Senin, 31 Desember 2018

Inilah 5 Alasan Kenapa Si Blogger Galau Merekomendasikan Flashdisk OTG

Hujan deras. Kilat menyambar-nyambar di pekat malam yang melumat senja. Seorang gadis sedang duduk sendirian di depan televisi. Cuaca di luar sedang buruk-buruknya saat itu. Memang badai tak secetar bulu mata syahrini dan gadis itu udah mulai kelaparan. Bakter E. coli di perutnya blingsatan. Gadis itu merasa gak nyaman. Namun gadis itu memilih mager dan anteng di depan televisi, ketimbang mengambil keripik kentang dan gorengan yang jaraknya sepelemparan upil. Bosan dengan sinetron yang berabad-abad beratus episode tak kunjung usai, gadis itu akhirnya mengganti saluran ke kanal berita. 
"Seorang mahasiswa ditemukan menenggak racun di kamar kosnya. Mahasiswa tersebut sekarang dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Diduga mahasiswa tersebut mengalami depresi karena skripsinya tak kunjung di-ACC dosennya."
Demikian sang reporter berita menjelaskan.

"Dih, gitu amat. Gara-gara skripsi aja mau bunuh diri. Kayak skripsi hidup matimu aja!" Cibir si gadis dengan nada sedikit tinggi satu oktaf. Agak songong dan bikin baper emang. Apalagi jika ucapan tersebut sampai terdengar di kuping para Maba, Mahasiswa Bangkotan yang tak jua lulus-lulus. Aselik pengin digampar tuh mulut.

Gadis itu masih duduk di kelas 3 SMA, belum pernah mencicipi rimba perkuliahan yang terkadang amat kejam dengan banyaknya tugas-tugas. Belum lagi jika bertemu dengan dosen killer yang suka ngasih kejutan berupa kuis dadakan. Hidup anak kampus nyaris berisi kuliah, tugas, bikin laporan, kuliah, tugas, bikin laporan, kuliah, tugas, bikin laporan, plus bonus mata merah. Gadis itu belum memahami hal tersebut, dia sangat pede dengan kemampuan akademiknya, dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus yang terkadang kerad. Maklum dia bintang kelas, peraih nilai tertinggi di sekolahnya, dan mantan jawara olimpiade ekonomi. 

Loe mau tahu siapa gadis itu? Ya gadis itu tak lain tak bukan adalah gue! Dengerin ya, karma itu nyata, babe! Bukan sekadar dongeng! 

Gue yang dulu (pernah) songong dan belagu, kini tercatat sebagai mahasiswa abadi tua yang siap ditendang dari kampus jika tidak segera menyelesaikan skripsi. Tujuh tahun bro gue kuliah! Garis merah di SIAKAD (Sistem Informasi Akademik), sebuah peringatan bahwa batas akhir semester sudah tergenapkan dan masa kuliah gue akan segera berakhir. 

Tetiba gue dihadapkan pada berbagai masalah. Masalah yang gue ciptain sendiri tentunya. Namun, apapun itu dan entah bagaimanapun caranya gue harus nyelesain skripsi! Titik! Demikian rapal mantra yang gue lantunkan dalam senyap.

Melalui bukunya yang berjudul SKRIPSHIT, Shitlicious pernah bersabda, "bikin skripsi itu gak semudah bikin buku atau novel!" Bagi gue, bikin skripsi itu gak segampang bikin caption di IG. Cekrek...cekrek syantik sambil pose manyun, lalu tulis: "Pengen jadi bunga desa, tapi takut riba..." Beberapa saat kemudian terjadi banjir like dan komentar, diikuti luapannya yang hampir menenggelamkan Jakarta Selatan. Bunga bangke emang! Shitlicious menambahkan, "dalam menyusun skripsi kita perlu 75% teori dan 25% teori pendukung teori sebelumnya. Sedangkan dalam menulis novel, kita hanya memerlukan 75% imajinasi, 20% logika, dan 5% kopi sachetan." Bagi gue, skripsi itu berisi 30% revisi, 30% revisi, 30% masih aja revisi, dan 10% (faktor keberuntungan) semoga tidak revisi lagi. Mahasiswa berbuat yang terbaik, Tuhanlah dosenlah yang menentukan nasib. Problem dilematis mahasiswa tingkat akhir.

Lanjut ya...

Masalah gue berawal dari enggannya (baca : malasnya) gue ngerjain skripsi. Gue ogah-ogahan ngampus, gue berangkat kuliah cuma buat ngulang mata kuliah penganggaran dan perbankan saja. Oh ya, gue kuliah di jurusan akuntansi, jurusan primadona, bergengsi, dan (katanya) bersaing sengit dengan jurusan manajemen di fakultas ekonomi. Ada sebuah lelucon konyol yang mengatakan, anak akuntansi kalau meninggal masuk NERACA, sedangkan anak manajemen jadi arwah PEMASARAN. Penting banget ya dibahas?

Masalah berikutnya adalah yang paling fatal menurut gue dan itu sedikit banyak mempengaruhi hidup mood gue dalam ngerjain skripsi. Laptop dan flashdisk gue kena malware gaes! Ini gak main-main. Gak tanggung-tanggung semua data gue lenyap gak bisa dibalikin lagi. Ya, semua data baik dalam format video, dokumen (word), presentasi (powerpoint), apapun itu. Dari awal gue kuliah, gabung MLM UKM (Unit Kegiatan Mahasiwa), ngeblog, hingga bikin skripsi. Semua gak bisa diselamatkan. Data-data gue bukannya disembunyikan (hidden) oleh virus lho ya, tapi semua folder gue telah terenskripsi yang kemudian memunculkan teks gak jelas campuran angka-angka, huruf kapital, dan huruf kecil. Semua folder di laptop gue berubah nama dengan sendirinya, dengan kata lain data gue RUSAK! Flashdisk gue sama saja. Sialnya, gue gak punya data backup lagi. Semua data penting selain di laptop, ya ada di satu-satunya flashdisk milik gue.
5 menit kemudian...
Gue udah minta bantuan banyak pihak, termasuk babang service komputer dan mereka semua angkat tangan. Gue juga minta bantuan sahabat gue Rudy yang anak TI siapa tahu ada solusinya. Laptop gue nginep sehari di kosan rudy. Gue gak tau laptop gue diapakan Rudy, tapi Rudi pun akhirnya menyerah. Hari berikutnya Rudy bilang gini ke gue,

"ini laptopmu kudu diinstal ulang Arinta, maaf datamu benar-benar rusak gak bisa diselamatkan. Flashdiskmu juga kudu diformat. Data di flashdiskmu juga rusak gak bisa di-restore."

Dyar!

Malware merupakan ancaman siber yang sangat serius! Program jahat ini mampu mengenskripsi sekaligus melumpuhkan sebagian bahkan seluruh perangkat pada gadget seperti PC, laptop, dan smartphone, serta flashdiskmu! Menurut laporan Kasperski Lab, seperti yang dikutip Antara, bahwa malware, terutama malware jenis Trojan merupakan merupakan malware dideteksi paling berbahaya di sepanjang tahun 2018. Hingga pertengahan Desember terdapat serangan Trojan sebesar 50,14%, diikuti Ransomware sebesar 13,06%, dan terakhir AdWare sebesar 7,35%. Ancaman Ransomware meningkat dari 2.198.130 pada 2017 menjadi 3.133.513 kasus pada 2018. Masih ingat isu malware WannaCry yang sempat meledak tahun lalu dan menyita perhatian kita? Tak main-main! Di Indonesia malware WannaCry berhasil mengunci sistem dan menyandera data pasien RS. Dharmais dan RS. Harapan kita dengan meminta tebusan sebanyak 4 juta. Adapun di Amerika Serikat RS. Presbyterian Medical Center terpaksa merogoh kocek sebanyak 226 juta demi mendapatkan kembali data yang diserang hacker. Dalam hitungan 4 hari, WannaCry sudah melumpuhkan 200.000 komputer di 150 negara. Ini baru cerita Wannacry lho, belum malware yang lain.

Gue kudu gimana gaes? Gue kan bukan termasuk golongan Crazy Rich Indonesian yang mampu membayar berapapun jumlah uang kepada peretas asalkan data bisa kembali...

Glek! Jadi pengen nenggak baygon.

Di Laptop dan flashdisk gue selain berisi file yang ada sangkut pautnya dengan dunia kampus dan skripshit, juga ada file blogging. File blogging tersebut berupa konten review (produk dan acara) serta content placement. Konten tersebut merupakan konten berbayar untuk blog gue di arintasetia.blogspot.com. Foto-foto, video, dan dokumentasi buat bahan konten untuk posting di media sosial lenyap tak berbekas.

Gue kan jadi galau...

Rudy menasehati gue agar lebih berhati-hati ketika berselancar di dunia digital. Jangan sembarangan ketika mengklik tautan, mengunduh sesuatu, dan menginstal aplikasi, apalagi jika sumbernya gak jelas. Flashdisk gue terenskripsi malware diduga karena kecerobohan gue ketika bermain internet, bisa juga pas nyolokin ke komputer fotokopian ketika hendak ngeprint. FYI, virus/malware komputer di tukang fotokopy juga tak kalah ganas lho.

