Minggu, 01 September 2019

Dari Panggung Krapyak Hingga Tugu Pal Putih, Serunya Menyusuri Sumbu Filosofi Jogja dengan 2 Aplikasi Ini!

Indonesia memiliki ragam warisan budaya lokal yang sangat artistik nan estetik terhitung dari Sabang sampai Merauke. Ini membuktikan betapa luar biasanya kecedasan leluhur bangsa kita. Warisan budaya tersebut tersebut bisa berupa berupa benda (situs peninggalan bersejarah seperti candi) dan nonbenda (musik, adat-istiadat, tradisi lisan, seni arsitektur, tatanan nilai). Di balik peninggalan-peninggalan budaya lokal tersebut, terdapat filosofi hebat yang mendasarinya. 

Di era digital seperti sekarang ini, memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat akar budaya lokal adalah suatu keniscayaan. Terlebih lagi buat kamu milenial, yang sangat lekat dan dekat dengan teknologi. Yuk kita gali kearifan lokal dan budaya agar menjadi identitas bersama. Menguat sekaligus mengakar!
Apakah budaya lokal mampu bersanding dengan teknologi? Ya tentu saja, apalagi ketika memasuki era industri 4.0 dewasa ini. Seiring berkembangnya waktu digitalisasi dan kemelekatan budaya dengan teknologi menjadi bagian yang tak terelakkan, saling berkelindan. Kita ambil contoh digitalisasi manuskrip seperti serat, babad, tembang-tembangan, dan aneka rupa kidung-kidungan . Manuskrip atau naskah kuno jika tidak segera digitalisasi, secara fisik ia akan rusak termakan usia atau digerigiti hewan seperti rayap. Padahal manuskrip tersebut merupakan warisan budaya leluhur yang tak ternilai harganya. Seandainya lenyap, generasi selanjutnya akan kehilangan akar budayanya. 

Bicara manuskrip, saya jadi teringat peristiwa Geger Sepehi pada tahun 1812 di mana Inggris menjarah ratusan naskah kuno dari Keraton Yogyakarta dan menyisakan 3 serat saja. Arjuna Wiwaha merupakan satu dari tiga serat yang tertinggal. Ribuan purnama berlalu. Kini, naskah kuno yang dijarah itu tersimpan dengan rapi di British Museum, British Libary, ada juga di Raffles Foundation, dan berbagai tempat lain yang sulit dilacak keberadaannya. Lantas jikalau ilmuwan budaya atau mahasiswa Indonesia ingin mengadakan riset mengenai naskah kuno tersebut harus ke Inggris begitu? Tenang dulu. Perlahan-lahan, naskah tersebut kembali ke Yogyakarta dalam bentuk digital. Berterima kasihlah kepada Javanese Manuscripts from Yogyakarta Digitisation Project, sebuah proyek yang dirintis oleh Sultan Hamengku Buwono X guna mengembalikan dan mendigitalisasi naskah-naskah kuno Jawa itu. Dikutip dari Liputan6.com, dari ratusan naskah yang hilang, 75 kembali dalam bentuk digital. Naskah-naskah yang telah kembali dalam bentuk digital tersebut berupa naskah sejarah, sastra, etika Jawa, tata cara hidup, hukum/moral, cerita pewayangan, naskah-naskah islam, dan masih banyak lagi.

Situs bersejarah seperti candi tergolong sebagai warisan budaya benda (tangible cultural heritage) karena ada bentuk fisiknya Manuskrip atau naskah kuno termasuk bagian dari warisan budaya tak benda (intangibe cultural heritage), sebab meskipun memiliki bentuk fisik, di dalam sebuah naskah mengandung teks-teks bermakna (hasil dari pemikiran seseorang) dan persepsi budaya masyarakat pada masa tertentu. Makna dan persepsi budaya sifatnya abstrak, tidak memiliki wujud fisik. Itulah alasan mengapa naskah kuno masuk ke dalam kategori intangibe cultural heritage. Selain naskah, produk budaya seperti tata cara, pranata sosial, filosofi menjadi bagian dari warisan budaya tak benda. 

Kembali pada topik utama, apakah teknologi mampu memperkuat akar budaya lokal? seharusnya demikian. Selain mempermudah kehidupan, kehadiran teknologi sejatinya juga mampu menjaga kearifan budaya dan nilai-nilai lokal. Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas 2 aplikasi yang secara tidak langsung berkontribusi memperkokoh akar budaya lokal. Kedua aplikasi tersebut yakni Jogja Istimewa dan JogjaBike. Aplikasi Jogja Istimewa hadir sebagai produk teknologi informasi yang merangkum hampir 97% Jogja. Jika kamu ulik Aplikasi Jogja Istimewa, di dalamnya berisi menu/ikon Jogja Budaya, Jogja Wisata, Jogja Layanan Publik, Jogja Belajar, Jogja Kuliner, Jogja Info, Jogja Transportasi, Jogja Event, Jogja Galeri, Jogja 360, Jogja Doeloe AR, dan Jogja Streaming. Adapun aplikasi JogjaBike membantu kamu menjelajah kawasan sejarah seperti Panggung Krapyak, Keraton, Tugu Jogja (Sumbu Filosofi Jogja) melalui sewa sepeda daring.
Lanjut ya...

Selain manuskrip/naskah kuno, budaya lokal Yogyakarta yang masuk kategori intagible cultural heritage yakni Sumbu Filosofi Jogja. Tahun 2017, Sumbu Filosofi Jogja terdaftar dalam World Historical Tentatif List UNESCO lho.

Bagi kamu yang belum tahu mengenai Sumbu Filosofi Jogja, Infografis berikut setidaknya memberikan secuil pengetahuan tentang hal itu.
Untuk mengulik lebih jauh mengenai Sumbu Filosofi Jogja, saya menantang diri saya sendiri untuk menjelajah garis imajiner tersebut menggunakan sepeda berbasis daring buatan developer lokal, JogjaBike. Bagi pengguna Android, kamu bisa mengunduh Jogjabike by Inabike via Google Play. Untuk pengguna iOS, kamu bisa mendonlotnya melalui App Store. lokasi persewaan sepeda Jogjabike bisa kamu temui di sepanjang kawasan Malioboro. Jadi, lokasi persewaan sepeda sangatlah strategis dan menjangkau Sumbu Filosofi jogja. Oh ya, biaya sewa per jam hanya Rp 5.000. Murah kan? Bagi kamu para turis dan traveler, puas-puasin deh menjelajah Sumbu Filosofi Jogja. 
Langkah-langkah menggunakan sepeda JogjaBike. Dokumentasi pribadi.
Jenis sepeda yang disewakan JogjaBike. Dokumentasi Pribadi.
Klik menu GO, maka lokasi sepedamu akan terlacak di map dan durasi waktu akan terus berputar. Dokumentasi pribadi
Untuk top up bisa langsung ke petugas yang berada di lokasi persewaan ya gaes. Karena saya hendak menjelajah Sumbu Filosofi yang mungkin memakan waktu cukup lama (2 hingga 4 jam), maka saya isi saldo aplikasi sebesar Rp 20.000.

Gaskeun! Saatnya menyusuri Sumbu Filosofi!
Saatnya menjelajah Sumbu Filosofi Jogja. Dokumentasi pribadi

Panggung Krapyak, tempat berburu Raja-raja Mataram. Dokumentasi pribadi
1. Panggung Krapyak (Kandang Menjangan)

Sangkan Paraning Dumadi bermula dari Panggung Krapyak. Filosofi Sangkane Dumadi (Awalnya ada). Berakhir pada Paraning Dumadi yang memanjang dari Keraton Yogyakarta menuju Tugu Golog Gilig. Panggung Krapyak mengilustrasikan posisi janin ketika berada dalam kandungan.

Bangunan menyerupai kubus ini dulunya digunakan sebagai tempat berburu para pewaris trah Kerajaan Mataram. Selain berburu, tempat ini digunakan sebagai lokasi latihan beladiri. Adapun binatang yang menjadi bahan buruan adalah jenis rusa atau menjangan. Tak heran Panggung Krapyak juga dikenal pula sebagai Kandang Menjangan. Sebagai tempat perburuan, Panggung Krapyak juga dilengkapi pesanggarahan sebagai tempat beristirahat dan taman air.

Jarak Panggung Krapyak dari Alun-alun Selatan sekitar 1 km, sedangkan dari Keraton Yogyakarta kurang lebih 3 km. 
2. Alun-alun Selatan
Plengkung Gading, gerbang masuk Alun-alun Selatan. Dokumentasi pribadi
Sebelum memasuki Alun-alun Selatan, saya akan melewati Plengkung Gading atau Plengkung Nirbaya. Plengkung Gading merupakan gerbang masuk menuju Alun-alun Selatan dan Keraton Yogyakarta. Di sekeliling plengkung terdapat tembok kokoh (Benteng Baluwerti) dan bastion (semacam tempat mengintai musuh). Sepedaan di kawasan seperti ini seru gaes. Saya bisa menikmati semilir angin yang menyegarkan sekaligus wisata budaya dan sejarah!
Sasono Hinggil Dwi Abad dengan 2 beringin kembarnya. Dokumentasi pribadi.
Arsitektur khas yang ada di Alun-alun Selatan yakni Sasono Hinggil Dwi Abad yang merupakan bangunan yang sengaja ditinggikan. Sasono Hinggil Dwi Abad memiliki luas atau ukuran sekitar 500 meter persegi dan ditinggikan 150 meter persegi dari permukaan tanah di sekitarnya. Di pelataran bangunan tersebut terdapat 2 beringin tegak yang jika ditarik garis lurus akan sejajar dengan 2 pohon beringin di Alun-alun utara, memanjang lurus ke utara menuju Tugu Pal Putih hingga Gunung Merapi (Sumbu Filosofi Jogja) .

3. Keraton Yogyakarta
Akhirnya sampai di depan Keraton Yogyakarta. Dokumentasi pribadi.
Ada yang tahu kisah berdirinya Keraton Yogyakarta?

Baiklah, saya akan bercerita sedikit. Keraton Yogyakarta didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Perlu kita tahu bahwasanya Nagari Ngayogyakarta memiliki hari proklamasinya yang disebut Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu tanggal 13 Maret 1755. Sang Sultan memulai membangun Keraton Yogyakarta pada tanggal 9 Oktober 1755. Pembangunan keraton memakan waktu kira-kira setahun. Pada tanggal 7 Oktober 1756, Sultan Hamengku Buwono I, keluarga, beserta pengikut setianya pertama kali memasuki keraton yang baru saja selesai dibangun. Peristiwa besar ini ditandai dengan munculnya Candra Sengkala : Dwi Naga Rasa Tunggal. Candra Sengkala sendiri merupakan perhitungan angka tahun dalam budaya Jawa. Dwi Naga Rasa Tunggal artinya tahun 1682 (penanggalan Jawa) atau setara dengan tahun 1756 dalam kalender masehi.

 4. Alun-alun Utara
Kiai Janadaru (kiri) dan Kiai Dewadaru (kanan), dua pohon beringin di tengah Alun-alun Utara. Dokumentasi pribadi
Berdasarkan kratonjogja.id, Alun-alun Utara membentang seluas 300 x 300 meter persegi. Di tengah alun-alun tersebut terdapat dua pohon beringin berkurung. Usut punya usut, kedua beringin tersebut memiliki nama lho gaes. Mereka berdua adalah Kiai Dewandaru dan Kiai Janadaru. Saya bahkan baru tahu nama dua beringin ini ketika mengikuti Jogja Cross Culture, Agustus silam. 

Mari kita dedah satu per satu. Kiai Dewadaru memiliki makna filosofis dan simbolis sebagai hubungan spiritual antara manusia dengan Sang Pencipta. Dewa berartu Tuhan, Daru berarti Wahyu. Posisi Kiai Dewadaru berada di sebelah barat sumbu filosofi, segaris lurus dengan Masjid Gedhe. Mengilustrasikan pula kedudukan hamba beriman dengan Gusti Ingkang Agung. Konsep habluminallah dalam sumbu filosofi telah dipikirkan semenjak awal oleh Sultan Hamengku Buwono I. Luar biasa bukan pemikiran beliau?

Sedangkan Kyai Janadaru yang bermakna harafiah pohon manusia, melambangkan hubungan yang baik antarsesama manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan, hablumminannas. Posisi Kiai Janadaru berada di sisi timur Sumbu Filosofi, searah dengan Pasar Beringharjo. Secara tersirat, makna alun-alun dengan 2 pohon beringin di tengah menggambarkan konsep manunggaling kawula gusti, bersatunya rakyat dan raja, selaras dengan Sang Pencipta. 

Puas menjelajah Alun-alun Utara, yuk kita bersiap menuju Tugu Pal Putih!

5. Tugu Pal Putih (Tugu Golong Gilig)
Tugu Pal Putih (Tugu Golong Gilig). Dokumentasi pribadi.
Semula, Tugu Pal Putih bentuknya tidak lancip di ujung, tetapi bulat (gilig) dan tubuhnya berbentuk silinder (golong). Maka jangan heran tugu ini disebut pula sebagai Tugu Golong Gilig. Kala itu, orang Belanda kerap memanggil Tugu Golong Gilig dengan istilah white paal (tiang putih), seiring berjalannnya waktu masyarakat menyebutnya dengan Tugu Pal Putih. Tugu ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1756. Tinggi tugu ini mencapai 25 meter.

Gempa tektonik skala besar menghantam Jogja pada tahun 1867. Banyak bangunan yang rusak, Tugu Golong Gilig ini satu di antaranya. Pilar tugu rusak sepertiga bagian. Tugu tersebut dipugar kembali oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Bentuk dan ketinggian tugu pun mengalami perubahan dari semula tinggi 25 meter menjadi 15 meter. Dari berbentuk Golong Gilig menjadi lancip pada bagian ujung. 

Dalam Sumbu Filosofi, perjalanan dari Panggung Krapyak hingga Keraton Yogyakarta memiliki makna simbolis sebagai awal mula penciptaan/kelahiran hingga proses kedewasaan (Sangkan Dumadi) Adapun Tugu Pal Putih atau Golong Gilig ini melambangkan perjalanan manusia menghadap Sang Maha Pencipta (Paraning Dumadi).
Diorama Sumbu Filosofi Jogja dan replika awal Tugu Golong Gilig sebelum terkena gempa. Dokumentasi pribadi
Tak terasa perjalanan saya dari Panggung Krapyak menempuh waktu lebih dari 3 jam. Saya harus segera mengembalikan sepeda ke shelter yang berada di dekat kantor DPRD DIY. Saldo di aplikasi JogjaBike kian menipis. Meski lelah, saya sangat puas. Saya mendapati banyak pelajaran berharga sepanjang penjelajahan Sumbu Filosofi.
Selain JogjaBike, Aplikasi Jogja Istimewa membantu saya menjelajah Sumbu Filosofi Jogja. Dokumentasi pribadi
Dari penjelajahan ini, saya bisa membuktikan bahwa teknologi informasi baik secara langsung maupun tidak langsung mampu memperkuat akar budaya lokal. Melalui aplikasi JogjaBike, saya mencoba memahami secara langsung seperti apa garis imajiner yang membentang mulai dari Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, hingga Tugu Pal Putih yang dulu dikenal sebagai Tugu Golong Gilig. Belajar budaya dan sejarah model seperti ini sangatlah berkesan. Melalui aplikasi Jogja Istimewa, saya mendapat berbagai informasi mengenai cagar-cagar budaya apa saja yang dilestarikan pemerintah daerah.Tak cuma itu! Berbagai event budaya setiap bulan ditampilkan dalam menu Jogja Event. Saya cek di Jogja Event, tanggal 17 dan 18 September besok ada acara Siraman Pusaka I dan II, tanggal 28 terdapat Sendratari Sekar Pembayun. Wah! 

Pekan depan saya mau menjelajah kembali sumbu filosofi via JogjaBike, ada yang mau gabung?

                                                                               ***

"Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Pagelaran TIK yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY 2019."

Rabu, 21 Agustus 2019

30 Tahun ASUS Berkiprah, Menghadirkan Jajaran Laptop Teranyar yang Dijamin Bikin Kamu Mupeng!

Sudah 3 dekade ASUS menghadirkan produk-produk terbaik di bidang teknologi, terutama laptop dan smartphone. Sebagai pengguna Asus, ketika mendengar Asus akan mengadakan gathering di Jogja saya senang sekali. Apalagi di usianya yang sudah 30 tahun ini, pastinya Asus akan menelurkan produk-produk teranyarnya. Jajaran device top yang dijamin bikin kamu dan aku mupeng.

"Inovasi merupakan salah satu filosofi perusahaan kami. Asus merupakan perusahaan teknologi yang akan terus menghadirkan inovasi demi memenuhi kebutuhan pengguna, khususnya masyarakat Indonesia. Di usia yang ke-30 tahun kali ini, Asus mempersembahkan rangkaian laptop terbaru dengn inovasi terdepan, mulai dari laptop maintream, premium, hingga laptop gaming, "uangkap Jimmy Lin, Asus Regional Director Southeast Asia.

Saya semakin dibuat penasaran, di ASUS Gathering Jogja yang bertempat di Royal Ambarukmo, laptop jenis apa yang akan dipamerkan nanti? 

                                                                             *** 
Royal Ambarukmo, 15 Agustus 2019

Saya datang ke venue terlalu awal, mungkin saking semangatnya kali ya. Acara yang dimulai jam 15.00 WIB, saya malah datang pukul 14.15. Tak berselang lama datang Kak Wiwied, Kak Vika, Kak Riana, Om Yahya, dan sebagainya. Karena acara belum dimulai kami foto bersama dulu di salah satu sudut tangga yang memang tempatnya sangat instagrammable
Dokumentasi Riana Dewi
Dokumentasi Om Yahya Kurniawan.
Tepat jam 15.00 acara inti dimulai...

"Tahun 1989 Asus pertama kali memperkenalkan produk motherboard pertamanya," ujar Head of PR Asus Indonesia, Muhammad Firman
Inovasi ASUS selama 30 tahun. Dokumentasi pribadi
Selama 30 tahun Asus menghadirkan seri inovasi pertamanya semisal VX1 yang merupakan laptop dengan tampilan desain visual menyerupai Lamborgini. Ada juga ROG G1 sebagai serial laptop gaming pertama di dunia dan Zenbook UX21 sebagai ultrabook.

Beberapa lini produk Asus.

1. ASUS VivoBook, Sangat Cocok untuk Kamu yang Berjiwa Muda

Serial laptop VivoBook didesain untuk kawula dan profesional muda yang sangat dinamis dan penuh energi. Ciri khas yang diunggulkan pada seri ini adalah tampilan visual yang trendi serta berwarna. Contoh produk di jajaran VivoBook series yakni VivoBook S dan VivoBook Ultra.

Kita ambil VivoBook S S430 deh. VivoBook jenis ini dilengkapi fitur premium ynh hanya dimiliki oleh laptop Asus. Fitur premium tersebut di antaranya NanoEdge Display. Seperti apa sih NanoEdge Display itu? Fitur NanoEdge Display memungkinkn layar pada seri ini tampil dengan bezel yang sangat tipis. Ringkas, tangguh, ringan, stylish, cocok banget buat beraktivitas seharian. Di bawa traveling pun oke pastinya. Dengan layar 13 inchi dan NanoEdge Display membuat pengalaman visualmu menjadi lebih nyata dan tanpa batas.
VivoBook Ultra A412. Sumber : DailySocial.id
Di samping VivoBook S, yang membuat saya jatuh cinta adalah VivoBook Ultra A412. Masih dengan fitur premium NanoEdge Display plus Ergolift Design menjadikan laptop ini semakin nyaman digunakan, ketika mengetik misalnya. Yang paling bikin saya jatuh hati adalah daya tahan baterainya yang memiliki ketahanan hingga 24 jam. Cocok banget buat kamu yang sering beraktivitas di luar. Soal keamanan dan ketangguhan? Jangan tanya. VivoBook Ultra sudah mengantongi sertifikasi ketahanan berstandar militer. Sangat kuat dan tahan banting tentunya jika tak sengaja terjatuh.
Harga Asus UltraBook Series. Dokumentasi pribadi.

2. ASUS Zenbook, Laptop Paling Ringkas di Dunia
Memperkenalkan Seri ZenBook. Dokumentasi Pribadi
Laptop seri ZenBook merupakan jajaran laptop premium dengan berbagai fitur unggulan, desain ekslusif, serta performa terbaik di kelasnya. Bahkan ZenBook terbaru dinobatkan sebagai laptop dengan body ringkas dengan ukuran 13 inchi, mampu tampil lebih kecil dari kertas A4. Semua itu ada pada ZenBook 13 UX333. Zenbook seri ini memiliki screen to body ratio mencapai 92% lebih tinggi dari laptop sekelasnya yang ada pada saat ini. Seri Zenbook ini ada 3 varian yakni ZenBook 13 UX333 yang mengusung layar 13 inchi, Zenbook 14 UX433 yang mengusung layar 14 inchi, dan Zenbook 13 UX533 dengan layarnya yang berukuran 15 inchi.
Khusus gathering kali ini, Mas Firman memperkenalkan ZenBook Pro UX480 sebagai laptop ultra ringkas yang hadir dengan fitur andalan yang mampu menunjang profesional muda kreatif. Laptop seri ini menghadirkan fitur screenpad, sebuah layar kedua dengn fitur khusus yang juga dapat berfungsi sebagai touchpad. Dari sisi performa, laptop ini ditunjang dengan prosesor Intel Core i7-8565U (Whisky Lake) dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread, sangat powerful ketika menjalankan aktivitas multitasking seperti berselancar di dunia maya sembari mendengarkan musik dan edit video.

3. Series ROG, Performa Terbaik untuk Kamu Para Gamer

Republik of Gamer (ROG) merupakan brand milik Asus yang sangat populer sebagai industri gaming. Untuk ROG series, Asus telah berhasil melahirkan beberapa inovasi berupa varian laptop gaming dengan fitur dan performa terbaik di kelasnya. Pada kesempatan kali ini yang mau saya kupas adalah ROG Zephyrus dan ROG Strix.
ROG Zephyrus, laptop gaming paling tipis. Asus menelurkan laptop gaming untuk kamu gamer hardcore dan para profesional yang membutuhkan performa yang sangat powerful. Layar ROG Zephyrus bersertifikasi Pantode Validated yang mampu menghasilkan warna yang sangat akurat, sangat bagus sat bermain game. Refresh rate hingga 120 Hz dan response time hingga 3ms. Bodynya ultra ringkas dengan ketebalan di bawah 20mm.
Memperkenalkan ROG Strix. Dokumentasi pribadi
ROG Strix, khusus kamu para e-sport gamer. Berbeda dengan Zephyrus, seri ROG Strix didesain buat kamu seorang E-Sport Gamer profesional, ROG ini memiliki layar denga refresh rate 240 Hz dan response time 3ms. ROG Strix memiliki desain yang dirancang oleh tim ASUS ROG bekerjasama dengan BMW Designworks Group sehingga bernuansa mobil sport dengan sistem pembuangan serta beberapa port ditempatkan di bagian belakang
Terdapat fitur keystone untuk ROG Strix seri terbaru. Keystone merupakan perangkat khusus yang hanya dipasang di laptop seri ini saja ya. Adanya keystone memungkinkan kamu menyimpan profil dan mengatur RGB backlite. ROG Strix didukung prosesor Intel Core i9 9th Gen serta NVIDIA GeForce RTX 2070, cocok banget buat e-sport gamer yang membutuhkan framerate tinggi dan stabil.

4. ASUS PRO, Lini Laptop Bisnis dari Asus.
Setelah seri VivoBook, ZenBook, dan ROG, ASUS memperkenalkan ASUSPRO yang didesain untuk kebutuhan bisnis, industri, atau perusahaan. Berbeda dengan laptop konsumen pada umumnya, laptop seri ASUSPRO memiliki fitur keamanan yang lebih baik, durabilitas lebih tinggi, bersertifikasi standar militer, serta ergonomis. Sangat nyaman digunakan saat bekerja.

Gambar di atas merupakan ASUSPRO B9440. Ukuran layarnya 14 inchi, tapi penampilannya sekelas laptop 13 inchi dengan ketebalan hanya 1,5 cm saja. Bobotnya ringan, yakni 1,05 kg. Laptop ini memiliki performa tangguh dilengkapi prosesor Intel Core generasi ke-8. Daya konsumsi rendah sehingga memungkinkan baterai tahan lama. Perhatikan lagi gambar di atas, dengan desain ErgoLift membuat body laptop terangkat dan membentuk sudut 7 derajat. Posisi tersebut membuat profesional nyaman saat mengetik dan bekerja. Oh ya, ASUSPRO B9440 dilengkapi LED Backlite di mana keyboard akan menyala saat gelap.
ASUSPRO P5440 yang dihadirkan saat gathering
Dari varian laptop Asus yang saya ulas, kamu paling suka yang mana? Kalau aku tetap VivoBook Ultra dongs..

Rabu, 14 Agustus 2019

Memburu Foto Instagrammable di Gelaran Pameran Potensi Daerah (PPD) Sleman 2019

Pameran Potensi Daerah (PPD) Sleman 2019 dilaksanakan pada bulan Juli lalu. Awalnya saya tidak berniat untuk memposting artikel mengenai ini di blog. Saya hanya mengunggah beberapa foto yang dirasa ciamik untuk diikutkan dalam lomba foto instagram. Namin, setelah saya pikir-pikir, mending foto-foto tersebut saya abadikan di blog. Lumayan, buat nambah-nambah konten hehehe.
Pameran Potensi Daerah (PPD) ini berlangsung di Lapangan Denggung. Adapun acara dibuka oleh Bupati Sleman, Bapak Sri Purnomo. Di venue, kami disuguhkan oleh aksi flashmob dan pertunjukkn drumb band dari Akademi Maritim Yogyakarta.

Apa yang spesial menurut saya dalam pameran ini? Banyak stan yang menjual anek produk lokal dengan harga terjangkau. Stan-stan dari dinas setempat dan UMKM lokal ditata sedemikian apiknya. Sangat layak diposting di instagram atau media sosial lain. Ada banyak lomba dengan aneka hadiah menarik. 
Saya baru tahu kalau sekarang Sleman memiliki boneka maskot. Namanya Boneka Salman. Boneka Salman merupakan buah kreativitas Sahid Nugroho yang berhasil memenangkan Sleman Innovative Craft Award (SICA) 2019. Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman serta bekerjasama dengan akademisi/pengrajin di Jogja tercetuslah ide menjadikan Boneka Salman sebagai cinderamata khas Sleman.

Nama Salman merupakan akronim dari SALak dan sleMAN. Sleman terkenal sebagai daerah penghasil salak. Buah salak telah menjadi oleh-oleh khas Sleman. Boneka Salman merupakan visualisasi petani salak di Kabupaten Sleman. Boneka ini bergender perempuan (Yu Sal) dan Laki-laki (Kang Man). Boneka laki-laki memakai surjan dan blangkon sebagai identitas tradisional Yogyakarya yang beradat Jawa. Adapun boneka perempuan memakai motif batik khas Sleman, ykni motif Batik Parijotho Salak. 

Baik, saya berhasil mengabadikan beberapa foto stan yang ciamik dan layak diposting di instagram atau media sosial lainnya.






Senin, 12 Agustus 2019

Belajar Storytelling bersama Ang Tek Khun dan Qurotul Ayun

Malam itu ceritanya saya lagi rebahan santai sembari scrolling timeline instagram. Eh ada update dari An Tek Khun atau biasa yang dipanggil Pak Khun,. Genpi Jogja ngadain Kelas Narasi dengan beliau sebagai pematerinya. Selain itu ada Kak Qurotul Ayun, seorang narablog di ayuniverse.com. Jadi saya hanya sedikit merangkum materi yang disampaikan 2 narasumber tersebut.
Pak Khun. Dokumentasi pribadi.
Ikut kelas Narasi Storytelling, pengin belajar langsung dari Pak @angtekkhun1. Pernah baca blognya Pak Khun di www.ceritakhun.com judulnya "Bumblebee dan Blogging Lagi di Kekinian," saya suka gaya penceritaannya. Kapan hari ikut workshop menulis dengan pembicara Pepih Nugraha, di sana juga ada Pak Khun. Saya akui orang Kompasiana seperti Pak Khun atau Kang Pepih emang keren. Waktu itu sempet mbatin, kapan ya bisa belajar langsung (ikut workshop) dari Pak Khun. Tiga hari lalu, pas scroll timeline liat banner Pak Khun bikin kelas narasi ya auto daftar dongs. Satu pesan yang saya tangkap dari kelas narasi kemaren, Pak Khun bilang untuk menabung pengalaman dan membingkainya menjadi sebuah cerita yang apik. Demikian.

Di kelas narasi kemaren juga ada Kak @ayunqee. Dia klo bikin tulisan di blog bagus banget (www.ayuniverse.com). Pantaslah tulisan yang berjudul "Harmoni Pagi di Pasar Kaki Langit" mendapat Anugerah Pewarta Wisata Indonesia dari Kemenpar tahun 2018. Satu hal yang saya tangkap dari materi yang disampaikan Kak Ayun, kamu harus menabung diksi dan sering membaca. Membaca tak harus buku, bisa artikel blog dan lain sebagainya.
Kak Ayun. Dokumentasi pribadi
Seperti halnya fotografi, storytelling juga soal menangkap momen, llu menceritakannya. Setiap orang bisa menjadi soryteller, karen siapapun pasti memiliki cerita sendiri-sendiri. Dari sebuah rangkaian kejadian, psti da momen yang paling menarik dan berkesan yang bisa diceritakan. Untuk menjdi pencerita yang baik, seseorang harus menjadi observer atau pengamat. A good storyteller is a good observer. Dengan menjadi pengamat, kita bisa meliht detail yang barangkali dilewatkn orang lain. Kita bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda ketika menceritakan sesuatu. Kit bis mengaitkan apa yang kita amati dengan sesuatu yang kita alami.

Selanjutnya tuangkan momen yang berhasil kita tangkap ke dalam cerita secara tertulis. Banyak pilihan diksi dan kalimat untuk mengawali sebuah cerita. Kita bisa menggunakan kata seru, kutipan, kalimat tanya, pernyataan kontradiktif, dan masih banyak lagi. Pada kalimat-kalimat berikutnya berikan sentuhan dramatis lewat diksi-diksi yang membangkitkan imajinasi, agar pembaca seolah-olah ikut mengalami. Meski hanya lewat tulisan.

Kira-kira demikian sedikit banyak pemaparan materi dari Kak Ayun.

Udah gitu dulu ya. Oh ya, saya ucapkan terima kasih buat @genpijogja yang telah ngadain kelas narasi ini. Meski saya bukan anak Genpi, tapi dikasih kesempatan buat ikut.

Sampai jumpa di lain kesempatan.

Jumat, 09 Agustus 2019

AKSI PENDEKAR MILENIAL : Mengukuhkan Semangat Gotong Royong, Berbhineka, Cinta Pancasila, Menuju Indonesia Maju!

"Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani dunia! Pancasila merupakan ideologi bangsa yang setiap warga negara harus menjadi bagian darinya!" (Presiden Joko Widodo dalam pidato Visi Indonesia, 14 Juli 2019)
Sedih banget akhir-akhir ini begitu banyak hoaks, ujaran kebencian yang menyulut perpecahan menyebar dengan mudahnya di media daring. Masuk melalui kanal-kanal media sosial hingga aplikasi chat. Para orangtua dan mereka yang rendah akan literasi digital mudah sekali terprovokasi oleh berita yang simpang siur dan tidak jelas muasalnya tersebut. Maka dari itu, peran milenial dan pegiat digital seperti blogger dan vlogger sangat dibutuhkan untuk memberi edukasi mengenai spirit cinta tanah air dan pendidikan karakter. Sangat menantang menang. Namun, itu sudah menjadi tugas kita bersama. 

Merasa risau dengan hal tersebut, saya memutuskan menghadiri Forum Aksi Pendekar (Pendidikan Karakter) Pancasila yang diadakan di pada hari ini, Jumat 9 Agustus 2019 di Hotel UNY. Wih acaranya di area kampus saya sendiri! Mantap jiwa. Acara bertajuk "Semangat Gotong Royong, Kebhinekaan, Persatuan, dan Kesatuan untuk Indonesia Maju" dihadiri kurang lebih 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja digital seperti saya. Ya, sebagian besar audiens yang hadir merupakan generasi milenial atau mereka yang masih memiliki semangat muda, tak peduli berapa pun usianya. Itu yang menarik. 

Apa hubungan pendidikan karakter dan penanaman moral pancasila? Hikmah apa yang bisa kita petik dari Forum Aksi Pendekar Pancasila tersebut? Bagaimana cara milenial membangun spirit gotong royong yang humanis, cerdas, berkarakter, serta berbudi luhur? Wuih banyak pertanyaan di kepala.

Kuy kita kupas satu per satu...
Berfoto dulu dengan narasumber sebelum acara dimulai
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu dilanjut dengan doa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Kemudian sambutan dari Kepala Dinas Koiminfo DIY, Bapak Rony Primanto Hari.
Sambutan dari kepala Diskominfo DIY
"Kemajuan Tekonologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan pergeseran-pergeseran, terutama perilaku generasi muda dalam hal memahami ideologi bangsa. Interaksi virtual lebih banyak mewarnai kehidupan sehari-hari, akibatnya kearifan lokal seperti norma dan tata krama mengalami penurunan. Bahkan terjadi serangan-serangan melalui media sosial. Di DIY, kami memiliki Bergodo Siber, sebuah tim yang terdiri dari pegiat literasi digital yang memiliki peran dalam menangkal konten negatif dan menyebarkan berita positif." Demikian sambutan singkat dari Pak Rony.

Saya rasa langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah patut mendapatkan apresiasi. Apalagi saat ini Indonesia sudah memasuki era digital, maka dari itu perlu menyiapkan kualitas SDM yang unggul, berkarakter untuk menuju Indonesia emas 2045 (menuju Indonesia Maju).
Selanjutnya memasuki acara inti. Pada sesi pertama ada 2 pembicara yakni Ibu Rima Agristina selaku Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) dan Bapak Henry Subiakto selaku staf ahli Kominfo.

"Indonesia saat ini menghadapi tantangan-tantangan dari tidak hanya dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri. Ada 5 tantangan serius yang menjadi PR bagi Indonesia. Tantangan tersebut yakni paham/ideologi yang bertentangan dengan pancasila, isu radikalisme, korupsi, penyalahgunaan narkoba, dan bencana alam."
Bu Rima menjelaskan pancasila sebagai dasar orientasi pendidikan karakter
Ada upaya-upaya pelemahan persatuan dan kesatuan bangsa melalui berbagai elemen seperti rekontruksi simbol nasionalisme, rekontruksi terkait konotasi agama, dan konsepsi baru negara. Bahkan ada yang sengaja mengganti singkatan NKRI bukan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi sebagai Negara Khilafah Riyadhah Islamiyah. Ada egosentrisme dari golongan tertentu untuk menguasai atau menjadi dominan dalam dan melenyapkan ideologi pancasila. Ini sangat mengerikan. Pancasila sebagai dasar negara serta filsafah berbangsa dan bernegara, didirikan oleh para pendiri bangsa ingin diganti dengan sistem yang lain. Yang tentunya sistem ini bisa memunculkan perpecahan di berbagai kalangan.

Maka dari itu, penting sekali menjadikan pancasila sebagai dasar orientasi pendidikan karakter. Karakter dan spirit bergotong royong dalam pancasila bisa diterapkan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Sinergi dan kolaborasi menjaga NKRI adalah tugas kita bersama, bukan hanya media, pemerintah, dan lembaga/institusi. BPIP selaku Badan Pembinaan Ideologi Pancasila melakukan berbagai upaya untuk menginternalisasi nilai-nilai atau falsafah pancasila melalui berbagai program, salah satunya pembuatan konten narasi. Blogger memiliki peranan signifikan dalam memproduksi konten positif. Kita bisa mengedukasi pembaca mengenai pendidikan karakter berbasis pancasila dalam tulisan-tulisan yang kita buat.

Jika Bu Rima memaparkan mengenai pancasila sebagai dasar orientasi pendidikan karakter, maka Pak Subiakto menjelaskan konsep "Membumikan Pancasila di Era Digital."

"Kekuatan politik memanfaatkan media sosial untuk melakukan perang. Hoaks menjadi bagian dari permainan politik di berbagai negara. Kenapa? Karena hoaks dianggap bisa mempengaruhi. Ini berhasil di beberapa negara."

Ciri-ciri hoaks : kontennya memicu perpecahan serta permusuhan, sumber muasalnya enggak jelas, selalu menjual isu SARA, pesan tidak lengkap cenderung bias, terakhir gerakannya masif dan cendrung minta diviralkan.

Di era post trust orang lebih cenderung percaya pada apa yang dirasakannya ketimbang fakta-fakta di lapangan. Di Amerika, konten hoaks dan ujaran kebencian berhasil melenggangkan Donald Trump menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat. Konsep seperti itu ditiru oleh Indonesia pada Pilpres 2019.
Pak Henry Subiakto memaparkan gagasan membumikan pancasila di era digital
Indonesia sebagai negara yang multikultural mudah sekali dibenturkan oleh segregasi-segregasi sosial. Hal ini jika tidak diwaspadai bisa memunculkan konflik. Pancasila sebagai ideologi bangsa dihaharapkan mampu menyatukan masyarakat Indonesia dengan keberagamannya.

Tantangan yang dihadapi generasi milenial di era digital adalah terpaan ideologi yang berbeda dari penjuru dunia. Propaganda ideologi disebarkan via media sosial dan kanal digital lainnya. Serangan terorisme dan perekrutannya justru disinyalir dari jaringan media sosial. Riset Flashpoint pada tahun 2018 menemukan lebih dari 40.000 laman terkait propaganda ISIS. NISS menggunakan 46.000 akun twitter dalam 5 bahasa. Terorisme itu puncak gunung es. Di level akar diindikasikan dengan adanya intoleransi, radikalisme, dan antikeberagaman. Selanjutnya muncul ideologi yang membenturkan ajaran agama dengan pancasila dan NKRI. Maka tak heran di media sosial muncul cyber army dan perang urat saraf (psy war).

Salah satu media sosial yakni facebook menjadi mesin perusak demokrasi. Facebook membentuk kebenaran semu lewat kegaduhan. Facebook menjadi sumber disinformasi. Kasus facebook yang datanya digunakan Cambridge Analytica merupakan bukti nyata yang menunjukkan sisi kelam media sosial yang mempengaruhi kualitas pesta demokrasi di Amerika Serikat. The Bad News cenderung dibagi lebih banyak.

Target hoaks adalah mereka yang menjadi mayoritas. Penduduk perkotaan dan pendidikan tinggi cenderung mudah terprovokasi hoaks. Masyarakat fanatik lebih gampang terpapar hoaks. Hoaks memiliki pengaruh kuat ketika bersinergi dengan politik identitas

Hoaks tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab ia mampu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Membumikan pancasila di era digital sangatlah perlu. Caranya adalah melalui internalisasi pancasila melalui orientasi pendidikan karakter. Untuk pegiat media digital seperti blogger bisa melalui konten yang dibuat.
Mira Sahid dan Cindy Gulla
Melalui Forum Pendekar Pancasila, kita tidak hanya belajar untuk mengenai sejarah dan pendidikan karakter, tetapi juga bagaimana membangun konten psoitif yang kreatif dalam menangkal berbagai isu hoaks. Konten tersebut nantinya bakal bermanfaat bagi masyarakat luas.

Cindy Gulla, seorang konten kreator/youtuber yang didapuk menjadi narasumber pada kesempatan kali ini bercerita tentang spirit gotong royong. Spirit gotong royong merupakan semangat yang sudah mengakar kuat di jiwa penduduk Indonesia. Gotong royong dalam membersihkan selokan misalnya. Para warga berkumpul, berbondong-bondong membersihkan saluran air. Pekerjaan ini kadang dilakukan dengan sukarela alias tidak dibayar.

Di era digital, spirit gotong royong masyarakat Indonesia terlihat jelas dari adanya petisi online. Sebagai bagian dari proses demokrasi masyarakat menuntut perubahan. Adanya hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan kearifan lokal membuat masyarakat tak segan untuk mempetisi suatu kebijakan atau hal apapun sekiranya itu bisa membuat sebuah perubahan. 

Tak hanya petisi online, masyakat juga tak segan mengulurkan bantuan ketika ada saudara yang tertimpa musibah dan penyakit. Melalui crowdfunding KitaBisa.Com, kita bisa melihat betapa masyarakat Indonesia masih sangat tinggi kepeduliannya. Saya pernah menyaksikan driver ojol yang kehilangan motornya (dicuri) saat bertugas mengantarkan penumpang. Sang penumpang merasa iba, akhirnya melalui KitaBisa.Com menggalang dana untuk membantu driver ojol tersebut. Akhirnya terkumpullah dana yang dapat digunakan untuk membeli motor baru. Luar biasa sekali semangat gotong royong bangsa Indonesia.
Mira Sahid In Action
Adapun Mira Sahid, selaku founder Komunitas Emak Blogger membagikan tips menjadi konten kreator dengan 7K. Apa saja itu?
  1. Kenali keahlian atau passionmu. Diana Rikasari merupakan blogger sekaligus konten kreator di bidang fesyen yang mampu melebarkan sayap hingga kancah internasional. Diana tahu bagaimana mengelola passion hingga menjadi pundi-pundi rupiah/dolar.
  2. Konten yang kuat. Setelah menemukan passionmu apa, langkah selanjutnya yakni membuat konten yang kuat. Ciptakan branding yang bagus melalui konten kreatif dan positif.
  3. Kuasai aplikasi pengolah gambar/video. Konten kreator bisa memaksimalkan aplikasi edit gambar seperti Canva dan Corel. Untuk aplikasi pengolah video bia menggunakan Filmora atau Viva Video.
  4. Komunikasi dua arah. Kalau luang, gunakan waktu untuk membalas komentar di media sosial atau saat blogwalking di blog. Ini berguna untuk tetap menjalin relasi dan komunikasi dengan fans atau netizen di dunia virtual.
  5. Konsisten dan kontinyu. Tidak ada yang instan. Semua melalui proses dan bertahap. Untuk menjadi konten kreator sukses kita dituntut untuk selalu up to date, inovatif, serta kreatif dalam mengolah gagasan.
  6. Kolaborasi. Berjejaringlah dengan berbagai pihak untuk memperluas wawasan serta jalinan pertemanan.
  7. Kuy mulai dari sekarang!
Cindy Gulla menambahkan beberapa tips untuk menjadi konten kreator :
  1. Be you, jadilah yang terunik
  2. Be brave, Berani menunjukkan siapa diri kita
  3. Konsisten
  4. Positif agar memiliki impact yang baik.
Demikianlah materi keren dari 2 konten kreator kita.
Foto dengan fans.
Saya sendiri mengukuhkan spirit gotong royong dengan menulis, menulis konten positif dan menyebarkannya kepada masyarakat luas. Menulis merupakan upaya untuk merekam jejak. Di era digital pendekar milenial wajib mengawal pancasila serta proses demokrasi di Indonesia agar menjadi semakin baik. Jika spirit gotong royong dan pancasila sudah mendarah daging dan membumi, saya yakin mimpi Indonesia Emas (Indonesia Maju) di tahun 2045 bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

So, mulai detik ini mari kukuhkan semangat gotong royong, berbhineka, dan cinta tanah air. Yuk!

Salam hangat dari Jogja.