Selasa, 12 Februari 2019

Menjadi Milenialpreneur di Jaman Kiwari? Percayakan pada Ralali!

Bisnis kuliner itu gurih. Renyah. Kriuk-kriuk. Sedap. Bisnis kuliner sangatlah prospektif dan potensial. Memang, bisnis kuliner kadang mengalami pasang surut, tapi ia tak pernah mati. Bisnis kuliner akan selalu tumbuh dan berkembang. Bisnis kuliner akan selalu ada di sepanjang masa. Apalagi di jaman kiwari (baca : jaman now) seperti sekarang ini. Dalam industri kreatif bisnis kuliner masih menjadi primadona.

Bak malaikat, bisnis kuliner hadir sebagai pemadam kebakaran kelaparan perut-perut keroncongan. Jangan salah, bisnis kuliner juga bisa menyaru sebagai happiness agent sebab makanan yang ia tawarkan mampu memanjakan lidah dan membahagiakan semua orang yang menikmatinya. Termasuk muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Bagaimana tidak! Bayangkan kamu diajak dinner di kafe atau resto, mencecap cita rasa kuliner yang sangat tasty bersama orang yang kamu cintai. Ditemani live music dengan lantunan Surat Cinta Untuk Starla pula! Hati siapa yang tidak meleleh? Heh, jones dilarang baper! Jones merapat saja ke ke warung remang-remang alias angkringan! Di angkringan jones boleh misuh-misuh, menikmati malam minggunya yang kelam sembari ditemani gorengan yang harganya dari awal saya masuk kuliah hingga lulus tetap saja 500 perak. So, kamu masuk tim hangout ke kafe atau dolan ke angkringan nih, gaes? 

Entah di mall, kafe, resto, pinggir jalan, dan segala pusat keramaian, lagi-lagi bisnis kuliner akan menemukan cintanya, eh maksud saya segmentasi pasarnya. Ini membuktikan bahwa industri tersebut akan selalu eksis dan bernapas di tengah masyarakat. Asal selalu kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan, maka bisnis kuliner akan terus bertahan. Lagian, tak ada manusia yang tidak makan bukan?

Prospek bisnis kuliner sangat menjanjikan. Bisa dibilang cukup cerah. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan pada triwuan II 2018, industri yang meliputi makanan, minuman, dan segala jenis olahannya ini mampu mencapai pertumbuhan sebesar 8,67%, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang saat itu mencapai 5,27%. Sektor ini mampu memberikan kontribusi tertinggi PDB industri pengolahan nonmigas sebesar 35,87%. Gurih...gurih...gurih...
Karena gurih, banyak selebritas kawasan ibukota mendirikan bisnis kue artis di kota-kota besar di Indonesia beberapa waktu silam. Sebagian selebritas lain lebih memilih menginvestasikan dananya ke usaha resto atau rumah makan. Tak mau kalah, 2 putera orang nomor satu di negeri ini pun terjun ke bisnis ini dan sekarang memiliki banyak cabang di seantero negeri. Sebut saja Kaesang Pangarep dengan Sang Pisang dan Gibran Rakabuming dengan Markobar serta Chilli Parinya. Tentu saja dengan manajemen dan branding yang bagus bisnis kuliner akan sustainable dalam jangka panjang.
Dari sekian kuliner, ternyata ada jenis yang masuk kategori kuliner PANSOS. Ternyata bukan hanya netijen di negara berkembang saja yang doyan pansos. Pansos di sini maksudnya Panjat Sosial, merujuk pada orang-orang yang suka mencari perhatian di media sosial dengan komentar-komentarnya yang berbau nyinyir, satire, dan sarkas. Biar jadi yang teratas, terpopuler, dan banyak yang menanggapi di kolom komentar gitu. Nah kuliner Pansos ini demikian. Mudah tenar, tapi mudah juga tenggelam. Misalnya nih dulu es krim pot populer banget di kalangan milenial. Gak hanya milenial, semua orang pasti doyanlah sama es krim pot. Lucu padahal ya, ada cacing-cacingannya gitu terus es krimnya di taruh dalam mangkuk berbentuk pot. Kreatiflah pokoknya. Kini es krim tersebut telah menjadi butiran debu kenangan di memori anak milenial. 

Jenis kuliner yang mampu bertahan sepanjang masa di antaranya bakso, mie ayam, soto, rawon, pecel, rendang, dan masih banyak lagi. Jenis penganan atau jajanan yang tetap hits hingga kini ada cilok, telur gulung, donat, pukis, martabak, brownies, risoles, ada yang mau nambahin lagi? Namun ada juga jenis kuliner yang muncul musiman seperti kurma cokelat, aneka es, serta kue lebaran/natal yang hanya muncul ketika Hari Raya tiba.

Dear millenialpreneurs, melihat potensi bisnis dan keuntungan yang didapat dari wirausaha kuliner ini membuat Rika tertantang menjajal bisnis ini di tahun 2019. 

"Ini tantangan banget bagi aku buat ngembangin bisnis ini, Arinta." Ujarnya berapi-api kayak habis ikut #10YearsChallange di instagram.

Mengetahui milenial satu ini begitu bersemangat, saya jadi ketularan bersemangat. Saya 100% mendukungnya dan tidak ingin memupuskan mimpi-mimpinya. Jadi, Rika ingin menjajal peruntungan di bisnis kuliner donat karakter. Alasannya Rika ini penggila donat. Semua orang suka donat. Barangkali kamu juga kan? Nah donat yang dijual Rika nantinya dicetak dengan karakter-karakter hewan yang imut. Topingnya pun beragam. Mengikuti selera kekinian. 
Dear Millenialpreneurs, sebelum memulai bisnis Donat Karakter, ada baiknya melakukan analisis SWOT terlebih dahulu. Analisis ini membantu sebuah usaha dalam mengelola dan mengevaluasi bisnisnya nanti. Teknik analisis SWOT meliputi Strenght (kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman). Dibandingkan produk pesaing apa kekuatan yang diunggulkan produk ini? Hargakah? Rasakah? Kemasannya menarikkah? Atau yang lain? Kelemahan produk ini adalah mudah sekali untuk ditiru. Tetapi tidak usah kuatir, jika produk ini memiliki keunggulan, konsumen akan tetap loyal, mereka akan puas dengan produk yang ditawarkan. Segmentasi pasar dan lokasi yang strategis menciptakan peluang dalam mengembangkan bisnis ini. Siapa yang tidak suka donat? Apalagi bentuknya lucu-lucu. Semua orang pasti suka. Ancaman bisnis ini adalah kompetitor yang meniru produk kita ketika bisnis ini ternyata dilirik banyak konsumen. Solusinya adalah pemilik usaha harus semakin inovatf, kreatif, adaptif terhadap perubahan, dan mendengarkan suara konsumen. 

Yang tak kalah penting adalah mengenai strategi dan evaluasi sebelum dan sesudah bisnis berjalan. Nah sebelum bisnis mulai berjalan ada baiknya memperhatikan beberapa poin berikut :

1. Mengenai Produk yang Ditawarkan (Product)
Terdapat 3 cita rasa yang ditawarkan donat karakter ini. Cita rasa tersebut yakni asin (donat abon mozarella), manis dengan 8 varian toping (cokelat nutella, cokelat mesis, matcha, tiramisu, krim keju, kacang, strawberry, dan gula halus), terakhir pedas (sosis mozarella with hot sauce). Menu ini sewaktu-waktu bisa berubah tergantung selera pasar. Dari segi ukuran, tersedia donat dalam ukuran mini dan standar.

2. Mengenai Lokasi (Placement)
Lokasi yang dipilih yang pasti haruslah strategis. Rika dan saya memilih menjajal berjualan donat di sekitar kampus, tepatnya di Sunmor yang letaknya antara kampus UNY dan UGM. Apalagi sebentar dalam waktu dekat akan memasuki Bulan Ramadhan, tentu jualan di sore hari dekat lokasi Sunmor sangatlah menguntungkan. Banyak mahasiswa, muda-mudi, warga sekitar, dan wisatawan yang tentunya menambah semarak Sunmor di sore hari menjelang berbuka puasa. 
3. Mengenai Harga (Price)
Karena berlokasi di 2 kampus besar, maka segmentasi utama donat karakter ini adalah mahasiswa, wisatawan, dan siapapun yang berkunjung di Sunmor. Untuk harga yang ditawarkan sangatlah terjangkau pastinya. Donat ukuran mini harganya Rp 3.500 saja sedangkan ukuran standar harganya berkisar mulai dari Rp 6.500 hingga Rp. 8.500 (tergantung jenis topingnya). Setiap tambahan toping dibebankan biaya sebesar Rp 2.000 saja.
4. Mengenai Strategi Pemasaran (Promotion)
Di era industri 4.0 seperti sekarang ini mengandalkan strategi marketing tidak hanya dari mulut ke mulut saja (wordmouth), tetapi kudu gercep memanfaatkan kanal-kanal digital yang ada. Bisa melalui blog, website, youtube, instagram, whatsapp, facebook, dan lain sebagainya. Jika dikelola dengan baik, fanspage atau pun akun instagram akan bermanfaat untuk perkembangan bisnis ke depan. Contohlah Kaesang Pangarep, segala cuitannya di twitter kadang nyerempet-nyerempetin ke bisnisnya (soft selling promotion). Entah bagaimana ceritanya, cara ini sangatlah efektif. Terbukti satu cuitan bisa mendapat puluhan komentar, ratusan retweet, dan ribuan like. Kicauan "65 Cabang Pak," saat mengoreksi ucapan ayahandanya yang keliru menyebut jumlah semua outlet Sang Pisang, mendapat respon luar biasa dari netizen (lebih dari 2000 komentar, 7000 retweet, dan 13.000 like).  What a viralable tweet! Mantul ya trafik dan engagement-nya. Kalau kayak gini caranya ya bisnisnya jelas sustainable dan brandingnya tentunya semakin kuat. Millenialpreneurs, kamu kudu banyak belajar dari Kaesang nih sepertinya!

5. Mengenai Modal Usaha (Capital)
Pengin bisnis, gak punya modal Arinta. Males ah. Mending fokus kuliah dulu aja. Jadi kalau kamu punya niat memulai bisnis, pasti ada cara untuk mendapatkan modal usaha. Jangan menyerah ya milenialpreneur! Saya yakin setiap kampus pasti memfasilitasi mahasiswanya buat yang tertarik di dunia wirausaha. Kalau di kampus saya ada Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan (UKMKu). UKM ini bertujuan mewadahi mahasiswa yang ingin mengembangkan jiwa wirausaha, mencari permodalan secara mandiri, serta menjalin relasi dengan institusi pemerintah dan swasta. Kembali lagi ke topik mengenai modal wirausaha. Untuk urusan satu ini kamu bisa mengajukan proposal PKMK (Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan) Kemenristekdikti. Kalau semisal lolos kamu bakalan dapat pendanaan kisaran 5 hingga 12,5 juta. Karena ini program dana hibah, kamu gak perlu mengembalikan uangnya jika kontrak sudah berakhir. Di kampus saya ada Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk mendapatkan pinjaman dana usaha lebih dari 20 juta (maksimal 40 juta). Selain itu, untuk mendapatkan modal, kamu bisa mengajukan dana ke perusahaan swasta atau mengikuti kompetisi-kompetisi wirausaha. Sekali lagi, ada banyak jalan menuju Roma!

Mantul kan?

6. Mengenai Persediaan Bahan Baku (Stock)
Nah, sekarang giliran memastikan peralatan, perlengkapan, dan stock bahan baku terjamin. Karena bisnis sifatnya dinamis, maka ketersediaan bahan baku musti diperhatikan. Jangan sampai pas lagi banyak pesanan, eh persediaan bahan baku menipis, plastik mika dan kemasan dus tinggal berapa puluh pcs. Padahal pesanan datang bejibun untuk acara ultah, wisuda, syukuran, promosi suatu event, dan lain sebagainya. 

Sobat milenialpreneur gak perlu galau menghadapi masalah tersebut. Sebab ada marketplace Ralali.com yang siap membantu dan memastikan bahan baku untuk bisnismu selalu terjamin ketersediaannya. Ya, Ralali.com merupakan platform bisnis B2B alias Business to Business. Jika suatu marketplace memiliki konsep B2C (Busines to Consumer), itu artinya si marketplace menyediakan kebutuhan dari penjual langsung ke konsumen selaku end-user. Marketplace B2C melayani pembelian produk tertentu dalam jumlah kecil. Beda dengan marketplace dengan konsep B2B. Namanya juga Business to Business, pastinya si marketplace menyediakan segala kebutuhan grosir (dalam jumlah banyak) dari penjual (entitas bisnis) ke pembeli (entitas bisnis yang lain). Keuntungan membeli kebutuhan bisnismu di marketplace B2B kayak Ralali.com ini adalah semakin besar kuantitas barang yang kamu beli, maka harganya akan jauh semakin murah. Wow banget yes?

Wah kamu pastinya semakin penasaran? Stay tune ya!
Didirikan pada tahun 2014, kini Ralali.com memiliki 12 kategori barang dan jasa, lebih dari 16.000 pemasok, 250.000 produk, 135.000 pelanggan, dan 2 juta unique visitor per bulan. Dua juta unique visitor bukanlah jumlah yang kecil. Jumlah unique visitor dapat dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan suatu website dan nantinya berpengaruh pada bagaimana peringkat website (Alexa Rank). Pastinya Ralali.com telah menjadi marketplace dengan model bisnis B2B terbesar di Indonesia. Adanya trust dari berbagai elemen menjadikan Ralali.com memiliki reputasi yang baik (credible, reliable, dan relationship). Credible di sini memiliki makna bahwa kinerja, pelayanan, dan produk barang/jasa yang dijualbelikan di ralali.com sangat memuaskan di mata pelanggan, penjual, investor, dan sebagainya. Adapun Reliable maksudnya bahwa Ralali.com melayani segala kebutuhan bisnis secara cepat, transparan, dan tentunya aman. Prinsip relationship Ralali.com bertujuan menggandeng semua pelaku usaha agar semakin bertumbuh, berkembang, dan meniti sukses bersama.
Jika kamu pengguna android, kamu bisa mengunduh aplikasi Ralali.com via Playstore, jika kamu pengguna Iphone kamu bisa mengunduhnya di Appstore.
Nah sekarang saya akan buat gambaran perbandingan harga antara Ralali dengan marketplace lain untuk membeli kebutuhan donat karakter. Setelah melihat perbandingan ini, apakah milenialpreneur tertarik untuk menjajal beli di Ralali?
Enam Keunggulan Ralali.com

Pertama, produk yang ditawarkan di Ralali.com banyak. Kita tak perlu khawatir kehabisan persediaan bahan baku karena Ralali memiliki jumlah penjual yang pastinya mampu membantu memenuhi kebutuhan setiap pelaku Usaha. 
Kedua, sistem pembayarannya begitu mudah dan aman. Untuk metode pembayarannya sendiri bisa melalui Bank (BCA, Mandiri, BII, BRI, BNI, DBS, Permata Bank), juga Visa, Kredivo, Ovo, dan Ralali.Cicilan.
Ketiga, harga yang ditawarkan secara grosir menjadikan pembeli mendapat potongan harga jika membeli dalam jumlah banyak. Ini menguntungkan bukan? 
Keempat, dengan adanya Ralali Quotation kita bisa memesan produk yang belum tersedia di website Ralali. Maka kita bisa mengisi form yang telah disediakan dan tulis jenis produk yang kita butuhkan. 
Kelima, Ralali Billing membantu memudahkan dalam pembayaran pulsa, paket data, PLN, PDAM, dan BPJS. Ini praktis banget dan antiribet, apalagi bagi pelaku usaha yang tidak ada waktu buat ke kantor PLN misalnya. Di era industri 4.0 gitu lho. Semua serba digital dong. Tinggal tap tap Ralali, transfer duit ke PLN via aplikasi, efisien dan mudah. Oh ya dalam rangka Valentine, ada cashbach hingga 10% lho bagi pengguna Ralali Biling. Ayo buruan gih manfaatkan sebelum Valentine berakhir!
Keenam, Banyak promo menarik di Ralali.com. Salah satunya adalah jika kamu member baru, maka kamu akan mendapatkan diskon hingga 20% atau voucher bebas ongkir sebesar Rp 200.000. Mau pilih yang mana nih gaes. Selain voucher, ada promo lain seperti Big Diskon dan Big Free Ongkir Spesial Valentine, beli paket data cashback hingga Rp 50.000, dan fitur menarik lainnya di Daily Deals Ralali.com.
Berikut pendapat teman-teman milenialpreneur yang sudah merasakan manfaat berbisnis bersama Ralali.com.
Dengan adanya Ralali pelaku bisnis begitu dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan usahanya, termasuk dalam hal ini persediaan bahan baku dan peralatan. Kini Rika tak perlu kuatir kehabisan stock, karena ada Ralali yang siap melayani dengan setulus hati. Kamu apakah memiliki pengalaman menarik bersama Ralali.com? Share kisahmu di kolom komentar ya...

So, menjadi milenialpreneur di jaman kiwari? Percayakan saja pada Ralali!

Jumat, 18 Januari 2019

Liburan Asyik Bersama Zenbook S UX391UA : Menjadi Bermakna di Belantara Digital

"While learning is great, creating is even more meaningful, addictive, and joyful. Make sure to make creating a priority in 2019" (Sachin Rekhi via twitter @sachinrekhi)

"Menurutmu gimana ya Rin membuat liburan semester ini menjadi semakin asyik, bermakna, dan menyenangkan? Aku bosan gini-gini mulu?" Tanya Zoya menjelang liburan semester. Ya, UAS baru saja selesai dan Zoya si cewek Borneo ini bingung mau menghabiskan liburan ke mana. Sementara aku masih merancang to do list hal apa saja yang akan aku kerjakan selama liburan panjang ini. 

Learningful, meaningful, and joyful? Hmmm...

"Zoe, kamu kan bisa menjelajah goa, tuh pacarmu kan gabung di BSG." BSG singkatan dari Biospeleology Studien Gruppen - sebuah kelompok studi yang mengkaji goa dan hal-hal yang berkaitan dengannya. "Ajak dia gih buat ekplorasi kawasan karst di Nglanggeran, Ponjong, atau apa kek. Neliti ordo chiroptera (kelelawar) yang menggantung di langit-langit goa juga oke tuh." jawabku sekenanya.

Mata Zoe menyipit. "Dih aku gak suka kelelawar. Geli aku ngeliatnya." Bahasa tubuh Zoe mengindikasikan kejijikan. "Lha kamu sendiri ada rencana mau ke mana?" 

"Zoe, aku kayaknya gak pulang deh liburan ini. Aku dah bilang ortuku. Bentar lagi ada monitoring dan evaluasi PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Meski gak ikut PKM secara langsung, tapi  aku kan didaulat jadi mentor buat rekanku. Sisanya aku gunakan buat ngerjain skripsi"

Hening.

"Zoe, aku tertarik sama digital essay competition yang kamu kasih liat ke aku beberapa waktu lalu. Aku pengen bikin esai tentang konservasi." Beberapa waktu lalu Zoya memberikan informasi mengenai sebuah kompetisi esai bidang lingkungan hidup dan harus dipublikasikan secara digital di microsite penyelenggara. Hadiahnya lumayan cuy, juara 1 dapat laptop. Kebetulan banget aku butuh laptop baru.

"Tapi aku bingung mau bagaimana bikin kontennya. I have no idea, Zoe."

Hening lagi ...

Zoya yang aslinya petakilan kadang sedikit baperan, diam sejenak. Mikir. Tiba-tiba matanya membulat. Pupilnya berbinar. Senyumnya membuncah. Wajahnya mengekspresikan keriaan. Jemarinya yang lentik memijat-mijat ponselnya barang beberapa saat. Sepertinya dia mengontak seseorang.

"Arinta, aku jamin deh liburan kali ini bakalan tak terlupakan! Percaya deh sama aku!"

Zoya bilang demikian sampai 3 kali lho.

Liburan kali ini bakalan seperti apa Zoe?
***
Keciap burung-burung dan kokok ayam bersahutan. Sang mentari mulai mengguratkan sinarnya di bumi Yogyakarta. Sensasi segar dan panas menyeruak, membaur bersama tetesan embun. Suasana seperti ini sangat cocok buat sekadar lari pagi bukan? Tapi aku memutuskan untuk tidak lari pagi. Ada agenda penting yang harus aku kerjakan hari ini bersama anak-anak Herbiforus. Aku mau mengerjakan riset, sulam mangrove, sekaligus berlibur. Semoga liburanku  kali  ini menjadi asyik dan menyenangkan. Aku sekaligus berencana bikin konten mengenai konservasi bakau di kawasan Pantai Pasir Mendit, tepatnya di Wisata Hutan Mangrove Wana Tirta, Kulonprogo. Kamu pernah dengar atau ke sini sebelumnya?

Aku harus mempersiapkan segalanya. Kaos kaki harus bawa dua pasang. Satu buat nyebur ke rawa hutan mangrove. Satunya lagi buat dipakai di perjalanan. Demikian jilbab, celana, dan juga baju. Semua serba dobel. Tas berisikan laptop, camilan (oh ini wajib ya!), buku catatan, dompet, dan apalagi ya? Tasku udah kayak ikan kembung gitu. Laptopku udah berat, ditambah pakaian ganti pasti tasku tambah berat.
Ke mana pun bepergian. Jangan lupa bawa ASUS selalu
Kami berangkat bareng-bareng naik bis. Satu-satunya anak yang kukenal adalah Hindun Hidayatun Naimah, anak pendidikan biologi. Tapi kan Hindun jadi panitia, sedangkan aku peserta. Zoya sendiri gak bisa menemaniku karena dia pergi bersama pacarnya di Watu Tapak. Bis mulai melaju. Bis penuh dengan anak-anak biologi dan aku halo? Demi apa coba aku anak akuntansi bisa nyasar sampai ke sini? Aku berhutang budi sama Zoe nih udah kasih info mengenai kegiatan ini.

Oh ya aku belum menceritakan Herbiforus. Jika BSG adalah kelompok studi mengenai goa, Herbiforus lebih mengarah pada keilmuan dan keahlian pengelolaan tumbuhan. Kedua kelompok ini bergerak dan bernaung bersama Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Yogyakarta. Kamu bisa check ke instagram @herbiforus. Di sana kamu bisa mendapat pengetahuan dan informasi mengenai bebungaan, umbi-umbian dan tanaman lain, mulai dari  nama ilmiahnya, persebarannya, asal daerahnya, cara  pembudidayaannya dan lain sebagainya. Empat bidang kajian Herbiforus meliputi bidang kajian tanaman obat, pangan, konservasi, dan tanaman hias.  Herbiforus juga pernah mengadakan pelatihan hidroponik dan terrarium untuk mahasiswa. Asyik kan kalau kayak gini caranya? Learning dapat. Meaningful juga iya!

Sesampainya di lokasi, kami pun bersiap. Namun sebelum terjun langsung ke hutan mangrove, kami diajak bersosialisasi mengenai sejarah kawasan ini plus disuguhi penganan lokal yang rasanya ciamik. Aku paling suka bakwan udangnya. FYI, Selain digunakan sebagai kawasan wisata konservasi, demi meningkatkan taraf perekonomian, warga sekitar membudidayakan udang vaname.

Aku meletakkan tasku yang berat itu dan mengambil 2 ikat bibit bakau. Kasihan laptopku di dalam kesenggol-sengol gitu dengan tas lain milik panitia dan peserta. Belum lagi di dalam bis yang penuh guncangan. Kebayang gak sih khawatirnya aku? Aku takut laptop Asusku kenapa-napa. Mana ini laptop baru saja diinstal ulang karena kena malwareBertahan barang sejenak ya nak, ibu mau menyusuri sepanjang payau buat tanam nih bakau.

Bersiap-siaplah terjun ke air dan basah-basahan, Arinta. Hari ini akan ada 1000 bibit bakau yang hendak ditanam. Kita perlu menyeberang dengan perahu untuk menanam bakau di daerah yang agak gundul. Sebisa mungkin pakai kaos kaki ya gaes, sebab di payau banyak cangkang kerang, sisa-sisa terumbu karang, aneka benda tajam dari biota laut lainnya. Setidaknya kaos kaki menjadi pelindung pertama kulit kita. Kalau mau pake sendal/sepatu/boot juga bisa, tapi agak berat buat berjalan dalam air nantinya.
"Jagalah Hutan Mangrove. Demi Anak Cucu Kita" Gitu Pesan Singkatnya
(Dokumentasi Sebagian Milik Herbioforus & Paling Bawah Milik Pribadi)
Selepas zuhur, kami sholat, makan, dan diperkenankan istirahat. Selesai sholat dan makan, kumanfaatkan sedikit waktu untuk berburu informasi berbincang dengan Mbah Warso Suwito, tokoh sentral di balik Ekowisata Hutan Mangrove Wana Tirta di kawasan Pasir Mendit ini. Mbah Warso pernah didaulat sebagai kader terbaik Kementerian Kehutanan pada tahun 2014. Selain itu, beliau juga terpilih sebagai juara pertama kader konservasi dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Mbah Warso terbuka dan ramah kepada siapa saja. Mbah warso mampu merangkul berbagai kalangan. Mulai dari pejabat, LSM, aktivis lingkungan hidup, hingga mahasiswa. Sudah banyak kampus yang menyambangi kawasan tersebut, apalagi kalau bukan untuk riset dan aksi tanam bakau.Lumayan kan informasi yang aku kulik bisa buat bahan esai digital nanti.

Kawasan hutan bakau di Pasir Mendit bisa dikatakan sebagai kawasan terluas dan terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa jenis bakau tumbuh di kawasan ini, sebut saja Bruguiera cylindrica, Rhizophira mucronata, dan Avicennia alba. Tidak hanya bakau, di kawasan ini ada juga vegetasi lain seperti cemara udang dan nipah. Aku pikir informasi ini sedikit banyak mampu kuolah menjadi bahan esai digital.

Keasyikan mengobrol, tetiba indikator baterai di laptopku menjerit-jerit. Aku butuh colokan. Colokan mana colokan? "Kak, ada colokan yang nganggur enggak? Tanyaku pada salah satu panitia.

"Wah kayaknya kepake semua dek, coba yang di sebelah sana." Semoga masih ada ya.

Ini nih alasan kenapa aku butuh laptop baru. Laptopku udah purba banget. Udah uzur lebih tepatnya, termakan waktu dan perasaan, #eh. Laptop Asus ini sudah menemani semenjak aku duduk di bangku SMA hingga menjadi mahasiswa berprestasi karatan. Laptop Asus seri K410 dengan Intel Core 2 Duo ini dibekali Nvidia Geforce 310M (512 MB). Kebayangkan kalau diisi game macam Resident Evil 4 dan Prototype, ngelagnya kayak apa. Padahal itu game lawas. Jangan tanya jika dimainkan Resident Evil 7. Mampus kali laptopnya. Aku paling susah banget kalau ngedit video, rendernya masya allah. Lama. Udah gitu kalau ngelag di tengah jalan suka bikin KZL. Untuk buat konten grafis aku gak pakai Photoshop dan CorelDRAW. Tahu dirilah kalau Photoshop dan CorelDRAW rada berat di laptopku. Aku cukup pakai Inkscape plus Photoscape saja. Laptopku ini paling jos buat ngerjain tugas kampus. Untuk aktivitas multitasking jangan ditanyakan ya. Gak kuat.