Baiklah. Laptop gue akhirnya diinstal ulang. Semua file di data D karena tidak berhasil diselamatkan, akhirnya (dengan terpaksa) dihapus permanen, daripada nantinya merusak sistem secara keseluruhan. Untuk flashdisk tentu saja diformat. Setelah diformat, flashdisk gue jadi lebih lamban ketika mentransfer data. Bikin males. Bayangin betapa lambatnya ketika gue mentransfer data berupa jurnal-jurnal penelitian pendukung teori skripsi dari laptop ke flashdisk, baik jurnal yang gue unduh di internet maupun jurnal yang gue minta dari teman di kampus. Demikian pula ketika gue meminta file presentasi/video dari narasumber di suatu event blogger, lama banget transfernya.

Drama banget kan? Gue sadar mahasiswa yang berjuang menyelesaikan skripsi mudah sekali terkena depresi, bahkan tak jarang berakhir dengan bunuh diri. Beberapa kasus seperti hilangnya laptop berisi file skripsi, laptop eror/terkena malware dan tak ada backup data, proposal skripsi selalu ditolak dosen, kendala finansial buat menyelesaikan skripsi, dan sebagainya menjadikan mahasiswa gelap mata dan memilih jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya. Seperti terjadi di salah satu kampus negeri di Sumatera Utara pada tahun 2014 silam. Seorang mahasiswa ditemukan tewas gantung diri, diduga stres memikirkan skripsi. Menurut rekannya, laptop mahasiswa tersebut hilang, padahal dalam kurun 3 bulan dia harus menyesaikan skripsi atau dia terancam DO. Ngeri ya?

Back up Data is a must!

Mengetahui kegalauan gue, Rudy yang hobinya berburu diskonan dan flashdeal gadget di Bukalapak merekomendasikan gue untuk membeli flashdisk OTG. Apalagi Rudy tahu side job gue sebagai freelancer dan kebutuhan gue sebagai pejuang skripsi, pastinya flashdisk OTG bakalan guna banget buat gue. Akhirnya, setelah bertapa di goa hantu dan semedi di Gunung Semeru, gue mendapat pencerahan dan memutuskan membeli flashdisk baru. Flashdisk OTG tentunya.

5 alasan berikut kenapa gue merekomendasikan flashdisk OTG, terutama buat kalian mahasiswa pejuang skripshit.
By the way, Flashdisk OTG itu apa sih? Flashdisk OTG (On The Go) merupakan jenis flashdisk yang memungkinkan loe buat membaca data tanpa harus terhubung dengan perangkat PC/laptop. Cukup dengan smartphone saja, tentunya smartphone yang kompatibel dengan flashdisk jenis ini (Android/IOS). Jika smartphone kamu belum kompatibel/support untuk jenis port OTG kamu bisa melakukannya root. Dengan hadirnya flashdisk OTG tentunya memudahkan gue ketika ingin membaca dan memindahkan data pada portable gadget macam smartphone. Gue gak perlu ribet buka laptop hanya untuk membuka file video, file presentasi, file skripsi, jurnal, dan file-file yang lain. Inovasi port OTG ini memungkinkan efisiensi dalam hal pembacaan, penyimpanan maupun kecepatan transfer data. Gue gak perlu khawatir jika memori di smartphone gue penuh, sebab gue bisa langsung menghapus atau memindahkan data yang kurang penting ke flashdisk. Praktis banget gak perlu kabel data segala.

Terdapat berbagai pilihan ukuran penyimpanan untuk jenis flashdisk OTG, mulai dari 16 GB hingga 128 GB. Harga dan mereknya pun bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. So, jika loe tertarik untuk membeli flashdisk ini loe harus sesuaikan dengan kebutuhan (mau spesifikasi yang 16/32/128 GB) dan juga bujet di kantong.
Di Bukalapak banyak sekali seller yang menjual jenis flashdisk OTG ini. Gue bingung mau milih yang mana. Tak lama, pilihan gue jatuh pada Sandisk Ultra Dual Drive m3.0. Sandisk Ultra Dual Drive m3.0 memiliki 2 tampilan antarmuka, satu sisi buat konektor mikro USB, sedangkan sisi yang lain buat konektor USB 3.0. Dari segi desain cukup unik.
Flashdisk OTG gue dah sampai. Makasih Bukalapak! Dokumentasi pribadi
Tertulis garansi 5 tahun di kemasan bagian belakang. Dokumentasi pribadi.
Baik kisanak, kita langsung saja cari tahu alasan gue jatuh hati pada flashdisk OTG ini.

Pertama, praktis dan efisien. Anti ribet-ribet club pokoknya flashdisk OTG. Dulu sebelum gue punya flashdisk OTG, sekali gue minta contoh jurnal atau draft skripsi ke teman, gue pasti kudu ribet buka laptop segala hanya untuk membaca jurnal atau draft tersebut. Sekarang tidak perlu lagi. Dulu, ketika ada teman mengirim tugas via email, gue perlu buka laptop untuk mengunduh tugas tersebut, simpan ke flashdisk biasa, kemudian print. Sekarang, gue tinggal check email yang masuk melalui smartphone, unduh, simpan tugas tersebut ke flashdisk OTG, terakhir tinggal print deh. Dulu ketika ada event blogger dan gue minta materi dari pembicara (dalam format pdf/powerpoint), gue musti mindahin dari flashdisk (biasa) ke laptop. Sekarang yang gue butuhkan cuma flashdisk OTG, gue bisa menyimpan dan memindahkan materi tersebut dan mengunggahnya ke google drive, cukup tap tap pada smartphone. Apalagi kalau gue lagi pengen flash blogging, mau bikin konten cepat tapi gak bawa laptop. Gue cukup buka materi atau bahan konten yang tersimpan di Drive, bikin draft dan publikasikan via smartphone. As simple as that! 

Dulu... dulu... dulu banget, gue ribet. Sekarang mah yang gue butuhkan adalah segala hal yang praktis, efisien, memudahkan hidup gue, dan tentunya saving my time, saving my live. Flashdisk OTG benar-benar membantu gue. Thanks Rudy!
Beginilah penampakan Flasdisk OTG Sandisk Dual Drive. Dokumentasi pribadi
Kedua, harganya ramah di kantong. Gue beli flashdisk OTG merek Sandisk Dual Drive m3.0 di Bukalapak dengan harga yang sangat sangat terjangkau. Untuk ukuran 16 GB, harganya Rp 76.500. Harganya bisa jauh lebih murah saat promo, diskon Harbolnas, dan sebagainya. Tapi gue check belakangan ini, harganya sudah naik pemirsah. Seandainya besok gue punya smartphone yang masuk range middle end atau flagship dan tentunya fast charging, gue akan beli flashdisk OTG yang sudah support USB Type C. Harga mahalan dikit bukan masalah bagi gue.

Untuk saat ini, gue pribadi sangat puas dengan harga, kemampuan, dan fitur yang ditawarkan flashdisk OTG merek Sandisk Dual Drive m3.0.

Ketiga, ada manajemen file. Sandisk menyediakan manajemen file bernama Sandisk Memory Zone. Gue anggap ini fitur plus yang mendukung Sandisk Dual Drive yang gak ditemukan di flashdisk OTG lainnya. Loe bisa download aplikasi ini via playstore kalau loe pengguna android. Sandisk Memory Zone memudahkan kita memfilter data dan mengelola file sehingga akan membantu kita ketika ingin memilah file mana yang akan dihapus, disimpan, atau ditransfer ke Sandisk Dual Drive. Selain itu, Sandisk Memory Zone memberikan cloud storage space sehingga memungkinkan terhubung dengan Google Drive, One Drive, Drop Box, atau Box milik kita.

Tampilannya seperti ini,
Berdasarkan gambar di atas jelas terlihat, storage gue yang udah terpakai 7,6 GB dari 11,4 GB. Gue bisa menambahkan cloud storage misal Google Drive jika memori di smartphone sudah tidak mencukupi lagi. Lumayan lho kita bisa tambahan kapasistas penyimpanan sebesar 15 GB. Jika smartphone loe sudah terhubung dengan Sandisk Dual Drive, pada menu "lokasi penyimpanan," loe bisa tap opsi "Tambahkan Penyimpanan atau Cloud." Kemudian tap "tambahkan" pada Sandisk Dual Drive. Nah dengan ini, loe sudah bisa menghapus, mencadangkan atau mentransfer file yang kamu pilih baik dari flasdisk ke smartphone maupun sebaliknya.

Pada menu "Kelola Ruang," kita akan diberikan opsi untuk Hapus File Sampah, Bersihkan Media Whatsapp, Pencadangan dan Pemulihan, dan Kelola Aplikasi. Cukup kaget karena ternyata gue banyak menimbun file sampah, nah opsi ini tentunya membantu gue menghapus sampah-sampah cache, sampah aplikasi usang, juga virus/sampah berbahaya, dan sebagainya. Jika whatsapp sudah gemuk dan mengalami obesitas karena banyaknya video maupun foto yang gak begitu berguna, kita bisa menghapus file-file tersebut pada opsi Bersihkan Media Whatsapp. Pada opsi pencadangan dan pemulihan, kita bisa memilih mau mencadangkan secara manual, otomatis, atau pencadangan via media (Facebook, Instagram, Foto Google). Misal nih kita pilih pencadangan manual, file apa yang mau dicadangkan? Foto? Musik? Video? Dokumen? Kontak? Tap salah satu file yang kita pilih misal dokumen (draf skripsi/jurnal penelitian), kemudian kita cadangkan ke cloud storage atau Sandisk Dual Drive.

