ini.
Bering Farm, Bagian dari Program Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM). Dokumentasi BMT Beringharjo
Contoh kegiatan SIM yang sudah dilaksanakan yakni pemberdayaan petani dan peternak di Dusun Duren Sawit, Kulonprogo dengan pemberian hewan ternak untuk dikembangbiakkan. Melalui hal ini warga di dusun tersebut mampu menghasilkan uang tambahan dari usaha beternak.

6. Buruh Gendong Mengaji

Program ini dikhususkan perempuan yang bekerja sebagai buruh jasa gendong di Pasar Beringharjo dengan pendampingan secara spiritual yakni mengaji Iqro Kibar setiap Hari Jumat. Pada awalnya komunitas ini memiliki anggota berjumlah 20 orang, kini jumlahnya bertambah menjadi 60 orang.
Buruh Gendong Mengaji. Dokumentasi BMT Beringharjo
Buruh Gendong Mengaji. Dokumentasi BMT Beringharjo
7. Penghargaan Pelopor BMT 2019
Mursida Rambe (Tengah) dan 5 Penerima Penghargaan Pelopor BMT. Dokumentasi Pribadi
Penghargaan Pelopor BMT Beringharjo kali ini diberikan kepada 5 orang dengan 5 kategori. Penghargaan ini langsung diberikan oleh ketua BMT Beringharjo, Mursida Rambe. Lima kategori Penghargaan Pelopor BMT Beringharjo yaitu : Insan Pelopor Syariah, Insan Pelopor Spiritual, Insan Pelopor Sosial, Insan Pelopor Loyalti, dan Insan Pelopor Pemberdayaan.
Rahayu Ningsih, Penerima Insan Pelopor Syariah. Dokumentasi Pribadi
Rahayu Ningsih, perempuan asal Caruban yang memiliki bisnis konveksi di atas mendapatkan penghargaan sebagai Insan Pelopor Syariah. Selain berkomitmen terhadap keuangan syariah, perempuan yang mengenakan jilbab merah muda tersebut berkontribusi aktif dalam merekomendasikan BMT Beringharjo kepada orang-orang di sekitarnya untuk bergabung.

Selain Rahayu Ningsih, ada juga pengayuh becak bernama Darsono yang mendapatkan penghargaan sebagai Insan Pelopor Spiritual. Di sela-sela kesibukannya sebagai pengayuh becak, beliau menyempatkan diri menghafal Quran dan berharap hafal hingga Juz 30. Adapun Insan Pelopor Sosial diraih oleh Sri Maryati karena kontribusi positif beliau pada program-program pemberdayaan sosial yang bersinergi dengan BMT Beringharjo. Adapun wujud semangat sosial tersebut Sri Maryati buktikan dengan memberikan  dua unit mobil untuk kebutuhan panti asuhan dan pesantren. Hingga kini, Sri Maryati selalu aktif dan mendukung program-program sosial dan pemberdayaan BMT Beringharjo.

Berikutnya penerima penghargaan Pelopor Insan Pemberdayaan diraih oleh Hj. Marutin. Hajah Marutin, pengusaha asal Jawa Timur ini pada awal usahanya menjajakan kerupuk dari kampung ke kampung dan juga berjualan minyak tanah. Kini, Hajah Marutin sudah mampu memberdayakan para ibu rumah tangga dan pemuda di lingkungannya agar mampu mendapatkan pundi-pundi penghasilan. Hajah Marutin juga memberikan space khusus di salah satu sudut rumahnya untuk mendirikan usaha Angkringan Simbah Harjo tanpa biaya sewa. Berkat pemberdayaan di sektor ekonomi inilah Hajah Marutin diganjar penghargaan Pelopor Insan Pemberdayaan oleh BMT Beringharjo. Selamat ya Hajah Marutin!

Terakhir, Penghargaan Insan Pelopor Loyalti diraih oleh pengusaha batik di Malioboro, Hj. Tentrem. Hajah Tentrem adalah figur yang selalu mendukung BMT Beringharjo. Bahkan saat awal pendiriannya kantor cabang Malioboro, beliau menyambut dengan baik, bergabung menjadi anggota, serta berkomitmen dan loyal kepada BMT Beringharjo (tidak berpindah ke lembaga keuangan lain). Komitmen dan loyalitas ini pun menurun hingga ke anaknya. Baik Hajah tentrem maupun anaknya telah memanfaatkan fasilitas (simpanan dan pembiayaan) dari BMT Beringharjo.

Penghargaan khusus. Selain 5 penghargaan di atas, BMT Beringharjo memberikan penghargaan untuk anggota Binar terbaik 2019. Penerima penghargaan khusus ini yakni Rahmi Wijayanti. Rahmi memiliki memori khusus dengan kacang bawang, sebab usaha kacang bawang yang dirintis orangtuanya telah mengantarkan Rahmi dan 4 orang saudaranya menyelesaikan studi hingga perguruan tinggi. Usaha kacang bawang itu masih berjalan hingga sekarang. Selain kacang bawang, Rahmi berbisnis camilan ringan untuk sekolah, konveksi, serta ental mobil.

Demikian semarak milad 25 tahun BMT Beringharjo serta bagaimana BMT merangkul dan memberikan apresiasi kepada mitra, anggota, dan komunitas yang diberdayakannya. Semoga bermanfaat ya.

Sampai jumpa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar