Senin, 24 Februari 2020

Staycation Plus Traveling Jadi Enjoy dan Gak Ribet, Inilah Alasan Milenial Jatuh Cinta pada OYO Hotels

Notifikasi di whatsapp menyala. Sebuah pesan masuk.

Arinta, masih di Jogja kah? Arum ada rencana mau main ke Jogja pekan ini? Kalau Arinta luang kabarin ya, soalnya Arum kangen sama Arinta dan pengen liburan bareng. Dah lama gak balik jogja. Jogja pasti banyak yang berubah ya? *Arum.

Arum ini rekan organisasi di kampus. Kami bertemu dalam suatu kepanitiaan. Arum adalah partner in crime semasa kuliah. Kita sering jalan, jajan, curhat, dan ngerjain tugas bareng-bareng. Ah ingat momen itu jadi pengen balik lagi ke kampus huhuhu.

What, Arum mengajak saya hang out pekan ini? 

Selepas Arum Wisuda, kami jarang kontakan. Kami sibuk dengan urusan kami masing-masing. Sesekali chit-chat menanyakan kabar. Terakhir kali, saya dengar Arum balik ke Tegal. Ya kampung halamannya memang di Tegal. Arum juga bercerita bahwa dia bekerja di sebuah jasa logistik. Surprise dong ada inbox dari Arum. Ada rindu yang membuncah. Tak sabar pengen ketemu Arum dan seru-seruan seperti dulu kala. Gak berubah! Milenial satu ini demen banget ngajakin jalan. Hasyekkkk...

Saya membalas chat Arum. Tak selang berapa lama, Arum membalas pesan saya.

Arinta sebenarnya Senin besok Arum mau ke kampus. Arum akan legalisir ijazah dan akreditasi jurusan. Minggunya kita jalan-jalan bareng kuy! Ada rekomendasi tempat liburan dan penginapan yang asik gak nih? Bosen itu-itu melulu.

Saya pun gugling beberapa tempat liburan hits dan instagrammable di Jogja. Kami diskusi cukup alot di whatsapp, mencari tempat liburan yang cocok buat menghabiskan akhir pekan. Arum ingin main ke Bantul atau Gunungkidul, sedangkan saya ingin di Jogja atau Sleman saja. Soalnya lebih dekat, murah meriah pula. Akhirnya kami sepakat untuk mengunjungi salah satu desa wisata di Sleman. Desa Wisata Studio Alam Gamplong, pernah dengar?

Sudah sekian lama saya ingin berkunjung ke Studio Alam Gamplong, tapi niat itu hanya terpendam saja. Berbulan-bulan sampai saya lupa dan tak secuil pun terlaksana. Ketika Arum ingin menghabiskan akhir pekan di Jogja, kenapa gak main Studio Alam Gamplong? Lagipula lokasinya gampang dijangkau oleh transportasi online. Tiket masuknya pun murah meriah, cuma sepuluh ribu rupiah. Banyak spot foto keren di sana. Jauh-jauh hari kita merencanakan traveling dan stacation ala anak milenial. Kemudahan akses, inilah yang membuat saya dan Arum bersepakat mengunjungi Studio Alam Gamplong.

Pernah dengar Studio Alam Gamplong sebelumnya? Baiklah Arinta ceritakan sedikit...

Studio Alam Gamplong terletak di Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jaraknya sekitar 30-40 menit dari Kota Jogja. Studio alam ini mulanya adalah lahan kosong. Tak ada hal menarik di lahan kosong tersebut. Kemudian, atas inisiasi Hanung Bramantyo, lahan kosong tersebut disulap menjadi sebuah lokasi syuting. Setelah melalui serangkaian proses. lahan seluas 2,7 hektar itu berubah menjadi tempat yang atraktif. Sultan Agung The Untold Love Story, Bumi Manusia, Habibie dan Ainun 3, Abacadabra adalah beberapa film yang menggunakan studio Gamplong sebagai lokasi syuting. Menarik bukan?