Mudah bukan?
Flashdisk OTG Gue Terhubung dengan Sandisk Memory Zone. Dokumentasi Pribadi
Mengelola dan Menghapus File Sampah Via Sandisk Memory Zone. Dokumentasi Pribadi
Sandisk Memori Zone membantu gue membebaskan ruang dengan menghapus data gak guna sekaligus mencadangkan data-data yang penting buat gue. Catat ya, bagi mahasiswa pejuang skripsi, back up data is a must! 

Keempat, dari segi garansi. Di kemasan bagian belakang Sandisk Dual Drive, tertulis bahwa produk tersebut memiliki garansi distributor selama 5 tahun. Lama amat yak. Padahal smartphone gue aja masa garansinya cuma setahun. Beberapa distributor resmi Sandisk Indonesia yakni PT Datascript, PT Astrindo, dan PT Indotelekomunikasi Cemerlang. Untuk mengklaim garansi ini loe kudu menunjukkan kemasan dan stiker hologram dalam keadaan baik, demikian juga kondisi flashdisk tidak cacat, dan nota pembelian (kalau dibeli secara offline). Kalau beli secara online barangkali tinggal nunjukin bukti transaksi dengan seller di marketplace (misal Bukalapak) kali yak? Gue sendiri kurang begitu paham. Gue merasa gak perlu klaim garansi segala sebab sampai sejauh ini flashdisk gue baik-baik saja.

Terakhir, kecepatan ketika mentransfer data. Gue udah merasakan perbedaan transfer data antara flasdisk gue yang pernah terserang malware dengan flashdisk OTG Sandisk Dual Drive m3.0. Jadi kecepatan Sandisk Dual Drive adalah 2 hingga 4 kali lipat flashdisk biasa. Sandisk Dual Drive dirancang lebih cepat dari drive USB 2.0 standar, karena menggunakan port USB 3.0. Gak usah khawatir, meskipun menggunakan USB 3.0, flashdisk ini masih kompatibel apabila dicolokkan ke port USB 2.0 pada laptop atau gadget cerdas (smartphone) kok. Dengan konsekuensi kecepatannya akan berkurang. Trancend mengklaim kecepatan maksimal yang mampu dicapai flashdisk ini mencapai 150 MB/detik. Wow!
Flashdisk OTG (Sandisk Dual Drive) dengan port USB 3.0 (warna biru). Dokumentasi pribadi
Berhubung laptop gue masih menggunakan port USB 2.0, maka kecepatannya tidak segesit jika laptop gue sudah didukung USB 3.0. Mari kita uji coba membandingkan kecepatan transfer data (film No one Killed Jessica berkapasitas 403 MB), antara flashdisk biasa (punya teman gue) dengan Sandisk Dual Drive m3.0. Pokoknya gue udah gak mau pake flashdisk lemot gue.
Kelebihan dan kekurangan Flashdisk OTG (Sandisk Dual Drive m3.0)

Apa yang paling gue suka dari flashdisk Sandisk ini ya? Hmmm...kayaknya hampir semua keunggulannya udah gue ceritain deh di atas. Well, gue akui gue suka desain Sandisk Dual Drive yang sangat ergonomis dan elegan. Ukurannya mungil setara jempol tangan gue. Cantik nan menawan. Materialnya berasal dari plastik dan cukup tahan banting jika jatuh dari ketinggan 1,5 meter. Gue udah beberapa kali menguji coba daya tahannya jika jatuh dari ketinggian tersebut. Flashdisk gue baik-baik saja.  Cara menggunakannya pun cukup simple, tinggal digeser ke kanan atau ke kiri.
Kekurangan flashdisk ini? Apa ya?

Flashdisk ini gampang panas dan memakan daya baterai (smartphone) cukup signifikan jika dipakai buat mentransfer file besar atau terlalu lama digunakan. Saran gue, gunakan flashdisk ini seperlunya saja. Jangan transfer file 13 GB sekaligus, tapi transferlah data secara bertahap, dalam ukuran kecil (misal 7 MB, 50 MB atau 450 MB), dan diberi jeda/jangka waktu. Gue soalnya udah pernah nyoba transfer data sebesar 12,7 GB dari laptop ke flashdisk dan hasilnya flashdisk jadi panas banget. Saking panasnya bisa bikin mateng telor.

Hmmm apalagi ya?...karena ukurannya yang mungil dan bening transparan itu, gue jadi was-was. Pasalnya gue orangnya agak teledor dan gampang lupa ketika menaruh barang. Gue pernah kehilangan 2 flashdisk masing-masing berkapasitas 8 GB pada tahun ketiga gue kuliah. ya, karena keteledoran gue itu. Rasanya nyesek banget. Flashdisk ke tiga gue (yang terkena malware) bentuknya seukuran kartu nama, jadi gak gampang ilang. Untuk yang satu ini gue gak perlu was-was. Nah flashdisk ke empat gue ini, Si Sandisk bikin gue cemas. Maka dari itu, solusinya adalah gue perlu menyematkan tali ganci yang agak panjang plus nomor telepon gue di baliknya. Siapa tahu ada orang baik yang mau mengembalikan jika flashdisk gue hilang/terjatuh di jalan.
Penting banget flashdisk OTG gue dikasih tali ganci. Apalagi saat dibawa liputan. Dokumentasi pribadi
Tidak ada alasan lagi lho untuk males-malesan ngerjain skripsi. Mau kena DO heh?! Tidak ada alasan juga untuk tidak bikin konten di blog karena drama flashdisk kena malware. FYI, flashdisk OTG dan laptop gue udah disematkan antivirus yang siap melumat program-program ngeyel bin bandel yang mau merusak data/sistem. Gadget gue aman tentunya. Sekarang gue sudah bisa menyimpan berbagai dokumen, ratusan foto dan puluhan video via flashdisk OTG tersebut.

Bagi loe yang masih galau karena skripsi tak kunjung usai. Big hug. I feel you dude. Kita pernah berada di posisi yang sama. Pertanyaan paling esensial buat loe adalah what next? Setelah ini apa? Selanjutnya bagaimana? Dear, tentu saja baygon bukan jawabannya...
Sekarang gue justru tertantang untuk menjadi insan muda kreatif. Udah mau 2019 lho. Pasca selesai studi, para millenial kudu siap menghadapi revolusi Industri 4.0 yang ada di depan mata. So, skill dan pengetahuan macam apa yang ingin kita asah untuk menghadapi tantangan zaman? Fotografi? Bikin komik? Bikin infografis ciamik? bikin konten asik? Vlogging/bikin video? Public speaking? Kecakapan finansial? Jago jualan di Bukalapak?

Gue percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Gue percaya pada gagasan-gagasan, mimpi-mimpi dan kerja-kerja kreatif. Gue kudu semakin kreatif! Gue percaya bahwa kreativitas adalah segalanya. Kreativitas adalah harga mati! Kreativitas adalah mata uang universal. Melampaui zaman, berlaku tidak hanya hari ini, tetapi juga esok nanti!

Selasa, 11 Desember 2018

Ngobrol Bareng MPR RI dan Bicara 4 Pilar Kebangsaan

Di linimasa instagram saya menemukan sekelompok anak muda yang membuat gerakan meruwat tolerasi, mewartakan keberagaman, dan menjaga marwah Pancasila. Sekelompok anak muda ini resah dengan banyaknya berita hoaks dan ujaran kebencian yang membuncah di kanal media sosial kita. Sekelompok anak muda ini melakukan aksi nyata, berkolaborasi dengan kelompok milenial lain untuk mewujudkan ide baru untuk Indonesia lebih damai. Siapa mereka? Mereka adalah sekelompok anak muda yang tergabung dalam @sabangmerauke. Anak-anak muda yang terpilih dalam  program @sabangmerauke nantinya akan menjadi duta perdamaian di daerah masing-masing dan membuat ide/project yang berguna bagi lingkungan sekitarnya. 

Saya kira gerakan semacam ini bukanlah satu-satunya. Saya pernah ikut camp yang diadakan Duta Damai Yogyakarta. Kemenpora pun membentuk Kirab Pemuda yakni sebuah perjalanan napak tilas membangun NKRI, meruwat kebhinekaan, menghargai nilai-nilai Pancasila dan keberagaman dengan cara melintasi seluruh provinsi yang ada di Indonesia. 

Wah keren ya Kak Arinta. Ada lagi?

Tak mau kalah, MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) juga melakukan hal yang sama. MPR seperti yang kita ketahui merupakan lembaga tinggi negara yang salah satu fungsinya mengubah dan menetapkan Undang-undang Dasar mengadakan acara sejenis. Pada 18-19 Maret 2016, MPR bersama pegiat media sosial Jogja mengadakan Netizen Jogja Ngobrol Bareng MPR RI di Hotel East Park. Saya adalah peserta netizen gathering tersebut. Selama 2 hari peserta diajak untuk berdiskusi dan mendengarkan pemaparan mengenai sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Jarang-jarang saya bisa mengikuti acara seperti ini, apalagi bertemu langsung dengan pejabat negara yang berada di kantor pusat, Jakarta. Bercengkarama, urun rembug, dan beroleh pengalaman serta teman baru. 