Laptopku mampu bertahan kurang dari 20 menit saja. jika tidak segera di-charge. Ya matilah. Makanya ke mana-mana aku harus bawa charger yang ukurannya segede gaban dan bisa buat lempar maling. Udah gitu, berat lagi. Beban banget bagi aku sebenarnya. Setiap ke kampus aku harus bawa beban di pundak sebesar 2 kg, belum termasuk buku-buku akuntansi lho ya. Beban di pundak semakin bertambah saja. Coba kalau ada bahu yang bisa kusandarkan. Eakkk.
Doakan ya gaes, supaya aku meraih juara 1 kompetisi esai digital. Aminnn.

Menjadi Bermakna di Belantara Digital Bersama Zenbook S UX391UA

4 minggu setelah kompetisi esai digital berakhir...

"Woy Nyet! kadal gurun! Bangun. Ini udah jam berapa? Tidur mulu. Dasar kebo!" Teriak Zoya ketika mendatangi kosku. Pintu kos sengaja tidak aku kunci karena Zoya akan datang. Tanpa tedheng aling-aling atau uluk salam dia mengagetkanku. Aku masih ngantuk dan malas-malasan buat bangun.

"Ih nih bocah pagi-pagi sudah mengabsen seisi kebun binatang aja." Bikin KZL sih Zoya kadang.

"Aku bawain bubur ayam dan camilan. Bangun gih. Cuci muka. Kita sarapan bareng"

"Kamu tengil, tapi paling pengertian Zoya. Klo kamu cowok pasti udah kujadiin pacar hehehe." Sebuah guling mendarat di mukaku. Ekspresi Zoya benar-benar meledekku seolah-olah bilang gini, Jones mulu sih kamu Arinta, makanya cari pacar!

Selesai sarapan Zoya bertanya, "Gimana kompetisinya? Udah pengumuman belum?"

Aku menghela napas.

"Aku gak menang Zoe. Aku cuma masuk daftar 100 artikel terbaik. Padahal Aku udah usaha maksimal banget. Kamu tau kan Zoe klo aku benar-benar butuh laptop baru."

"Jangan sedih gitu dong Arinta. Kudu semangat. Ingat pesertanya lebih dari seribu orang, kan? Menjadi 100 besar itu udah bagus kok." Zoya berusaha menghiburku. "Gini, kedatangan aku ke sini mau ngasih kabar gembira sih ke kamu. Ada kompetisi blog yang hadiahnya laptop keren. Mau ikutan gak?

"Aku udah males, Zoe." jawabku.

"Ih kalau kamu tahu harga dan spesifikasi laptopnya kamu bakalan ngiler deh. Nih aku kasih liat ke kamu."

Zoya menunjukkan sebuah postingan dari blog Mira Sahid. Zenbook S UX391UA? Astaga naga. harga laptopnya setara biaya hidupku 2 tahun di Yogyakarta. Sebagai pengguna ASUS, siapa yang gak tertarik coba buat memiliki si Zenbook ini. Udah gitu spesifikasinya. Alamak. Berasa jadi seorang eksekutif muda!
Zenbook S UX391UA. Laptop idaman jaman now. Dokumentasi Mira Sahid.
Zoya menambahkan,"Arinta, meskipun kamu gak menang, kamu udah menjadi bermakna di belantara digital. Di jaman seperti sekarang ini bertebaran tulisan click bait yang mengarah pada hoaks dan ujaran kebencian. Kamu udah bagus bikin konten tentang konservasi. Lebih bermanfaat. Siapa tau ada orang yang baca tulisanmu, lalu tertarik berkunjung ke Pasir Mendit. Siapa tahu ada organisasi lingkungan hidup atau pengusaha yang memiliki niat untuk berdonasi uang/bibit bakau di sana. Kunjungan wisatawan turut mendongkrak roda ekonomi warga sekitar. Secara tidak langsung, kamu berkontribusi untuk Pasir Mendit. Kamu juga dapat suasana liburan yang learningful, meaningful, dan joyful kan? Kamu gak rugi kok. Kamu bisa bikin konten positif, kamu juga dapat liburan asyik penuh makna. Double kill!"
***
Menjadi bermakna di belantara digital? Ada benarnya juga sih si Zoya. Tentu saja Zenbook S UX391UA mendukung banget gaya hidup digital nomad milenial seperti aku. Ngerjain job konten di coworking space, kadang di kampus, kadang di kafe, serba nomaden dan remote pokoknya.