Pada waktu yang sudah ditentukan, saya dan Arum berangkat menuju Studio Alam Gamplong. Kami berkemas pukul 8.30 pagi. Menuju lokasi kami menggunakan layanan taksi online. Jogja mendung dan jarum-jarum langit mulai membahasahi bumi. Namun, hal itu tak menyurutkan langkah kami untuk pergi sana. Beruntung gerimis hanya sesaat, sesampainya di Studio Alam Gamplong cuaca kembali cerah.
Serasa berada di zaman yang berbeda. Dokumentasi pribadi
Set Mellema Melk untuk syuting Bumi Manusia. Dokumentasi pribadi.
Set pendopo untuk syuting film Sultan Agung. Dokumentasi pribadi.
Set bangunan untuk keperluan syuting film Sultan Agung. Dokumentasi pribadi.
Saat kami menjajaki studio ini, kami serasa berada di zaman yang berbeda. Bukan zaman anak milenial lagi, lebih tepatnya zaman kerajaan Mataram, VOC, dan penjajahan Hindia Belanda di abad 17 dan 18. 

Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 Juli 2018, kawasan yang awalnya khusus digunakan untuk lokasi syuting film kini terbuka untuk umum. Desa wisata Studio Alam Gamplong telah menarik banyak wisatawan dari luar Jogja. Konsep wisata yang cukup unik ini menciptakan pundi-pundi rejeki bagi warga setempat. Ditambah lagi, Desember 2019 lalu rilis film Habibie dan Ainun 3 yang mendulang lebih dari 2 juta penonton. Tentu hal ini membuat animo masyarakat untuk berkunjung, hunting foto semakin meningkat, dan menghabiskan akhir pekan semakin meningkat.
Trem, transportasi di Batavia tempo doeloe. Habibie dan Ainun 3. Studio Alam Gamplong. Dokumentasi pribadi
Set Kawasan Cikini tempo doeleo, properti syuting film Habibie dan Ainun 3. Dokumentasi pribadi
Ada yang ingat adegan di scene ini? Habibie dan Ainun 3. Studio Alam Gamplong. Dokumentasi pribadi
Setelah puas berkeliling, saya dan Arum memutuskan istirahat barang sejenak sembari menikmati tumpang koyor dan cendol dawet, olahan spesial warga Gamplong. 

"Rum, enaknya ini habis kita ngapain ya? Masih stay di sini atau belanja di Malioboro?"

"Arum pengennya sih kita cari tempat nginep Rin. Keburu sore entar. Carinya yang gak jauh dari kampus. Kamu ada rekomendasi penginapan atau low budget hotel gitu gak Rin?"

"Aku udah gugling dan nemu beberapa penginapan yang affordable plus sesuai dengan preferensimu, Rum. Kamu bisa temukan semua itu di OYO." Jawab saya sembari memperlihatkan berbagai hotel dan tempat penginapan yang tersedia di aplikasi OYO Hotels & Homes.

"Arum sebenarnya suka yang ada nuansa etnik-enik gitu sih Rin. Kayak ada joglo atau pendopo khas Jogja. Kalau disuruh memilih, bingung antara OYO Joglo Manggisan atau OYO De Amor Timoho. Arinta lebih suka yang mana?

"Kalau menurut aku ya Rum, kita ambil OYO De Amor Timoho aja. Udah dekat kampus, accessible buat ke terminal/stasiun, dan terjangkau gojek. Kalau Joglo Manggisan, bagus sih, tapi jauh dari kampus. Selain itu OYO De Amor ada kolam renang dan fasilitas restonya juga."

"Baik kalau gitu kita nginep di OYO De Amor Timoho aja. Nanti Arinta yang booking room di aplikasi ya, Arum mau bayar makanan dulu."

Enak ya jaman now ini, berkat jaringan OYO Hotels traveling dan staycation jadi enjoy dan gak ribet. Inilah kenapa milenial jatuh cinta sama OYO Hotels. Tinggal tap-tap via aplikasi, mudah dan praktis!
Gak Usah Ragu Mencari Affordable Hotel yang Kamu Inginkan karena Pasti Ada OYO

Kamu pernah gak ngalamin hal ngenes saat memesan penginapan atau hotel? Atau kesulitaan saat booking room? Semoga tidak ya. Beruntung nih jaringan OYO Hotels masuk ke Indonesia di saat tren digitalisasi dan revolusi industri 4.0 sedang menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan. Lima atau sepuluh tahun yang lalu, mencari hotel biasanya melalui website atau agen, sebab kita belum berada di era smartphone berbasis android/iOS di mana kita bisa booking room via aplikasi. Beuh, gak kebayang ya jika mundur 20 tahun lagi, pesan hotel/tempat penginapan tidaklah semudah dan sepraktis seperti di era kekinian. Internet masihlah menjadi barang mewah. Sekarang, kapan pun kamu butuh hotel/penginapan sekadar untuk staycation, liburan bersama keluarga, atau melakukan perjalanan bisnis, tinggal klik via aplikasi saja OYO. OYO menawarkan hotel dan penginapan dengan harga dan fasilitas yang bersaing.

Ngomong-ngomong soal pengalaman ngenes nih, saya mau berbagi sedikit cerita. Kesel! Kesel! Kesel deh kalau diingat-ingat. Semoga ini hanya terjadi di saya, tidak di kamu.

Tahun 2014, saya dan Arum tergabung dalam suatu kepanitiaan (kompetisi karya tulis ilmiah) di sebuah organisasi kampus. Job desc kita beda, karena saya dan Arum tidak berada satu divisi. Saya bertugas sebagai koordinator soponsorship dan bertanggung jawab mencari sponsor untuk mendukung kegiatan kami. Adapun Arum bertugas sebagai Liaison Officer (LO) yang mendampingi finalis lomba. Arum bertanggungjawab dalam hal akomodasi dan transportasi peserta selama acara, termasuk penginapan serta penjemputan finalis dari bandara/stasiun ke lokasi kompetisi.

Pernah tiba di suatu masa saya bersitegang dengan Arum. Sebab penginapan dan homestay low budget di Jogja sudah full booked. Kebetulan kegiatan yang kita adakan bertepatan dengan wisuda beberapa kampus besar. Banyak mahasiswa sudah booking penginapan jauh-jauh hari untuk keluarga/kerabatnya menjelang wisuda.

Arum menyesalkan kenapa saya tidak mencari sponsor hotel untuk para finalis sedari awal, saya malah terlalu fokus di acara seminar dan field trip. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya pikir perihal penginapan finalis sudah beres dan tidak ada masalah/kendala. Divisi sponsorship tidak perlu turun tangan. Namun, fakta berbicara sebaliknya.

Waktu sudah mepet, dana terbatas, gak mungkin lobi-lobi ke pihak hotel/homestay untuk mensponsori acara ini. Akhirnya panitia memutuskan untuk mencari penginapan yang jaraknya cukup jauh dari kampus, namanya pun kurang dikenal. Harganya sedikit lebih mahal dari homestay yang biasanya kami gunakan. Membuat kami harus menekan berbagai pengeluaran di sana-sini. Tak mengapa, yang penting para finalis dapat tempat untuk beristirahat. Meskipun kami sudah mendapatkan penginapan, ada beberapa finalis yang gak kebagian kamar karena stok kamar ternyata juga terbatas. Finalis yang gak kebagian kamar menginap di kos-kosan panitia.

Masalah belumlah kelar. Keesokan harinya beberapa finalis mengeluhkan keran air di penginapan tersebut yang ternyata macet. Bahkan ketika malam, ada finalis yang mendengar seseorang cekikikan memainkan air wastafel. Berkali-kali. Berisik banget. Pas dicek gak ada siapa-siapa. Nah lo! Creepy banget kan?

Penginapan tersebut memiliki 8 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Per kamar bisa diisi 3 orang, tidak ada kamar mandi dalam. Ndilalah, satu kamar mandi kerannya bermasalah (macet), sehingga butuh perbaikan. Tentu saja ini cukup menyita waktu. Akhirnya para finalis mengantri di kamar mandi yang lain yang tidak macet. Acara yang seharusnya dimulai pada pukul 08.00 molor menjadi pukul 09.00 karena masalah keran air. AMBYAR!

Zaman now kebanyakan drama? Now way! Berkat aplikasi OYO, staycation di mana pun dan kapan pun menjadi begitu mudah. Semua berada dalam genggaman.

OYO merupakan aplikasi dari milenial untuk semua kalangan. Pendiri jaringan OYO Hotels & Homes adalah Ritesh Agarwal, milenial berusia 26 tahun dari India. Sedari kanak-kanak hingga remaja Agarwal menyukai pemrograman. Maka tak heran Agarwal memiliki minat yang cukup besar untuk menciptakan aplikasi. Pada usia 19 tahun Agarwal mencoba keluar dari comfort zone. Agarwal pergi dari kampung halamannya, memilih melancong berbulan-bulan, dan menginap di hotel murah ala kadarnya. Mencari budget hotel untuk traveling atau backpackeran sangatlah tidak mudah pada masa itu. Belum lagi buruknya fasilitas dan minimnya pengalaman karyawan yang bekerja di industri hotel & hospitality berbujet cekak. Agarwal muda mencoba mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Terbukti Agarwal mampu menghadirkan solusi dengan menciptakan aplikasi OYO, singkatan dari On Your Own. Bermula dari mengembangkan puluhan kamar di India, per Juni 2019 tercatat jumlah hotel yang bekerjasama menjadi mitra OYO Hotels yakni mencapai 23.000 hotel dengan lebih dari 850.000 kamar yang tersebar di lebih dari 800 kota besar di dunia. Pencapaian yang luar biasa!

Berkat OYO, unbranded hotels dengan fasilitas dan pelayanan yang kurang memadai disulap menjadi hotel terstandardisasi dan berkualitas. Jaringan OYO Hotels memberikan pelatihan mengenai industry hotel & hospitality kepada semua OYOpreneurs dan mitra. Hal ini tentunya menciptakan tenaga profesional, handal, memahami manajemen dan tata kelola perhotelan berbasis teknologi.

Soal preferensi kamu bisa pilih jenis/kategori produk dan layanan yang disediakan OYO Hotels. Ada OYO Townhouse, OYO Home, OYO Vacation Homes, Silverkey, Palette, Collection O, OYO Premium hingga OYO Life. Milenial yang ingin merasakan akomodasi ekonomi premium bisa mencoba OYO Townhouse. Bagi kamu yang sudah berkeluarga dan ingin mendapatkan kamar yang luas seperti di apartemen ada baiknya menjajal OYO Premium. Collection O diperuntukkan bagi smart traveler yang menginginkan fasilitas olahraga, kolam renang, resto, meeting room, hingga parking area yang memadai. Silver Key untuk kamu pebisnis yang membutuhkan tempat menginap untuk perjalanan bisnis jangka pendek maupun panjang. Baru-baru ini, OYO meluncurkan OYO Life, segmen baru di mana milenial bisa mendapatkan fasilitas indekos terstandardisasi yang sifat sewanya bisa jangka panjang.
Seandainya di tahun 2014 mencari hotel/penginapan semudah mengklik aplikasi OYO, drama-drama yang saya ceritakan di atas gak bakalan terjadi hahaha.

Mencari hotel dan penginapan segmen low budget hingga high class atau premium menjadi mudah karena #PastiAdaOYO. Punya pengalaman menginap di OYO Hotels, cerita di kolom komentar yuks! Kamu juga bisa lho memilih salah satu Hotel OYO yang ada di dalam daftar berikut ini https://www.oyorooms.com/id/allcities/. Klik aja!

Berikutnya saya akan mengulas bagaimana pengalaman saya booking Hotel Murah di Yogyakarta, OYO De Amor Timoho. 

Pengalaman Menjajal OYO De Amor Exclusive Timoho

Ibarat Jogja yang terdiri dari rindu, kenangan, dan angkringan. OYO berbahan bakar cinta, kehangatan, dan pelayanan. Jatuh hati pada pandangan pertama bikin hati susah move on. Seperti halnya cintaku pada OYO. Pelayanan, fasilitas, dan kehangatan yang ditawarkan OYO membuat hati ini tertaut dan gak mau berpaling. Eaaaaa baper.

Saya mengetahui OYO saat rekan saya bernama Dhita bercerita mengenai pengalamannya menginap di salah satu hotel OYO yang ada di Bali. Dhita bisa menghemat pengeluaran traveling selama 3 hari!  Budget hotel tapi bisa dapat fasilitas bagus plus menghemat biaya traveling? Ah masa? Dari situ saya mulai penasaran.

Tepat di Bulan Februari, bulan simbol cinta, saya bersama partner in crime Arum menginap di OYO De Amor Exclusive Timoho. Bagaimana pengalaman 2 milenial ini menjajal OYO De Amor Exclusive Timoho? Stay tune!
Ekspresi cinta OYO Hotels. Lokasi OYO DE Amor Timoho. Dokumentasi pribadi.
Menikmati secangkir kopi di sore hari. OYO De Amor Timoho. Dokumentasi pribadi.
Love OYO Hotels. OYO De Amor Timoho. Dokumentasi pribadi
Demen banget suasana OYO De Amor Timoho, makin cinta OYO deh! Dokumentasi pribadi.
Enam alasan duo milenial jatuh cinta pada OYO De Amor Timoho.

Pertama, OYO De Amor Timoho menyediakan lahan parkir yang luas. Pertama kali Arinta dan Arum tiba di OYO De Amor Timoho, wah area parkirnya luas juga ya. Di samping kanan tersedia taksi  nangkring yang siap mengantarkan kita jalan-jalan di Yogyakarta. Ternyata eh ternyata taksi-taksi tersebut masih satu kepemilikan dengan pengusaha yang menjalankan bisnis OYO De Amor Timoho. Dekat dengan bandara, kampus, dan lokasi strategis lainnya membuat OYO De Amor Timoho menjadi pilihan tepat kami menginap.
Lahan parkir yang luas. OYO De Amor Timoho. Dokumentasi pribadi
Kedua, OYO De Amor Timoho menyediakan kafe dan rumah makan soto yang sangat etnik, Jogja banget. Kalau kita lapar tinggal jalan beberapa langkah ke depan, pilih mau kafe atau warung soto. Untuk kafenya biasanya rame di malam hari. Ada live music pula. Sedangkan menu soto yang disajikan berupa soto dengan daging ayam kampung yang empuk serta ubarampe pelengkap seperti kerupuk, gorengan, sate telur, sate usus, peyek, dan masih banyak lagi. 
Suasana kafe di OYO De Amor Timoho. Dokumentasi pribadi
Ketiga, terdapat kolam renang yang luas dan bersih. Arum demen banget nyebur-nyebur dan maen di air. Sekalinya nyebur betah banget dan udah gitu lama. Anak pemilik OYO De Amor Timoho adalah seorang atlet dan sering berlaga di beberapa kejuaraan renang. Maka tak heran bangunan OYO De Amor Timoho dilengkapi swimming pool, paket lengkap buat latihan renang dan usaha penginapan. Oh ya, di sisi kiri kolam renang terdapat mushola juga kamar ganti. Jangan sia-siain deh kesempatan berenang di OYO De Amor Timoho!
Swimming pool at OYO De Amor Timoho. Dokumentasi pribadi
Keempat, amenities-nya SUPER DUPER lengkap.

OYO De Amor Timoho menyediakan 2 jenis kamar yakni Deluxe Double dan Indonesia Suite Double sebanyak 4 unit. Harga Suite Double lebih mahal jika dibandingkan Deluxe double. Desain interior dibuat modern dengan akses merah berlapis kayu. Dibuat senyaman mungkin dengan untuk para tamu. 

Saya dan Arum memesan Suite Double di lantai satu yang berhadapan langsung dengan kolam renang. Emang sih lebih mahal, tapi kamarnya lebih luas dibandingkan dengan Deluxe Double. Bisa buat gelundungan hehehe. 

Amenities yang ditawarkan Suite Double OYO De Amor Timoho apa aja sih. Yuk cekidot,
a) Ranjang ukuran queen size.
b) Pembuat kopi/teh dan air mineral
c) Pengering rambut.
d) Seating area.
e) TV.
f) AC.
g) Kulkas.
h) Tempat sampah.
i) Tempat sepatu.
j) Lemari pakaian dan lemari barang-barang lain.
k) WIFI
l) Colokan
m) Windows view 
n) Ubarampe toilet seperti handuk, pasta gigi, sikat gigi, hair  body wash, body lotion
o) Interkom dan kamera CCTV 
Amenities OYO De Amor Timoho. Dokumentasi pribadi
Kelima, pelayanannya yang ramah. Saat akan check ini kita kartu identitas kita diminta serta terdapat uang jaminan senilai seratus ribu rupiah yang bisa diambil kembali setelah kita check out. Mbak resepsionisnya ramah banget, saya diminta menyebutkan kode pemesanan, identitas, bayar sewa per hari plus menyerahkan uang jaminan. Selanjutnya Mbak resepsionis memanggil room boy yang siap mengantar kami ke kamar yang sudah kami booking
Resepsionis yang ramah dan siap membantu para tamu. Dokumentasi pribadi
Keenam, beberapa spot sangat kece dan instagrammable. Cekrek...cekrek...selfie syantik ahay. Lumayan bisa jadi konten di instagram atau media sosial lainnya. Kalau ada yang nanya "Ini lokasinya di mana?" "Mau banget ke sana." Saya jawab, hayuk main OYO De Amor Timoho, jangan lupa traktir ya hahaha.
Saya sudah donlot aplikasi OYO, menginap di OYO De Amor Timoho bareng partner in crime, dan follow semua media sosial OYO sebagai bukti #ILoveOYO.

Banyak benefit lho kalau kita follow media sosial OYO. Kita jadi tahu promo apa saja yang diadakan bulan ini. Misal Diskon Super 90% dan bisa nginep hotel dengan modal 99 ribu rupiah saja. Ada juga promo 66 ribu, promo nginep khusus gajian mulai dari 50 ribu dan masih banyak lagi.

Selain promo, ada juga giveaway yang hadiahnya bukan kaleng-kaleng, smartphone dari kelas middle end hingga high end seperti Iphone 11. Kuy buruan follow siapa tau kamu hoki dan berkesempatan memenangkan hadiah menarik dari OYO!

Berkat OYO, staycation plus traveling jadi praktis, enjoy dan gak ribet. No drama. Pastinya bikin milenial jatuh cinta.

5 komentar:

  1. Waaaa meriahhh banget jalan-jalannya kak. Emang ya kalau ada Oyo itu pikiran jadi tenang banget. Kuta jadi gak risau nyari tempat nginep yang cantik tapu terjangkau. Aaaaa aku mau ngeinep di Oyo 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Asik banget mah klo ada aplikasi OYO. Staycation dan traveling di manapun aman terkendali hehe

      Hapus
  2. duuh seru banget sih bisa berlibur ya di hotel keren kayak OYO, aku belom pernah nyobain sih, berkali-kali mau inap di OYO cancel terus karena ada kerjaan tapi sudah punya akun OYO dan punya beberapa bonus nginap lumayan dehhh, kapan-kapan aku coba ahhhh

    BalasHapus
  3. Aku sampe sekarang mau ke studio alam gamplong belum kesampaian nih, bawa anak anak gak mungkin sekali jalan, musti pakai nginep. Tapi baca review kalau pakai OYO kayanya bisa lebih hemat dengan fasilitas tetep memuaskan ya.ntar aku cobain deh. Thanks Arinta

    BalasHapus
  4. Sejak tahu keberdaan Desa wisata dengan Studio Alam Gamplong, asli kepengen banget kesana, menikmati Segala bangunan yang membawa ke suasana tempoe doeloe, era VOC, jaman kerajaan Mataram, hingga settingan suasana masa Pak Habibie Dan Bu Ainun.

    BalasHapus