Nah gaes, pada tahun 2018 MPR mengadakan kembali netizen gathering di Hotel Satoria dengan melibatkan blogger Jogja. Saya tidak mungkin tidak melewatkan acara tersebut karena bagi saya acara  Netizen Gathering ngobrol Bareng MPR RI ibarat nostalgia. 
Acara Ngobrol Bareng MPRI RI ini dipandu oleh MC cantik, Kak Mira Sahid dan Kak Nurliya. Sambil menunggu Pak Ma'ruf Cahyono (Sesjen MPR RI) datang, kami diajak berkenalan, walau kami sudah saling kenal sih hehehe. 
Pak Ma'ruf tiak sendiri ternyata, hadir beliau didampingi Bu Siti Fauziah (Kepala Biro humas MPR) dan Mas Andriyanto ( Kepala Bagian Pengolahan Data Sistem Informasi/PDSI). Selain sosialisasi 4 pilar kebangsaan, Pak Ma'ruf bercerita tentang kondisi yang negeri ini yang terpecah belah karena politik praktis. Ini berbahaya karena bisa merusak keberagaman dan persatuan bangsa. 
Dari tadi ngomongin sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan mulu...btw apa itu 4 Pilar Kebangsaan, Arinta? Ada yang tahu dan hafal 4 pilar kebangsaan itu terdiri dari apa saja? Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45. Emang apa pentingnya 4 pilar itu Arinta? Empat pilar tersebut bisa dikatakan sebagai fondasi atau elemen penting berdirinya negara Indonesia. Indonesia sebagai negara multikultural sangat menjunjung tinggi nilai-nilai beragama dan keberagaman. Founding fathers kita cerdas ya gaes. Bukan liberalisme atau komunisme yang menjadi ideologi negara tetapi Pancasilalah yang mengikat dan mengakar menjadi landasan negara. Catet ya gaes. Oleh karena itu penting sekali mendiskusikan 4 pilar kebangsaan di suatu forum secara terbuka mengingat topik seperti ini dirasa cukup berat. 

1. Pancasila

Hareeee geneee masih ada yang gak hafal Pancasila? Wah keterlaluan kalau sampai gak hafal. Gak dapet sepeda kalau gak hafal Pancasila, hahaha.  Lha wong setiap hari senin pas upacara pengibaran bendera kita kudu melantangkan Pancasila, masa sampai setua ini belum hapal. Generasi tua aja hafal, apalagi milenial seperti kita.

Bhaique, sekadar mengingatkan kembali, Arinta akan tulis 5 sila dalam Pancasila. 
1. Ketuhanan yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. 
3. Persatuan Indonesia. 
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. 
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Noted, Kak Arinta. 

2. Bhinneka Tunggal Ika

Sebagai negara dengan beraneka suku bangsa, bahasa, agama, serta budaya, Indonesia dinilai masih mampu untuk merajut dan merangkul keberagaman. Sebab apa? Sebab di dalamnya Indonesia mengadopsi falsafah Bhinneka Tunggal Ika. Ada yang tau gaes sejarah atau asal muasal semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini? Frasa Bhinneka Tunggal Ika berasal dari Bahasa Jawa kuno yang terdapat dalam Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Mpu Tantular tinggal di Kerajaan Majapahit sekitar pada abad ke-14 Masehi. Adapun Kerajaan Majapahit merupakan negeri dengan beraneka ragam suku bangsa dan budaya, mirip banget dengan Indonesia saat ini. Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Oleh sebab itu para pendiri bangsa menjadikan Bhinneka Tunggal Ika ini sebagai semboyan negara, pemerkokoh bangsa.

Meskipun ada pergesekan dan konflik di sana-sini, Indonesia masih bisa bertahan. Indonesia masih menghargai perbedaan dan menjaga toleransi. Tidak seperti negeri-negeri nun jauh di Timur Tengah yang bergolak karena gerakan yang mengusung separatisme. 

Hoaks, radikalisme, dan ujaran kebencian merupakan momok mengerikan. Ketiganyanya mampu merusak toleransi dan nilai-nilai keberagaman. Maka dari itu saya acungi jempol untuk siapapun, baik itu konten kreator atau sekelompok anak muda yang berani membuat perubahan dan menentang segala hal yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa. You did best @sabangmerauke, Duta Damai, dan Kirab Pemuda. Saya bersyukur, kaum milenial, cerdas dan tidak mudah terbawa arus. 

3. NKRI 

Saya merasa akhir-akhir ini ada upaya-upaya untuk merongrong kedaulatan dan keutuhan NKRI. Orang menjadi baperan, ngamukan, dan meledak di medsos. Medsos yang seharusnya dijadikan sebagai media berbagai hal-hal yang menarik dan bermanfaat, gaungnya dirusak sekelompok oknum yang penyebar hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan sebagainya. Itu baru di dunia maya. Di dunia nyata, seseorang menjadi sangat mudah untuk menghakimi dan mempersekusi orang lain yang memiliki cara pandang hidup yang berbeda. Hal-hal seperti ini kelihatannya sepela, tetapi sangat berbahaya dan mampu merusak sendi-sendi kehidupan berbagsa dan bernegara. 

Tips saya ala milenial untuk menghindari hal-hal tersebut yakni memfilter informasi yang kita dapatkan. Diet informasi sangat perlu lho. Hanya informasi yang bermanfaatlah yang kita baca, dengar, tonton, dan bagikan. Yang kedua, janganlah jadi katak dalam tempurung, yang hanya berteman dengan satu golongan dan itu-itu saja. Bertemanlah dengan orang yang berbeda (agama, suku, bahasa) sehingga pikiran kita menjadi jauh lebih terbuka. 

Saya kira dua tips di atas mudah diterapkan untuk menjaga persatuan yang nantinya berkontribusi pada keutuhan serta kedaulatan NKRI. 

4. Undang-Undang Dasar 1945. 

Wah kalau bicara mengenai Undang-Undang Dasar 1945 sudah harga mati gaes. Bisa diamandemen isinya sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi Undang-Undang Dasar 1945 tidak bisa diganti dengan apapun juga. Undang-Undang Dasar 1945 meruapakan hukum dasar tertulis yang menjadi konstitusi negara Indonesia saat ini. Tidak bisa Undang-Undang Dasar 1945 ini diganti dengan Undang-Undang Khilafah, misal lho ya. 

Nah demikian paparan singkat mengenai 4 pilar kebangsaan yang musti kaum milenial tahu. 

Setelah sesi pemaparan, lalu dilanjut dengan sesi diskusi. Sesi diskusi berlangsung seru, santai, dan menyenangkan. Kami mengupayakan perbedaan pandangan di antara kami tidak menjadikan kami saling membenci dan baper.

Sebagai pungkasan, Mbak Mira Sahid menutup acara gathering tersebut dengan membacakan puisi.
"Berhentilah saling menyakiti, Mulalilah saling menghargai."
"Stop marah-marah mulailah bersikap ramah."
"Berhentilah mencari perbedaan, mulalah bergandengan tangan."
"Berhenti silang pendapat, mulailah mencari mufakat" 
"Berhentilah malas, mulailah bekerja keras." 
Seperti itulah cara kita, milenial memaknai 4 pilar kebangsaam. Karena meruwat NKRI, menjaga marwah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta UUD 45 adalah tugas kita bersama!

Terima kasih MPR RI atas kesempatannya.

Minggu, 09 Desember 2018

Narkoba : Kenali Bahayanya, Hindari Penyalahgunaannya!

"Gak semua narkoba berbahaya, Ferguso. Nih lu cobain yang ini deh. Entar pikiran lu lebih tenang. Lebih adem..." 

Jangan tertipu gaes kalau ada teman yang berkata demikian. Yang datang dan baik-baikin kamu saat ada maunya. MLM dong. Bukan! Lebih tepatnya pengedar narkoba. Waspadai orang-orang dengan modus operandi seperti ini. 

Mitos 1. Ada narkoba yang berbaha ada yang tidak...
Faktanya, semua narkoba berbahaya gaes! 

Mitos 2. Narkoba bisa membantu melupakan masalahmu...
Faktanya, itu hanya efek sementara, justru ketika kamu mulai mengonsumsi narkoba masalah lain akan muncul. Selesaikan masalahmu. Berdamailah dengan pikiranmu. Terimalah hal-hal itu apa adanya. Bukan malah melarikan diri ke obat-obatan terlarang atau miras. Pelan namun pasti hal-hal itu akan merusak organ tubuh dan sel sarafmu. Apalagi kalau kamu lagi kere, kamu sakaw dan butuh pil-pil setan itu, mau tak mau kamu bisa menghalalkan segala cara untuk menghilangkan efek adiksimu. Termasuk membunuh atau mencuri. Catat itu gaes! 

Mitos 3. Penggunaan narkoba hanya melukai penggunanya saja. 
Faktanya, pengguna narkoba bisa mempengaruhi keluarga dan lingkungan sekitar. 