Apalagi tahun ini aku ada rencana gabung di Genpi. Tahu Genpi? Genpi singkatan dari Generasi Pesona Indonesia. Genpi dapat dikatakan sebagai komunitas yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata berisi influencer yang terdiri atas blogger, vlogger, fotografer, social media enthusiast, dan kreator konten lainnya. Genpi hadir dan turut berkontribusi membangun citra positif pariwisata Indonesia. Anak Genpi sering banget bikin trending topic dan konten viral di twitter. Hestek-hestek mainan anak Genpi selalu diawali dengan kata #Pesona, #Festival, #DestinasiDigital, dan masih banyak lagi. Commercial value yang diciptakan Genpi juga gak main-main. Misal nih Destinasi digital Pasar Karetan di Kendal yang disounding anak-anak Genpi berhasil meraih income sebesar 35 juta di penghujung 2017 silam. Ini baru satu contoh. Padahal ada banyak pasar yang dijadikan destinasi digital oleh Genpi. Nancep banget deh kalimat "bermakna di belantara digital."

Selepas selesai kuliah aku ingin bekerja di ranah digital, menjadi social media influencer atau full time blogger misalnya. Laptop dengan high performance seperti Zenbook S UX391UA menjadi sangat berarti bagiku. Gimana gak mupeng kalau liat spesifikasi yang ditawarkan? Kehadiran Zenbook S UX391UA semakin mendukung kerja-kerja senyap namun bermakna di belantara digital.

Anyway, di antara dua warna pilihan Zenbook S UX391UA yakni Deep Dive Blue dan Burgundi Red, aku pilih yang Burgundi Red. Entah kenapa aku suka aja warna ini. Lebih keliatan misterius sekaligus tegas menurutku. Kalau kamu?

Berikut alasan kenapa aku jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat impresi dan performa Zenbook S UX391UA. Dijamin si zenbook gak bakalan bikin kamu patah hati.
Kamu pernah enggak mengalami kejadian kayak kejadian gini, lagi ngerjain tugas, gak sengaja teman kamu nyengol laptop di atas meja. Laptop tersebut jatuh. Kemudian layarnya retak atau ada bagian tertentu yang malah jadi eror. Wah jangan sampai deh kamu mengalami kejadian kayak gini.

Untungnya Zenbook S UX391UA sudah melalui serangkaian uji yang disebut Military Grade MIL-STD 810G. Beberapa uji yang tersebut meliputi : low temperatur test, high temperature test, altitude test, humidity test, drop test, vibration test, dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa Zenbook S UX391UA memiliki kemampuan melindungi diri dari goncangan, benturan keras, panas ekstrim, dan sebagainya. Pokoknya anti retak-retak club deh. Jatuh dari atas meja, masih aman. Kamu duduki si Zenbook, masih aman. Kamu masukkan ke kulkas, masih aman. Kamu bakar...ya jangan! Mending si zenbook kamu kasih ke aku jika sudah merasa bosan. :p

Aku membayangkan betapa asyiknya traveling bersama zenbook. Apalagi aku ada keinginan masuk Genpi tahun ini. Apapun momennya, segalanya bisa menjadi asyik, menyenangkan, dan bermakna bukan? Menjadi bermakna di belantara digital? Ayok!

***
"Arinta, serius amat baca spesifikasi Zenbook S  UX391UA..."

Zoya menyadarkanku bahwa aku masih hidup di dunia. Aku memang lagi searching informasi mengenai si Zenbook. Kalau sudah fokus, kadang aku gak sadar diri, kalau di sebelahku ada yang nyeletuk.

"Gile bener nih laptop, Zoe. Mupeng aku dibuatnya. Masa si Zenbook memiliki sertifikasi uji Military Grade MIL-STD 810G? Alamak RAM-nya aja udah 16 GB. Bisa mendukung kinerja multitasking ya Zoe. Belum fitur unggulan lainnya"

"Jadi Arinta, kamu nanti mau ikut kompetisi blog ASUS x Mira Sahid ini Gak?" Pungkas Zoya.

Hmmm ikut enggak ya? Menurut kamu, mending aku ikut atau enggak?

TAMAT 

Catatan :

*Terima kasih saya ucapkan kepada Himabio UNY, Herbiforus dan Ketua Herbiforus periode 2018, Lexy Jalu sehingga saya bisa menyusun tulisan ini.

*Sumber referensi untuk tulisan ini diambil dari web ASUS Indonesia.