Ada yang mau nambahin lagi gaes? 
Mitos-mitos tentang narkoba dibabat habis oleh AKBP. Siti Alfiah, S. Psi, kepala BNN Kabupaten Sleman. Dalam sharing session "Bersatu, Bersama, dan Bergerak Perang Melawan Penyalahgunan Narkoba" tersebut, Ibu Siti Aliyah tidak hanya memaparkan tentang mitos-mitosnya saja, tetapi juga modus operandi serta efek-efek mengerikan akibat mengonsumsi narkoba dalam jangka panjang. 

Fakta lain yang saya dapatkan sepanjang sesi diskusi tersebut yakni bahwasanya bisnis narkoba menghasilkan perputaran uang yang besar, kartel narkoba sangat mengerikan, modus operandi peredaran narkoba juga berubah-ubah, masih rendahnya niat penyaahguna dan pengonsumsi untuk pulih, narkoba juga beredar di lapas-lapas, dan tentunya yang menggiriskan hati adalah peredarannya sudah merambah ke desa-desa, konsumennya tidak hanya mahasiswa, tetapi juga pelajar belia usia SD. 

Pada tahun 2015, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba mencapai 2,2% dari penduduk Indonesia atau sekitar 4,098 juta jiwa (kurun usia 10-54 tahun). Sepanjang tahun 2016 BNN telah mengungkap 21 kasus dari 30 tersangka dan melakukan penyitaan aset senilai Rp. 261. 863.413.345. Angka yang tidak kecil, Ferguso. 

Baru-baru ini, 4 terpidana kasus penyelundupan 1,6 ton narkoba jenis sabu di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, terancam hukuman mati. Bayangkan 1,6 ton gaes. Berapa duit itu dan berapa jiwa yang bakalan rusak/melayang jika terpapar olehnya. 

Adapun prevalensi penyalahgunaan narkoba di DIY mengalami penurunan dari peringkat 8 di tahun 2015 menjadi peringkat 31 di tahun 2017. Akan tetapi, DIY peringkat 1 dalam kategori penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Grafik di bawah ini menjelaskan lebih detail mengenai angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di tahun 2016.
Dari tadi ngomongin narkoba mulu, anyway ada yang belum tahu narkoba singkatan dari apa? Yups narkoba kepanjangan dari Narkotika, Psikotropik, dan Obat Berbahaya lainnya. Oleh karena itu narkoba digolongkan menjadi 3 bagian, Narkotika, Psikotropika
Penyalahgunaan narkoba memiliki berbagai efek. Beberapa di antaranya yakni : distorsi pikiran, halusinasi, sistem eror pada indera, memacu kerja organ dan tubuh, dan lain sebagainya. Untuk menghindari dari aparat kepolisian dan BNN, para pengedar memanipulasi kemasan narkoba sehingga mampu meloloskan diri dari pemeriksaan di bandara atau pelabuhan. Tapi tidak semudah itu Ferguso, sepandai-pandainya tupai meloncat pasti akan jatuh juga. Sudah banyak kasus-kasus penyelundupan narkoba di balik kemasan kue brownies yang yummi, paket Alquran, headset, yang berhasil diungkap aparat. 

Ada satu cerita yang membuat saya miris ketika 2 wanita (tante dan keponakannya) tertangkap petugas di bandara karena membawa narkoba. Dua wanita ini tidak tahu menahu bahwa di dalam koper yang mereka bawa telah dijejalkan narkoba. Pelakunya tak lain tak bukan adalah suami dari salah satu wanita tersebut (sang tante). Si suami adalah warganegara berkebangsaan Nigeria yang menikahi wanita Indonesia dan memanfaatkan wanita tersebut sebagai kurir untuk bisnis haramnya. Cerita ini berdasarkan penuturan langsung dari Bu Alfiah.

Bu Alfiah meminta kita untuk waspada berbagai modus rekruitmen oleh bandar narkoba semisal diajak menikah, dijadikan kurir, ditipu, dijebak, diancam, diajak jalan-jalan gratis, dititipi paket oleh teman, meminjam nomor rekening bank untuk mentransfer sejumlah uang, diajak menjadi TKW/TKI di luar negeri dan masih banyak lagi. Modus operandinya emang banyak dan suka berubah-ubah. 

Kita juga perlu mewaspadai pada perubahan perilaku pengguna narkoba. Perubahan itu meiputi perubahan fisik, sikap, dan perilaku. Tanda perubahan sikap bisa dilihat dari pemilihan jenis pakaian berlengan panjang dan berkacamata hitam dengan sikap temperamental dan mudah tersinggung. Perubahan fisik bisa dilihat dari badannya yang kian kurus, gagap, kurang konsentrasi, sayu, mata merah, telapak tangan berkeringat dingin, dan bau tubuh menguarkan aroma spesifik. 
Barangkali kegiatan di atas mampu mencegah peredaran narkoba di desa-desa. 

Saya berterima kasih kepada BNN, telah memberikan kesempatan dan sharing session mengenai narkoba, bahaya, dan penyalahgunaanya. Saya jadi lebih waspada terhadap lingkungan dan gejala-gejala penyalahgunaan oleh teman sendiri. 

Apakah narkoba tidak penting sama sekali? Tidak. tidak demikian. Di dunia medis beberapa jenis narkoba sangat berguna sekali. Apalagi untuk operasi, melahirkan, dan sunat misalnya. Bayangkan gaes kamu cabut gigi tanpa dikasih obat pemati rasa, pasti ngilu dan menderita. Begitulah kira-kira. Jadi narkoba jenis tertentu memang dimanfaatkan oleh kalangan medis dan tentunya sudah berijin. Obat jenis ini tidak dijual bebas di apotek gaes. Hanya dokter atau pihak rumah sakit yang boleh memanfaatkannya untuk kemaslahatan pasien.

Semoga kita semakin cerdas ya gaes untuk mengenali narkoba, bahaya, dan risiko penyalahgunanya.

Sampai jumpa di lain kesempatan!

Sabtu, 08 Desember 2018

Azalea Hijab Shampoo : Your Best Hair Care Inspired By NATUR For Hijabers

Dulu, pas awal kuliah saya ini tergolong cuek sama rambut. Saya sering ganti-ganti produk shampo demi menjajal sensasi dan aroma yang berbeda. Alhasil rambut saya jadi... ahsudahlah. Apalagi saya berhijab. Panas, keringetan, kadang bikin gak nyaman. Bikin rambut jadi lepek dan mudah rontok. Saya butuh banget shampo yang menutrisi dan bikin sehat rambut. Selain wangi, shampo tersebut membuat rambut saya gak mudah rontok dan ketombean. Adakah yang seperti itu? 

Beruntung beberapa waktu yang lalu saya mengikuti event bertajuk Hijab Beauty Dating Azalea X Blogger Jogja. Acara ini memperkenalkan produk shampo Azalea untuk wanita berhijab. Sebenarnya sudah banyak sih produk shampo untuk wanita berhijab. Namun apa keunggulan Azalea Hijab Hair Care Shampoo di tangan saya ini?
Azale Hijab Shampo Inspired By Natur. Dokumentasi Pribadi
Arinta suka packagingnya. Cantik. Dokumentasi pribadi.
Perlu diketahui pemirsa Azalea ini merupakan Hijab Hair Care Inspired By Nature. Siapa yang gak kenal Natur. Merek Natur sudah sejak lama terkenal menciptakan produk untuk perawatan rambut. Ibu saya pernah memakai Natur karena rambut beliau juga sering rontok. Rontok itu wajar, tapi kalau sekali sisir rontoknya banyak kan bikin galau pemirsa. Botak nanti ujung-ujungnya deh. 
Mbak Eby selaku Assistan Brand Manager Azalea menjelaskan bahwa produk ini dibuat khusus untuk hijaber yang ingin mendapat produk perawatan rambut yang tidak hanya mengharumkan, tetapi juga menutrisi. Bersama Natur, Azalea diproduksi oleh PT. Gondowangi. PT Gondowangi sendiri pada awalnya yakni tahun 1970 memproduksi rumput laut dan kosmetika berbahan rumput laut. Pada tahun 1972 mulai melakukan riset mengenai rambut dan kulit kepala melalui klinik Gondowangi. Merek NATUR diciptakan pada tahun 2000 gaes. Enam belas tahun kemudian, tepatnya tahun 2016 Gondowangi melakukan riset mengenai rambut dan kulit kepala khusus wanita berhijab serta meluncurkan formula khusus yang diracik spesial untuk kita gaes. 

Azalea dibuat dengan memadukan konsep Thibbun Nabawi? Apa itu? Thibbun Nabawi merupakan metode pengobatan yang mengikuti sunah nabi dengan memformulasikan bahan-bahan yang halal dan alami seperti minyak zaitun, ginseng, lidah buaya, jeruk nipis dan sebagainya sehingga bermanfaat untuk kesehatan rambut. Maka tak heran ekstrak minyak zaitun dan jeruk nipis terkandung dalam merek shampo dengan kemasan berwarna biru ini.

Jika kita lihat di kemasan bagian belakang tertulis jangan biarkan air masuk dalam botol karena dapat merusak kandungan Azalea Shampo. Cara memakainya pun gampang banget. Usapkan Azalea pada rambut yang basah, biarkan shampo berbusa, pijat rambut dengan lembut, terakhir bilas sampai bersih. Terakhir, jangan lupa gunakan Azalea Hair Hijab dan Body Mist untuk perawatan menyeluruh rambut dan hijab. 
Lebih dekat dengan Azalea Hair Hijab & Body Mist. Dokumentasi Pribadi
Jika Azale Shampo menggunakan bahan/ekstrak minyak zaitun dan jeruk nipis, Azalea Hijab & Body Mist menggunakan bahan minyak zaitun dan lidah buaya. Cara menggunakan produk ini pun mudah sekali Ferguso. Tinggal semprotkan 10-15 cm dari rambut atau hijab dan tubuh. Rasakan sensasi rambut sehat harum mewangi sepanjang hari!
Bagaimana pengalaman menjajal merek ini Arinta? 

Saya sudah coba Azalea selama 3 kali dalam seminggu. Rasanya segar, ada sensasi dingin menthol. Rambut saya cocok dengan Azalea. Karena rambut saya sudah saya potong pendek jadi kerontokannya berkurang. Saya yang biasanya mengalami gatal-gatal karena ketombe, jadi gak uring-uringan lagi karena masalah tersebut. jujur saya suka packagingnya, biru untuk Azalea Shampo dan hijau untuk Azalea Hair Hijab & Body Mist. Cantik dan serasi bukan? Khusus Azalea Hair Hijab & Body Mist mudah kemasannya ringan dan mudah dibawa ke mana-mana. Bisa dimasukkan  ke dalam tas atau pouch mungilmu untuk menemani aktivitas harian. 
Saya berterima kasih kepada Azelea telah memberi kesempatan hadir di acara Hijab Beauty Dating Azalea X Blogger Jogja. Saya mendapat pengalaman dan pengetahuan baru tentang perawatan rambut untuk hijaber. Terlebih lagi, ketika Kak Dian Ismyama, salah satu travel blogger Jogja memberikan materi tentang personal branding untuk para blogger. Wah daging semua ilmunya...

Demikian review saya mengenai Azalea, Best Hair Care Inspired bu NATUR for Hijabers like me. Kalau masih penasaran silakan klik website Gondowangi di Azalea Hijab Shampo. Boleh juga kepoin dan follow akun instagramnya di @azaleabeautyhijab dan fanspage facebooknya di Azalea Beauty Hijab

Cheers!

Rabu, 07 November 2018

Melindungi, Merajut Asa, Meretas Jerat Miskin Pekerja Rumahan

Kisah Yu Meh Pekerja Rumahan dari Kota Batik

Menjelang mentari melumat pagi, perempuan berusia hampir separuh abad melangkahkah kaki menuju tukang sayur andalannya. Sang penjual sayur yang usianya juga tak lagi muda -- barangkali 2 atau 3 tahun lebih tua darinya -- dengan gesit menawarkan kangkung, bayam, kacang panjang, ikan asin, dan beberapa jenis bahan makanan yang biasa dibeli wanita berusia hampir separuh abad tersebut. Tangan kanan perempuan berusia hampir separuh abad itu sibuk memilah ayam, wortel, kentang, dan kubis, sedang tangan kirinya menggendong balita mungil dengan muka semerah tomat.

“Weh, tibake wes pocokan po Yu? Mboronge akeh banget.” (Wah, udah bayaran ya Mbakyu? Belanja banyak sekali).” Tanya sang penjual sayur bertanya pada perempuan berusia hampir separuh abad itu. 

“Iyo, anakku kepengen jangan sop ceritane, wingi bar meriang, Yu." (iya, anakku ingin dibuatkan sayur sop ceritanya, kemaren habis kena demam, Mbakyu)” Jawab perempuan berusia hampir separuh abad itu dengan akses Pekalongan yang kental. 

Perempuan berusia hampir separuh abad kemudian mengangsurkan dua puluh ribu lusuh dari balik jariknya. Sang penjual sayur menerima uang tersebut sembari tak lupa mengingatkan hutang-hutang yang belum dilunasi perempuan berusia hampir separuh abad itu. Perempuan tersebut segera meninggalkan si tukang sayur. Bergegas pulang, memasak untuk sang buah hati. 

Yu Meh, demikian nama panggilan perempuan berusia hampir separuh abad itu. Yu sendiri kependekan dari kata Mbakyu atau bisa juga berarti orang yang lebih dituakan. Di omah gedhek berdindingkan anyaman bambu yang sudah berlubang di sana-sini, yu Meh bersama suami dan kelima anaknya tinggal. Suami Yu Meh, bekerja sebagai penjual rujak buah keliling dengan bayaran yang tak tentu. Anak pertama, kedua, dan ketiga Yu Meh semuanya perempuan, adapun anak keempat dan si bontot berjenis kelamin laki-laki. Anak perempuan Yu Meh sudah dewasa, dua di antaranya sudah menikah. Ketiga anak perempuan Yu Meh hanya mampu mengenyam pendidikan hingga bangku SD. Barangkali jejak ini akan kembali berulang pada si bontot Ucup. 

Demi mengurangi beban hidup yang menghimpit, Yu Meh bersedia menerima upah tak seberapa dari pengusaha batik di lingkungan tempat saya tinggal. Yu Meh mengambil berkodi-kodi kain batik bermotif untuk kemudian diberi warna dengan kuas. Proses ini disebut dengan istilah nyolet. Aktivitas menyolet batik dikerjakan di rumah Yu Meh sendiri. Tangan terampil Yu Meh dengan cekatan mampu mewarnai berlembar-lembar bahkan bahkan satu atau dua kodi kain batik per hari. Berapa upah yang diterima orang-orang seperti Yu Meh? Tidak banyak, hanya berkisar Rp 250-500 per lembar kain (tahun 2009 saat saya masih tinggal di Pekalongan). Istilah menerima pocokan berarti mendapat upah yang dibayar pada periode tertentu (biasanya mingguan).

Yu Meh merupakan secuil potret pekerja rumahan di wilayah yang terkenal sebagai sentra penghasil batik, Pekalongan. Dengan asumsi Yu Meh mampu menyesaikan 30 lembar kain per hari dan upah yang diterima per lembar Rp. 250, maka dalam sebulan (30 hari) Yu Meh mengantongi Rp 225.000 saja. Jumlah tersebut sepertiga kali lebih rendah dari UMR yang ditetapkan pemda pada tahun tersebut. Itu pun belum termasuk biaya membeli minyak tanah sebagai bahan bakar kompor yang digunakan untuk membatik. Tidak ada asuransi. Tidak ada jaminan sosial dan hari tua. Tidak ada perlindungan dan keselamatan kerja (K3) apabila Yu Meh terkena cipratan malam panas yang melepuhkan kulit. Tak ada perbaikan ekonomi, lihat saja anak-anak Yu Meh mengenyam pendidikan hanya pada jenjang sekolah dasar. Tidak ada payung hukum yang melindungi nasib pekerja rumah seperti Yu Meh dan kawan-kawan.

Lalu bagaimana peran dan langkah strategis yang diambil para pemangku kebijakan, LSM, media, dan dunia akademik terkait hal tersebut? Upaya-upaya seperti apa yang diperlukan guna melindungi dan meretas jerat kemiskinan para pekerja rumahan di Indonesia? 

Melindungi, Merajut Asa, Meretas Jerat Miskin Pekerja Rumahan. Mungkinkah? 

Bicara pekerja rumahan, sebenarnya apa itu pekerja rumahan dan bagaimana kontribusinya pada mata rantai produksi dan ekonomi? Masih banyak orang yang memiliki persepsi bahwasanya pekerja rumahan identik dengan pekerja lepas atau freelance worker. Ada juga orang yang memahami pekerja rumahan sebagai pembantu rumah tangga atau buruh yang bekerja di rumah majikannya. Konvensi ILO 1996 menyatakan bahwa pekerja rumahan adalah seseorang yang bekerja di dalam rumahnya atau tempat lain yang dipilihnya, di luar tempat kerja milik majikan (pengusaha), guna memperoleh upah, dan menghasilkan barang atau jasa yang telah ditetapkan oleh majikan (pengusaha) tersebut. Pekerja rumahan tidak dibayar berdasarkan jumlah jam kerja seperti halnya di pabrik, tetapi upah dibayar berdasarkan jumlah produksi tertentu yang dihasilkan. Di Indonesia, dikenal dengan model upah borongan. 

Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan belum mengakui adanya pekerja rumahan yang kebanyakan bekerja di sektor infomal ini. Undang-undang ini lebih mengadvokasi buruh, karyawan, dan tenaga kerja lainnya yang bekerja dengan kontrak tertulis di suatu lembaga, instansi, industri, dan sebagainya. Oleh karena itu, perlu payung hukum yang kuat yang mampu melindungi hak-hak para pekerja rumahan. Sinergi dari berbagai pihak tentunya sangat dibutuhkan untuk mengkampanyekan gerakan perlindungan terhadap pekerja rumahan ini.
Dewasa ini, peran media dirasa sangat strategis dalam hal mengkampanyekan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap pekerja rumahan. Melalui Program Radio Ruang Publik KBR, selama 4 episode KBR menyelenggarakan talkshow dan diskusi publik yang melibatkan akademisi, pemangku kepentingan (pemerintah daerah), pengusaha, dan pihak-pihak lain seperti Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, mitra MAMPU seperti Bitra, MWPRI, LSM lokal Yayasan Annisa Swasti, dan TURC. 

Bersama Bitra, pemerintah daerah Sumatera Utara saat ini tengah menggodok Raperda Ketenagakerjaan yang akan memberikan perlindungan dan akses kerja layak bagi pekerja rumahan. Fransisko Bangun selaku Kabid Perlindungan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumut menyatakan terdapat 3000 pekerja rumahan yang kini mendapat akses BPJS ketenagaakerjaan. Jumlahnya nanti akan terus bertambah. Naskah akademik mengenai hal tersebut kini sedang digagas lebih intensif oleh fakultas hukum Universitas Sumatera Utara. Hal-hal yang dibahas dalam Raperda tersebut di antaranya mengenai bagaimana upah yang layak dan berperikemanusiaan untuk pekerja rumahan, lemburnya, cutinya, jaminan sosialnya, termasuk keselamatan kerjanya. 

Tidak hanya di Sumatera Utara, praktik-praktik baik untuk mengadvokasi dan melindungi pekerja rumahan pun sudah dilakukan di Yogyakarta. Yayasan Yashanti semenjak 2014 telah memberdayakan pekerja rumahan melalui pendampingan dan pembekalan keterampilan. Di Yogyakarta, sudah ada serikat yang mewadahi dan mengaspirasi agar para pekerja rumahan menjadi semakin berdaya dan memiliki daya tawar yang kuat. Dengan adanya serikat atau organisasi, pekerja rumahan bisa memperjuangkan hak-hak mereka ke pemerintah daerah. Dinas tenaga kerja pun memberikan respon positif. 

Tak mau kalah dengan Sumatera Utara dan Yogyakarta, di Kota Malang tepatnya di Kelurahan Polean telah dibentuk Sekolah khusus Perempuan Pekerja Rumahan. Sekolah ini didirikan dan difasilitasi oleh MPWRI (Mitra Wanita Pekerja Rumahan Indonesia) guna meningkatkan keahlian, pengetahuan, dan pengembangan kapasitas pekerja rumahan. 

Kabar gembira ini setidaknya menjadi angin penyejuk di tengah padang gurun yang gersang. Ah, saya jadi terkenang Yu Meh, tetangga saya yang jadi pekerja rumahan dan tinggal di omah gedhek dengan kelima anaknya yang tak mengenyam jenjang pendidikan tinggi. Miris sekaligus mengiris (hati). Cukup Yu Meh saja yang mengalami. Semoga pekerja rumahan lain beroleh pekerjaan yang layak dengan upah memadai sehingga mampu memberikan pendidikan terbaik buat anak-anaknya. Indonesia butuh lebih banyak kerja-kerja baik dan sinergi dari berbagai elemen untuk memberdayakan pekerja rumahan agar mereka mampu merajut asa, terlindungi hak-haknya, dan terlepas dari jerat kemiskinan. Mungkinkah hal itu terjadi? Sangat mungkin!

Setelah Sumut, Malang, dan Yogyakarta semoga kota-kota lain di Indonesia segera berbenah. Bergegas. Menjadi pelita bagi pekerja rumahan. 

Referensi :
1. Website KBR http://kbr.id/ 
2. Program MAMPU Dorong Pemerintah Sahkan Raperda https://intainews.com/sketsa/18415/program-mampu-dorong-pemerintah-sahkan-ranperda/  

Jumat, 05 Oktober 2018

Dari A Hingga Z : Hidup Sehat & Bebas Penyakit Bersama Hydrogin Atom dari Gin Internasional

Berawal dari Skripsi, Depresi, GERD, Hingga Konsumi Obat Penghilang Rasa Nyeri

Geng ini kisah saya... Saya yang terancam kena DO dari kampus gara-gara saya telat mengerjakan skripsi. Skripsi emang bikin baper, gengs. Jujur saya cukup alergi jika mendengar kata "Skripsi." Skripsi itu ibarat monster bertaring yang siap mencabik-cabik otak saya. Kelihatan berlebihan emang, tapi itu benar adanya. Saya akan berkisah bagaimana saya memperjuangkan gelar akademis saya dan terbebas dari rasa depresi. Jangan sepelekan stres, depresi, tekanan mental, dan hal-hal semacam itu gengs. Kelak mereka bisa menjadi bom atom yang akan merontokkan kinerja sistem tubuhmu. Stres bisa memicu serangan jantung, diabetes, stroke, dan penyakit berbahaya lainnya. 

Perkenalkan, saya Arinta. Saya Mahasiswi prodi akuntansi semester paling akhir pada salah satu perguruan tinggi di Yogtakarta. Semua bermula ketika saya mengajukan proposal skripsi mengenai akuntansi biaya/manufaktur. Ya elah sok-sok banget sih bisa mengkaji bidang ini. Jarang sekali mahasiswa yang meneliti akuntansi biaya, soalnya emang agak berat. Kebanyakan teman-teman saya mengambil audit, sistem, kalau tidak behavioral accounting. Untuk meneliti ini saya harus mencari pabrik buat penelitian. Ternyata tidak segampang yang dikira mamen! Saya sempat meminta bantuan teman yang saat itu baru mendirikan bisnis di bidang pembuatan kompor listrik untuk dijadikan bahan penelitian. Ternyata karena perusahaan punya teman saya masih baru dan karyawannya masih sedikit, dosen saya tidak meminta saya mencari yang lain. Selain itu, literatur dan penelitian terdahulu mengenai bidang yang saya kaji masih sedikit. Saya tambah stres. 

Karena dirundung stres, berbulan-bulan saya tidak menjamah skripsi dan segan rasanya menemui dosen pembimbing (2016) Meskipun demikian, saya masih tetap aktif di kampus karena ada 2 mata kuliah yang masih harus saya kejar. Ternyata hal itu belum cukup pemirsa. Stres saya bertambah lagi ketika beberapa bulan kemudian, laptop saya terkena virus. Semua file baik berupa data, foto, video, dan apapun terkait dunia akademik dan organisasi di kampus broken alias rusak dan tidak bisa diselamatkan. Meskipun sudah diinstal ulang dan dipindai pakai antivirus, semua file saya sudah rusak. Dokumentasi KKN dalam harddisk laptop saya hilang (termakan virus), termasuk file skripsi saya. Menyesal saya tidak punya back up di flash disk. Saya ingin menjerit dan menangis tapi lidah rasanya kelu. Sepanjang 2016 saya sudah tidak lagi mood mengerjakan skripsi. 

Tahu gak kegiatan saya selama tidak mengerjakan skripsi? i just did nothing. Bukannya sering ke perpus jurusan, saya malah kebanyakan galau, tidur, makan, galau lagi, nyemil, tidur lagi, nonton film. Sungguh saya menghabiskan waktu untuk kegiatan yang benar-benar tidak produktif. Lama-lama berat badan saya bertambah. Muka saya jadi kelihatan lebih tua dari usia saya. Saya juga banyak berdiam di kamar kos dan enggan berinteraksi dengan orang lain. Saya jadi jauh lebih tertutup.

Setahun berlalu hingga berganti 2017. Bersama rekan-rekan seangkatan saya yang belum lulus, saya dipanggil kampus untuk segera menyelesaikan skripsi. Saya meminta ibu kaprodi untuk berganti judul skripsi dan mengganti dosen pembimbing, dan alhamdulilah di-acc sama beliau. Yay! Saya mengambil akuntansi keperilakuan (behavioural accounting) dengan 4 variabel (Motivasi, Prestasi Akademik, Kelompok Rujukan, dan Minat Mahasiswa Akuntansi Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi). Subjek penelitian saya adalah mahasiswa akuntansi di kampus saya sendiri. Biar gampang untuk ditelitilah!

Apakah semua berjalan lancar? Ya, pada awalnya demikian. Bahkan saya mendapat dosen pembimbing yang baiknya luar biasa. Kurang beruntung apa coba? Tapi pertengahan 2017 kondisi keuangan saya justru memburuk. Tabungan saya kian menipis. Saya bingung bagaimana mau mengerjakan skripsi. Di tengah proses menyusun skripsi pasti ada revisi-revisi yang memakan biaya tidak sedikit. Saya tertekan lagi. Meskipun dengan kondisi demikian saya segan meminta uang ortu. Bagaimanapun caranya saya harus mendapatkan uang. Akhirnya saya kerja shift di rumah makan ayam geprek. Bekerja pakai model shift seperti itu ternyata selain kejar tayang, melelahkan juga apalagi jika warung lagi ramai-ramainya. Saya kehilangan fokus. Depresi mendera lagi. Inilah muara saya udah gak mood lagi buat ngerjain skripsi. 

Saya menghilang lagi dari kampus (untuk kedua kalinya). Demi menghindari tekanan batin, saya memilih lebih banyak makan. Apalagi bekerja di rumah makan membebaskan saya makan sesuatu yang enak dan berlemak. Berat badan saya kian bertambah. Kerja atau skripsi. Kerja atau skripsi. Kalau gak kerja gimana saya ngumpulin duit buat ngerjain skripsi? Saya merasa semakin gak karuan. Hampir setiap malam saya terbangun teringat skripsi. Bak film horor, jika terbangun tengah malam keringat dingin pun mengucur. deras Saya menjadi agak paranoid jika mendengar kata skripsi. Mau buka file skripsi di laptop leher saya serasa ngilu, asam lambung saya naik, saya pun mual. Gitu terus sepanjang waktu. Efeknya saya jadi lebih banyak mengonsumsi obat-obatan pereda rasa nyeri, terutama nyeri kepala.
Obat penghilang rasa nyeri dan mual yang biasa saya konsumsi. Dokumentasi pribadi
Hingga suatu ketika teman saya yang mendalami psikologi bicara ke saya kalau kemungkinan saya menderita GERD. Apa itu Gerd? Gerd singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease, penyakit lambung karena reflux asam lambung. Sejumlah penelitian pernah mengkaji bahwa kecemasan berlebihan dan depresi memicu penyakit Gerd ini. Teman saya menyarankan saya harus menjaga kondisi psikologis dari depresi, selain itu saya harus banyak bergerak, mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. 

"Ayo Arinta, semangat ke kampus lagi! Soal keuangan percaya saja sama allah pasti ada jalan," gitu katanya teman saya.

Saya kemudian memutuskan  untuk keluar dari tempat kerja saya (sekitar awal 2018) dan fokus mengerjakan skripsi. Alhamdulilah di tahun 2018 saya mendapat uang tunai yang terbilang lumayan dari suatu kompetisi menulis. Uang itu saya gunakan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan skripsi. 

Saya mengikuti saran teman saya untuk lebih banyak bergerak (sering ke kampus) dan mengonsumsi makanan bergizi. Kendala saya yang lain yakni saya masih sering dehidrasi, apalagi jika terbangun tengah malam. Belum lagi cuaca Jogja yang terik dan kurang bersahabat membuat saya kehilangan banyak cairan. Jika ke kampus saya membawa tumblr berisi air minum. Pernah kejadian tumblr tersebut merembes airnya hingga membasahi tas saya, untung tidak sampai ke draft skripsi. Berbahaya! Akhirnya saya memutuskan tidak lagi membawa tumblr tersebut. 

Ada tidak ya tumblr dengan desain yang ergonomis sekaligus dirancang untuk menjaga kesehatan?  Saya berpikir itu adalah nonsense. Hampir mustahil, hingga suatu ketika saya menemukan tumblr Hydrogin Atom dari Gin Internasional. Ah masa sih? 

Charger Energi Sekaligus Terapi Melalui Hydrogen Atom dari Gin Internasional

Saya sadar saya harus memulihkan kondisi fisik dan mental saya yang tergerus akibat depresi. Sakit itu mahal harganya gengs. Kalau kata emak, mending mencegah daripada mengobati. Gak ada salahnya kan mencoba self-healing melalui terapi Hydrogen Atom dari Gin Internasional? Apalagi untuk memperbaiki sel-sel tubuh saya pasca depresi dan tergerus obat-obatan.
X : "Emang apa keistimewaan Hydrogen Atom dari Gin Internasional Arinta?"

Me : Banyak Gengs, kamu tahu kan tubuh kita terdiri atas cairan? Maka dari itu, kita butuh konsumsi banyak air, air yang menyehatkan tentunya. Menurut sebuah riset, air dengan kandungan hidrogen yang tinggi memiliki kandungan antioksidan 176 kali lebih banyak dari vitamin C dan 863 kali lebih banyak dari koenzim Q-10. Koenzim Q-10 merupakan antioksidan yang diproduksi secara alami dalam tubuh manusia. Koenzim Q-10 hampir terdapat pada tiap sel dalam tubuh manusia. Tapi gini gengs, seiring bertambahnya usia kita kadar koenzim Q-10 akan semakin menurun (produksinya). Maka tak heran kamu akan mendapati penderita kanker, diabetes, kelainan jantung, parkinson, dan lain sebagainya memiliki kadar koenzim Q-10 rendah." 

X : "Serem ya Arinta kalau kadar koenzim Q-10 dalam tubuh terus berkurang. Padahal dia sangat esensial..." 

Me : Untuk mengantisipasinya kamu bisa kok membeli suplemen yang mengandung koenzim Q-10. Tapi kalau keseringan beli suplemen ya jatuhnya boros juga. Mending coba air hidrogen dari Hydrogin atom ini saja. Praktis, tinggal isi air. Bisa dibawa ke mana-mana (portabel). Lebih hemat jatuhnya. Lebih sehat juga."
Unboxing Hydrogin Atom dari Gin Internasional. Isinya apa aja? 
Kayaknya pada penasaran nih Arinta isi kotak Hydrogin Atom dari Gin Internasional. By the way, Isinya apa aja? 

Kamu akan mendapati box berwarna hitam. Di bagian atas ada logo Hydrogin Atom berwarna gold yang terkesan glamor dan elegan. Tenang, Box-nya tebal dan dijamin gak mudah rusak. Di dalam box tersebut terdapat manual book berisi petunjuk teknis bagaimana cara menggunakan Hydrogin Atom. Selanjutnya ada perangkat utama Hydrogin Atom di mana terdapat tombol on/off dan lampu indikator yang akan menyala jika diaktifkan. Selanjutnya terdapat tumbler yang kokoh dan tidak muda retak. Gak bakalan deh ada episode air merembes keluar jika menggunakan tumbler ini. Yang terakhir tentunya adaptor plus charging set buat isi daya. Selama proses charging lampu indikator akan berwarna merah. sedangkan ketika proses hidrogenisasi air (mengubah air biasa menjadi air dengan kandungan hidrogen), maka lampu indikator akan berwarna putih. Proses hidrogenisasi berlangsung kurang lebih 3 hingga 5 menit. Jika kamu lupa membawa tumblernya, kamu bisa melakukan hidrogenisasi menggunakan botol air mineral kemasan. Pokoknya proses hidrogenisasi air dalam tumbler Hydrogin Atom gak bikin ribet dan gak makan waktu yang lama. Oh ya gengs, perangkat Hydrogin Atom dalam box ini aman dari goncangan lho, sebab dia sudah dilindungi busa tebal (berwarna hitam).

FYI, Hydrogen Atom ini merupakan seri produk ketiga mesin penghasil air dengan kandungan hidrogen tinggi dari Gin Internasional. Di seri sebelumnya ada Hydrogin Dinamic dengan tumbler yang ukurannya lebih panjang dari Hydrogin Atom. Baik tumbler dari Hydrogin Atom maupun Hydrogin Dinamic, keduanya sangat mudah untuk dibersihkan.

Jika kamu butuh visualisasi lebih jauh mengenai Hydrogin Atom ini, kamu bisa klik video unboxing berikut :




Konsumsi air hidrogen per hari hari sangat baik untuk kesehatan tubuh. Air hidrogen juga cocok untuk lansia dan ibu hamil. Memang air hidrogen memiliki cita rasa yang sedikit berbeda dibandingkan air mineral pada umumnya, tetapi jika dikonsumsi rutin efeknya baru berdampak. Perhatikan gambar di atas, air hidrogen memiliki beragam manfaat. Air hidrogen yang diproses Hydrogin Atom mampu melawan 200 jenis penyakit. Stroke, jantung, diabetes, keracunan obat, influenza, dan asam urat merupakan beberapa di antaranya. 

Saya yang sempat kecanduan obat pereda rasa nyeri, mudah paranoid, dan cenderung depresi sangat cocok mengonsumsi air hidrogen ini. Tentunya air hidrogen ini akan membantu proses perbaikan sel-sel tubuh saya yang rusak. begitu besar manfaat air hidrogen bagi kesehatan tubuh.

Selain bertransformasi menuju gaya hidup sehat, saya membangun selftalk positif agar terbebas dari rasa takut, cemas, dan depresi yang berlebihan. Saya ingin merdeka dan terbebas dari penyakit gerd.  Saya harus semangat mengerjakan skripsi. Tidak boleh menunda-nunda lagi. Hanya ada 2 pilihan, skripsi kelar atau terpaksa DO dari kampus. Saya tidak mau pilihan yang kedua. Saya masih memiliki mimpi-mimpi. Memang ijazah bukan segalanya, tapi bisa saja ijazah mengantarkan kita pada mimpi lain berikutnya bukan? 
Skripsi kelar. Wisuda menanti. Masa Depan di genggaman. Dokumentasi pribadi
Dari semua penjelasan di atas ada hal yang perlu digarisbawahi, "Bagaimana kita mampu mengejar mimpi jika kondisi fisik dan psikis tergerus? Bagaimana kita ingin mengejar masa depan jika saat ini terbaring lemah tak berdaya?" So, hidup sehat dan bebas penyakit adalah pilihan. Terkait gaya hidup sehat, pilihanku jatuh pada Hydrogin Atom. 

Ini ceritaku dari A hingga Z. Dimulai dari depresi, memperjuangkan skripsi, memilih hidup sehat dan bebas penyakit bersama Hydrogin Atom. Semoga menginspirasi!